Disisi Warna, PDAM TI Akui Produksinya Belum Maksimal

img-20140811-07392TEMBILAHAN (detikriau.org) – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Indragiri Tembilahan mengakui bahwa kualitas air yang dialirkan kepada pelanggan belum maksimal. Hingga hari ini berbagai upaya terus dilakukan guna meningkatkan kepuasan pelanggan.

Dikatakan oleh Plh Direktur PDAM TI, H Edywan Shasby, masih rendahnya kualitas air itu disebabkan beberapa faktor, diantaranya pengaruh pasang surut Sungai Indragiri serta curah hujan yang cukup tinggi.

“Air yang mengalir dari daratan kealiran sungai berwarna coklat kehitaman sangat sulit diolah dengan kondisi fasilitas pengolaan yang ada saat ini,” sebut Edywan, kemaren

Untuk menghilangkan warna coklat kehitaman air tanah gambut yang mengalir dari daratan ini diperlukan pemrosesan secara lengkap melalui proses koagulasi + flukolasi dan proses sendimentasi dan filteriasai yang baik.

“Ke dua koagulan yang dapat menghilangkan warna, yakni koagulasi + flukolasi (PAC). Namun kelemahan metode ini dari sisi biaya yang lebih mahal,” sebutnya.

Sedangkan solusi lainya lanjut Edywan, dengan menggunakan kapur (caO) atau soda abu. Pada saat ini diakuinya PDAM Tirta Indragiri Tembilahan belum mampu memenuhi kriteria pengolahan untuk air berwarna. Mudah-mudahan untuk masa mendatang hal itu mampu dilakukan.

Beberapa waktu belakangan ini sebagain besar pelanggan PDAM Tirta Indragiri Tembilahan memang sedikit mengeluhkan kualitas air yang dinilai kurang jernih. Warga berharap kondisi itu bisa diatasi dengan segera oleh pengelolanya.(dro/*1)




PDAM TI Bentuk Tim Penagih Tunggakan Pelanggan

plt-direktur-pdam-ti-eddywan-shasbyTembilahan (detikriau.org) – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Indragiri Tembilahan, membentuk tim penagih tunggakan pelangan. Upaya itu dilakukan dalam rangka mengembalikan kondisi keuangan perusahana plat merah tersebut.

“Tim ini sebenarnya sudah ada, hanya saja belum berjalan efektif. Sekarang kami hidupkan lagi agar tujuan awal terbentuknya tim itu dapat berjalan dengan baik, “kata Plt Direktur PDAM Tirta Indragiri Tembilahan, H Ediwan Shasby, kemarin.

Tahap awal lanjut Edi, Tim akan melakukan penagihan terhadap pelanggan-pelanggan yang menungak dalam jumlah besar, khusus pada pelanggan yang ada di Kota Tembilahan dan sekitarnya. Disana petugas langsung memberikan surat teguran.

“Kita berikan waktu satu bulan, hingga hari kemarin (7 Oktober, red). Bagi pelangan yang belum juga melunasi, maka jaringanya akan kami putus,”tegasnya.

Ediwan, optimis tim yang sudah dibentuk itu akan dapat bekerja secara profesional. Karena didalamnya terdapat pihak-pihak yang sudah berpengalaman untuk melakukan tagihan tunggakan pelangan.(dro/*1)