Pelabuhan Parit 21 Bukan Objek Wisata Inhil

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pelabuhan parit 21 Tembilahan bukanlah objek wisata Indragiri Hilir (Inhil).

Pernyataan tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Inhil Rudiansyah melalui Sekretaris Dinas, Parisman kepada awak media di ruang kerjanya, Rabu (29/7/2015).

“Pelabuhan itu bukan tempat wisata, yang namanya tempat wisata alam di Inhil ini seperti pantai solop di kecamatan Mandah, air terjun 86 di kecamatan Kemuning dan beberapa wisata lainnya,” kata Parisman.

Mungkin katanya, tempat-tempat wisata di Inhil ini jauh dari pusat pemukiman dan akses menuju ke lokasipun masih kurang mendukung sehingga pengunjung pun terbilang minim. Akibatnya, titik-titik rekreasi biasa yang dikunjungi para wisatawan, seperti dermaga parit 21.

Bahkan diakuinya, mayoritas masyarakat Inhil kini memang sedang haus dengan tempat hiburan. Namun katanya harus disadari bersama, Inhil ini memang sulit untuk mengembangkan wisata-wisata yang ada. Pantai solop contohnya, akses menuju ke lokasi harus membutuhkan biaya yang cukup besar sehingga menjadi hambatan bagi masyarakat untuk berwisata, begitu juga air terjun 86 dan lainnya.

“Itulah permasalahannya, tapi kedepan Pemkab telah menganggarkan infrastruktur menuju air terjun 86 dengan jalan sepanjang 800 meter, ini salah satu upaya untuk menghidupkan objek wisata Inhil, khususnya objek wisata alam,” tuturnya.

Diketahui, berdasarkan pantauan lapangan, dermaga ataupun pelabuhan parit 21 Tembilahan itu kini ramai disinggahi masyarakat Inhil, apalagi pada moment-moment tertentu seperti lebaran dan haari-hari libur lainnya. Dengan ramainya pengunjung, pelabuhan tersebut nyaris dianggap tempat wisata oleh masyarakat Inhil, karena keramaiannya hampir melebihi objek wisata alam Inhil yang ada. (mirwan)




Idul Fitri, Pengunjung Padati Pelabuhan Parit 21

Foto; Mirwan
Foto; Mirwan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Memasuki lebaran Idul Fitri tahun 1436 H, pelabuhan parit 21 Tembilahan Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dipadati oleh sejumlah pengunjung, baik dari Ibu Kota Kabupaten Inhil maupun dari daerah pedesaan.

Pantauan lapangan, Senin (20/7/2015) tampak masyarakat di Negeri ini menjadikan satu tradisi untuk mengunjungi pelabuhan parit 21 Tembilahan, layaknya sebagai salah satu tujuan wisata.

Bahkan, pelabuhan yang belum dioperasikan secara maksimal itu rutin dihampiri para pengunjung setiap tahunnya pada moment lebaran, Idul Fitri khususnya. Mulai usia anak-anak, remaja hingga dewasa. Dan terlihat juga dari sejumlah pengunjung itu ada yang datang bersama kerabatnya, ada juga yang datang satu keluarga.

Menurut salah satu pengunjung, Reno (24) yang mengaku warga seberang Tembilahan ini mengakatakan, sangat rugi jika dimoment Idul Fitri tidak mengunjungi pelabuhan tersebut, selain dijadikan tempat rekreasi, juga dianggapnya sebagai tempat wisata Inhil.

“Saya pun kurang tahu persis apakah tempat ini merupakan tempat wisata, yang jelas setiap Idul Fitri kita selalu sempatkan ke sini, karena di Idul Fitri pelabuhan ini ramai,” ujarnya.

Senada dikatakan salah satu pedagang setempat, dagangannya akan laris manis pada beberapa moment, salah satu diantaranya adalah awal bulan Syawal yakni Idul Fitri. (mirwan)




Operasionalkan Pelabuhan Parit 21, Pemkab Inhil Jalin Kerjasama Dengan PT Pelindo

arsip-454TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) jalin kerjasama dengan PT Pelindo sebagai salah satu upaya untuk mengoperasikan pelabuhan parit 21 Tembilahan yang sampai saat ini masih belum beroperasi.

Pernyataan ini diungkapkan Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Inhil, H Tantawi kepada awak media, kemaren. Dibenarkannya, bahwa Pemkab Inhil melalui dinasnya lakukan jalin kerjasama badan usaha operasiolan pelabuhan (BUP) PT Pelindo.

“Masih terkendalanya pengoperasian Pelabuhan Parit 21 dikarenakan Kabupaten Inhil belum memiliki BUP yang menjadi syarat dalam pengoperasian,” katanya.

Karena ketiadaan Badan Usaha tersebut lanjutnya, maka pihaknya melakukan kerjasama tersebut. Sebagai tindak lanjut pengoperasian Pelabuhan Parit 21, Dishubkominfo Inhil telah melakukan pertemuan dengan pihak PT Pelindo beberapa waktu lalu. Dimana, dari pertemuan itu dihasilkan berupa draf perjanjian pengoperasian pelabuhan.

Meski demikian, ia juga menyebutkan proses yang dilakukannya dengan PT Pelindo pada badan usaha operasional pelabuhan tersebut tetap memerlukan waktu yang panjang.

Selain itu, juga didapatnya kesepakatan dari Pemprov Riau dalam pekerjaan dibidang perhubungan ini. “Untuk sisi laut itu menjadi tanggung jawab Pemprov Riau dan untuk sisi darat baru menjadi tanggung jawab kita di Kabupaten,” pungkasnya.(mirwan/adv)




2 tahun Rusak di Tabrak Ponton, Pelabuhan Parit 21 Tak Kunjung Diperbaiki

arsip-454TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kerusakan bagian sisi laut pelabuhan parit 21 hingga hari ini belum juga diperbaiki. Padahal kerusakan dermaga itu sudah terjadi sejak dua tahun yang lalu.

“Benar, belum diperbaiki. Namun gambarnya sudah kita serahkan dan minta Pemerintah Provinsi (Pemrov) Riau untuk mengeceknya. Sebab, sisi laut pelabuhan merupakan kegiatan Provinsi,”jawab Tantawi. Kamis (9/10/2014)

Mantan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Inhil itu, tidak mau mau berkomentar terlalu jauh akan hal tersebut. Pada perinsipnya pihaknya akan tetap berkoordinasi degan Pemprov Riau.

Sekitar akhir desember 2012, kadisdhubkominfo kala itu, Fahrolrozy mengatakan bahwa kerusakan dermaga parit 21 sudah muai diperbaiki. Seluruh biaya ditanggung oleh pemilik kapal.

“Pihak yang bertanggung jawab atas kejadian tersebut telah berkomitmen untuk memperbaiki kerusakannya. Saat ini sudah mulai dikerjakan,” Jawab Fahrolrozy, rabu (12/12/2012).

Untuk sekedar mengingatkan, kejadian yang mengakibatkan kerusakan Dermaga Pelabuhan Parit 21 Tembilahan terjadi pada Kamis (29/11/2012) yang lalu. Dimana, saat itu dermaga terserempet oleh kapal dari Tanjung Balai Karimun, Provinsi Kepri, yang membawa bahan material berupa pasir dan kerikil untuk pengerjaan perbaikan jalan dari Desa Sungai Luar menuju Sungai Piring, Kelurahan Batang Tuaka.

Sebelum kejadian, Kapal sedang berlabuh disekitar lokasi pelabuhan. Entah apa sebabnya, pancang yang dipergunakan sebagai tempat tambatan tali kapal tiba-tiba saja tumbang dan tali terlepas. Akibatnya, kapal hanyut terseret arus dan menyerempet dermaga.

Akibat kejadian itu, 1 tiang pancang di sebelah ujung kanan Dermaga patah serta bagian lantai mengalami kerusakan sepanjang kurang lebih 3 meter. (dro/*1)