UPT Puskesmas Guntung Gelar Pelatihan Dokter Kecil

imageTEMBILAHAN (detikriau.org) – Guna memberikan pemahaman kepada para siswa tentang pentingnya kesehatan, UPT Puskesmas Sungai Guntung, Kecamatan Kateman menggelar pelatihan dokter kecil bagi puluhan siswa SD sederajat dan guru UKS di wilayah kerjanya, Sabtu (1/8/2015).

Kegiatan yang dipusatkan di aula UPT Puskesmas Sungai Guntung ini, menghadirkan narasumber dari tenaga kesehatan setempat, yakni dr Dwi Fitriani Wijaya dan drg Irma Susanti.

Kepala UPT Puskesmas Sungai Guntung, Zainuddin SKM mengatakan, pelatihan dokter kecil ini bertujuan, untuk memberikan pemahaman tentang UKS, dokter kecil, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di sekolah, serta menjaga kesehatan gigi dan mulut.

Oleh karena itu, melalui kegiatan tersebut diharapkan peserta didik mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, serta bisa menjadi contoh bagi teman-teman sejawatnya dan membantu siswa lain dalam hal penanganan P3K di sekolah.

“Ke depan, rencananya kita juha akan mengadakan lomba sekolah sehat (ber-PHBS),” kata Zainuddin.

Untuk diketahui, pelatihan dokter kecil ini diikuti sebanyak 30 peserta, yang terdiri dari siswa SD 001, SD 005, SD 006, SD 021, MI Tarbiyah Islamiyah dan MI Al Ikhlas kelas 4 dan 5, serta ditambah pendamping yang merupakan guru UKS dari masing-masing sekolah. (adi/adv)




Agar Masyarakat Mau Menimbang Balita Setiap Bulan di Posyandu, Langkah Ini Yang Harus Dilakukan Kader

Manajemen-PosyanduTEMBILAHAN (detikriau.org) – Keberadaan dan peran para Kader Posyandu sangat menentukan, khususnya dalam memberikan pelayanan serta pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan balita.

Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Kabupaten Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie terkait dengan ditemukannya sejumlah kasus balita gizi buruk di Kabupaten Inhil.

Dikatakan Alvi, selain memberikan pelayanan dan pemahaman akan pentingnya kesehatan kepada masyarakat, para Kader Posyandu harus mengerti betul apa yang menjadi peran dan tanggung jawabnya, seperti mengintensifkan pendataan terhadap kasus gizi buruk, khususnya bagi para bayi dan balita di wilayah kerjanya masing-masing.

“Karena itu, dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, maka para Kader Posyandu harus terus melakukan pengontrolan terhadap kesehatan masyarakat secara langsung di lapangan,” kata mantan Kepala Bappeda Inhil ini.

Adapun peran Kader Posyandu agar masyarakat mau menimbang balita setiap bulan di Posyandu, yaitu :

1. Mendata jumlah seluruh balita yang ada di wilayah kerjanya.
2. Memantau jumlah kunjungan ibu yang datang untuk menimbang balitanya di Posyandu.
3. Memanfaatkan setiap kesempatan di desa/kelurahan, untuk memberikan penyuluhan tentang pentingnya penimbangan balita, misalnya melalui penyuluhan kelompok di Posyandu, arisan, pengajian, kunjungan rumah dan penyuluhan massa (pengeras suara di masjid, pengumuman di desa/kelurahan, poster, spanduk, selebaran dan lain-lain.
4. Melakukan kunjungan rumah kepada ibu yang tidak datang membawa balitanya ke Posyandu dan menganjurkan agar rutin menimbang balitanya di Posyandu.
5. Mengadakan kegiatan-kegiatan yang menarik perhatian dan mendorong masyarakat, seperti lomba balita sehat, lomba memasak makanan balita sehat, kegiatan makan bersama untuk balita dan lain sebagainya.
(adi/adv)




Suta Wirapraja: Sosialisasi Karhutla Fokus di Lima Kecamatan

Bagansiapapi (detikriau.org) – Upaya mengantisipasi terulangnya kasus Karhutla di Kabupaten Rohil perlu dilakukan sosialisasi sekaligus memberikan pemahaman terhadap siswa sekolah serta masyarakat. Sosialisasi dilakukan sebagai upaya pencegahan.

Kabid Pengendalian Dampak Lingkungan Bapedalda Rohil Suta Wirapraja, Rabu (28/1), mengatakan bapedal dalam persoalan penangganan Karhutla tetap berfokus pada pencegahan melaui sosialisasi, namun terpenting memberikan edukasi (pemahaman-red) kepada masyarakat luas.

“Selain sosialisasi terpenting lagi yakni, masyarakat tua dan muda diberikan pemahaman arti bahaya serta resiko membakar hutan secara semabarangan. Selain itu, perlunya masyarakat mengelola lahan gambut agar tidak terjadi Karhutla,” ungkapnya.

Kemudian, lanjut Wira, kegiatan sosialisasi pencegahan karhutla tahun 2015, difokuskan di lima kecamatan yakni Pasir Limau Kapas, Kubu, Kubu Babussalam, Pujud dan Tanjung Medan, karena wilayah tersebut dinilai rawan karhutla.

“Kegiatannya sekaligus, kalau di Kecamatan Kubu dan Kubu Babussalam pemberian bantuan mesin pompa kepada Masyarakat Peduli Api (MPA). Selanjutnya, Turun ke perusahaan perkebunan sebagai tindak lanjut audit kepatuhan tim Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP-PPP),” ujarnya singkat. [tris/adv]