PGRI: Kenaikan Gaji ASN 5 Persen Tidak Cukup Untuk Guru!

Didi Suprijadi/Net

Jakarta – Kenaikan gaji pokok sebesar lima persen dinilai tidak akan mencukupi kebutuhan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), termasuk guru. Terlebih, saat ini ekonomi bangsa tengah dalam keadaan sulit. 

Ketua Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI), Didi Suprijadi menegaskan, kenaikan gaji ASN tersebut tidaklah sebanding dengan inflasi yang justru jauh lebih tinggi, yakni tujuh persen.

“Tidak ada artinya itu, karena pegawai negeri selama empat tahun enggak naik gaji. Naik lima persen sedangkan inflasi kita tujuh persen,” ujarnya usai diskusi bertajuk ‘ Vokasi dan Ironi Pendidikan di Era Milenial’ di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (10/11).

Perlu diketahui, rencana kenaikan gaji seluruh ASN sebesar lima persen sudah dipastikan melalui pengesahan Undang-Undang APBN 2019 dalam rapat paripurna di DPR RI, Rabu (31/10) lalu.

Didi mengkritisi kenaikan gaji yang terbilang kecil tersebut. Padahal, tidak seperti pemerintahan sebelumnya yang menaikan gaji ASN berkali-kali selama satu periode pemerintahan. Sementara pemeritahan Jokowi baru sekali ini merencanakan kenaikan gaji ASN.

“Paling tidak kenaikan PNS itu di atas inflasi, guru itu di atas delapan persen. Setiap naik kenaikkannya masa pegawai negeri cuma lima persen? Apalagi ini selama empat tahun tidak naik gaji,” tegasnya./rmol.co




2016, PGRI Inhil Agendakan Rombak Total Kepengurursan Tingkat Kecamatan

Ketua PGRI Inhil, Yaswar Aprilian
Ketua PGRI Inhil, Yaswar Aprilian

TEMBILAHAN, detikriau.org – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Indragiri (Inhil) akan merombak total kepengurusan PGRI disetiap kecamatan. Perombakan kepengurusan ini akan dilakukan dalam tahun 2016 ini.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Ketua PGRI Kabupaten Inhil Yaswar Aprilian kepada awak media di Tembilahan, belum lama ini.

“Dalam tahun ini kita lebih fokus kepada pendataan keanggotaan ulang yang ada di kecamatan,” kata Uway, sapaan akrab Yaswar Aprilian.

Menurutnya, agenda itu sudah berjalan dibeberapa PGRI kecamatan, salah satunya di Kecamatan Tembilahan Hulu.

Ia menjelaskan bahwa perombakan tersebut disinyalir ketidak sesuaian lagi keberadaan para pengurus yang ada yang berdampak pada ketidak aktifan jalannya roda organisasi.

“Sebab itulah sepanjang tahun 2016 kita lebih fokus kepada pembeharuan pengurus kecamatan. Setelah itu baru program-program bisa berjalan sebagaimana mestinya,” tutupnya./ Mirwan