Ini Dia 3 Cara Berhenti Merokok Yang Efektif Untuk Masyarakat

Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan, Pengendalian Kemitraan dan Promosi Kesehatan, NS Matzen MSi
Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan, Pengendalian Kemitraan dan Promosi Kesehatan, NS Matzen MSi

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Bagi masyarakat yang sudah masuk dalam kategori perokok aktif, tentunya akan sangat sulit untuk mengurangi dan menghentikan kebiasaan yang tidak baik bagi kesehatannya tersebut.

Kendati demikian, masyarakat terus diajak untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih san Sehat (PHBS) dalam kehidupannya sehari-hari, diantaranya dengan tidak atau berhenti merokok.

rokokMenurut Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie melalui Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan, Pengendalian Kemitraan dan Promosi Kesehatan, NS Matzen MSi, ada 3 cara yang bisa dilakukan masyarakat untuk berhenti merokok.

“Tiga cara itu, yakni berhenti seketika, menunda dan mengurangi. Namun, hal yang paling utama adalah niat dan tekat yang bulat untuk melaksanakannya,” tutur Matzen saat ditemui detikriau.org di ruangannya, kemarin.

Dijelaskan Matzen, cara berhenti merokok dengan seketika dinilai merupakan upaya yang paling efektif dan berhasil. Hanya saja, bagi perokok berat mungkin perlu bantuan tenaga kesehatan, untuk mengatasi efek ketagihan karena rokok mengandung zat adiktif.

Sedangkan dengan cara menunda, perokok dapat menunda menghisap rokok pertama 2 jam setiap hari sebelumnya dan selama 7 hari berturut-turut.

“Contoh, seorang perokok biasanya merokok setiap hari pada pukul 07.00 WIB pagi, maka pada hari pertama harus merokok pada pukul 09.00 WIB. Kemudian, pada hari kedua merokok pukul 11.00 WIB, dan begitu seterusnya,” terangnya.

Selanjutnya, perokok bisa mengurangi aktifitas merokoknya secara berangsur-angsur setiap hari, sehingga kebiasaan merokok dapat ditinggalkan.

“Misalkan, dalam sehari seorang perokok menghabiskan 28 batang rokok, maka dia dapat merencanakan pengurangan jumlah rokok selama 7 hari, dengan jumlah pengurangan sebanyak 4 batang sehari,” imbuhnya.(adi/advertorial)




Berikan Pelatihan Dokter Kecil, Matzen : Kader Kesehatan Diharapkan Bantu Program UKS

Kabid Pembinaan, Pengendalian Kemitraan dan Promosi Kesehatan Dinkes Inhil, NS Matzen Msi menyampaikan materi pada pelatihan dokter kecil
Kabid Pembinaan, Pengendalian Kemitraan dan Promosi Kesehatan Dinkes Inhil, NS Matzen Msi menyampaikan materi pada pelatihan dokter kecil

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Sebanyak 26 siswa dan siswi didampingi masing-masing guru dari 14 Sekolah Dasar (SD) yang ada di Kecamatan Pelangiran mengikuti pelatihan dokter kecil, Rabu (29/4/2015) kemarin.

Kegiatan yang digelar di aula SD 004 Kecamatan Pelangiran ini, menghadirkan narasumber dari perwakilan Dinas Kesehatan (Dinkes) Inhil, yakni Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Pengendalian Kemitraan dan Promosi Kesehatan, NS Matzen Msi, Rini Indriani Mkes dan Masnaria SKm, serta perwakilan UPT Puskesmas Pelangiran, dr Aulia Rahman dan drg Hayati.

Kabid Pembinaan, Pengendalian Kemitraan dan Promosi Kesehatan Dinkes Inhil, NS Matzen Msi memasangkan baju dokter kepada perwakilan kader kesehatan sekolahAdapun tujuan dari pelatihan dokter kecil tersebut, adalah untuk melatih para peserta agar dapat membantu dan menolong dirinya sendiri, teman-teman serta lingkungan sekolah dan rumahnya masing-masing.

“Dokter kecil ini merupakan kader kesehatan yang ada di setiap sekolah,” tutur Matzen.

Oleh karena itu, lanjut Matzen, dalam pelatihan ini diberikan materi kepada para peserta tentang Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K), Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Cuci Tangan Pakai Sabun (CPTS) dan cara menggosok gigi yang benar.

Selanjutnya, dengan adanya dokter kecil ini diharapkan bisa membantu program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), yang ada hubungannya dengan pelayanan kesehatan dasar di sekolah.

“Melalui pelatihan ini juga diharapkan kader kesehatan di sekolah bisa mengembangkan dan menjaga kesebersihan diri, lingkungan sekolah dan rumah, serta dapat mensosialisasikan ke teman-temannya tentang PHBS,” imbuhnya. (Adi/Adv)




Kadisperindag Inhil Ancam Berikan Sanksi Bawahannya yang Nakal

Kadisperindag Inhil, H Fahrolrozy saat memimpin rapat perdana dengan Tim Pembinaan dan penertiban Pedagang pasar
Kadisperindag Inhil, H Fahrolrozy saat memimpin rapat perdana dengan Tim Pembinaan dan penertiban Pedagang pasar

Tembilahan (detikriau.org) – Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Inhil meminta kepada seluruh bawahannya untuk bekerja serius dan benar. Jika kedapatan ada yang bermain, ia mengancam akan berikan sanksi tegas.

 

Peringatan keras ini disampaikan kadisperindag Inhil, H Fahrolrozy disela rapat perdana bersama Tim Pembinaan dan Penertiban Pedagang Pasar bertempat diruang rapat Disperindag Inhil kemaren. Menurutnya, upaya penertiban pedagang haruslah dikerjakan secara bersama dan terbuka dengan didasari kepentingan masyarakat umum bukan pribadi.

 

“bekerja dengan jujur dan serius. Jangan ada yang berani bermain dengan mengambil keuntungan pribadi,” Peringati Fahrolrozy

 

Mantan Kadis Perhubungan Inhil ini dengan gamblang juga melarang kepada bawahannya untuk tidak menarik retribusi mengatasnamakan Disperindag kepada pedagang yang menggelar dagangan diluar lokasi yang sudah diperuntukan. Jika ini dilakukan, ia khawatir akan timbul kesan “pelegalan”.

 

Disamping hal ini, Fahrolrozy juga meminta bawahannya untuk memberikan laporan yang benar. Ia juga mengaku mendapatkan informasi bahwa ada beberapa pedagang yang sebenarnya sudah membayar retribusi tetapi tidak dilaporkan.

 

“Saya akan cek hal ini, jika benar ada yang bermain, saya tidak akan segan untuk berikan sanksi.” Pungkas Fahrolrozy. (dro)




Pengawas Sekolah Miliki Peran Strategis Majukan Pendidikan

imagesTEMBILAHAN (detikriau.org) – Pengawas sekolah memiliki peran strategis untuk memajukan dunia pendidikan.

“Keberadaan pengawas memang sangat penting, terutama dalam melakukan pembinaan kepada para Kepala Sekolah yang ada dibawah binaan mereka,” Ujar kadisdik Inhil Helmi D melalui Sekretaris Dinas Ahmad Ramani, saat membuka rapat koordinasi (Rakor) Istrumen Pengawas Sekolah yang ada di 20 Kecamatan kemaren

Ditambahkan mantan Camat Keritang ini, pengawas sekolah merupakan tenaga pendidik yang profesional yang diberikan wewenang khusus untuk melakukan pembinaan dan pengawasan pendidikan pada satuan pendidikan

Tak hanya itu, agar dapat lebih berfungsi sesuai perannya, pengawas juga harus senantiasa meningkatkan kemampuan profesional secara pribadi maupun kelembagaan.

“ dengajn rakor pengawas sekolah ini kita berharap agar pengawas nantinya lebih mampu menjalankan tugas dengan baik, seperti mengevaluasi program sesuai dengan tugas yang diemban. Terutama bagi sekolah-sekolah binaan para pengawas,” tandasnya. (dro/*1/adv pemkab inhil)