Dewan Pinta Pemkab Inhil Serius Perhatikan Kondisi PDAM Tirta Indragiri

“Tunggakan Pelanggan Tercatat 12 Milyar Lebih”

daniTEMBILAHAN (detikriau.org) – Melihat situasi dan kondisi PDAM Tirta Ibdragiri sangat memprihatinkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) diminta untuk segera menyikapi kondisi tersebut.

Pernyataan ini disampaikan oleh Ketua DPRD Kabupaten Inhil, Dani M Nursalam pada rapat koordinasi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Inhil bulan Maret di ruang rapat paripurna DPRD Kabupaten Inhil Jalan Soebrantas Tembilahan, Selasa (17/3/2015).

“Pemkab harus serius perhatikan kondisi PDAM, karena saat ini sudah sangat memprihatinkan, baik dari sisi pelayanannya termasuk juga belum ada direktur definitifnya,” ujar Dani.

Mirisnya lagi, Ketua Dewan Tanfizs DPC PKB Inhil mengaku sangat kaget setelah mengetahui dari hasil hearing kemaren kalau tunggakan pelanggan PDAM Tirta Indragiri ini mulai tahun 2007 sampai 2014 tercatat mencapai Rp 12 miliyar lebih.

Apalagi katanya, modal yang dikantongi pihak PDAM Tirta Indragiri sangat minim. Dan ini menjadi perhatian khusus bagaimana nasib kebutuhan air kota Tembilahan kedepan.

“Kami sangat terkejut, tunggakan masyarakat yang belum bayar itu sangat tinggi. Dari permasalahan ini jadi pertanyaan bagi kami, sepertinya PDAM Tirta Indragiri ini hanya bisa menjual saja, tetapi menagih tidak bisa,” tukasnya.

Dengan demikian, dimintanya kepada Pemkab untuk mencari solusi bagaimana PDAM Tirta Indragiri ini kembali eksis. “Minimal kita pikirkan bersama bagaimana mencarikan modal untuk kembali memulihkan pelayanan PDAM ini,” pungkas Dani.(mirwan/adv)




Tarif Listrik di Atas 1.300 VA akan Berubah pada Januari 2015

warga-memeriksa-meteran-listrik-di-rumah-susun-tanah-tinggi-_140630173252-867JAKARTA — Tarif Dasar Listrik (TDL) di delapan golongan akan secara otomatis berubah pada Januari 2015. Pemerintah mulai 1 Januari 2015 memberlakukan perubahan tarif listrik secara otomatis (automatic tariff adjustment) lanjutan terhadap delapan golongan pelanggan.

Direktur Jenderal Kelistrikkan Kementerian ESDM, Jarman, mengatakan kedelapan golongan, yakni pertama rumah tangga R1 dengan daya 1.300 VA. Kedua, rumah tangga R2 dengan daya 2.200 VA. Ketiga, rumah tangga R2 dengan daya 3.500-5.500 VA. Keempat, golongan pelanggan industri I3 dengan daya di atas 200 kVA. Kelima, golongan pelanggan industri I4 dengan daya di atas 30 ribu kVA. Keenam, kantor pemerintah P2 dengan daya di atas 200 kVA. Ketujuh, penerangan jalan umum P3. Kedelapan, golongan pelanggan layanan khusus.

Jarman menegaskan, kedelapan golongan tersebut sudah tidak diberikan subsidi listrik per 1 November 2014.

Direktur Jenderal Kelistrikkan Kementerian ESDM, Jarman mengatakan, dengan tarif listrik secara otomatis lanjutan, maka tarif listrik akan fluktuatif. Besaran tarif akan mengikuti sejumlah indikator, yaitu kurs dolar AS, harga rata-rata minyak Indonesia (ICP), dan inflasi. ICP berpengaruh karena harga gas biasanya dikaitkan dengan subsidi.

Dia melanjutkan, dengan begitu, apabila ketiga indikator itu berubah, harga listrik juga mengikuti. ”Sehingga bila kurs dolar AS naik, tarif listrik naik demikian sebaliknya,” katanya, Kamis (4/12). Aturannya, kata dia, telah diatur dalam Peraturan Menteri ESDM No 31 Tahun 2014 tentang tarif listrik.

Sebelumnya, pemerintah telah memberlakukan perubahan tarif listrik secara otomatis terhadap empat golongan pelanggan pada pertengahan tahun ini. Pertama, golongan rumah tangga R3 dengan daya 6.600 VA ke atas. Kedua, Golongan B3 dengan daya di atas 200 KVA. Ketiga, golongan B2 dengan daya 6.600 VA-200 KVA. Keempat, golongan kantor pemerintahan P1 dengan daya 6.600 VA-200 kVA.(republika)




Atasi Persoalan Pelayanan, Pelanggan PDAM TI diminta Bayar Tagihan Tepat Waktu

pdamTEMBILAHAN (detikriau.org) – Plt Direktur PDAM Tirta Indragiri Tembilahan, Edywan Shasby meminta agar pelanggan berpartisipasi aktif untuk mengatasi berbagai persoalan yang saat ini terjadi terutama menyangkut pelayanan kepada konsumen.  Salah satunya dengan memenuhi kewajiban membayar tagihan tepat waktu.

“Jika semua pelanggan kita taat akan itu, persoalan ini mungkin akan cepat teratasi. Karena kita tahu saat ini sedang terjadi sejumlah persoalan di PDAM, terutama masalah suplai air ke rumah-rumah pelanggan ,” kata Edywan, kemarin.

Meski tak menyebutkan secara rinci, Edywan mengakui bhawa tunggakan pelanggan saat ini mencapai miliaran rupiah. Dana sebesar itu sangat berpengaruh terhadap pelayanan yang akan diberikan.

“Walau demikian kami tetap berupaya maksimal memberikan pelayanan terhadap seluruh pelanggan. Karena kami paham benar, tanpa pelanggan kami tidak akan ada,” tambah Edywan.

Edywan sedikit menjelaskan persoalan mampetnya suplai air ke sebahagian rumah pelanggan. Kerusakan itu terjadi pada pipa induk mapun pipa kecil yang menghubungkan pasokan air ke rumah pelanggan.

“Pipa kita pecah, sehingga air tak dapat mengalir maksimal. Pemicunya karena mobilitas kendaraan berat yang melintas pada ruas-ruas jalan yang dibawahnya terdapat pipa PDAM,” tegas Edywan lagi.

Selain diakibatkan pipa yang pecah, terhambatnya suplai air juga dipengaruhi kondisi kelistrikan yang belakangan ini sering terjadi pemadaman. Untuk dapat menormalkan kembali membutuhkan waktu hingga berhari-hari.

“Jika lisrtik mati sangat berpengaruh terhadap produksi kita. Selain jalannya tidak lancar, kualitas air juga kurang baik. Persoalan-persoalan tersebutlah yang selama ini kami hadapi. Belum lagi permasalahan keuangan yang salah satunya disebabkan banyaknya tunggakan pelanggan,” Tandasnya Edywan. (dro/*1)