Jago Merah Lalap 10 Unit Rumah Penduduk di Kateman

KATEMAN – 10 Unit rumah pemukiman penduduk jalan Kelabang Sakti dan Teuku Umar Kelurahan Tagaraja Kecamatan kateman ludes dilalap si jago merah dan 1 rumah mengalami rusak berat. Kamis (12/10)

Berdasarkan keterangan warga setempat, Amir melalui sambungan selularnya, api pertama kali terlihat sekitar pukul 08.00 Wib dibelakang rumah salah seorang warga. Tidak berselang lama apipun membesar dan semakin sulit untuk dikendalikan.

“Kami tidak tau pasti apa penyebabnya. Tapi yang jelas api begitu cepat merembet dan menghanguskan rumah penduduk berhampiran,” Akuinya.

Sementara itu, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari pihak kepolisian, setidaknya 10 unit rumah warga habis dilalap si jago merah, sedangkan 1 unit rumah lainnya mengalami rusak berat.

“Informasi dari masyarakat setempat, api diduga muncul dan terlihat dari bagian belakang rumah salah satu warga,” tutur Kapolres Inhil, AKBP Suwoyo melalui Paur Humas, IPTU Warno Akman.

Sementra itu, terkait dengan penyebab timbulnya api yang menyebabkan kebakaran, kata Warno masih dalam penyelidikan Polsek Kateman.

“Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini dan kerugian materil juga belum dapat ditaksirkan,” terangnya.

Adapun 10 unit rumah warga yang terbakar saat itu, diantaranya rumah milik Gogo (40), Bustami (45), Eko (30), H Jamaludin (55), Ahmad Sopian (40), Iwan (30), Eko (30), Lukman (40), H Rapik (70) dan Hj Minah (68).

Sedangkan satu unit rumah warga yang mengalami rusak berat, yakni rumah milik H Gafar (50). (adi)




Warga Desa Tanjung Simpang Tuntut Keadilan

“Kebakaran Lahan Turut Hanguskan Perumahan Penduduk, Warga berharap agar ada keadilan dari pihak-pihak terkait dengan memberikan santunan untuk masyarakat sinar danau”

Ketua RT Dusun Sinar Danau Desa Tanjung Simpang Kecamatan Pelangiran, Rayo
Ketua RT Dusun Sinar Danau Desa Tanjung Simpang Kecamatan Pelangiran, Rayo

Tembilahan (detikriau.org) – Masyarakat Sinar Danau Desa Tanjung Simpang Kecamatan Pelangiran berharap pemerintah daerah memberikan perhatian atas nasib yang dialami oleh mereka. Satu tahun, pasca kebakaran yang menghanguskan 101 unit pemukiman penduduk, saat ini masih ada warga yang bertempat tinggal dibangunan rumah seadanya dikarenakan ketiadaan biaya.

Berdasarkan penjelasan Ketua RT 38 Sinar Danau Desa Tanjung Simpang, Rayo (38) yang juga menjadi korban dalam keganasan sijago merah kala itu, menurutnya pemicu kebakaran diawali dengan titik api di kanal 33 yang merupakan areal lahan perkebunan milik PT THIP yang kemudian merembet kelahan milik PT SPH selama lebih kurang 21 hari. Setelah lebih kurang 1 bulan api melalap lahan perkebunan milik swasta itu, api akhirnya melahap perumahan penduduk di Sinar Danau Desa Tanjung Simpang yang menghabiskan 94 unit rumah penduduk.

Tidak cukup sampai disitu, jilatan api kemudian menjalar ke lahan PT RIA yang kemudian ke Desa Sepandak dan kembali menghabiskan 7 unit rumah penduduk.

“Waktu api masih berada di lahan PT SPH, masyarakat sebenarnya sudah khawatir. Tapi kita tidak mampu berbuat banyak karena kobaran api begitu besar dan akhirnya-pun meluluhlantakkan perkampungan kami,” Sampaikan Rayo di temui di Tembilahan, sabtu (10/1/2015)

Ditambahkan Rayo, kedatangan mereka ke kota Tembilahan saat ini bermaksud untuk menyampaikan persoalan ini kepada pihak DPRD Inhil. Mereka berharap melalui wakilnya akan dapat menggugah hati pemerintah agar memberikan perhatian kepada nasib warganya.

Saat itu Rayo juga berharap agar ada keadilan dari pihak-pihak terkait dengan memberikan santunan untuk masyarakat sinar danau. sampai saat ini menurutnya warga masih banyak berharap penjelasan tentang kejadian kebakaran sinar danau baik dari pemerintah ataupun dari pihak perusahaan.

Ketua Forum Komunikasi Pemuda Kecamatan Pelangiran, Budiansyah mengungkapkan bahwa ia merasa warga masyarakat Danau yang dilanda musibah kebakaran sangat dirugikan atas kejadian tersebut. Apalagi ia menilai sampai saat ini tidak ada kepedulian dari pihak Pemerintah dan aparat penegak hukum lebih khusus lagi pihak perusahaan.

“Sepanjang penelitian kami dari pengakuan-pengakuan saksi dan korban yang ada di Sinar Danau bahwa sumber titik api itu berasal dari lokasi perusahaan. Harusnya perusahaan memberikan ganti rugi kepada masyarakat kami” Ujar Budiansyah yang juga membenarkan bahwa saat ini masih banyak masyarakat yang tinggal di tenda-tenda karena mereka tidak mampu untuk membangun rumah.

“mewakili pemuda kecamatan pelangiran saya sangat mengharapkan dan mengetuk pihak pemerintah ataupun pihak perusahaan agar kiranya tersentuh hatinya atas penderitaan yang dialami masyarakat. Apalagi setelah satu hampir satu tahun, tidak ada satupun ditetapkan tersangka atas kejadian itu,” Imbuh Budi.

Untuk sekedar mengingatkan, peristiwa kebakran yang meluluhlantakkan 94 unit pemukiman penduduk Sinar Danau Desa Tanjung Simpang dan 7 unit pemukiman penduduk Desa Sipandak Kecamatan Pelangiran itu terjadi pada tangal 22 Februari 2014 yang lalu.

Dalam persitwa kebakaran hebat itu, meski tidak menimbulkan korban jiwa, petugas kepolisian saat itu memperkirakan musibah ini sedikitnya menimbulkan kerugian sebesar 2,5 Milyar lebih.

Kapolres Inhil AKBP Suwoyo SIK.M.Si melalui Kanit Reskrim Brigadir Delni Atma Saputra saat itu menjelaskan bahwa dari keterangan yang berhasil didapatkan dari beberapa saksi dilapangan, sumber api berasal kebakaran lahan.

”Diduga asal api akibat adanya kebakaran lahan, kemudian merambat kerumah yang dihuni oleh Toni Siturus. Karena semua rumahnya terbuat dari papan dan beratap daun rotan sehingga api cepat membesar,” Ujar Delni Atma saat itu.(mirwan)




Ya Ampung, Tiang Listrik di Tembilahan Hulu Masih Banyak yang Hanya Berbahan Kayu

28420173656-tiang_listrik_kayuTembilahan (detikriau.org) – Warga Jalan Kayu jati Kecamatan Tembilahan Hulu berharap agar pemerintah melalui satker terkait memasangkan tiang listrik untuk beberapa ruas jalan dilingkungan pemukiman penduduk. Ketiadaan sarana pelengkap distribusi kebutuhan listrik kerumah warga ini dikhawatirkan akan menjadi penyebab terjadinya kecelakaan dan membahayakan masyarakat.

Penuturan salah seorang warga setempat, Rizal, hampir diseluruh lorong disepanjang jalan kayu jati kabel-kabel listrik hanya ditunjang dengan tiang kayu seadanya.

“Kita khawatir jika hal ini tidak segera diperbaiki, dengan daya tahan tiang kayu yang sangat tidak memadai akan menjadi rawan terjadinya kecelakaan jika sewaktu-waktu tiang penopang itu patah. Kita berharap agar kondisi ini segera mendapatkan perhatian pemerintah,” Sampaikannya melalui detikriau.org dilokasi, jum’at (19/12)

Aam, warga setempat lainnyapun menyampaikan keluhan yang senada. Menurutnya, jumlah pemukiman penduduk semakin hari semakin padat, sementara sarana vital untuk penerangan masyarakat itu masih ditopang dengan fasilitas yang sangat memprihatinkan.

“Kita hanya merasa heran saja, kebutuhan listrik pastinya saat ini mejadi salah satu kebutuhan vital bagi masyarakat. Harusnya persoalan ini menjadi perhatian serius oleh pemerintah. Jangan nanti setelah timbulnya musibah baru ada tindakan,” Keluhnya.

Pantauan disekitar lokasi, untuk mengalirkan listrik kerumah-rumah penduduk, salah satunya di jalan kayu jati lorong kelapa muda, untuk badan jalan sepanjang lebih kurang 250 meter, hanya tampak berdiri dua tiang penyangga kabel listrik berbahan kayu. Bentangan kabel yang menghubungkan dari satu rumah kerumah lainnya tampak sangat lentur karena tidak ditopang dengan sarana pelengkap semestinya. Dikhawatirkan jika tiang penopang patah pastinya akan sangat membahayakan penduduk setempat. Apalagi dengan voltage listrik yang begitu tinggi. (dro)