Kabut Asap. Mulai Hari Ini, Disdik Liburkan Pelajar Hingga Tingkat SMP Se Inhil

Meski kabut asap tampak cukup pekat, pelajar di SDN 015 Tembilahan masih beraktifitas seperti biasa. bahkan anak-anak pelajar sekolah tingkat dasar ini tidak tampak mengenakan masker pelindung. Foto: Mirwan
Meski kabut asap tampak cukup pekat, pelajar di SDN 015 Tembilahan masih beraktifitas seperti biasa. bahkan anak-anak pelajar sekolah tingkat dasar ini tidak tampak mengenakan masker pelindung. Foto: Mirwan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Setelah meliburkan pelajar Sekolah Dasar kelas 1-3 di 4 Kecamatan Inhil bagian Selatan, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Helmi D, hari ini, rabu (3/9/2015) kembali mengeluarkan edaran resmi ke sejumlah lembaga pendidikan untuk menghentikan sementara proses belajar mengajar. Peliburan sekolah setingkat TK – SMP ini terhitung mulai tanggal 3 September 2015 hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Menurut Helmi, kebijakan itu dikarenakan kondisi kabut asap yang kian menebal dan dikhawatirkan akan berdampak terhadap kesehatan para pelajar hingga usia setingkat SMP. “Terpaksa kita liburkan karena asap saat ini sangat berbahaya dilingkungan kita,” ujar Helmi, Kamis (3/9/2015).

Menurutnya, liburnya sejumlah pelajar itu tidak dapat dipastikan sampai kapan, yang jelas sampai kondisi alam di Kabupaten Inhil kembali stabil. Libur ini disebutkan sifatnya hanya kondisional.

Jikapun dalam waktu dekat perkembangan kondisi alam membaik, maka aktifitas belajar-mengajar akan kembali diaktifkan sebagaimana biasanya. Sedangkan bagi pelajar jenjang SMA, lanjut Kadisdik, mereka tetap melaksanakan aktifitas belajar seperti biasa, hanya saja aktifitas di luar ruangan sedikit dikurangi.

“Kami himbau untuk pelajar yang tetap bersekolah untuk mengenakan Masker guna mengurangi dampak penyakit disebabkan kabut asap,” tutupnya. (mirwan)




Ibu Korban Pencabulan Pinta Polisi Bertindak Adil

indexTembilahan (www.detikriau.org) – Pihak keluarga korban dugaan pencabulan oleh seorang oknum guru sebuah madrasyah di pematang reba (Kab Inhu), AB (50) terhadap pelajar Sekolah Dasar Kelas 3, Bunga (9 tahun. bukan nama sebenarnya.red) warga kelurahan Teluk Pinang Kecamatan Gaung Anak Serka (GAS) Kab Inhil, meminta kasus yang meninggalkan luka dan trauma sangat mendalam bagi buah hatinya ini dapat ditindaklanjuti dengan proses hukum seadil-adilnya.

Harapan ini disampaikan oleh ibu kandung Bunga kepada detikriau.org melalui sambungan telepon selular, Kamis (25/4). Dijelaskannya, akibat kejadian yang sangat memalukan itu, kini buah hatinya terlihat sedih dan sering murung.” Sebagai masyarakat kecil yang tidak memiliki kemampuan dan kuasa apapun, sepenuhnya kami mempercayakan penyelesaian kasus ini melalui jalur hukum. kami sangat berharap agar pihak kepolisian dapat menjalankan hukum dengan adil dan menindak pelaku sesuai aturan hukum yang berlaku pula,” Ungkap Ibu kandung korban, Zaidah.

Ditambahkan Zaidah, kasus yang menimpa buah hatinya itu sudah dilaporkan ke pihak kepolisian setempat dengan Tanda Bukti lapor bernomor; TBL/01/IV/2013/Riau/Res Inhil/Sek GAS.

Dugaanp erlakuan biadab seorang oknum Guru ini terjadi pada Kamis (18/4) sekira pukul 15.45 Wib di jalan Mesjid Parit IX RT 03 RW 04 Kelurahan Teluk Pinang.

Dari informasi yang dirangkum, Hari naas itu, bunga sedang asyik bermain-main dihalaman rumah. Sedang asyik bermain, bunga dihampiri AB.

AB kemudian dengan berbagai tutur manis mulai membujuk-bujuk bunga. Taktik itu tampaknya berbuah manis. Bungapun mulai merasa AB bukan seperti orang asing lagi, kemudian iapun duduk dipangkuan AB.”Saya melihat anak saya dipangku AB tapi saat itu tidak ada yang mencurigakan,” Ujar Zaidah.

Tidak berselang lama, tiba-tiba Zaidah mendengar Bunga menjerit-jerit. Mama adek sakit, teriaknya berulang-ulang sambil menangis dan mengatakan “kelaminnya sakit karena dipegang-pegang AB” dan saat itu Zaidah langsung membawa Bunga pulang ke rumah untuk mencari tau apa yang dialami sang buah hati.

“anak saya sering merasa kesakitan saat buang air kecil. Dari hasil Visum, didapati kemaluan anak saya memang terdapat goresan” pungkas Zaidah. (dro)