Siti Munziari : Diharapkan Ibu dan Anak Diperiksa Oleh Tenaga Kesehatan Yang Kompeten

“Program Kemitraan Bidan dan Dukun”

image-2TEMBILAHAN (detikriau.org) – Rendahnya pencapaian persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan pada tahun 2014 lalu, yakni sebanyak 77 persen dari target yang harus dicapai sebesar 90 persen, dikarenakan masih adanya persalinan yang ditolong oleh dukun bayi.

 

“Saat ini, jumlah dukun bayi yang ada di Kabupaten Inhil adalah sebanyak 837 orang, jumlah itu lebih banyak dari jumlah bidan,” tutur Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie melalui Kepala Seksi KIA, KB dan Gizi, Siti Munziarni kepada detikriau.org, Kamis (12/3/2015).

 

Oleh karena itu, lanjut Munziarni, untk meningkatkan jumlah persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan di Negeri Seribu Parit ini, salah satunya adalah melalui program kemitraan bidan dengan dukun.

“Mengingat semua ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas dan bayi berisiko terjadinya kematian, maka ibu dan anak harus diperiksa oleh tenaga kesehatan yang memang berkompeten di bidangnya,” terang munziarni.

 

Dijelaskan, kegiatan kemitraan ini tidak akan berjalan sesuai dengan yang diharapkan, jika tanpa adanya dukungan dari lintas sektor terkait, seperti pelaksanaan pertemuan kemitraan bidan dengan dukun yang dilaksanakan oleh UPT Puskesmas Enok dengan melibatkan lintas sektor terkait, yakni camat, lurah, kepala desa, pkk kecamatan, kapolsek, danramil, tokoh masyarakat, kader dan dukun ). Program kemitraan ini, juga sudah berjalan di Puskesmas se-Kabupaten Inhil.

 

“Kepada seluruh Kepala UPT Puskesmas diharapkan memaksimalkan pelaksanaan program tersebut, melalui peningkatan kerjasama dengan lintas sektor terkait dan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaannya, sejauhmana program kemitraan sudah berjalan, yang ditandai dengan semua persalinan bisa ditolong oleh tenaga kesehatan yang kompeten,” imbuhnya.(adi/adv)




2012, Kasus Kematian Ibu dan Bayi Turun

Kadiskes Inhil, Rasul Alim
Kadiskes Inhil, Rasul Alim

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Sepanjang tahun 2012 terdata kasus kematian ibu dan anak saat persalinan sebanyak 29 kasus ibu dan 127 anak. Jumlah ini terbilang menurun dari tahun sebelumnya dengan 37 kasus kematian ibu dan 188 anak.

Demikian dikatakan Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Rasul Alim, kemarin.  “Kita terus mengupayakan agar terciptanya kerjasama yang baik antara  petugas medis dengan bidan-bidan kampung atau dalam istilah dulu dukun beranak. Penanganan persalinan  yang baik tentu bisa mengurangi berbagai resiko,” jelasnya.

Dijelaskan Rasul, ada tiga sebab yang dapat mengakibatkan kematian ibu dan bayi saat persalinan yaitu, terlambat memeriksakan kandungan, terlambat pertolongan kesehatan dan terlambat dibawa ketempat pelayanan kesehatan.

“Tiga hal itu yang perlu kita perhatikan. Kalau semuanya sudah lakukan kita yakin semua akan baik, meski sebagai mahluk yang beriman kita juga harus percaya kepada keputusan Tuhan,” tandasnya.(dro/*1)




Dewan Pertanyakan Sosialisasi JAMPERSAL

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Anggota Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil). Yuliantini, menilai pelayanan jaminan persalinan (Jampersal) belum dirasakan warga secara merata.

“Kalau boleh saya katakana, mungkin hampir seluruh masyarakat miskin pedesaan di Kecamatan Mandah dan Pulau Burung sampai hari ini masih harus mengeluarkan biaya persalinan yang nilainya bisa mencapai hingga Rp. 1,5 juta. Kenyataan ini tentunya membuat saya merasa cukup miris. Kalaulah mereka menyadari bahwa ada jaminan persalinan yang didanai oleh pemerintah pusat secara gratis, tentunya uang senilai itu bisa mereka manfaatkan untuk keperluan lainnya. Saya hanya ingin pertanyakan kepada Dinas Kesehatan, sejauh mana program bagi masyarakat ini sosialisasinya dijalankan?,” Ungkap Yuliantini saat bertemu detikriau di gedung kantor DPRD Inhil, rabu (17/10).

Terkait persoalan ini, Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Kab. Inhil, Rasul Alim nyatakan bahwa Diskes sudah melakukan sosialisasi. Hanya ia menampik dengan berbagai sebab mungkin saja sosialisasi belum membuahkan hasil maksimal. “Namun secara internal, kita juga sudah berikan pengarahan tentang Jampersal ini kepada seluruh tenaga kesehatan khususnya tenaga bidan,” Jawab Rasul Alim kepada detikriau.org ketika sempat bertemu di Kantor Bappeda Kab. Inhil, Kamis (18/10)

Ditambahkan Rasul, hingga oktober 2012 ini, serapan Jampersal sudah mencapai lebih kurang 1,5 milyar. Hanya saja ia mengaku belum mendapatkan laporan secara lengkap siapa saja masyarakat yang mendapatkan pelayanan tersebut.” Secara rincinya, kita masih menunggu laporan dari bidan yang melakukan persalinan karena tentunya mereka yang memiliki data itu secara jelas,” Pungkas Rasul Alim.(dro/*0)