Pemkab Wacanakan Danau Air Gatal Sebagai Objek Wisata

21Bagansiapiapi (detikriau.org) – Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir akan mengembangkan dan mengangkat Danau Air Gatal untuk dijadikan objek pariwisata di wilayah Bagansiapiapi, Rohil, Riau.

Selain Jembatan Pedamaran I,II dan Kawasan Batu Enam Pinggir Sungai Rokan, objek wisata tersebut dinilai akan menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan meningkatkan pendapatan masyarakat daerah.

Hal tersebut disampaikan Bupati Rohil H.Suyatno kepada wartawan, Sabtu (21/03/15) yang lalu saat ditemui di lokasi peninjauan Danau Air Gatal di Kepenghuluan Parit Aman. Pada peninjauan bupati didampingi Sekretaris Dispora, Kakansatpol PP, Kabag Humas dan Kabag Protokol serta beberapa orang Konsultan Perencana.

“Saya bersama Ketua DPRD meninjau satu lokasi yang sangat potensi untuk objek pariwisata. Di lokasi ini akan kita kembangkan dan kita akan angkat menjadi objek wisata unggulan di Bagansiapiapi,” ujar Suyatno.

Dijelaskannya, memang saat Ini Bagansiapiapi telah memiliki objek wisata Lain, seperti Jembatan Pedamaran I ,II dan Kawasan Batu Enam Pinggir Sungai Rokan yang sering di kunjungi masyarakat Rohil.

“Jadi kalau Danau Air Gatal ini sangat luar biasa karena masyarkat bisa terhibur dan tentunya masyarakat juga mendapatkan penghasilan tambahan seperti berjualan makanan dan minuman sambil berekreasi,” imbuhnya.

Untuk anggaran pembersihan, lanjut Suyatno, Pemkab Rohil akan menganggarkan dana sebesar 3 milyar pada APBD-P 2015 nanti yang akan di poskan melalui Dinas Pariwisata Seni Budaya dan Olahraga (Disparbudpora ).

Bupati yakin, dengan kerjasama yang bagus dan dengan etikad yang baik, potensi objek wisata yang ada di Danau Air Gatal itu pasti berjalan dengan baik.

“Untuk tahap permulaan akan dilakukan pembersihan di sekitar lokasi Danau Air Gatal. Saya sangat yakin, kalau kerjasama kita bagus, kita punya etikad baik, ini pasti jadi,” tambahnya.

Menurutnya, jika objek pariwisata di Danau Air Gatal jadi di kembangkan, tidak dari daerah Ini saja yang akan datang, namun orang luar daerah juga akan berkunjung.

“Tapi dengan komitmen kita lah, bayangkan saja anak kita yang tinggal di kota Bagansiapiapi dan sekitarnya itu mau kemana dia pada hari liburm jika kita tidak punya objek pariwisata. Jangankan orang Bagan, orang luar pasti akan kesini tentunya,”  pungkasnya.

Ia Juga mengakui sudah meminta kepada pihak konsultan perencana untuk dapat mendesain danau Air Gatal seindah mungkin agar memiliki daya tarik. [tris/adv]




PAD dan Dana Perimbangan APBD Inhil Tahun 2015 Alami Penurunan

Asisten II, H Fauzan Hamid berjabat tangan dengan Ketua DPRD Inhil, Dani M Nursalam didampingi Wakil Ketua DPRD, H Syahrudin dan Kepala Bappeda, Tengku Johardi
Asisten II, H Fauzan Hamid berjabat tangan dengan Ketua DPRD Inhil, Dani M Nursalam didampingi Wakil Ketua DPRD, H Syahrudin dan Kepala Bappeda, Tengku Johardi

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pendapatan Asli Daerah dan Dana Perimbangan pada APBD Inhil Tahun Anggaran 2015 diprediksi akan mengalami penurunan.

Penurunan PAD sebesar 6,9 persen dimana PAD tahun 2014 tercatat sebesar Rp 107,879 milyar sedangkan PAD tahun 2015 hanya sebesar Rp 100,433 milyar. Hal itu disebabkan terjadinya penurunan target pajak daerah, retribusi daerah dan lain-lain.

Sedangkan penurunan dana perimbangan diperkirakan sebesar 1,48 persen dari anggaran sebesar Rp 1,489 triliun pada APBD-P 2014 menjadi Rp 1,467 triliun pada RAPBD tahun 2015.

“Penghitungan penetapan target PAD pada tahun 2015 berdasarkan realisasi PAD yang belum dapat diwujudkan oleh Pemkab Inhil, disamping melihat kecenderungan serta dinamika pertumbuhan ekonomi Inhil dalam satu tahun ke depan,” Sampaikan Asisten II Setdakab Inhil, H Fauzan hamid saat dilaksanakan rapat internal antara DPRD bersama Pemkab Inhil, dalam rangka pembahasan Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) di Gedung DPRD Inhil, Senin (17/11/2014) sore.

Sementara itu, pada penyusunan RAPBD Inhil tahun 2015 juga diperkirakan perimbangan pendapatan dan belanja daerah akan mengalami defisit sebesar Rp 400,022 miliar. Defisit tersebut selanjutnya akan ditutup melalui pembiayaan, dimana Silpa tahun 2014 diperkirakan sebesar Rp 428,201 miliar.

“Silpa tersebut selain untuk menutup defisit, juga akan digunakan untuk pengeluaran pembiayaan sebesar Rp 5,475 miliar dan sebagai Silpa berkenaan sebesar Rp 22,696 miliar.” Terangnya

Ditambahkan oleh manatan Kepala Disdukcapil Inhil ini, Pengeluaran pembiayaan digunakan untuk penyertaan modal pada Bank Riau, sedangkan Silpa berkenaan terdiri dari dana reboisasi dan sisa Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2011, 2012, 2013 dan 2014,” tutupnya.

Namun meskipun terjadinya penurunan PAD dan Dana Perimbangan, secara total pendapatan daerah pada APBD Kabupaten Indragiri Hilir tahun 2015 diproyeksikan akan mengalami peningkatan sebesar 2,81 persen, yakni dari Rp 1,79 triliun pada APBD 2014 menjadi Rp 1,84 triliun.(dro/A)