Setelah Crane Jatuh, Musibah di Tanah Suci Kembali Terjadi , Lebih dari 200 JCH Tewas terinjak-Injak

detikriau.org – Musibah kembali terjadi di tanah suci. Lebih dari 200 jamaah haji meninggal dunia dan ratusan lainnya mengalami luka-luka. Peristiwa ini terjadi saat jamaah haji sedang melakukan ibadah wajib melempar jumrah di Mina dipinggiran kota Mekkah. Kamis (24/9/2015)

“sementara 450an jamaah haji lainnya mengalami luka-luka,” disampaikan direktorat pertahanan sipil Arab Saudi dilansir melalui aljazeera.com

Diterangkan, prosesi melempar jumrah jamaah haji tahun ini diikuti sekitar dua juta orang.
menurut laoran reporter Al Jazeera, Basma Atassi dari Mina, insiden itu terjadi di jalan antara kamp haji yang bernama jalan 204.

Sementara itu juga dilaporkan hingga saat ini jumlah JCH yang meninggal mungkin akan terus bertambah.

“Ini hanya jumlah awal … Awal musim haji sudah dibayangi oleh kecelakaan derek yang menewaskan 107 orang dan melukai lebih dari 200,” kata reporter Aljazeera, Alsaleh. (*/dro)




Jalan Berlubang, Sepeda Motor dan Mobil Bertabrakan

IMG_20150814_195007TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kecelakaan lalu lintas (Laka lantas) kendaraan bermotor di Kabupaten Inhil kembali terjadi, peristiwa kali ini ttaabraan antara Sepeda Motor jenis Revo nomor Polisi BM 2613 GW dengan Mobil jenis Inova BM 1742 LA di Parit 1 Kelurahan Sungai Salak Kecamatan Tempuling, Jum’at (14/8/2015) sekitat pukul 10.15 WIB.

Berdasarkan informasi dari pihak kepolisian, peristiwa itu terjadi karena pengendara Sepeda Motor atas nama Suriana (24) mencoba menghindari lubang di badan jalan, namun upayanya gagal, ia malah memakan badan jalan yang berlawanan dan langsung menabrak 1 unit Mobil yang dikendarai oleh Intan Judin (54).

“Pengendara Sepeda Motor membonceng temannya, Nuraini (23). Akibat peristiwa itu, keduanya, baik pengendara motor maupun yang berbonceng sama-sama dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Puri Husada Tembilahan,” ungkap Kapolres Inhil AKBP Hadi Wicaksono Sik melalui Kasat Lantas, AKP Ahmad Salmi

Adapun luka-luka yang dialami kedua wanita itu, Suriana mengalami luka lecet pada bagian Bibir, luka robek telapak kaki sebelah kiri dan patah kaki bagian betis. Sedangkan Nuraini mengalami luka lecet pada pipi sebelah kanan serta mengalami patah tulang tangan kanannya. Untuk kerugian materil, disampaikan Salmi ditaksir mencapai Rp 10 juta. (mirwan)




Sedang Tarawih, 3 Kios di Pasar Yos Sudarso Tembilahan Terbakar

Gbr Ilustrasi
Gbr Ilustrasi

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Warga kota Tembilahan dihebohkan dengan peristiwa kebakaran yang terjadi di pasar jalan Yos Sudarso. Pasalnya amukan api yang terjadi sekitar pukul 20.30 WIB itu terjadi disaat umat Islam sedang melaksakan Shalat Tarawih, Minggu (21/6/2015) malam.

Berdasarkan data yang dirangkum dilapangan, sedikitnya 3 kios habis dilalap si jago merah, bahkan api nyaris melalap sejumlah kios disekitarnya jika saja 2 unit mobil pemadam kebakaran dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) telat tiba dilokasi.

Api berhasil dipadamkan oleh petugas Damkar yang dibantu sejumlah pedagang setempat. “Jika  Damkartelat, mungkin kios-kios lainnya akan ikut ludes terbakar. Entah kenapa, api muncul secara tiba-tiba,” ujar salah satu pedagang setempat yang juga ikut panik atas peristiwa tersebut.

Selain petugas Damkar dan kepolisian, TKP juga dipadati para pedagang pasar Yos Sudarso. Hebohnya lagi, masyarakat umum kota Tembilahan juga turut memadati lokasi demi menyaksikan peristiwa itu secara langsung.

Kepala Dinas Perdagangan dan perindustrian (Disperindag) Kabupaten Inhil, H Pahrolrozy saat memantau langsung di TKP juga belum bisa mengetahui apa penyebab yang menghabiskan 3 kios itu.

“Yang jelas kebakaran ini terjadi di kios 328. Dan pemiliki ketiga kios itu adalah acok, iwan dan ami. Untuk penyebab kebakaran kita tunggu saja nanti karena masih dalam penyelidikan oleh pihak berwajib,” ujarnya.

Ditambahkannya, selain menunggu hasil dari penyelidikan oleh pihak kepolisian, ia juga akan menurunkan satu tim disiang hari untuk melakukan pembersihan lokasi tersebut. Jika masih memungkinkan, Kadisperindag ini menyatakan pemilik kios tetap berjualan di tempat. Namun jika tidak memungkinkan lagi, ia berjanji mencarikan solusinya.

Kapolres Inhil, AKBP Hadi Wicaksono Sik dikomfirmasi melalui Paur Humas, Iptu Warno Akman, senin (22/6) membenarkan adanya peristiwa kebakaran ini. Dalam peristiwa yang terjadi pada minggu malam (21/6) sekitar pukul 20.30 itu melalap habis 3 unit kios pecah belah milik Emi Suhaimi (43) warga jalan Tanjung Harapan Gg Tanjung Pandan Kecamatan Tembilahan.

Diterangkan Paur Humas, sekitar pukul 20.30, Ade Yusuf, warga jalan H Sadri Lr Kubur Tembilahan adalah saksi yang pertama kali mengetahui terjadinya persitiwa kebakaran.

Saat mengetahui adanya api, saksi berupaya memadamkan dengan mempergunakan air yang terdapat disekitar TKP sambil berteriak-teriak memanggil petugas jaga lainnya dan kemudian memberitahukan kepada petugas Damkar

“Api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 21.30 Wib. Akibat kejadian ini korban mengalami kerugian materil kurang lebih sebesar Rp 100 juta.” Tandas Paur Humas. (mirwan)




di Jambret. PNS DKP Inhil Kehilangan Handphone dan Surat Penting

“Peristiwa Serupa Sudah Berulang-ulang Terjadi. Polisi Diminta Segera Ringkus Pelaku”

jambretTEMBILAHAN (detikriau.org) – Aksi jambret kembali terjadi di kota Tembilahan, kali ini dialami oleh seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kantor DKP, Marliani (39). Akibat peristiwa itu korban harus kehilangan satu unit telepon genggam beserta beberapa surat-surat penting. Warga berharap pihak kepolisian bekerja keras untuk meringkus pelaku yang dinilai sudah semakin meresahkan masyarakat ini.

Berdasarkan penjelasan korban, nasib naas itu dialaminya saat akan menjemput anaknya dengan mengendarai motor Suzuki metic BM 2748 GP di jalan pendidikan sekitar pukul 13.15 Wib. Senin (26/1) kemaren

Di TKP persisnya di depan gedung Islamic Center yang saat itu memang suasana sedang sepi, tas yang digantung ditangan kanannya tiba-tiba saja dari arah belakang disambar oleh OTK dengan memakai sebuah motor metic berwarna hitam pelaku kabur melewati lorong kecil disamping rumah Dinas Sekdakab Inhil, lalu menyeberang jalan Swarna Bumi dan menuju Jalan Kembang kemudian ra’ib.

“Tas saya ditarik hingga putus, untungnya saya tidak sempat terjatuh dari motor. Bahkan saya juga sempat mengejar OTK sambil teriak jambret, tapi sayang tidak bisa terkejar,”cerita Marliani sambil mengatakan bahwa seingatnya pelaku memakai Helm dan menggunakan kaos belang-belang warna putih. Namun untuk plat motor pelaku, korban mengaku tidak mengetahui.

Kini korban sangat berharap kepada pihak Kepolisian Mapolres Indragiri Hilir bisa membongkar siapa pelakunya agar kasus yang sama jangan terjadi lagi menimpa warga lainnya.(dro/t)