Tipu Toke Sawit, Warga Pelangiran Ini Diciduk Polisi

PELANGIRAN (detikriau.org) – EM (18) diamankan polisi, Senin (16/1/2017). Pasalnya, warga KM 24 Simpang Kanan Desa Tanjung Simpang ini terlibat tindak pidana penipuan.

Korbannya adalah seorang Wiraswasta, H Hasbi (57) warga perumahan Pabrik Nyato PT THIP Desa Tanjung Simpang Kecamatan Pelangiran.

Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Dolifar Manurung SIK melalui Kapolsek Pelangiran, IPTU M Raffi mengatakan, kejadian tersebut bermula pada hari Minggu (8/1/2017) malam sekira pukul 20.00 WIB.

Saat itu, pelaku datang ke rumah korban untuk menyerahkan nota pembelian sawit, sebagai tanda bahwa pelaku sudah menyerahkan buah sawit kepada korban sebanyak 4 ton 8 kg, kemudian tanpa memeriksa lagi, korban membayar nota tersebut dengan harga Rp 1.000/kg serta membayarkan uang sebanyak Rp. 4.008.000.

Pada hari berikutnya, korban menanyakan jumlah sawit yang sudah dimuat kepada Nakhoda KM Walabuana yang bernama Bakri dan dijawab, bahwa jumlah sawit korban sebanyak 5 ton 166 Kg.

“Mendengar jawaban tersebut, korban merasa heran karena merasa sudah membayar pembelian buah sawit sebanyak 2 nota seberat 9 ton 174 kg dan kemudian setelah dicek, ternyata pelaku tidak pernah menyerahkan sawit yang sudah dibayar kepada korban sebanyak 4 ton 8 kg,” kata Kapolsek.

Merasa tertipu, korban kemudian melaporkan hal tersebut ke Polsek Pelangiran pada hari Senin tanggal 16 Januari 2017 pukul 17.00 WIB.

Setelah mendapat laporan dari korban, kepolisian setempat langsung melakukan penyelidikan keberadaan pelaku dan pukul 20.00 WIB pelaku berhasil diamankan dirumahnya tanpa perlawanan.

Dari tangan pelaku dapat diamankan sisa uang sebanyak Rp. 2.800.000 dan sepasang baju dan celana yang dibeli pelaku dari uang hasil penipuan tersebut.

“Saat ini, pelaku beserta barang bukti sudah diamankan di Polsek Pelangiran guna penyidikan lebih lanjut,” tutupnya./Mirwan




Tak Ingin jadi kambing Hitam, Disdik Inhil Pinta Tenaga Pendidik Jangan Mudah Tertipu

indexTEMBILAHAN (detikriau.org) – Akhir-akhir ini, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Inhil, Helmi D sebut kerap terjadinya upaya penipuan dengan mengatasnamakan Disdik Inhil untuk memintakan sejumlah uang. Ia berharap kepada seluruh tenaga pendidik untuk lebih hati-hati dan tidak mudah percaya.

“Kalau ada sms atau telpon meminta sesuatu silahkan komfirmasi langsung kepada dinas atau pihak yang membidangi hal tersbut,” kata Helmi, kemarin.

Beberapa bulan menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan, Helmi mengaku banyak menerima laporan dari kalangan guru terutama menyangkut pungutan mengenai dana sertifikasi. Umumnya yang menjadi korban guru dan kepala sekolah penerima dana itu.

Ia menilai pungutan liar (pungli) ini dilakukan oleh pelaku secara terorganisir. mereka selalu mengambil kesempatan dari setiap moment. Apalagi pelaku selalu mengatasnamakan dinas, sehingga tak ada kecurigaan dari kalangan guru.

“Sekali lagi saya ingatkan kepada para guru dan kepala sekolah untuk tidak menghiraukan apapun bentuk pungutan atau penipuan itu. Kami tidak ingin menjadi kambing hitam, padahal yang melakukan pungli oknum namun selalu mengatasnamakan dinas,”tandasnya. (dro/*1)




Hati-Hati Modus Penipuan Berkedok Pemenang Undian Poin Tsel

imagesTembilahan (www.detikriau.org) – Untuk sekedar mencari rezky, tidak sedikit orang yang tega berbuat curang seperti melakukan penipuan. Memanfaatkan undian Telkomsel Point 777 mereka menjerat calon korban untuk memperoleh keuntungan. Bahkan untuk meyakinkan calon korban, kelompok oknum penipu ini membuat sebuah website yang seolah-olah milik telkomsel.

Sore itu, Kamis (4/4) saya mendapatkan pesan dari nomor +6285325495753 kenomor handphone pribadi saya. Bunyinya, Selamat Anda mendapatkan hadiah sebuah Mobil All New Avanza dari PT. Telkomsel dengan Pinb89c7h9. Info kunjungi http://kejutantelkomsel-point777.webs.com

Saya sempat kaget tapi seketika itu juga otak saya mulai bekerja mempertimbangkan kemungkinan ini sebuah modus penipuan. Namun dugaan itu sempat buyar. Dipikiran saya, kebiasaannya, penipuan melalui pesan SMS selalu memintakan calon korbannya untuk menghubungi nomor telpon tertentu bukan sebuah alamat Website. Penasaran, saya kemudian mulai menelusuri sebuah alamat website tertera.

Pada Website tersebut, pikiran saya hampir kembali meyakini ini sebuah situs resmi milik Telkomsel karena dari tampilannya, sepintas begitu meyakinkan dan nomor pin yang tercantum dipesan singkat yang saya terima memang tertera dengan hadiah kedua sebuah mobil Toyota All New Avanza.

Untuk menjaga kemungkinan, saat itu saya beberapa kali mencoba untuk melakukan kontak dengan operator resmi telkomsel namun selalu gagal.

Mulai tertarik, sayapun terus membaca persyaratan untuk melakukan klaim hadian undian yang menyatakan bahwa hadiah ini bisa diantar dengan kapal kargo Boeing 737 GX dari Halim Perdanakusuma menuju ke bandara atau lapangan penerbangan yang terdekat. Kemudian dari sana akan diantar ke alamat rumah pemenang. Kemudian untuk melakukan pengurusan BPKB dan STNK kendaraan, pemenang nantinya dimintakan untuk menyetorkan uang tunai senilai Rp. 2,9 juta dan batas waktu klaim hadiah hanya 2 hari kerja.

Penekanan fsikologis batasan waktu ini diakui cukup mampu membuat sebahagian orang kehilangan pikiran sehat. Diiming-imingi hadiah ratusan juta rupiah, orang kebanyakan akan cendrung mengesampingkan pertimbangan dan masuk dalam perangkap.

Kemudian, Sebuah nomor telpon tertera untuk melakukan klaim hadiah, namun saat dihubungi, nomor tersebut kembali mengarahkan saya untuk menghubungi sebuah nomor handphone. Ketika itu pikiran saya mulai waspada.

Ditengah kebimbangan, tiba-tiba handphone saya kembali bordering, sebuah pesan singkat dari nomor +6285325495753 kembali masuk, isinya, nomor handphone saya kembali dinyatakan mememangkan undian telkomsel point dengan pin xy1i94b dan ketika saya periksa, benar, pin tersebut tertera sebagai pemenang hadiah undian ke tiga juga dengan hadiah sebuah Mobil Avanza.

Pesan pemenang undian yang kedua kalinya ini kembali menambah rasa kecurigaan saya. Kemudian sayapun mengamati secara lebih teliti alamat situs tersebut. Dipojok kiri bawah situs terdapat tulisan “Make a free website at Webs.com”  artinya, web ini dari layanan pembuatan website gratisan webs.com.

Seketika itu juga pikiran saya menyimpulkan bahwa ini benar sebuah upaya penipuan. Karena saya sangat meragukan perusahaan sekelas PT Telkomsel hanya memanfaatkan situs gratisan.

Hari ini, Jum’at (5/4) Handphone saya kembali mendapatkan pesan singkat memenangkan sebuah mobil Avanza dengan pin F8HJ7TL U/info saya diminta mengunjungi sebuah situs yang lagi-lagi gratisan dari webs.com yang sudah berbeda dari sebelumnya yakni http://undianpoint-tsel.webs.com

Tulisan ini saya buat hanya sekedar untuk berbagi pengalaman. Terutama untuk orang yang menerima pesan singkat memenangkan sebuah undian untuk lebih berhati-hati dan tidak terjebak dalam tipudaya.

Hormat saya, Agustinawati  (Tembilahan – Riau)