KM Bermuatan Sembako Terbakar di Guntung

Gbr Ilustrasi
Gbr Ilustrasi

Kateman (detikriau.org) –KM Mira berbobot 27 GT bermuatan sembako asal Tanjung Batu, Kepulaun Riau (Kepri)  ludes terbakar di Pelabuhan Jalan Yos Sudarso, Sungai Guntung, Kecamatan Kateman, Selasa (30/12) sekitar pukul 00.45 dini hari kemaren.

Tak hanya itu, satu unit KM Mekar 3 GT yang bertambat bersebelahan serta I buah bangunan Pos SPSPTI juga ikut terbakar. Tak ada korban jiwa dalam musibah ini, namun kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Kapolres Inhil AKBP Suwoyo SIK MSi melalui KasatPolair AKP Supandi menerangkan bahwa kejadian itu bermula saat KM Mira 27 GT bersandar di pelabuhan setempat. Tiba-tiba timbul percikan api dari salah satu bagian kapal yang penuh dengan muatan itu.

Ke dua kapal itu diketahui sama-sama berasal dari Tanjung Batu, Kepri. Menghindari kejadian lebih buruk, warga setempat ikut membantu memindahkan kapal-kapal yang ada disekitar kapal tersebut.

“Dalam waktu singkat ke dua kapal dan satu pelabuhan ludes. Kasus ini masih dalam penyeldikan pihak keamanan,” tambahnya.

Masih menurut Kasat Polair, hingga saat ini pihaknya sudah mengamankan beberapa pihak yang bertanggung jawab, baik kapten mapun ABK-nya. Polisi sedang berusaha menggali informasi terkait musibah ini.

“Kami sudah mengamankan ke 2 ABK dan Kapten Kapal Motor yang terbakar. Beberapa orang saksi mata juga sedang kita mintai keterangan terkait musibah ini,”Tandasnya.(dro/*1)




Sea Port of Indragiri, Pelabuhankah atau Tempat Rekreasi?

IMG-20141115-07618Tembilahan (detikriau.org) – Ketika fasilitas pelabuhan disebutkan, yang terlintas dibenak kita pastilah suguhan pemandangan dengan kesibukan aktifitas bongkar muat barang. Namun bayangan itu akan sangat jauh berbeda ketika kita berkunjung ke pelabuhan parit 21 Tembilahan. Bukannya kesibukan bongkar muat dan keringat buruh yang terlihat, namun hanyalah sederetan warung beratap daun yang menyajikan berbagai panganan.

Tiba digerbang pelabuhan yang bernama keren “Sea Port of Indragiri”, sekitar pukul 14. 30 Wib, detikriau.org sudah disambut dengan sekumpulan remaja, bak petugas, anak-anak tanggung inipun menyebutkan sejumlah nominal rupiah, kata mereka untuk pengganti biaya parkir.

Setelah memberikan sejumlah nominal rupiah, detikriau.org pun memasuki kawasan yang dibangun dengan dana milyaran ini. Kiri kanan jalan selebar lebih kurang sepuluhan meteran itu, berdiri berbagai fasilitas mewah pelabuhan. Namun anehnya, sama sekali tak tampak aktifitas, semuanya sepi.

Deretan warung yang berdiri disisi turap pelabuhan parit 21 Tembilahan
Deretan warung yang berdiri disisi turap pelabuhan parit 21 Tembilahan

Tiba disisi turap dermaga yang hanya berjarak sekitar seratusan meter dari pintu gerbang,, lagi-lagi tidak satupun tampak adanya kesibukan sebagaimana layaknya pelabuhan bongkar muat barang, yang ada hanyalah deretan warung beratapkan daun. Ditempat ini, berbagai makanan dan minuman disajikan. Dibeberapa meja yang ditata secara lesehan ini, tampak beberapa remaja sedang asyik bercengkrama.

Kata salah seorang pemilik warung, lokasi itu biasanya akan ramai disaat sore menjelang mangrib apalagi saat malam mingguan tiba.

Katanya untuk mendapatkan kesempatan berdagang dilokasi itu mereka tidak dikenakan biaya sewa tetapi hanya membayar uang jaga malam yang dipungut setiap dua hari sekali sebesar 9 ribu rupiah.

Untuk sekedar memberitahu, Port of Indragiri diresmikan penggunaannya oleh Bupati Inhil, H Indra Muchlis Adnan, Kamis (20/12/12) yang lalu. Tiga tahun berselang, pelabuhan ini nyatanya belum juga difungsikan. (dro)




2 tahun Rusak di Tabrak Ponton, Pelabuhan Parit 21 Tak Kunjung Diperbaiki

arsip-454TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kerusakan bagian sisi laut pelabuhan parit 21 hingga hari ini belum juga diperbaiki. Padahal kerusakan dermaga itu sudah terjadi sejak dua tahun yang lalu.

“Benar, belum diperbaiki. Namun gambarnya sudah kita serahkan dan minta Pemerintah Provinsi (Pemrov) Riau untuk mengeceknya. Sebab, sisi laut pelabuhan merupakan kegiatan Provinsi,”jawab Tantawi. Kamis (9/10/2014)

Mantan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Inhil itu, tidak mau mau berkomentar terlalu jauh akan hal tersebut. Pada perinsipnya pihaknya akan tetap berkoordinasi degan Pemprov Riau.

Sekitar akhir desember 2012, kadisdhubkominfo kala itu, Fahrolrozy mengatakan bahwa kerusakan dermaga parit 21 sudah muai diperbaiki. Seluruh biaya ditanggung oleh pemilik kapal.

“Pihak yang bertanggung jawab atas kejadian tersebut telah berkomitmen untuk memperbaiki kerusakannya. Saat ini sudah mulai dikerjakan,” Jawab Fahrolrozy, rabu (12/12/2012).

Untuk sekedar mengingatkan, kejadian yang mengakibatkan kerusakan Dermaga Pelabuhan Parit 21 Tembilahan terjadi pada Kamis (29/11/2012) yang lalu. Dimana, saat itu dermaga terserempet oleh kapal dari Tanjung Balai Karimun, Provinsi Kepri, yang membawa bahan material berupa pasir dan kerikil untuk pengerjaan perbaikan jalan dari Desa Sungai Luar menuju Sungai Piring, Kelurahan Batang Tuaka.

Sebelum kejadian, Kapal sedang berlabuh disekitar lokasi pelabuhan. Entah apa sebabnya, pancang yang dipergunakan sebagai tempat tambatan tali kapal tiba-tiba saja tumbang dan tali terlepas. Akibatnya, kapal hanyut terseret arus dan menyerempet dermaga.

Akibat kejadian itu, 1 tiang pancang di sebelah ujung kanan Dermaga patah serta bagian lantai mengalami kerusakan sepanjang kurang lebih 3 meter. (dro/*1)