Wabup Inhil Terima Laporan Hasil Pemeriksaan Kinerja 2013 dan 2014 dari BPK

IMG_9120 - CopyTEMBILAHAN (detikriau.org) – Wakil Bupati Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), H Rosman Malomo menerima penyerahan laporan hasil pemeriksaan kinerja PDAM Tirta Indragiri dan instansi terkait lainnya tahun 2013 dan 2014 dari BPK, di aula Kantor BPK Perwakilan Provinsi Riau, Jalan Jendral Sudirman Pekanbaru, Kamis (8/1).

 

Dikatakan Wabup, dari hasil pemeriksaan tersebut diketahui ada beberapa hal yang perlu diperbaiki dan harus menjadi prioritas utama, khusunya dalam rangka memaksimalkan dan meningkatkan pelayanan di PDAM Tirta Indragiri.

“Ini harus menjadi perhatian kita bersama, agar ke depan PDAM Tirta Indragiri bisa menjalankan fungsi dan tanggung jawabnya dengan baik,” Kata Wabup usai kegiatan

Kendati demikian, Wabup juga meminta kepada masyarakat yang sudah mendapatkan layanan PDAM, untuk membayarkan kewajiban tepat waktu, karena tidak mungkin PDAM bisa beroperasi tanpa didukung biaya operasional yang didapat dari pembayaran penggunaan air oleh para pelanggan.

“Kalau masyarakat menunggak pembayaran sampai berbulan-bulan, tentunya akan menjadi masalah. Jadi, mari sama-sama kita berikan perhatian yang serius, guna membantu PDAM agar bisa keluar dari kesulitan yang dihadapi saat ini,” Tambah Wabup

Dijelaskan Wabup, Pemkab Inhil akan berupaya semaksimal mungkin agar keberadaan PDAM Tirta Indragiri ini dapat tetap eksis dan mampu melaksanakan fungsinya dengan baik.

“Kalau ini berjalan lancar, tentu berbagai permasalahan yang dihadapi di PDAM, khususnya tekait dengan biaya operasional akan bisa teratasi dan ke depan pelayanan pun bisa lebih ditingkatkan lagi,” imbuhnya.(adv pemkab inhil)




Disisi Warna, PDAM TI Akui Produksinya Belum Maksimal

img-20140811-07392TEMBILAHAN (detikriau.org) – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Indragiri Tembilahan mengakui bahwa kualitas air yang dialirkan kepada pelanggan belum maksimal. Hingga hari ini berbagai upaya terus dilakukan guna meningkatkan kepuasan pelanggan.

Dikatakan oleh Plh Direktur PDAM TI, H Edywan Shasby, masih rendahnya kualitas air itu disebabkan beberapa faktor, diantaranya pengaruh pasang surut Sungai Indragiri serta curah hujan yang cukup tinggi.

“Air yang mengalir dari daratan kealiran sungai berwarna coklat kehitaman sangat sulit diolah dengan kondisi fasilitas pengolaan yang ada saat ini,” sebut Edywan, kemaren

Untuk menghilangkan warna coklat kehitaman air tanah gambut yang mengalir dari daratan ini diperlukan pemrosesan secara lengkap melalui proses koagulasi + flukolasi dan proses sendimentasi dan filteriasai yang baik.

“Ke dua koagulan yang dapat menghilangkan warna, yakni koagulasi + flukolasi (PAC). Namun kelemahan metode ini dari sisi biaya yang lebih mahal,” sebutnya.

Sedangkan solusi lainya lanjut Edywan, dengan menggunakan kapur (caO) atau soda abu. Pada saat ini diakuinya PDAM Tirta Indragiri Tembilahan belum mampu memenuhi kriteria pengolahan untuk air berwarna. Mudah-mudahan untuk masa mendatang hal itu mampu dilakukan.

Beberapa waktu belakangan ini sebagain besar pelanggan PDAM Tirta Indragiri Tembilahan memang sedikit mengeluhkan kualitas air yang dinilai kurang jernih. Warga berharap kondisi itu bisa diatasi dengan segera oleh pengelolanya.(dro/*1)




Atasi Persoalan Pelayanan, Pelanggan PDAM TI diminta Bayar Tagihan Tepat Waktu

pdamTEMBILAHAN (detikriau.org) – Plt Direktur PDAM Tirta Indragiri Tembilahan, Edywan Shasby meminta agar pelanggan berpartisipasi aktif untuk mengatasi berbagai persoalan yang saat ini terjadi terutama menyangkut pelayanan kepada konsumen.  Salah satunya dengan memenuhi kewajiban membayar tagihan tepat waktu.

“Jika semua pelanggan kita taat akan itu, persoalan ini mungkin akan cepat teratasi. Karena kita tahu saat ini sedang terjadi sejumlah persoalan di PDAM, terutama masalah suplai air ke rumah-rumah pelanggan ,” kata Edywan, kemarin.

Meski tak menyebutkan secara rinci, Edywan mengakui bhawa tunggakan pelanggan saat ini mencapai miliaran rupiah. Dana sebesar itu sangat berpengaruh terhadap pelayanan yang akan diberikan.

“Walau demikian kami tetap berupaya maksimal memberikan pelayanan terhadap seluruh pelanggan. Karena kami paham benar, tanpa pelanggan kami tidak akan ada,” tambah Edywan.

Edywan sedikit menjelaskan persoalan mampetnya suplai air ke sebahagian rumah pelanggan. Kerusakan itu terjadi pada pipa induk mapun pipa kecil yang menghubungkan pasokan air ke rumah pelanggan.

“Pipa kita pecah, sehingga air tak dapat mengalir maksimal. Pemicunya karena mobilitas kendaraan berat yang melintas pada ruas-ruas jalan yang dibawahnya terdapat pipa PDAM,” tegas Edywan lagi.

Selain diakibatkan pipa yang pecah, terhambatnya suplai air juga dipengaruhi kondisi kelistrikan yang belakangan ini sering terjadi pemadaman. Untuk dapat menormalkan kembali membutuhkan waktu hingga berhari-hari.

“Jika lisrtik mati sangat berpengaruh terhadap produksi kita. Selain jalannya tidak lancar, kualitas air juga kurang baik. Persoalan-persoalan tersebutlah yang selama ini kami hadapi. Belum lagi permasalahan keuangan yang salah satunya disebabkan banyaknya tunggakan pelanggan,” Tandasnya Edywan. (dro/*1)




PD Air Minum, Jauh. PD Air Mandi juga Emoh. Lantas Apa?

Plt Dirut PDAM TI Tuding Terputusanya Pasokan Listrik dan Proyek Pengerjaan Jalan Sebagai Penyebab.

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kualitas pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Indragiri Tembilahan lagi-lagi dikeluhkan masyarakat. Dari persoalan pasokan air yang kerap mampet hingga kualitas air yang jauh dari kata memuaskan. Mereka berharap kondisi ini segera mendapatkan perhatian pemerintah agar masyarakat tidak terus dirugikan.

“persoalan seperti ini bukan dalam hitungan satu dua kali, tetapi sudah sangat kerap terjadi. Tidak ada yang lain, pasokan air mampet atau kualitas air yang sangat mengecewakan,” Ujar seorang pelanggan PDAM TI di Kecamatan Tembilahan Hulu, Ayu, ahad (26/10/2014)

Dalam beberapa hari belakangan ini ditambahkan Ayu, kekecewaan masyarakat juga kembali terucapkan, pasokan air berwarna coklat dan berlumpur sehingga sangat tidak layak untuk dipergunakan. “sudah bosan kami mengeluh bang, harusnya ada sikap tegas dari pemerintah untuk memperbaiki kondisi perusahaan daerah ini.” Pinta Ayu.

Senada dengan Ayu, Budi, pelanggan PDAM di Kecamatan Tembilahan-pun mengeluh. Ia juga berharap ada tindakan nyata dari pemerintah untuk segera melakukan pembenahan agar perusahaan daerah ini dapat berfungsi sebagaimana mestinya.

“Kita malu mau sebut kepanjangan PDAM sebagai Perusahaan Daerah Air Minum. Hari ini, kualitas airnya jangankan layak untuk diminum, untuk mandi sajapun kita enggan.” Keluh Budi

Sementara itu, Plt Dirut PDAM Tirta Indragiri Tembilahan, Eddywan Shyasby ketika dikomfirmasi mengakui keruhnya pasokan air PDAM TI. Menurut Eddy, salah satu penyebab di akibat jadwal pemadaman jaringan listrik oleh PLN setempat.

“Kita perlu beberapa hari untuk menormalkan air agar bisa bersih kembali setelah terjadinya pemadaman. Selain itu juga diakibatkan pengerjaan proyek pembangunan jalan dalam kota,” jelasnya.

Pembangunan jalan yang berlangsung saat ini menurut Eddy, berpengaruh terhadap kondisi pipa sambungan air PDAM. Tekanan dari atas  membuat pipa rusak dan pecah. Sehingga lumpur masuk melalui jalur tersebut

“Pipa yang pecah memberi peluang masuknya lumpur. Jika demikian otomatis suplai air ke rumah-rumah pelanggan sekitar wilayah akan keruh. Fakta inilah yang sebenarnya sedang terjadi,” sebut Eddy.

Ia berharap kepada selurun pelanggan PDAM dapat bersabar dan memaklumi kondisi itu. Dengan segala kemampuan ia akan mencarikan solusi terbaik terhadap berbagai persoalan yang ada. Untuk melakukannya, lanjut Eddy tak semudah membalikan tekapak tangan. (dro/*1)




PDAM TI Bentuk Tim Penagih Tunggakan Pelanggan

plt-direktur-pdam-ti-eddywan-shasbyTembilahan (detikriau.org) – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Indragiri Tembilahan, membentuk tim penagih tunggakan pelangan. Upaya itu dilakukan dalam rangka mengembalikan kondisi keuangan perusahana plat merah tersebut.

“Tim ini sebenarnya sudah ada, hanya saja belum berjalan efektif. Sekarang kami hidupkan lagi agar tujuan awal terbentuknya tim itu dapat berjalan dengan baik, “kata Plt Direktur PDAM Tirta Indragiri Tembilahan, H Ediwan Shasby, kemarin.

Tahap awal lanjut Edi, Tim akan melakukan penagihan terhadap pelanggan-pelanggan yang menungak dalam jumlah besar, khusus pada pelanggan yang ada di Kota Tembilahan dan sekitarnya. Disana petugas langsung memberikan surat teguran.

“Kita berikan waktu satu bulan, hingga hari kemarin (7 Oktober, red). Bagi pelangan yang belum juga melunasi, maka jaringanya akan kami putus,”tegasnya.

Ediwan, optimis tim yang sudah dibentuk itu akan dapat bekerja secara profesional. Karena didalamnya terdapat pihak-pihak yang sudah berpengalaman untuk melakukan tagihan tunggakan pelangan.(dro/*1)