Komunitas Emak Sehat Peringati Hari Ibu Ke 84 dengan Kegiatan Senam dan Berbagai Perlombaan

Ratusan Kaum Ibu Tembilahan Restui Iwan—

Peringati Hari Ibu ke 84, Ratusan Ibu-ibu yang tergabung dalam Komunitas Emak Sehat melakukan senam osteoporosis di jalan Veteran, Tembilahan, ahad 23 des 2012
Peringati Hari Ibu ke 84, Ratusan Ibu-ibu yang tergabung dalam Komunitas Emak Sehat melakukan senam osteoporosis di jalan Veteran, Tembilahan, ahad 23 des 2012

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Musim liburan akhir tahun 2012, bersempena peringatan Hari Ibu ke 84, Ratusan kaum Ibu di Tembilahan yang tergabung dalam Komunitas Emak Sehat melaksanakan senam osteoporosis dan berbagai perlombaan.

Kegiatan yang diselenggaran di Jalan Veteran, Ahad (23/12) tepatnya berada di halaman Kantor Camat Tembilahan ini selain dihadiri oleh ratusan anggota komunitas juga dihadiri oleh Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD), H Edy Syafwannur,Camat Tembilahan, RM Sudinoto dan Kepala Dinas Kesehatan, Rasul Alim

Camat Tembilahan, RM Sudinoto dalam sambutannya memberikan apresiasi yang tinggi. Dengan kegiatan ini ia menilai bahwa telah tumbuhnya kesadaran masyarakat khususnya kaum ibu untuk selalu menjaga kesehatan Jasmani.” Sehat Jasmani tentunya akan menjadikan hidup lebih baik terutama akan semakin melancarkan aktifitas keseharian,” Sebut Camat.

Peringati Hari Ibu ke 84, Ratusan Ibu-ibu yang tergabung dalam Komunitas Emak Sehat melakukan senam osteoporosis di jalan Veteran, Tembilahan, ahad 23 des 2012
Peringati Hari Ibu ke 84, Ratusan Ibu-ibu yang tergabung dalam Komunitas Emak Sehat melakukan senam osteoporosis di jalan Veteran, Tembilahan, ahad 23 des 2012

Kadiskes Inhil Rasul Alim juga menyatakan sambutan baiknya akan kegiatan yang dilaksanakan Komunitas Emak Sehat ini. Menurut Rasul, dengan adanya komunitas seperti ini tentunya akan semakin meringankan tugas instansi yang berada dibawah pimpinannya. Ia juga berpesan, terutama kepada ibu-ibu yang tergabung dalam komunitas ini untuk juga selalu menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal masing-masing seperti dengan selalu menguras bak mandi dan tempat penampungan air lainnya untuk menghindari berkembangbiaknya jentik nyamuk DBD dan penyebab penyakit filariasis.

Kepala BPMPD Inhil, H Edy Syafwannur berharap Komunitas Emak Sehat ini kedepannya akan semakin berkembang termasuk ke Kecamatan lainnya di kab Inhil.”Tentunya kegiatan ini sangat sejalan dengan program kesehatan nasional. Dengan kreatifitas komunitas seperti ini saya harap tidak hanya sesaat. Dengan semakin berkembangnya komunitas ini tentunya tingkat kesehatan masyarakat akan semakin meningkat,” Puji Edy Syafwannur.

dalam kesempatan tersebut edy syafwannur juga mensosialisasikan akan bahaya filariasis atau penyakit kaki gajah. Untuk menghindari terjangkitnya penyakit ini maka harus meminum obat anti filariasis sebanyak satu kali dalam satu tahun selama 5 Tahun berturut-turut.

Disamping melaksanakan kegiatan senam osteoporosis, Komunitas Emak Sehat ini juga melaksanakan berbagai perlombaan yakni lomba memasak nasi goreng, membuat sambal terasi, lomba berjoget, lomba bernyanyi dan lomba tebak lagu serta beberapa fun game lainnya.

Pada kesempatan acara tersebut, komunitas emak sehat memberikan cendera mata kepada Kepala BPMPD Inhil, H Edy Syawannur berupa baju koko dan peci. Pemberiaan ini menurut kaum ibu-ibu Komunitas Emak Sehat Tembilahan adalah sebagai tanda restu Ibu kepada anaknya (H Edy Syafwannur) untuk maju pada Pilkada Inhil 2013 mendatang. (dro/0)




Masyarakat Inhil dibawah Ancaman Serangan Filariasis

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) — Berdasarkan data Direktorat pengendalian penyakit bersumber binatang Direktur Jendral (Ditjen) pengendalian penyakit dan penyehatan lingkungan Kementrian Kesehatan (kemenkes) Republik Indonesia (RI), Kabupaten Indragiri Hilir masuk sebagai daerah endemis dari 334 Kab/Kota se Indonesia tempat berkembang biaknya semua jenis nyamuk yang dapat menyebabkan penyakit kaki gajah.

Dalam rapat Koordinasi Lintas Sektor di Kab. Inhil dalam rangka Advokasi dan Sosialisasi Program Eleminasi Filariasis (penyakit Kaki Gajah), Kamis (1/11) di Aula gedung Kantor Bupati Inhil, Seluruh penduduk di Kab. Inhil mulai usia 2 hingga 65 tahun diwajibkan untuk meminum obat anti filariasis secara massal. Obat ini sebagai obat untuk membunuh cacing filaria yang terdapat didalam tubuh manusia yang disebarkan melalui gigitan nyamuk.

di kabupaten indragiri hilir, berdasarkan data ditjen pengendalian penyakit dan penyehatan lingkungan kemenkes RI, sejak tahun 2010 lalu, sebanyak 120 orang telah terkena wabah filariasis/ penyakit kaki gajah.

“Tadi kita sudah menandatangani kesepakatan antara pemerintah dan DPRD Inhil untuk mendukung kegiatan ini. Saat ini jumlah penderita sudah menunjukkan angka yang cukup fantastis, sudah ratusan. Apa yang kita jalankan saat ini tidak sekedar melakukan sosialisasi  tetapi langsung melakukan upaya pencegahan dan pengobatan penyakit filariasis ini terhadap masyarakat,” Tegas Bupati Inhil, Indra M Adnan ketika dimintai komfirmasi usai kegiatan, kamis (1/11)

Menurut Bupati, saat ini yang menjadi masalah bukannya penderita filariasisnya tetapi masyarakat lainnya yang belum terjangkit. Dikhawatirkan, dari data yang ada, penyakit ini cukup menjadi ancaman bagi masyarakat Inhil. makanya perlu memberikan dukungan penuh untuk kegiatan ini dan ini juga menjadi tugas wartawan untuk mensosialisasikannya agar mendapat respon dan dukungan penuh dari masyarakat.” Tegas Bupati.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (diskes) di Kabupaten Indragiri Hilir, penderita filiariasis terdapat di  Kecamatan batang Tuaka, Desa Sungai Piring 2, Tasik Raya 2, Gemilang Jaya 1, Sialang Jaya 7, Sungai Dusun 8, Sungai Luar 11, Sungai Rawa 5, Sungai Junjangan 9, dan Kuala Sebatu 9.

Kecamatan Mandah, Desa Khairah Mandah 1, Bente 3, dan Batang Tumu 4. Kecamatan Pelangiran Desa Pelangiran 1, Kecamatan Kemuning, Desa Kemuning Muda 3, Kecamatan Tempuling, Desa Sungai Salak 2, Mumpa 1. Kecamatan GAS desa Teluk Pinang 1, Kecamatan Kuindra desa Sapat 1 dan Kecamatan Pulau Burung Desa Pulau Burung 1. Total 66 penderita.

“terjadinya perbedaan data kita sebanyak 66 penderita dengan data ditjen pengendalian penyakit dan penyehatan lingkungan kemenkes RI sebanyak 120 penderita disebabkan data mereka merupakan data tahun 2010 yang lalu. Kita data terbaru tahun 2012. Selisih data itu, penderitanya sudah meninggal dunia,” Ujar Kadiskes Inhil Rasul Alim. (dro/*0)

Pengutipan berita dan gambar harus mencantumkan detikriau.org atau kami akan tuntut sesuai ketentuan UU yang berlaku