Wujudkan PHBS di Rumah Tangga, Dinkes Inhil Ajak Masyarakat Lakukan 10 Perilaku Ini

Kasi Promkes Dinkes Inhil
Kasi Promkes Dinkes Inhil

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Perilaku Hidup Bersih dan Sehat adalah semua perilaku kesehatan yang dilakukan atas kesadaran, sehingga anggota keluarga atau keluarga dapat menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan kesehatan di masyarakat.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie melalui Kepala Seksi (Kasi) Promosi Kesehatan (Promkes), Fitri Astuti kepada detikriau.org di ruang kerjanya, kemaren.

Dikatakan, setiap rumah tangga dianjurkan untuk melaksanakan semua perilaku kesehatan, dengan tujuan memberdayakan anggota rumah tangga agar tahu, mau dan mampu melaksanakan PHBS serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan di masyarakat.

“PHBS di rumah tangga dilakukan untuk mencapai dan mewujudkan rumah tangga yang ber-PHBS,” tutur Fitri.

Dijelaskan, rumah tangga ber-PHBS adalah rumah tangga yang melaksanakan 10 PHBS di rumah tangga, yakni persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan, memberibayi ASI eksklusif, menimbang balita setiap bulan, menggunakan air bersih, serta mencuci tangan dengan air bersih dan sabun.

“Selanjutnya, menggunakan jamban sehat, memberantas jentik nyamuk di rumah sekali seminggu, makan buah dan sayur setiap hari, melakukan aktifitas fisik setiap hari, serta tidak merokok di dalam rumah,” terangnya.

Adapun manfaat rumah tangga ber-PHBS bagi rumah tangga diantaranya, setiap anggota keluarga menjadi sehat dan tidak mudah sakit, anak tumbuh sehat dan cerdas, anggota keluarga giat bekerja, serta pengeluaran biaya rumah tangga dapat ditujukan untuk memenuhi gizi keluarga, pendidikan dan modal usaha, guna menambah pendapatan keluarga.

Sedangkan manfaatnya bagi masyarakat, yaitu masyarakat mampu mengupayakan lingkungan sehat, mencegah dan menanggulangi masalah-msalah kesehatan, memanfaatkan pelayanan kesehatan yang ada, serta masyarakat mampu mengembangkan Upaya Kesehatan Bersumber Masyarakat (UKBM), seperti Posyandu, tabungan ibu bersalin, arisan jamban, ambulance desa dan lain-lain.(adi/adv)




Dinkes Imbau Siswa Terapkan PHBS di Sekolah

DSC_3964TEMBILAHAN (detikriau.org) – Seluruh siswa yang ada di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), mulai dari tingkat SD, SMP hingga SMA sederajat diimbau, untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkunga sekolahnya masing-masing.

Imbauan tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie melalui Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Pengendalian Kemitraan dan Promosi Kesehatan, NS Matzen Msi kepada detikriau.org, belum lama ini.

Dikatakan Matzen, PHBS harus mampu diterapkan oleh setiap individu yang ingin meningkatkan derajat kesehatannya, dimanapun individu tersebut berada.

“Jadi, hidup sehat itu bisa dicapai dengan menerapkan PHBS, tidak hanya di rumah dan lingkungan sekitar, tapi PHBS juga sangat perlu dilakukan di sekolah-sekolah,” tutur Matzen.

Dijelaskan Matzen, PHBS yang bisa diterapkan di sekolah diantaranya, mencuci tangan dengan air bersih yang mengalir dan memakai sabun, jajan di kantin atau warung sekolah yang sehat, membuang sampah pada tempatnya dan mengikuti kegiatan olahraga di sekolah.

“Kemudian yang tak kalah pentingnya, menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan setiap bulan, bebaskan diri dari asap rokok, memberantas jentik nyamuk, serta buang air kecil dan air besar di jamban sekolah,” terangnya.

Adapun alasan kenapa pentingnya melakukan PHBS di sekolah, lanjut Matzen, agar para siswa terlindungi dari berbagai gangguan dan ancaman penyakit.

“Dengan menerapkan PHBS di sekolah, diharapkan mampu meningkatkan semangat para siswa dalam mengikuti proses belajar-mengajar dan akhirnya meningkatkan prestasi belajar meraka,” imbuhnya.(adi/adv)




Kader PHBS Diharap Mampu Rubah Perilaku Masyarakat Jadi Lebih baik

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Seluruh kader Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) diharapkan, untuk mampu merubah perilaku sehari-hari masyarakat menjadi lebih baik.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie melalui Kepala Seksi (Kasi) Promosi Kesehatan, Fitri Astuti dalam paparannya saat memberikan pelatihan peningkatan kapasitas kader PHBS di Desa Sungai Iliran, Kecamatan Gaung Anak Serka (GAS), belum lama ini.

Dikatakan Fitri, para kader PHBS ini harus mampu memberikan sosialisasi dan pemahaman kepada masyarakat di wilayah kerjanya, guna merubah kebiasaan masyarakat setempat menjadi lebih baik dan menambah pengetahuan masyarakat tentang berbagai program kesehatan.

“Jadi, diperlukan strategi khusus dari para kader terutama dalam pendekatan ke masyarakat, sehingga mudah diterima keberadaannya di lapangan, guna menciptakan keluarga yang sehat.

Selanjutnya, Fitri juga meminta kepada para kader PHBS agar melakukan pendataan dan survey, untuk mengetahui apa saja dan bagaimana permasalahan yang ada di seluruh desa di Inhil, khususnya di bidang kesehata.

“Nantinya, data itu akan berguna bagi evaluasi program kita di lapangan, apakah sudah berjalan lancar dan sukses atau tidak. Selain itu, juga dapat dimanfaatkan oleh instansi lainnya yang berkaitan dengan data tersebut,” imbuhnya.(adi/adv)




Berciuman bisa tularkan 80 juta bakteri

141117090021_kiss_624x351_bbc_nocreditdetikriau.org – Satu ciuman selama 10 detik bisa menularkan lebih dari 80 juta bakteri, kata ilmuwan Belanda.

Mereka memantau perilaku berciuman 21 pasangan dan menemukan bahwa pasangan yang berciuman sembilan kali sehari cenderung lebih berpotensi berbagi bakteri liur.

Studi menunjukkan bahwa mulut adalah rumah bagi 700 jenis bakteri berbeda, namun laporan ini mengungkap bahwa sebagian bakteri lebih mudah berpindah tempat.

Riset ini diterbitkan di jurnal Microbiome.

Satu tim dari Organisasi Belanda untuk Riset Sains Terapan (TNO) mewawancarai 21 pasangan untuk mengetahui kebiasaan berciuman mereka, termasuk berapa sering mereka berciuman tahun lalu dan kapan mereka terakhir melakukannya.

Ilmuwan mengambil sampel bakteri dari lidah dan liur relawan sebelum dan sesudah ciuman selama 10 detik.

Satu orang responden kemudian mengonsumsi minuman probiotik yang mengandung bakteri dari jenis mudah dikenali.

Saat ia berciuman selama 10 detik dengan pasangannya, ilmuwan mendeteksi jumlah bakteri yang dipindahkan ke partner berciumannya mencapai 80 juta bakteri.(BBC)