Air Macet, PDAM TI Jangan Kambingkan PLN

imagesTEMBILAHAN (detikriau.org) – Manager PLN Rayon Tembilahan, Budi Warman meminta agar pihak Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Indragiri tidak mengkambinghitamkan   pihaknya atas macetnya pasokan air bersih kerumah-rumah pelanggan beberapa waktu yang lalu.
“Jangan kami yang dikambing hitamkan oleh PDAM, seharusnya mereka punya mesin genset sendiri untuk persiapan jika ada pemadaman listrik,” kata Budi, Jumat (14/8/2015).

Meski begitu, ia tetap mengakui PLN pernah memutuskan aliran listrik di kawasan perusahaan air bersih dengan durasi sekitar 2 jam. Alasannya, kala itu ada gangguan mesin dan terpaksa harus memutuskan pasokan listrik guna melakukan perbaikan hingga normal.

Berdasarkan data dari PLN, beban puncak yang harus dipenuhi pihaknya sebesar 13 Mega Watt (MW) dan daya yang bisa didapat dari mesin sewa juga 13 MW. Daya tersebut bisa terbilang sangat pas-pasan, sebab jika ada ada gangguan 1 mesin saja pastinya akan terjadi defisit daya.

Sekedar mengingatkan, sebelumnya pihak PDAM Tirta Indragiri memang menyebutkan, bahwa yang mengakibatkan rendahnya kualitas dan terputusnya pasokan air kerumah pelanggan waktu itu disebabkan keterlambatan datangnya pasokan bahan kimia dari Jakarta dan terputusnya pasokan listrik bersumber dari PLN hingga 3 jam sekali.

“Kami dari PDAM selalu dapat giliran mati bergilir, dan proses produksipun jadi terganggu,” ucap  Kabag Produksi dan Distribusi PDAM Tirta Indragiri, Kamusni kepada awak media akhir bulan kemaren. (mirwan)




Dirut PDAM TI Pinta Pemkab Anggarkan Pengajuan Belanja Subsidi

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) diminta menganggarkan pengajuan belanja subsidi, yang telah diajukan oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Indragiri pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Kabupaten Inhil.

Hal itu disampaikan Direktur PDAM Tirta Indragiri, Agustian Rasmanto. Menurutnya hal ini dilakukan terkait dengan upaya pemulihan kondisi PDAM TI, yang saat ini sedang mengalami sakit kritis.

“Permohonannya sudah dimasukan, kita harapkan mudah-mudahan Pemda dan DPRD tetap komitmen membantu kita, dengan menganggarkannya di APBD-P,” tutur Agustian di ruang kerjanya, Jumat (7/8/2015).

Dijelaskan Agustian, pengajuan belanja subsidi ini dasarnya sangat kuat, yaitu dari Kepmendagri dan usulan dari Badan Pendukung Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (BPPSPAM), serta dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

“Nilai yang kami ajukan untuk belanja subsidi ini sebesar Rp 3,8 M, yang diperuntukan bagi belanja pembayaran listrik, belanja bahan kimia dan belanja bahan bakar minyak,” terang Agustian.

Selain itu, apabila belanja subsidi ini bisa direalisasikan oleh Pemkab Inhil, maka Agustian optimis pihaknya akan mampu memulihkan kembali kondisi PDAM TI.

“Nantinya, pembayaran rekening dari para pelanggan dapat digunakan untuk pembayaran hutang-hutang perusahaan yang jumlahnya sekitar Rp 7 M dan gaji-gaji karyawan, yang sudah sekitar 5 bulan belum dibayarkan,” tambahnya.

Adapun yang menjadi penyebab PDAM TI selalu mengalami kerugian, kata Agustian lagi, adalah dikarenakan biaya produksi yang lebih tinggi dari pada harga jual air.

Dimana, harga produksi air rata-rata Rp 6 ribu, sedangkan harga jual air Rp 4 ribu. Jadi, ada kerugian Rp 2 ribu perkubik air, belum lagi jika ada kebocoran dan pencurian air.

Oleh karena itu, Agustian sangat berharap Pemkab Inhil dapat membantu pemulihan PDAM dengan belanja subsidi ini, karena jika tidak dapat dipastikan akan ada penutupan unit PDAM di beberapa daerah di Kabupaten Inhil.

“Saat ini, kami sudah bekerja sangat maksimal, dan kami menemukan satu-satunya solusi untuk memulihkan PDAM ini, hanya dengan belanja subsidi,” imbuhnya. (adi)




Direktur Baru, Kualitas Pelayanan PDAM TI Masih Mengecewakan

airTEMBILAHAN (detikriau.org) – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Indragiri saat ini kembali menjadi sorotan semua kalangan. Bagaimana tidak, layanan yang diberikannya kini dinilai berada dibawah standar. Air yang bersumber dari perusahaan plat merah tersebut keruh dan berlumpur.

Bahkan menurut salah seorang pelanggan di Kecamatan Tembilahan Hulu, Agus, tidak hanya kualitas air yang keruh, pasokanpun kerap macet.

“sudah dua hari pasokan air terputus. Jangankan berharap kualitas air yang bagus, yang warnanya keruh saja sulit kita dapatkan,” Kritiknya.

Ibu rumah tangga warga jalan kayu jati kecamatan tembilahan hulu ini berharap pemerintah tidak hanya tutup mata dengan persoalan ini. Bukan hanya satu dua hari, pelayanan perusahaan daerah milik Pemkab Inhil ini juga dinilainya semakin hari semakin mengecewakan.

“Awalnya kita berharap banyak dengan pergantian pucuk pimpinan PDAM TI, tapi hari ini, kita nilai belum ada perubahan.” Kritiknya lagi

Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Inhil, Malian Ghazali juga menyesalkan pelayanan yang diberikan PDAM TI. Menurutnya, sebagai perusahaan layanan publik sudah seharusnya mengutamakan kepentingan publik.

“Kami tidak menuntut apa-apa yang penting layanan kepada masyarakat bagus,” ungkap Malian kepada sejumlah awak media digedung DPRD Inhil, Senin (27/7/2015).

Dikomfirmasi diruang kerjanya, Direktur PDAM Tirta Indragiri, Agustian Rasmanto melalui Kabag Produksi dan Distribusi, Kamusni kepada detikriau.org, Senin (27/7), rendahnya kualitas air ini menurutnya disebabkan keterlambatan datangnya pasokan bahan kimia

“Sebab air keruh ini hanya karena keterlambatan datangnya bahan kimia yang dikirim dari Jakarta. Selain itu, musim kemarau juga berpengaruh,” Dalih Kamusni

Ia menjelaskan, pada hari Sabtu (25/7) kemaren produksi PDAM ini sempat mati selama 6 jam. Ini dikarenakan bahan kimia belum datang, biasanya kata Kamusni, pesan bahan kimia itu selalu tiba dengan jarak waktu 24 jam.

Mungkin karena suasa lebaran, bahan kimia yang dibutuhkan itu terkendala dalam perjalanan dari Pekanbaru ke Inhil. “Bahan kimia ini prosesnya secala langsung, tidak boleh mati. Dikarenakan kemaren itu mati lamanya 6 jam, maka air pun tak mengalir,” paparnya.

Saat ini, katanya lagi, air PDAM belum mengalir secara maksimal sehingga masih ditemukan beberapa titik yang mampet karena pemulihan pengaliran air masih dalam proses dan hanya menunggu waktu. Sedangkan persoalan air keruh, itu juga masih disebabkan efek dari matinya proses produksi tersebut. Sebab jika mati katanya lumpur-lumpur itu akan menumpuk.

“Yang menjadi persoalan juga, sejak akhir pekan kemaren di Pulau Palas itu listrik mati bergilir hingga 3 jam sekali, dan kami dari PDAM selalu dapat giliran, proses produksipun jadi terganggu,” Tandasnya. (mirwan/dro)




PD Air Minum, Jauh. PD Air Mandi juga Emoh. Lantas Apa?

Plt Dirut PDAM TI Tuding Terputusanya Pasokan Listrik dan Proyek Pengerjaan Jalan Sebagai Penyebab.

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kualitas pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Indragiri Tembilahan lagi-lagi dikeluhkan masyarakat. Dari persoalan pasokan air yang kerap mampet hingga kualitas air yang jauh dari kata memuaskan. Mereka berharap kondisi ini segera mendapatkan perhatian pemerintah agar masyarakat tidak terus dirugikan.

“persoalan seperti ini bukan dalam hitungan satu dua kali, tetapi sudah sangat kerap terjadi. Tidak ada yang lain, pasokan air mampet atau kualitas air yang sangat mengecewakan,” Ujar seorang pelanggan PDAM TI di Kecamatan Tembilahan Hulu, Ayu, ahad (26/10/2014)

Dalam beberapa hari belakangan ini ditambahkan Ayu, kekecewaan masyarakat juga kembali terucapkan, pasokan air berwarna coklat dan berlumpur sehingga sangat tidak layak untuk dipergunakan. “sudah bosan kami mengeluh bang, harusnya ada sikap tegas dari pemerintah untuk memperbaiki kondisi perusahaan daerah ini.” Pinta Ayu.

Senada dengan Ayu, Budi, pelanggan PDAM di Kecamatan Tembilahan-pun mengeluh. Ia juga berharap ada tindakan nyata dari pemerintah untuk segera melakukan pembenahan agar perusahaan daerah ini dapat berfungsi sebagaimana mestinya.

“Kita malu mau sebut kepanjangan PDAM sebagai Perusahaan Daerah Air Minum. Hari ini, kualitas airnya jangankan layak untuk diminum, untuk mandi sajapun kita enggan.” Keluh Budi

Sementara itu, Plt Dirut PDAM Tirta Indragiri Tembilahan, Eddywan Shyasby ketika dikomfirmasi mengakui keruhnya pasokan air PDAM TI. Menurut Eddy, salah satu penyebab di akibat jadwal pemadaman jaringan listrik oleh PLN setempat.

“Kita perlu beberapa hari untuk menormalkan air agar bisa bersih kembali setelah terjadinya pemadaman. Selain itu juga diakibatkan pengerjaan proyek pembangunan jalan dalam kota,” jelasnya.

Pembangunan jalan yang berlangsung saat ini menurut Eddy, berpengaruh terhadap kondisi pipa sambungan air PDAM. Tekanan dari atas  membuat pipa rusak dan pecah. Sehingga lumpur masuk melalui jalur tersebut

“Pipa yang pecah memberi peluang masuknya lumpur. Jika demikian otomatis suplai air ke rumah-rumah pelanggan sekitar wilayah akan keruh. Fakta inilah yang sebenarnya sedang terjadi,” sebut Eddy.

Ia berharap kepada selurun pelanggan PDAM dapat bersabar dan memaklumi kondisi itu. Dengan segala kemampuan ia akan mencarikan solusi terbaik terhadap berbagai persoalan yang ada. Untuk melakukannya, lanjut Eddy tak semudah membalikan tekapak tangan. (dro/*1)