Hitungan Jam, Pelaku Pencurian Sepeda Motor di Rumbai Dibekuk Polisi

Pelaku curanmor DI (23 th), foto dok Humas Polda Riau


ARBindonesia.com, PEKANBARU –  Hanya butuh waktu beberapa jam, Polisi berhasil menangkap DI (23 th) dan KU (30 th) pelaku tindak pidana pencurian sepeda motor di Jalan Limbungan Gang Abadi Kelurahan Limbungan, Kecamatan Rumbai Pesisir, Kota Pekanbaru, Jum’at (8/5/2020).


Peristiwa pencurian tersebut bermula ketika korban JS (60 th) memarkirkan motor miliknya saat hendak bertamu kerumah Ketua RT 05 RW 05 di Jalan Limbungan, Jum’at (8/5/2020) malam sekitar pukul 21.15 Wib.


Tak berselang lama ketika korban keluar rumah, motor berjenis Yamaha Mio warna hitam miliknya sudah tidak ada lagi ditempat.


Atas peristiwa tersebut korban mengalami kerugian senilai 5 Juta Rupiah, dan melaporkan kejadian yang dialaminya kepada pihak Polresta Pekanbaru guna diproses lebih lanjut.


Hal tersebut disampaikan Kabid Humas Polda Riau, Kombes Sunarto, Minggu (10/5/2020).


Dari laporan itu, Jum’at (8/5/2020) sekira pukul 23.00 Wib, anggota Opsnal Satreskrim Polresta Pekanbaru mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa adanya seorang laki-laki inisial EP (ditahan di perkara lain) menawarkan 1 unit motor R2 jenis Yamaha Mio warna hitam.


“Selanjutnya anggota opsnal menyamar sebagai pembeli yang hendak langsung bertransaksi dengan pelaku. Pada saat penangkapan, pelaku KU saat itu berada di sekitar TKP dengan menggunakan motor Yamaha Mio warna hitam yang hendak dijual,” kata Sunarto.


Lanjutnya, sedangkan pelaku DI dan EP berada di atas motor jenis Honda Beat warna hitam, yang mana motor tersebut  juga hasil barang curian.


“Karena anggota Opsnal telah mengetahui bahwa motor Mio warna hitam yang digunakan KU merupakan barang hasil curian, maka anggota opsnal langsung mengamankan yang bersangkutan beserta barang bukti di Jalan Kayu Manis,” terangnya.


Mengetahui bahwa temannya telah ditangkap dan diamankan, pelaku DI langsung kabur dengan menggunakan ranmor yang dikendarainya.


“Namun, akhirnya di Jln.Yos Sudarso tepatnya di depan Polsek Senapelan, kedua pelaku dapat diamankan,” terengnya lagi.


Berdasarkan keterangan ketiga pelaku, motor jenis Yamaha Mio warna hitam yang hendak dijual tersebut diperoleh di Jalan Limbungan dan yang mengambil adalah pelaku DI bersama dengan KU.

Saat dilakukan pengembangan, ketiga pelaku mencoba melarikan diri dan akhirnya diberikan tindakan tegas terukur dengan melumpuhkan ketiga pelaku yang selanjutnya langsung dibawa ke RS Bhayangkara guna diberikan perawatan medis.


“Kemudian ketiga pelaku dibawa ke Polresta Pekanbaru guna diproses lebih lanjut,” tutup Kabid Humas Polda Riau, Kombes Sunarto. (Humas Polda Riau)


Editor Arb




Ustaz Somad: Saya tidak Anti-NKRI

DENPASAR — Ustaz Abdul Somad pada akhirnya mengisi pengajian dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid An-Nur, Jalan Diponegoro Denpasar. Sebelumnya tokoh agama Islam asal Pekanbaru, Riau ini berhadapan dengan massa penolak yang menamakan diri Komponen Rakyat Bali (KRB).

Ustaz Somad dalam ceramahnya di Masjid An-Nur menegaskan, dirinya sama sekali tidak anti dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Jika ada pihak yang menyebarkan isu tersebut dengan berpedoman pada potongan-potongan video pendek di media sosial, maka itu sama sekali tidak benar.

“Jika ada isu saya anti NKRI, ini pasti dibuat sama orang yang tidak punya paket data karena hanya menonton video pendek (jamaah tertawa). Tapi, kita tak boleh marah. Mudah-mudahan yang menyebar isu itu diberikan hidayah, rezeki banyak dan panjang. Islam ini adalah agama yang menjadi rahmat bagi sekalian alam. Ulama terdahulu membawa Islam ke negeri ini, sehingga Muslim bisa bertetangga dengan saudaranya yang beragama Hindu, Kristen, dan sebagainya,” kata Ustaz Somad di Masjid An-Nur Denpasar, Jumat (8/12) malam.

Ustaz Somad sama sekali tidak tersulut amarah dengan massa yang menolaknya sejak Jumat siang. KRB yang didominasi organisasi kemasyarakatan (ormas) Laskar Bali, Patriot Garuda Nusantara (PGN), Padepokan Sandi Murti, dan Banaspati itu bahkan berunjuk rasa di laman Hotel Aston Denpasar, tempat Ustaz Somad menginap. Mereka meneriaki umpatan dan ancaman supaya Ustaz Somad pergi dari Bali.

Tokoh agama dari Bumi Andalas ini mengajak seluruh masyarakat untuk tabayyun atau mencari tahu sebelum berpersepsi akan sesuatu. Ustaz Somad mengenang perjalanan hidupnya sekitar 1998 sebelum berangkat kuliah ke Mesir. “Waktu itu, 100 anak Indonesia yang mau kuliah ke Mesir harus lulus Pancasila dan ujian Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4). Saya menjadi satu dari 100 anak Indonesia yang lulus tes,” katanya.

Sepulang dari Mesir, Ustaz Somad mengikuti ujian menjadi dosen di salah satu perguruan tinggi. Materi utama ujian salah satunya adalah tentang kecintaan terhadap NKRI. “Jadi, bukan cuma kemampuan bahasa Arab saja yang diuji. Harus cinta NKRI,” katanya.

Pria kelahiran 18 Mei 1977 ini bahkan rutin mengunjungi anak-anak Indonesia di pedalaman NKRI setiap Februari dan Agustus atau saat libur semester. Dari Kota Pekanbaru, Ustaz Somad menempuh perjalanan tujuh jam menggunakan sampan atau perahu kayu ke kampung-kampung terisolir. “Saya kibarkan bendera merah putih bersama anak-anak Indonesia di desa-desa tertinggal,” katanya.

Ceramah tokoh agama berusia 40 tahun itu pun ditutup dengan membaca Al-Fatihah bersama. Ustaz Somad dan seluruh Muslim Denpasar yang hadir di Masjid An-Nur mendoakan kerukunan umat beragama di Bali dan seluruh Indonesia tetap terpelihara. Mereka juga mendoakan pahlawan yang sudah  berjuang untuk negeri ini.

Sumber: http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/17/12/08/p0nahp396-ustaz-somad-saya-tidak-antinkri

 

 




Asisten III Setda Inhil Lepas 20 Atlet NPC Perhelatan Pekan Paralympic Provinsi Riau

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Asisten III Setda Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Drs H Encik Kamal Syahindra melepas atlet National Paralympic Committee (NPC) Kabupaten Inhil dalam perhelatan pekan Paralympic Provinsi Riau ke-2 tahun 2017 sebanyak 20 orang di Balai Kantor Bupati Inhil Jalan Akasia, Tembilahan, Jum’at (8/12/2017).

Saat itu, turut dihadiri beberapa pejabat eselon di lingkungan Pemkab Inhil, Ketua K3S, Ketua Koni dan beberapa Kepala Sekolah.

Perhelatan NPC Provinsi Riau memasuki Tahun Ke-2 yang di pusatkan Kota Pekanbaru dari tanggal 10-15 Desember 2017. Untuk Kabupaten Inhil mengirim sebanyak 20 orang yang terdiri 16 Orang atlet Dan 4 orang Official yang mengikuti 4 cabang olah raga,  diantaranya: Bowling, renang, atletik dan catur.

Asisten III dalam sambutannya mengatakan,  pelaksanaan Pekan Paralympic Provinsi (PEPARPROV) merupakan sebuah bukti bahwa setiap orang yang mempunyai kekurangan Fisik, tapi tetap memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk meraih prestasi di berbagai bidang, termasuk dalam bidang olahraga.

“Oleh sebab itu, atas nama Pemkab Inhil, saya menyambut baik, mendukung dan sangat mengapresiasi atas keikut-sertaan para atlet yang tergabung dalam NPC Pada kesempatan yang berbahagia ini saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada NPC Inhil yang telah membina dan mengirimkan atlet untuk mewakili daerah ini dalam pekan paralympic provinsi riau,” kata Encik.

Selanjutnya, ia berharap agar para atlet dapat mengikuti peparprov Riau di pekanbaru nanti dengan bersungguh-sungguh, menunjukkan bakat dan kemampuan yang dimiliki dengan penuh semangat, motivasi dan optimisme yang tinggi, serta pantang menyerah. semoga kontingen dari indragiri hilir dapat meraih prestasi terbaik pada pekan paralympic provinsi (peparprov) riau ke-2 tahun 2017 ini./Mirwan/adv

 




Pokemon Go Masih Menjadi Trend Kalangan Anak Muda di Pekanbaru

Foto: Adif Virhan
Foto: Adif Virhan/detikriau.org

PEKANBARU,detikriau.org –  Game on-line Pokemon Go masih manjadi trend dikalangan anak muda Pekanbaru.  Bahkan kini tidak hanya di kalangan anak muda,  banyak juga dari kalangan Bapak dan Ibu-Ibu yang ikut ikutan menggemari permainan ini.

Willy (20), seorang mahasiswa Manajemen-Uir mengaku permainan Pokemon Go sangat seru meskipun diakuinya permainan ini kurang bermanfaat. “Seru aja. Meskipun rasanya tidak bermanfaat,” Katanya kepda detikriau.org di Pekanbaru, sabtu (26/8/2016)

Foto: Adif/detikriau.org
Foto: Adif/detikriau.org

di Pekanbaru sendiri terdapat tempat Pokestop yang berada di Taman Budaya jl Jendral Sudirman yang menjadi tempat berkumpulnya anak – anak muda untuk berburu Pokemon

Biasanya sejak  pukul 09:00 wib bahkan hingga memasuki larut malam dipenghujung hari, anak muda masih terlihat asyik melakukan kegiatan berburu pokemon mereka.

Maraknya pencinta pokemon, kini Taman Budaya Pekanbaru juga menjadi ladang bisnis baru bagi pedagang kaki lima untuk mendapatkan tambahan rezky./ Adif




Hotspot di Riau Terpantau Sebanyak 16 Titik.

“Seluruh Sumatra 1.465 Titik dengan Hotspot Terbanyak di Sumsel yakni 1. 296 Titik”

Pekanbaru (detikriau.org) – meski dua hari sebelumnya Riau terbebas dari titik api, hari ini, Jum’at (25/9/2015) Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun Pekanbaru kembali mencatat sebanyak 16 Titik Panas (Hotspot) diseluruh wilayah Riau. Hotspot ini tersebar dibeberapa Kabupaten yakni, Pelalawan 8 titik, Inhu 5 titik, Siak 1 titik dan Inhil 2 titik.

“Dari 16 titik yang terpantau di Riau itu, 11 merupakan titik api berdasarkan tingkat kepercayaan atau confidance 70 persennya”, ujar Kepala BMKG Stasiun Pekanbaru, Sugarin dikutip dari laman mediacenter riau. Jum’at (25/9)

Sedangkan titik panas untuk seluruh wilayah sumatera, jum’at (25/9) terpantau sebanyak 1.465 titik. Hotspot ini meningkat dari sebelumnya yang hanya terpantau sebanyak 1.025 titik.

Untuk seluruh wiayah Sumatra, Sumatra Selatan hasil pantauan satelit Terra dan Aqua tercatat dengan jumlah titik panas terbanyak yakni 1.296 titik.

Sementara itu pantauan lapangan detikriau.org, Kabut asap yang menyelimuti Ibukota Kabupaten Inhil, Tembilahan dan sekitaranya dalam dua hari belakangan relatif pekat. Paparan kabut asap terparah dalam kurun waktu beberapa bulan belakang dirasakan terjadi pada Kamis (24/9) kemaren. Jarak pandang berada dibawah 100 Meter. (dro)




Inhil Disepakati Diadakan PBL, SRG dan PL

IMG_20150812_164713PEKANBARU (detikriau.org) – Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) telah disepakati untuk mengadakan Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK), Sistem Resi Gudang (SRG) dan Pasar Lelang (PL). Kesepakatan itu merupakan keputusan bersama dalam rapat Disperindag Provinsi Riau dan Kementrian Pendagangan RI di Gedung Menara Lancang Kuning Kantor Gubernur Riau, Pekanbaru, Rabu (12/8/2015).

Pada rapat yang diikuti Bupati Inhil HM Wardan dan Wakil Ketua Komisi III Inhil Edy Sindrang itu tampak dihadiri langsung oleh Kepala Biro Analisis Pasar Kementrian Perdaganagan RI Mardjoko dan Tenaga Konsultan Kajian desk research kopra sebagai subyek komoditi PBK, SRG dan PL Dr Tri Yuni Hedrawati.

“Dalam rapat itu, disepakati di Kabupaten Inhil akan didirikan PBK, SRG dan PL setelah pihak Kementrian Perdagangan melakukan Survei ke Kabupaten Inhil. Dalam hal ini, sebagai pimpinan daerah Inhil, saya secara terbuka kepada pihak Kementrian Perdagangan RI untuk melihat kondisi industri kopra di lapangan,” ungkap Wardan.

Pada kesempatan itu juga, orang nomor satu di Negeri Sri Gemilang ini sangat mengharapkan agar komoditi Kopra Provinsi Riau, terkhusus di Kabupaten Inhil dapat segera terwujudkan. Dan ini sangat tidak mustahil, apalagi katanya, dari penuturan Kadisperindag Provinsi Riau saja dilingkungan Riau untuk komoditas Kopra masuk dalam komoditi perdagangan terjangka.

Bahkan, berdasarkan pendapat Mardjoko, terangnya, Kopra di Kabupaten Inhil telah cukup memenuhi syarat pemberlakuan SRG. Adapun diantara syaratnya yakni, memiliki daya simpan paling sedikit 3 bulan, memiliki standar mutu, jumlah minimum barang yang disimpan dan harga berfluktuatif. Pada intinya, dari rapat tersebut, Kabupaten Inhil ini berpeluang cukup besar untuk diberlakukannya PBK, SRG dan PL. (mirwan/adv)