Pastikan Pelayanan Baik, Bupati Tinjau Puskemas Jalan Jambu.

Bupati Rokan Hilir (Rohil) H Suyatno saat tampil sebagai inpekrut upacara peringatan HUT RI beberapa waktu yang lalu. Foto: doc
Bupati Rokan Hilir (Rohil) H Suyatno saat tampil sebagai inpekrut upacara peringatan HUT RI beberapa waktu yang lalu. Foto: doc

Bagansiapiapi (detikriau.org) – Pastikan pelayanan bagi masyarakat, terutama dibidang kesehatan, Bupati Rokan Hilir H.Suyatno.Amp tinjau Puskesmas Jalan Jambu, Kelurahan Bagan Jawa,Kecamatan Bangko,Rab ( 02/08/15) pagi sekitar pukul.09.15 Wib.

Pada peninjauan itu,Bupati didampingi Pihak Dinkes dan Anggota DPRD Rohil dari Partai PPP H.Rasyid Abizar dan Kabag Humas Hermanto.Sos. Kedatangan rombongan Bupati langsung disambut kepala Puskemas Dr.Erwinto.

“Barusan Bupati tinjau puskesmas ini,‎ beliau meninjau pelayanan yang ada dipuskemas. Bupaati berpesan agar pelayanan bagi masyarakat aagar dapat diberikan secara maksimal.” Kata Hermanto singkat Usai Bupati melakukan peninjauan.

Setelah melakukan peninjauan dipuskemas, Bupati Suyatno membagikan masker ke penguna jalan karna kabut asap yang menyelimuti rokan hilir sangat tebal.‎Pembagian masker dilakukan didepan kantor bupati jalan merdeka, Bagansiapiapi.( Tris/adv)




4 Petugas Disiagakan Untuk Pengoperasian Cuci Darah di RSUD Puri Husada

imageTEMBILAHAN (detikriau.org) – Sebanyak 4 petugas disiagakan untuk memberikan pelayanan hemodialisa atau cuci darah, yang telah dioperasikan sejak tanggal 10 Juni 2015 lalu di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Puri Husada.

“Empat petugas ini dibagi dalam 2 shift, yang memberikan pelayanan di setiap shifnya 4-5 jam,” tutur Direktur RSUD Puri Husada, dr Irianto saat menerima kunjungan Bupati Inhil, HM Wardan dan rombongan, Kamis (23/7/2015).

Dijelaskan Irianto, untuk memberikan kenyamanan bagi masyarakat atau pasien yang ingin melakukan cuci darah, pihaknya telah menyediakan berbagai fasilitas pendukung, seperti televisi, buku bacaan dan lain-lain.

“Sejak dibukanya layanan ini, sebanyak 120 kantong darah telah digunakan. Jumlah tersebut termasuk pasien yang mengalami sakit ginjal kronis, karena untuk melakukan cui darah atau pengecekan minimal 2 kali seminggu,” terang Irianto.

Untuk biayanya, lanjut dokter spesialis penyakit dalam ini, bagi para pengguna serta pemegang kartu BPJS dan Jamkesda telah ditanggung pihak bersangkutan.

“Sedangkan pasien dari kategori umum, dikenakan biaya sekitar Rp 1 jutaan persekali cuci darah,” imbuhnya.

Untuk diketahui, penyakit gagal ginjal ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti tidak terkontrolnya tekanan darah (darah tinggi), diabetes, serta penggunaan obat sembarangan dan tanpa resep atau anjuran dokter. (adi)




Meski Lebaran, Dewan Minta Pelayanan Masyarakat Tetap Berjalan Baik

Dari Kiri kapolres Inhil, AKBP Hadi Wicaksono, Sik, Dandim 0314 Inhil, Letkol Inf Jarot Suprihanto, Ketua DPRD, Dani M Nursalam dan Wakil, Syahruddin
Dari Kiri kapolres Inhil, AKBP Hadi Wicaksono, Sik, Dandim 0314 Inhil, Letkol Inf Jarot Suprihanto, Ketua DPRD, Dani M Nursalam dan Wakil, Syahruddin

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Meskipun saat ini sudah mendekati Hari Raya Idul Fitri 1436 H, namun pelayanan kepada masyarakat diharapkan dapat terus berjalan dengan baik dan maksimal.

Permintaan tersebut disampaikan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Inhil, H Syahruddin kepada awak media, kemarin.

Dikatakan Syahruddin, ketika lebaran nanti, pelayanan masyarakat harus tetap berjalan sebagaimana mestinya, khususnya pada instansi yang menangani masyarakat secara langsung, seperti rumah sakit dan puskesmas.

“Keberadaan instansi ini sangat penting, jadi meski lebaran rumah sakit dan puskesmas harus tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat. Rumah sakit dan puskesmas tidak boleh kosong, sehingga jika ada keadaan darurat dapat langsung diambil tindakan dan ditangani,” tutur Syahruddin.

Paling tidak, lanjut politisi dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Inhil ini, dokter umum dan dokter spesialis harus tetap berada dan standby di rumah sakit, untuk mengantisipasi adanya pasien yang sakit dan dalam keadaan darurat.

“Ini harus diatur dengan sedemikian rupa, karena pada prinsipnya orang sakit bisa terjadi kapan saja, tidak mesti disaat lebaran orang tidak ada yang sakit,” terangnya.

Lebih lanjut dijelaskan Syahruddin, akan sangat disayangkan apabila sampai terjadi kasus, dimana ketika ada masyarakat yang sakit, akan tetapi dokter yang menangani tidak berada ditempat, sehingga membuat pasen harus menunggu sampai dokter datang.

“Tak mungkinkan orang sakit disuruh menunggu. Karena itu, harus ada koordinasi yang baik dan solusi yang dicarikan pihak pengelola rumah sakit dan puskesmas, supaya masyarakat tetap terlayani dalam keadaan apapun,” imbuhnya. (adi/adv)




Agar Masyarakat Mau Menimbang Balita Setiap Bulan di Posyandu, Langkah Ini Yang Harus Dilakukan Kader

Manajemen-PosyanduTEMBILAHAN (detikriau.org) – Keberadaan dan peran para Kader Posyandu sangat menentukan, khususnya dalam memberikan pelayanan serta pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan balita.

Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Kabupaten Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie terkait dengan ditemukannya sejumlah kasus balita gizi buruk di Kabupaten Inhil.

Dikatakan Alvi, selain memberikan pelayanan dan pemahaman akan pentingnya kesehatan kepada masyarakat, para Kader Posyandu harus mengerti betul apa yang menjadi peran dan tanggung jawabnya, seperti mengintensifkan pendataan terhadap kasus gizi buruk, khususnya bagi para bayi dan balita di wilayah kerjanya masing-masing.

“Karena itu, dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, maka para Kader Posyandu harus terus melakukan pengontrolan terhadap kesehatan masyarakat secara langsung di lapangan,” kata mantan Kepala Bappeda Inhil ini.

Adapun peran Kader Posyandu agar masyarakat mau menimbang balita setiap bulan di Posyandu, yaitu :

1. Mendata jumlah seluruh balita yang ada di wilayah kerjanya.
2. Memantau jumlah kunjungan ibu yang datang untuk menimbang balitanya di Posyandu.
3. Memanfaatkan setiap kesempatan di desa/kelurahan, untuk memberikan penyuluhan tentang pentingnya penimbangan balita, misalnya melalui penyuluhan kelompok di Posyandu, arisan, pengajian, kunjungan rumah dan penyuluhan massa (pengeras suara di masjid, pengumuman di desa/kelurahan, poster, spanduk, selebaran dan lain-lain.
4. Melakukan kunjungan rumah kepada ibu yang tidak datang membawa balitanya ke Posyandu dan menganjurkan agar rutin menimbang balitanya di Posyandu.
5. Mengadakan kegiatan-kegiatan yang menarik perhatian dan mendorong masyarakat, seperti lomba balita sehat, lomba memasak makanan balita sehat, kegiatan makan bersama untuk balita dan lain sebagainya.
(adi/adv)




Edi : Masyarakat Hanya Tahu Pelayanan, Masalah Teknis dan Lainnya, Itu Urusan Managemen

Terkait Kondisi PDAM TI dan PLN Rayon Tembilahan,

sindrangTEMBILAHAN (detikriau.org) – Sebagai instansi penyedia layanan air bersih PDAM Tirta Indragiri dan kelistrikan, PLN Rayon Tembilahan diminta untuk lebih memaksimalkan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Komisi III DPRD Inhil, Edi Haryanto Sindrang terkait dengan kondisi PDAM TI dan PLN Rayon Tembilahan yang hingga saat ini pelayanannya banyak dikeluhkan oleh para pelanggan.

untuk itu dikatakan Edi, pihak PDAM TI dan PLN Rayon Tembilahan harus benar-benar serius dan berkomitmen dalam mengatasi serta menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada di internal masing-masing, sehingga pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.

“Masyarakat itukan hanya tahu dengan pelayanan, sedangkan untuk masalah teknis dan lain sebagainya merupakan urusan managemen, baik itu pada PDAM maupun PLN,” tutur Edi.

Lanjut politisi dari Partai Golongan Karya (Golkar) Inhil ini, pihak PDAM TI dan PLN Rayon Tembilahan jangan hanya mementingkan haknya saja, sementara kewajibannya tidak terlaksana dengan baik.

“Ini tidak, kewajiban pelanggan saja tahunya, hak pelanggan tidak dipenuhi. Jika ada pelanggan yang telat bayar tagihan, langsung dilakukan pemutusan. Kalau kita memang benar-benar ingin tegas, perbaiki dulu kinerja kita,” pungkasnya. (adi/adv)




Maksmalkan Pelayanan, Bupati Diminta Segera Tetapkan Dirut PDAM TI

Anggota DPRD Inhil, Sumardi
Anggota DPRD Inhil, Sumardi

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Maksimalkan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat, khususnya terkait dengan penyediaan air bersih, maka Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) diminta untuk segera menetapkan Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Indragiri (TI) definitif.

Permintaan tersebut disampaikan Anggota Komisi III DPRD Inhil, Sumardi saat mengikuti hearing bersama managemen PDAM TI di Gedung DPRD, Jalan HR Soebrantas Tembilahan, belum lama ini.

Dikatakan Sumardi, saat ini PDAM TI sedang menghadapi permasalahan yang sangat serius terutama di bidang pelayanan masyarakat. Hal itu diperparah lagi dengan belum adanya pimpinan definitif yang mampu membuat keputusan dan kebijakan guna penyelamatan kondisi PDAM TI yang sedang sakit ini.

“PDAM sekarang ini seperti ayam yang kehilangan induknya, jadi bagaimana mereka bisa bekerja maksimal. Karena itu, jika Pak Bupati tidak secepatnya menunjuk Dirut PDAM, maka penyelesaian terhadap permasalahah suplai air bersih di Tembilahan dan sekitarnya ini tidak akan berakhir,” tutur Sumardi.

Dijelaskan, apabila berkaca pada proses penerimaan dan seleksi calon Dirut PDAM TI beberapa waktu lalu, Sumardi mempertanyakan tentang sejumlah persyaratan yang dirasa cukup sulit bagi para pelamar, seperti minimal berpengalaman selama 15 tahun.

“Jika kita terlalu berkutak-katik di seputar pengalaman saja, maka permasalahan pada PDAM ini tidak bisa cepat teratasi. Jadi, kalau bisa segera tunjuk Dirutnya, sehingga bisa langsung bekerja untuk membenahi berbagai persoalan di lapangan,” tambah politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Inhil ini.

Menanggapi hal itu, Bupati Wardan saat dikonfirmasi awak media menyatakan bahwa penunjukan Dirut PDAM TI akan segera direalisasikan dalam minggu ini.

“Hasil seleksinya sudah ada, mungkin 1 atau 2 hari lagi suratnya akan ditandatangani, setelah itu baru kita lantik,” terangnya.(adi/adv)