Pelindo I Cabang Tembilahan Salurkan 340 Paket Sembako untuk Warga Terdampak Covid 19

ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) Cabang Tembilahan kembali membagikan  sebanyak 340 paket sembako untuk warga di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) yang terdampak Covid-19, Jum’at (15/5/2020).


General Manager (GM) Pelindo I Cabang Tembilahan, Yusrizal mengatakan pembagian sembako ini merupakan bentuk kepedulian PT Pelindo I terhadap masyarakat yang terdampak wabah pandemi Covid-19.


Sebanyak 340 paket akan diberikan kepada masyarakat di Indragiri Hilir, yang mana paket sembako tersebut diserahkan melalui Posko Gugas Inhil 100 paket, Relawan FKWI 45 paket, Relawan IWO 45 paket, RT 01/RW 01 Tembilahan Kota 25 paket, RT 01/RW 05 Tembilahan Hilir 20 paket, RT 02/RW 05 Tembilahan Hilir 20 paket, dan ada yang di distribusikan langsung oleh pegawai Pelindo 85 paket.


“Masing-masing paketnya berisikan Beras 5 kg, Gula 1 kg, Minyak Makan 1 liter, dan Telur 30 butir atau satu papan,” tutur Yusrizal

Lanjutnya, Pelindo-1 terus berupaya dan berkomitmen untuk membantu masyarakat dalam menghadapi dampak wabah virus corona ini.


“Ini merupakan kali ke dua Pelindo Tembilahan memberikan paket sembako. Sebelumnya 140 paket sembako juga diberikan kepada masyarakat di sekitar Pelabuhan Pelindo pada 28 April lalu,” imbuh GM Pelindo I.


Terakhir ia berharap kepada masyarakat Tembilahan agar tetap mematuhi himbauan pemerintah untuk selalu manjaga jarak (physical distance).


“Memakai masker dan tidak keluar rumah bila tidak ada hal-hal yang penting. Mudah-mudahan wabah Covid-19 ini cepat segera berlalu,” kata Yusrizal kepada arbindonesia.com. (arb)




Pemprov Riau usulkan Kuala Enok Masuk Poros Maritim

tol-lautWEB_1Tanah Merah (detikriau.org) – Kuala Enok, Kecamatan Tanah Merah Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau direncanakan akan diusulkan masuk dalam poros maritim. Pernyataan ini disampaikan oleh Plt Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman dalam kunjungannya kelokasi Pelabuhan Samudra Kuala Enok akhir pekan kemaren.

Dihadapan Bupati Inhil, HM Wardan dan sejumlah pejabat di Provinsi Riau saat itu, Mantan Anggota DPR-RI itu mengajak pihak Pelindo serta Departemen Perhubungan Laut untuk sama-sama bekerja sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya masing-masing.

“Apa yang menjadi tanggung jawab kami terhadap pengembangan kawasan ini akan kami jalankan. Kita juga berharap demikian terhadap apa yang menjadi tanggung jawab yang ada di bawah Pelindo dan Perhubungan laut,” Pintanya.

Andi melihat cukup banyak potensi ekonomi jika kawasan itu bisa beroperasai dengan baik. Paling tidak bisa mengatasi masalah efesiensi pada logistik. Saat ini dapat dikatakan fokus pengangkutan logistik hanya berada di Dumai.

“Saat inikan semua tertumpu di Dumai, baik untuk Riau maupun Sumatra Utara (Sumut) bagian selatan. Akibatnya kerap terjadinya penumpukan. Kita harus bisa memecahkan persolan itu. Kebetulan Pelabuhan Samudra Kuala Enok ini sudah lama dipersiapkan,” paparnya.

Untuk menunjang pelabuhan samudra, persoalan infrastruktur darat harus dioptimalkan.

di sisi penganggaranya, jalan menuju Pelabuhan Samudra Kuala Enok menggunakan APBN dan APBD Riau. Sehingga perlu dilakukan loby-loby kepada pemerintah pusat.

“Untuk yang menggunakan keuangan Provinsi, kita akan coba menganggarkanya melalui APBD-P. Sedangkan dari sisi dermaga merupakan kewenangan Pelindo dan Syahbandar,” Tambakan Andi

Secara ekonomi, pelabuhan Samudra Kuala Enok sudah layak untuk dioperasionalkan jika dilihat dari hasil produksi di Riau bagian selatan yang meliputi Kabupaten Kuansing, Inhu, Inhil serta Provinsi tetangga Jambi dan perbatasan lain.

“Kita sudah sudah lihat jarak tempuhnya khusus untuk Riau bagian Selatan. Kalau dibandingkan dengan Pelabuhan Buton dan Dumai daerah ini jauh lebih dekat. Ini otomatis mampu meningkatkan daya saing,” Tandas Andi.(dro/*1)