140 Personil Disiapkan Untuk Berikan Pengamanan Angkutan JCH

TEMBILAHAN (detikriau.org)_– Sebanyak  140 petugas yang terdiri dari Dinas Perghubungan, Kantor Kesehatan Pelabuhan, Pemadam Kebakaran, Polri dan TNI disiapkan untuk menjalankan tugas pengamanan angkutan Jemaah Calon Haji (JCH).

787 JCH akan di angkut ke Embarkasi Batam melalui Bandara Indragiri dengan menggunakan pesawat Aviastar sebanyak 18 kali penerbangan. Keberangkatan awal pada tanggal 26 September 2012 sebanyak 2 kali penerbangan pada pukul 09.00 WIB. Kemudian selanjutnya pada tanggal 27 September 2012 dan 1 sampai 2 Oktober 2012.

“Kita sudah siapkan 140 petugas gabungan untuk mengamankan angkutan haji musim haji tahun 2012 ini,”ungkap Kepala Dinas Perhubungan Inhil, H Pahrolrozy, kemarin.

Dia berharap saat pengangkutan JCH tersebut tidak ada masalah yang bisa menghambat, baik dari gangguan cuaca maupun kendala teknis lainya. Sehingga semua dapat berjalan sesuai dengan rencana. Dalam pengangkutan JCH, lanjut Pahrolrozy, pihaknya hanya bersipat memfasilitasi antara pihak maskapai dengan Kantor Kementrian Agama (Kemenag).

Ketika ditanya mengenai fasilias yang terdapat didalam Bandara, dikatakan mantan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Diseprindag) ini, semuanya sudah disiapkan secara maksimal. “Semua kita upayakan secara maksimal termasuk masalah antisipasi ramainya pihak keluarga JCH yang akan mengantar maupun menjemput. “Pungkas Fahrolrozy.(dro/*1)




NAJWA FLORIST LUDES DILALAP API

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Peristiwa kebakaran kembali terjadi. Kali ini, sebuah ruko tempat usaha papan bunga ucapan selamat jalan Baharuddin Yusuf hanya dalam waktu lebih kurang 1 jam, ludes dilalap api. Diperkirakan kerugian mencapai puluhan juta rupiah dan satu korban mengalami luka bakar. Senin (2/6)

Dari informasi lapangan, api mulai diketahui sekira pukul 09.30 Wib. Bahan usaha jasa pembuatan papan bunga ucapan iklan Najwa Florist yang memang mudah terbakar membuat api begitu cepat membesar serta menghanguskan seluruh isi lantai dasar ruko.

Dua kendaraan pemadam kebakaran milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tiba dilokasi pukul 09.57 Wib dibantu dengan pemadaman swadaya milik Paguyuban Sosial Marga Tiongha Indonesia (PSMTI) cabang Inhil. Sekira pukul 10.20 Wib api baru berhasil dimatikan.

Kapolres Inhil, AKBP Dedi Rahman Dayan, SIK, M.Si melalui Kasad Reskrim, AKP Edy Munawar membenarkan terjadinya peristiwa kebakaran ini. “ Ya. Kejadian sekira pukul 9.30 Wib tadi pagi. Saat ini api sudah berhasil dipadamkan petugas kebakaran. Untuk penyelidikan, TKP sudah kita Police Line,”Jelas Kasad Reskrim ketika dikomfirmasi diruang kerjanya, senin (2/7)

Ditambahkan Kasad Reskrim, pemilik usaha Najwa Florist, Jamiliyah dan Saukani sudah dimintai keterangan. Pasangan suami istri yang mengontrak ruko milik Ketua DPRD Inhil, H. Raus Walid ini menyatakan tidak mengetahui darimana asal api. Hanya saja menurut keterangan pengontrak ruko yang sudah menempati ruko tersebut selama lebih kurang 5 tahun ini, sekira  satu bulan yang lalu meteran listrik di ruko mereka pernah mengeluarkan api karena arus pendek. “Tapi untuk kasus ini kita belum mengetahui secara pasti penyebab kebakarannya.” Kata Kasad Reskrim.

Saat kejadian, Jamiliyah baru sekira 15 menit naik kelantai dua ruko untuk membangunkan suaminya yang saat itu masih tertidur. Saat berada dilantai dua, tetangga berseberangan jalan dengan ruko mereka berteriak memberitahukan ada api dilantai dasar.

“Karena api sudah membesar, mereka terpaksa keluar melalui jendela lantai dua dan melompat untuk menyelamatkan diri.”Ujar Kasad Reskrim.

Akibat kebakaran ini diperkirakan menimbulkan kerugian puluhan juta rupiah dan satu korban luka bakar atas nama Sila (14) Tahun. (fsl)




Tiga 3 Unit Rumah Ludes Dilalap Sijago Merah

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Sedikitnya ada 3 unit rumah petak yang berlokasi di Jalan Tanjung Harapan No.30 RT.05/02 Kota Tembilahan, pada Senin dini hari tadi (6/02) sekitar pukul 01.00 WIB, ludes dilalap sijago merah walaupun tidak ada korban jiwa namun akibat peristiwa ini, diperkirakan korban mengalami kerugian mencapai Rp180juta,-

Kapolres Indragirim Hilir AKBP Dedi Rahman Dayan SIK.Msi malalui Pahumas Iptu Zahari kepada Senin (6/02) mengatakan sumber titik api berasal dari kamar belakang rumah yang dihuni oleh M.Zaldi (50)

“Kejadiannya cukup singkat, sebab pada saat dirinya sedang beristirahat tiba-tiba melihat adannya tikus jatuh dari atas, tidak lama kemudian terlihat percikan api. Kemudian apinya semakin lama semakin membesar, akhirnya korban langsung membawa keluarganya untuk keluar rumah sembari teriak minta tolong” kata Iptu Zahari sesuai dengan laporan korban.

Selanjutnya mendengar adanya suara teriakan terjadi kebakaran dari korban, tetangga yang sedang beristirahat langsung berdatangan menuju TKP, untuk menolong memadamkan sijago merah yang sedang mengamuk, dengan menggunakan alat ala kadarnya, serta menghubungi pemadam kebakaran (damkar)

Beruntung, sekitar 20 menit kemudian ada 2 unit mobil milik pemadam kebaraan datang ke lokasi, sehingga dengan kerjasama yang baik antara petugas pemadam kebakaran dengan masyarakat, dalam waktu sekitar 30 menit api sudah bisa dikuasai sehingga tidak sempat menjalar kerumah penduduk lainnya, mengingat lokasi kebakaran merupakan kawasan padat penduduk

“Ada unit mobil pemadam kebaran dibantu dengan masyarakat berjibaku untuk memadamkan amukan sijago merah, agar tidak menjalar kerumah warga lainnya, sekitar 30 menit kemudian api sudah bisa dikuasai” kata Iptu Zahari

Adapun untuk korban kebakaran penghuni 3 unit rumah kontrakan milik H.Abdul Djalil tersebut,  antara lain Hadim (45) yang berprofesi sebagai tukang pijat refleksi, kemudian M.Zaldi (50) seorang pedagang, dan terakhir Ferdinal (30) wiraswasta

Ditegaskan oleh Pahumas Iptu Zahari, bahwa dugaan sementara untuk penyebab kebakaran terjadi akibat adanya arus balik listrik (konsleting) PLN, dari rumah yang dihuni oleh M.Zaldi namun demikian hingga kini pertugas masih terus melakukan identifikasi

Hingga berita ini ditulis, berdasarkan dari pengakuan korban, masih belum ada bantuan apapun yang sudah diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Inhil. “Yang jelas kita belum menerima bantuan dari Pemkab Inhil atau Dinas terkait yang ada” kata salah satu korban , senin (6/2) . (Suf)