Pahami Metode SRI Organik, Petani Inhil diharapkan Lebih Mampu Tingkatkan Hasil Tani

nagrakSukabumi (www.detikriau.org) – Guna mencapai produksi panen yang lebih meningkat Petani Padi Kabupaten Inhil diharapkan dapat menerapkan metode Sistym Of Rice Intensification (SRI) Organik. Dengan segala ke untungan yang diberikan, Petani Inhil diharapkan tidak lagi menemukan kendala dan alasan untuk mengeluhkan hasil tani dan cara mengelola pertanian padi di Inhil.

Pelatihan pertanian metode SRI Organik yang saat ini sedang diberikan kepada Petani Inhil, merupakan satu systim tani organik yang sudah terbukti mampu meningkatkan hasil tani dibeberapa daerah Indonesia di berbagai iklim dan medan lahan. Dengan demikian, kendala petani padi di inhil juga diharapkan dapat mengimpletasikan metode tersebut untuk memajukan hasil tani Inhil.

Seperti yang disampaikan Kadis Tanaman Pangan Holtikultura dan Perternakan Kabupaten Inhil, Wiryadi. Dari pantauan pelatihan dilapangan Desa Nagrak, Kabupaten Sukabumi, yang memiliki lahan pertanian yang lebih sulit dapat menghasilkan hasil tani yang lebih dengan kualitas yang sukup baik.

“Jika di lahan dan medan seperti itu metode tersebut dapat berhasil dengan baik, seharusnya di daerah kita Kabupaten Inhil harus dapat melebihi hasil tani mereka mengingat medan dan lahan kita yang lebih bagus dari mereka,” Ujar Wiryadi sambil menghimbau para petani untuk lebih giat melakukan olah lahan.

Wiryadi menjelaskan, seperti yang disampaikan oleh salah satu pemateri dalam pelatihan tersebut, dengan memahami pertanian organik dengan baik, petani dapat berhasil dalam menanam hasil tani terutama beras.

“Karena metode tersebut sangat memperhatikan mulai dari  ekologi tanah hingga peran dan fungsi dari pada kompos atau bahan organik, setelah petani mengetahui peran dan fungsi kompos yang baik, kita yakin kita juga bisa meningkatkan produksi beras kita,” pungkasnya (dro/**).




Bulog Tembilahan Tetap Beli Beras Lokal

bulogTEMBILAHAN (www.detikriau.org)  – Sama seperti tahun sebelumnya, tahun 2013 ini Perum Bulog Sub  Drive Tembilahan, masih melakukan pembelian beras petani di beberapa kecamatan se Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).

Beradasrkan data dari Bulog Tembilahan, tahun 2012 kemarin sebanyak 1.600 ton beras petani lokal Inhil yang berhasil dikumpulkan dan selanjutnya dilakukan pembayaran sesuai harga yang sudah menjadi ketentuan Bulog.

“Saya rasa tidak jauh beda dengan tahun sebelumnya. Tahun ini juga daemikian. Kami tetap komit membeli beras petani lokal. Selagi standarnya sesuai dengan yang diinginkan bulog,” Kata Kepala Bulog Tembilahan A. Faizal Ashari Rambe, Selasa (26/3).

Pengadaan beras lokal petani Inhil, kemungkinan baru akan dimulai pada saat memasuki masa panen, yakni sekitar bulan April dan Mei mendatang. Untuk itu dia meminta kepada para petani agar benar-benar memperhatikan kualitas beras.

“Kalau memang kualitasnya bagus, tetap akan kita beli. Tapi apabila kualitasnya jelek, kami tidak dapat memaksakan,” jelasnya.

Ada beberapa kecamatan se Inhil yang memiliki potensi cukup besar dibidang pertanian padi, diantaranya Kecamatan Reteh, Keritang dan Kecamatan Batang Tuaka. Hal itu jika dilihat dari luas areal pertanian.

“Kami berharap kerja sama yang baik tetap berlanjut sampai dimasa-masa berikutnya. Karena Bulog sendiri sedang berusaha maksimal untuk memanfaatkan produksi-produksi padi lokal dalam negeri,”pungkasnya.(dro/*1)