Pengganti Safari Ramadan, Pemkab Inhu Sediakan Menu Berbuka Bagi Musafir

Rengat, detikriau.org – Di bulan suci  ramadhan 1437 H Pemerintah kabupaten Indragiri (Inhu)  menyediakan menu berbuka puasa di tepi Jalan Lintas Timur tepatnya  di depan kantor Bupati Inhu Pematang Reba, kegiatan ini sebagai pengganti dari kegiatan Safari Ramadhan yang ditiadakan pada tahun anggaran 2016 ini.

Kepala Bagian (Kabag) Asministrasi Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdakab Inhu Hj Asmalia Kamis (9/6) mengatakan bahwa tertundanya kegiatan Safari Ramadhan  dikarenakan Pemkab Inhu tidak menyalurkan  dana Bansos pada anggaran APBD Murni 2016.

“Bagaimana mau Safari Ramadhan sebab Dana Bansos yang biasa dianggarkan setiap tahun,  kali tahun  ini terhenti  karena sesuatu Regulasi,  ”, katanya.

Padahal kegiatan Safari Ramadhan merupakan kegiatan yang dapat memberikan manfaat kepada masyarakat di kampung-kampung sekaligus dalam rangka mempererat hubungan silaturahmi antara Pemerintah dengan rakyat.

“Untuk itu Bupati Inhu H Yopi Arianto, SE, mengintruksikan agar Pemkab Inhu bersama jajaran SKPD bergotong royong menalangi dana berbuka puasa bersama kaum Musafir di Jalintim Pematang reba tepatnya di depan kantor Bupati Inhu”, paparnya.

Kegiatan ini dimulai sore pada kamis (9/6) sore hingga berakhirnya bulan ramadhan 1437 H, pungkasnya. (Zal)




Petugas Sensus Ekonomi Ambil Data Bupati Yopi

Foto; Humas Pemkab Inhu
Foto; Humas Pemkab Inhu

Rengat, detikriau.org – Petugas Sensus Ekonomi (SE) tahun 2016 melakukan pendataan terhadap Bupati Indragiri Hulu (Inhu) H Yopi Arianto di rumah dinasnya Jalan Ahmad Yani Rengat, Jumat (13/5).

Bupati berharap petugas sensus ekonomi melakukan pendataan dengan benar sehingga menghasilkan data yang akurat dan dapat dijadikan acuan dalam pelaksanaan pembangunan.

Petugas sensus ekonomi yang menyambangi rumah dinas Bupati Inhu H Yopi Arianto terdiri dari petugas pencacah, pengawas dan koordinator wilayah. Ikut mendampingi Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Inhu Morgan Tambunan beserta jajarannya.

Dari hasil wawancara yang dilakukan, petugas hanya mengambil data Bupati Inhu H Yopi Arianto. Sebab semenjak mengemban amanah sebagai Bupati Inhu, ia tidak lagi mengelola usaha dan hanya sebatas sebagai pemilik.“Semenjak menjadi pejabat negara, saya tidak lagi mengelola usaha,” ujarnya kepada petugas.

Menurut Bupati, Sensus ekonomi sangat dibutuhkan pemerintah untuk mendapatkan informasi dan kondisi riil perekonomian termasuk di Kabupaten Inhu, sehingga hasil Sensus ekonomi bisa dijadikan acuan untuk menyusun dan merencanakan pembangunan.

“Dari hasil sensus ekonomi ini saya berharap kita dapat mengetahui berapa banyak usaha di tengah masyarakat dan berapa uang yang berputar dari kegiatan usaha masyarakat. Sehingga kita bisa menentukan arah kebijakan pembangunan termasuk untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya./ Zal




UN Hari Kedua, Bupati Inhu Pantau Langsung di Tiga Kecamatan

Gambar; net
Gambar; net

Rengat, detikriau.org – Bupati Indragiri Hulu (Inhu) H Yopi Arianto kembali meninjau pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat SMP/MTs yang telah memasuki hari kedua, Selasa (10/5). Kali ini, Bupati H Yopi Arianto meninjau pelaksanaan UN tingkat SMP/MTs pada empat sekolah di Kecamatan Rengat, Rengat Barat dan Kuala Cenaku.

Empat sekolah tersebut masing-masing SMPN 5 Rengat Barat, SMPN 3 Rengat, SMPN 1 Kuala Cenaku serta MTs Hidayatullah Kuala Cenaku. Pada peninjauan ini, Bupati H Yopi Arianto kembali menerima laporan dari kepala sekolah terkait adanya siswa yang telah berhenti sekolah, namun namanya masih terdata dalam daftar peserta UN tingkat SMP/MTs.

Seperti yang dilaporkan Kepala SMPN 5 Rengat Barat, Suwito, dari 80 peserta UN yang terdata dalam Daftar Nominasi Tetap (DNT), satu siswa telah berhenti sebelum pelaksanaan UN, sehingga UN di SMPN 5 Rengat Barat diikuti 79 peserta yang terdiri dari ruang ujian.

“Pihak sekolah sudah berupaya membujuk agar siswa tersebut tetap bersekolah hingga selesai pelaksanaan UN. Namun orangtuanya beralasan pindah ke daerah lain,” ujar Suwito melaporkan kepada Bupati Inhu.

Hal yang sama juga terdapat di SMPN 1 Kuala Cenaku. Dari 126 siswa yang terdaftar sebagai peserta UN, satu siswa telah berhenti dan namanya masih tetap terdaftar dalam DNT, sehingga UN di SMPN 1 Kuala Cenaku diikuti 125 peserta. “Siswa ini berhenti setelah namanya terdaftar sebagai peserta UN, sehingga masih tercatat sampai saat ini,” tutur Kepala SMPN 1 Kuala Cenaku, Nur’airianto.

Di SMPN 3 Rengat, UN diikuti 79 peserta terdiri dari 4 ruang ujian. Sedangkan di MTS Hidayatullah Kuala Cenaku, pelaksanaan UN diikuti 28 peserta yang terdiri dari 2 ruang ujian.

Bupati Inhu H Yopi Arianto mengungkapkan bahwa peninjauan ini merupakan salah satu upaya Pemkab Inhu untuk memastikan bahwa pelaksanaan UN tingkat SMP/MTs berjalan lancar dan aman, sekaligus bentuk kontrol terhadap perkembangan dan persoalan dunia pendidikan di Kabupaten Inhu. “Alhamdulilah pelaksanaan UN berjalan lancar dan aman,” ucapnya.

Terkait adanya siswa yang berhenti sekolah dan namanya masih terdaftar sebagai peserta UN, Bupati H Yopi Arianto kembali mengimbau kepada seluruh orangtua agar ikut mendorong dan memberikan motivasi agar anaknya tetap bersekolah, sebab pendidikan sangat penting untuk masa depan anak. Selain itu, Bupati juga berharap pihak sekolah pro aktif sehingga siswa yang telah berhenti, namanya tidak lagi terdaftar sebagai peserta UN.

Pada kesempatan itu, Bupati H Yopi Arianto memuji SMPN 3 Rengat yang lingkungannya bersih dan meminta kepada pihak SMPN 1 Kuala Cenaku untuk membuat master plan pengembangan sekolah, sehingga pembangunan yang akan dilakukan terencana dan sesuai kebutuhan sekolah. (Zal)




Bupati Yopi Buka Festival Budaya Melayu II SMA 1 Lirik

Bupati Inhu, H Yopi Arianto
Bupati Inhu, H Yopi Arianto

Rengat, detikriau.org – Gelaran Festival Budaya Melayu yang diselenggarakan SMA 1 Negeri Lirik, Jumat (22/4/2016), mendapat apresiasi positif dari Bupati Inhu H Yopi Arianto yang hadir sekaligus membuka resmi kegiatan tersebut.

Kegiatan yang telah menginjak tahun kedua ini, diikuti peserta dari berbagai sekolah SD, SMP hingga SMA yang ada di Kecamatan Lirik dan Kecamatan Pasir Penyu. Dengan melombakan diantaranya lagu melayu tingkat SD dan lomba fashion show busana muslim melayu tingkat SMP dan SMA

“Saya sangat mendukung penuh kegiatan festival budaya ini, sebab melalui kegiatan ini dapat menjadi tameng bagi kita khususnya para generasi muda agar tidak mudah terpengaruh dengan budaya negatif dari luar” jelas Bupati Inhu H Yopi Arianto saat memberikan sambutan pada pembukaan gelaran Festival Budaya Melayu II SMA 1 Lirik.

Bupati Yopi juga mengharapkan agar kegiatan ini bukan hanya sekedar acara ceremonial semata, namun lebih dari itu yakni mampu memaknainya sebagai sarana pengetahuan tentang sejarah budaya melayu.

Selain penting menjadi agenda rutin setiap tahun, Bupati Yopi juga berharap kedepannya kegiatan festival budaya ini dapat semakin diperluas dengan turut melibatkan pihak pemerintah, perusahaan dan masyarakat. Sehingga, secara tidak langsung dapat memberikan pengaruh positif bagi peningkatan perekonomian masyarakat.

Menurut rencana, pada penutupan gelaran festival budaya pada (Sabtu-23/4/) malam, Bupati Inhu H Yopi Arianto juga menjadwalkan untuk hadir sekaligus menutup resmi kegiatan tersebut.

Pada kesempatan itu, atas nama Pemkab Inhu Bupati Inhu H Yopi Arianto juga menyerahkan bantuan dana kepada pihak panitia penyelenggaraan festival budaya melayu II SMA 1 Lirik.

Turut hadir pada kegiatan itu, Kepala Kantor Satpol PP Inhu Tukiyat, Kepala bagian Humas Setda Inhu Jawalter, Kapolsek Lirik AKP Taufik Nugraha serta para guru dan orang tua siswa siswi peserta Festival Budaya Melayu II. (Zal)

 




Wabup Khairizal: Melalui Pendidikan, Generasi Kartini Inhu Diharapkan Mampu Jalani Peran Hadapi Persaingan Global

Rengat, detikriau.org – Kartini merupakan sosok perempuan pemberani yang memperjuangkan hak kaum wanita Indonesia yang dulunya tidak memiliki ruang gerak. Saat ini, melalui pendidikan yang baik diharapkan  kedepannya para generasi kartini muda di Inhu akan  semakin mampu untuk menjalankan perannya dalam menghadapi persaingan secara global.

Harapan itu disampaikan Wakil Bupati Inhu H Khairizal saat hadir dalam peringatan Hari Kartini tahun 2016 yang di gelar di Gedung dang Purnama Rengat, Kamis (21/4/2016).

Dalam perkembangannya, lanjut Wabup Khairizal, dengan adanya emansipasi wanita, sampai saat ini para kaum perempuan di Indonesia telah mampu disejajarkan dengan kaum perempuan di negara maju lainnya.

Sementara itu, Plt Kepala BP3AKB Inhu Hj Isnidar, menyampaikan bahwa dalam rangka menyambut peringatan Hari Kartini tahun 2016 ini, pihaknya telah melaksanakan kegiatan Pelatihan Pemberantasan Buta Aksara yang digelar di sejumlah desa yakni Desa Pasir Bongkal dan desa Kelawat Kecamatan Sungai lala serta Desa Lirik area di Kecamatan Lirik.

Kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya yang dilakukan BP3AKB Inhu untuk meningkatkan peran serta perempuan dalam membangun karakter bangsa serta kemandirian kaum perempuan.

Turut hadir pada kegiatan itu, Kasdim 0302 Inhu Mayor Kav Sukri Hendri, beberapa Kepala Dinas, Kepala Kantor dan Kepala badan di Lingkungan Pemkab Inhu, Ketua Tim Penggerak PKK Hj. Marlinawati Khairizal,  Ketua Dharma Wanita Hj. Risma Agustina Junaidi, Ketua BKMT Inhu Hj Juriah Sugianto,Tokoh Agama serta tokoh masyarakat. (Zal)




Wabup Khairizal: Keluarga sejahtera, Inhu sejahtera, Dua Anak Cukup

Rengat, detikriau.org, – “Keluarga sejahtera, Inhu sejahtera, Dua Anak Cukup”. Inilah pesan yang di tuliskan Wakil Bupati Inhu H Khairizal saat hadir dalam Pencanangan Bulan Bakti Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Tingkat Propinsi Riau Tahun 2016 yang dipusatkan di Desa Beligan Kecamatan Seberida, Rabu (20/4/2016).

Wabup juga mengharapkan melalui pencanangan ini menjadi salah satu upaya untuk menurunkan tingkat kematian ibu dan anak yang sejauh ini masih terjadi.

“Kami berharap dengan kegiatan ini, tingkat kematian ibu dan anak khususnya di Inhu dapat semakin ditekan. Dan yang lebih penting lagi, Ibu dan anak semakin sejahtera” jelas Wabup Khairizal.

Pada kesempatan itu, Wabup Khairizal juga melakukan penandatanganan prasasti sekaligus menerima perangko Kampung KB dari Kepala BKKBN Riau.

Pada kegiatan pencanangan IBI KB tahun ini, Desa Beligan Kecamatan Seberida resmi dinobatkan sebagai Kampung Keluarga Berencana (KB) tingkat Kabupaten Inhu tahun 2016. Ini merupakan salah satu wujud dukungan pemerintah propinsi dan kabupaten terhadap program pemerintah pusat dalam pencapaian target Keluarga Berencana yang dimulai dari desa.

Kegiatan ini sendiri dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Riau Andra Syafril yang hadir bersama Kepala BKKBN Propinsi Riau Yendrizal Makmur dan Ketua IBI Riau Kasmiaty.

Sejumlah pelayanan kesehatan diantaranya pengobatan gratis, pemasangan implan dan IUD serta pelayanan KB lainnya ramai dikunjungi masyarakat yang datang pada kegiatan tersebut.

“Kegiatan ini juga dilaksanakan serentak di seluruh kabupaten kota di Indonesia. Selain dalam rangka memperingati HUT IBI ke 65, kegiatan yang rutin digelar setiap tahun ini juga diharapkan menjadi momentum semangat bagi para bidan untuk terus memberikan pelayanan yang terbaik” ujar Ketua IBI Riau kasmiaty.

Berdasarkan data, jumlah bidan di Inhu tercatat sebanyak 600 petugas. Dari jumlah tersebut Kasmiaty mengharapkan para bidan turut memberikan kontribusi dalam pencapaian target yang ingin dicapai sesuai dengan slogan IBI, “Ada bidan ada KB, ada KB ada bidan”.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Riau Andra Syafril turut menyambut baik kegiatan pencanangan ini. Menurutnya, sejauh ini masih banyak target yang belum tercapai dalam usaha menurunkan tingkat kematian ibu dan anak.

Melahirkan diusia muda dan diusia tua, terlalu dekatnya jarak kelahiran serta terlalu seringnya melahirkan merupakan penyebab yang sangat mempengaruhi tingginya kematian Ibu dan anak. Untuk itu, melalui pencanangan ini menjadi salah satu upaya untuk mensosialisasikan kepada masyarakat betapa pentingnya program KB diterapkan.

Turut hadir pada kegiatan tersebut, Ketua DPRD Inhu H Miswanto, anggota DPRD Inhu Irwantoni, anggota DPRD Inhu Encik Aprizal, Ketua Tim Penggerak PKK Inhu Hj Marlinawati Khairizal, Sekretaris DPRD Inhu Eddy Warman, FKPD, para kepala dinas, kepala badan, kepala kantor, camat se Inhu serta sejumlah kepala desa dan tokoh masyarakat. (Zal)