Tekan AKI dan AKB, Tahun Ini Diskes Lakukan Pelatihan APN

aki dan akbTEMBILAHAN (detikriau.org) – Pada tahun 2015 ini, Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) berencana akan melakukan pelatihan Asuhan Persalinan Normal (APN) bagi tenaga bidan yang ada di daerah setempat.

Rencana tersebut diungkapkan Kepala Diskes Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie saat ditemui detikriau.org di ruang kerjanya, belum lama ini.

Dikatakan Alvi, salah satu upaya untuk menekan serta mengurangi Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Kabupaten Inhil ini adalah dengan meningkatkan kualitas dan kompetensi para bidan.

“Terjadinya kematian pada ibu dan bayi sebagian besar dikarenakan kurangnya SDM bidan pada pertolongan persalinan. Untuk itu, di tahun ini kita akan lakukan pelatihan APN bagi 100 bidan,” tutur Alvi.

Dijelaskan Alvi, dengan adanya pelatihan ini diharapkan semakin memperkokoh dan menjaga profesi bidan, serta mampu menduduki posisi sentral di penjuru negeri seribu parit ini, sehingga dapat meningkatkan kepentingan dan pelayanan terbaik bagi masyarakat, khususnya bagi ibu dan bayi.

“Apalagi seperti diketahui bahwa angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Inhil tercatat masih cukup tinggi, jika dibandingkan Kabupaten/Kota lainnya di Provinsi Riau,” terang Alvi.

Oleh karena itu, lanjut mantan Kepala Bappeda Inhil ini, sangat diperlukan adanya perpanjangan tangan Diskes, salah satunya melalui profesi bidan yang dapat bekerjasama dengan Puskesmas yang ada di seluruh Kecamatan, dalam rangka menurunkan angka kematian tersebut.

“Saya berharap agar program kesehatan yang sama-sama kita prioritaskan ini dapat lebih ditingkatkan lagi dimasa-masa yang akan datang, sehingga Inhil yang lebih maju, bermarwah dan bermartabat dapat kita wujudkan,” imbuhnya.(adi)




Usai di Tembilahan Hulu, Pelatihan Jurnalistik Kembali digelar di Tempuling

foto bersama usai pelatihan jurnalistik di tempuling. Foto Humas Pemkab Inhil/way
foto bersama usai pelatihan jurnalistik di tempuling. Foto Humas Pemkab Inhil/way

Tempuling (detikriau.org) – Bagian Humas Setda kabupaten Indragiri Hilir kembali melaksanakan pelatihan jurnalistik di Kecamatan Tempuling bertempat di Aula kantor Camat setempat, Senin (1/12). Sebelumnya kegiatan serupa ini juga dilaksanakan di Kecamatan Tembilahan Hulu.

Hadir dalam kesempatan ini, kasubag kerjasama media dan pers, Fery Irawan, Kabid Tapem Kantor Camat Temnpuling, H Baharudin beserta Staf, Lurah/kades dan Para peserta utusan dari Kelurahan/Desa Se-kecamatan Tempuling.

Dijelaskan Feri Irawan, kegiatan ini ditujukan untuk memperkenalkan dunia jurnalistik bagi aparatur pemerintah, mulai dari SKPD sampai kelurahan atau desa serta untuk memberikan pengetahuan jurnalistik dasar bagi peserta sehingga mengetahui tentang berbagai hal dan kaedah jurnalistik.

“Kita berharap dengannya para aparatur pemerintahan dapat memahami fungsi jurnalistik serta dapat memberikan informasi yang benar untuk disampaikan kepada publik.” Sampaikan feri

Dalam kesempatan itu, ditambahkan Feri, Kabag Humas Setdakab Inhil Ramdani dalam pelatihan sebelumnya juga sempat berpesan agar pejabat pemerintah jangan pernah takut dan apriori kepada media. Bahkan seharusnya media dapat lebih dirangkul agar penyampaian informasi kepada masyarakat dapat terkomunikasikan dengan baik.

Adapaun materi yang disampaikan dalam pelatihan ini yakni mengenai peranan kehumasan, organisasi pers, kaidah penulisan dan kode etik jurnalistik dengan mengahdirkan Narasumber dari Bagian Humas Sekretaris Daerah Kabupaten Indragiri hilir bekerjasama dengan organisasi pers di Inhil. (dro/adv pemkab inhil)




BPMPD Inhil Taja Pelatihan Posyantek 2014

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Indragiri Hilir menggelar pelatihan manajemen kelembagaan Pos Pelayanan Teknologi (Posyantek) tahun 2014, Senin (17/11).

Kepala BPMPD Inhil, H Yulizal dalam sambutannya mengatakan, keberadaan Posyantek diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian masyarakat di wilayah sekitarnya, baik di kecamatan maupun di desa dan kelurahan melalui pemanfaatan Teknologi Tepat Guna (TTG).

“Melalui pelatihan ini akan diberikan materi bagaimana pelayanan teknis, informasi dan promosi tentang berbagai jenis TTG kepada masyarakat, serta meningkatkan kualitas dan kuantitas berbagai jenis produk yang dihasilkan usaha kecil dan menengah (UKM) di masyarakat,” tutur Yulizal.

Dijelaskan, pengembangan Posyantek ini dapat diarahkan melalui penguatan regulasi, restrukturasi, privatisasi yang berfokus pengembangan standar pelayanan publik berbasiskan ekonomi, sehingga memberi dampak positif terhadap pembangunan ekonomi di daerah sekitarnya.

“Saya harapkan pelatihan ini dapat membuahkan konsep pemikiran dan rencana tindak serta membentuk jejaring kerja antar Posyantek. Selanjutnya, kepada peserta yang mengikuti pelatihan juga diharapkan dapat membina, mengelola dan mengembangkan Posyantek di daerah masing-masing,” tambahnya.

Kegiatan ini dilaksanakan di aula salah satu Hotel di Tembilahan diikuti sebanyak 24 peserta yang terdiri dari Kasi PMD dan pengurus Posyantek kecamatan, dengan menghadirkan narasumber dari BPN Bangdes Riau, Universitas Muhammadiyah, BPMPD Inhil serta praktisi atau tokoh Posyantek.(dro/A/adv pemkab inhil)




35 Peserta Ikuti Pendidikan dan Pelatihan Calon Kepsek

Kadisdik Inhil, H Helmi Darmawi
Kadisdik Inhil, H Helmi Darmawi

TEMBILAHAN (detikriau.org)-Sebanyak 35 peserta dari berbagai daerah mengikuti pendidikan dan pelatihan calon Kepala Sekolah tajaan Dinas Pendidikan Kabupaten Indragiri Hilir, Senin (13/10).

Kegiatan yang dipusatkan di aula salah satu hotel di Tembilahan ini, dibuka secara resmi oleh Kadisdik Inhil, H Helmi D dan menghadirkan narasumber dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, yakni Master Trainer LPPKS.

Dalam sambutannya, Helmi mengatakan bahwa Kepala Sekolah mempunyai tugas yang sangat kompleks dan menentukan bagi keberadaan suatu sekolah. Untuk itu, Kepala Sekolah harus mempunyai dan mampu merumuskan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang tepat sebagai pemimpin.

“Kepala Sekolah juga harus mempunyai Standar Pelayanan Minimal (SPM), yakni Kepala Sekolah berperan sebagai pendidik. Kepala Sekolah harus berperan sebagai manager, untuk membuat perencanaan dan harus mampu mengawasi pelaksanaan rencana yang telah dibuat untuk kemajuan sekolahnya,” tutur Helmi.

Selain itu, Kepala Sekolah juga harus mampu bertindak sebagai leader, yaitu mempunyai kemampuan untuk memutuskan sesuatu secara cepat dan tepat dengan penuh renungnan. Kepala Sekolah sebagai inovator dalam perkembangan teknologi informasi harus bisa berinovasi dan membuat perubahan untuk membangun sekolahnya ke arah yang lebih baik.

Sementara itu, Ketua Panitia, H Nursyah Fajar dalam laporannya menjelaskan, diklat tersebut bertujuan untuk menumbuhkembangkan pengetahuan, sikap dan keterampilan dalam dimensi-dimensi kompetensi kepribadian, manajerial, kewirausahaan, supervisi dan sosial serta menciptakan kesamaan visi dan dinamika pola pikir dalam melaksanakan tugas pemerintahan, umum dan pembangunan pendidikan, demi terwujudnya pendidikan yang berkualitas dan berkarater.(dro/adv pemkab Inhil)




Wabup Buka Kegiatan Pelatihan Peningkatan Mutu Guru TPA/MDA

Pengutipan berita dan gambar harus mencantumkan detikriau.org atau kami akan tuntut sesuai ketentuan UU yang berlaku
Tembilahan (www.detikriau.org) — Wabup Inhil, H. Rosman Malomo membuka Pelatihan Peningkatan Mutu Guru
TPA/MDA di Hotel Nuria Tembilahan, Jum’at (19/10/12). Turut hadir pada Acara Pembukaan ini beberapa Pejabat Eselon di Lingkungan Pemkab. Inhil.

Kegiatan yang ditaja oleh Kemenag Indragiri Hilir ini diikuti 50 Peserta, yang merupakan Guru TPA/MDA se-Kab. Inhil. Sementara itu,
Pelatihan yang direncakan akan ditutup pada hari Minggu ini akan diisi oleh 4 Narasumber yang berasal dari Pekanbaru.

Dalam sambutannya, Wabup menyatakan Pemkab Inhil menyambut baik dengan diadakannya kegiatan ini. Sebab menurut Wabup, minat membaca Qur’an di kalangan anak remaja di Kab. Inhil belakangan ini cukup memprihatinkan. Diperlukan kegiatan-kegiatan seperti ini untuk meningkatkan mutu pendidikan agama demi menyelamatkan generasi penerus bangsa.(dro/rls.humas)