Ramadhan 1439 H, Tradisi Pengantin Sahur Kembali Digelar Setiap Akhir Pekan

TEMBILAHAN HULU (detikriau.org) – Pengantin sahur di Desa Pulau Palas Kecamatan Tembilahan Hulu kembali berlangsung, Minggu (27/5/2018) dini hari.

Yang mana, kegiatan yang dimulai pukul 00.00 sampai 03.00 WIB tersebut merupakan tradisi dalam memeriahkan Bulan Ramadhan sebagai rutinitas tahunan yang digelar setiap subuh minggu dibulan Ramadhan.

Beberapa pengantin yang diarak merupakan pasangan sejenis yakni laki-laki.

Pada pekan kedua ini, pantauan awak media di lapangan tampak ratusan masyarakat menyaksikan kegiatan itu hingga memadati arena persimpangan Jalan Provinsi.

Disaat pasangan pengantin diarak antar RT ke RT lain yang diiringi house music, nyaris setiap rumah warga setempat membuka pintu untuk menyaksikan dari teras rumah masing-masing.

“Seru menyaksikannya. Setiap Ramadhan, kegiatan inilah yang kami tunggu-tunggu,” kata salah seorang warga Tembilahan, Ihsan.

Sementara itu, salah seorang warga Pulau Palas, Erwin menyebutkan bahwa sebagai tuan rumah asli daerah itu tidak akan bisa memudarkan tradisi tersebut.

Pasalnya, selain mendapat tanggapan positif, kegiatan itu juga merupakan salah satu peninggalan sejak para orang tua terdahulunya.

“Zaman bapak-bapak kami tradisi ini sudah ada, jadi kami hanya meneruskan saja lagi,” imbuhnya./mirwan

 




Pembukaan Tradisi Unik di Pulau Palas, 5 Pasang Pengantin Disandingkan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Tradisi pengantin sahur di Desa Pulau Palas Kecamatan Tembilahan Hulu kembali berlangsung, Minggu (12/6/2016) dini hari.

Yang mana, kegiatan yang dimulai pukul 00.00 sampai 03.00 WIB tadi merupakan pembukaan dalam Ramadhan tahun 1437 H. Sebab pengantin subuh itu sudah menjadi kegiatan rutinitas tahunan yang digelar setiap subuh minggu dibulan Ramadhan.

Pada pekan pertama ini, pantauan awak media di lapangan tampak ratusan masyarakat menyaksikan hingga memadati arena pasar Pulau Palas.

Disaat pasangan pengantin diarak antar RT ke RT lain yang diiringi house music, nyaris setiap rumah warga setempat membuka pintu untuk menyaksikan dari teras rumah masing-masing.

Padahal bukan diperlombakan tetapi hanya sebatas menghibur, namun pasangan sejenis laki-laki tersebut tampil sebanyak 5 pasang.

“Ini masih biasa karena belum diperlombakan, nanti pertengan Ramadhan kita perlombakan setiap pasangan pengantin, biasanya lebih ramai dan lebih meriah dari sekarang,” yakinkan Erwin, salah seorang panitia pelaksana kepada awak media.

Sebagai warga asli Pulau Palas, Erwin mengaku tidak akan bisa memudarkan tradisi tersebut. Pasalnya, selain mendapat tanggapan positif, kegiatan itu juga merupakan salah satu peninggalan sejak para orang tua terdahulunya.

“Zaman bapak-bapak kami tradisi ini sudah ada, jadi kami hanya meneruskan saja lagi,” imbuhnya./ Mirwan