Sepekan Air PDAM Tirta Indragiri Mampet, Pelanggan Sampaikan Keluhan

Tembilahan, detikriau.org – Masyarakat pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Indragiri mengeluh. Sudah sepekan pasokan air bersih kerumah mereka terhenti. Mencukupi kebutuhan, mereka terpaksa memanfaatkan air tanah.

“mau gimana lagi, air PDAM sudah satu minggu ini tidak mengalir. Kita terpaksa memanfaatkan air sumur meski kualitasnya kurang baik.” Sampaikan salah seorang pelanggan PDAM TI di jalan M Boya Tembilahan, Acak. Jum’at (21/10/2016)

Menurut Acak, tidak hanya dirumahnya, seluruh pelanggan PDAM disekitar tempat tinggalnya juga mengalami nasib yang serupa. Sejauh ini ia mengaku sama sekali tidak mengetahui secara pasti apa yang menjadi penyebab terhentinya pasokan air bersih.

“Kita juga belum mendapatkan penjelasan dari pihak PDAM TI,” Katanya

Ridwan, pelanggan PDAM TI jalan Baharuddin Jusuf-pun mengalami hal serupa. Sejak terputusnya pasokan air bersih, ia mengaku terpaksa harus mengeluarkan tambahan tenaga untuk memenuhi kebutuhan air bersih.

“Tiap hari kita harus pikul sendiri air dari sumur tetangga. Capek. Kita berharap persoalan ini segera bisa teratasi,” Pintanya.

Dikatakan Ridwan, menurut informasi yang didengarnya , terputusnya pasokan air PDAM disebabkan pekerjaan proyek drainase milik pemerintah.

“Penggalian tanah untuk pekerjaan drainase itu menyebabkan banyak pipa air milik pelanggan PDAM terputus. Tapi itu cerita tetangga. Pastinya saya juga kurang tau,” Pungkasnya.

Sementara itu Direktur PDAM TI, Agustian Rasmanto dikomfirmasi melalui pesan singkat mengaku sedang berada di Jakarta. Sayangnya hingga berita ini dirilis dirinya belum memberikan penjelasan terkait keluhan pelanggan ini./Am/*




Dirikan PDAM, Kabupaten Tanjabar Belajar Ke Inhil ?

TEMBILAHAN – Kabupaten Tanjung Jabung (Tanjab) Barat Provinsi Jambi menuntut ilmu tentang Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).

Hal tersebut ditandai dengan kunjungan yang dilakukan Wakil Rakyat Kabupaten Tanjung Jabung (Tanjab) Barat ke gedung DPRD Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) jalan HR Soebrantas Tembilahan, Jum’at (15/7/2016) kemarin.

Ketua Komisi III DPRD Tanjab Barat, Abdul Hamid mengaku belum memahami secara persis dikarenakan ibu kotanya baru saja mendirikan perusahaan air bersih.

“Kenapa kita ke sini, sebab kondisi di sana dan di sini (Inhil, red) sama-sama di berada daerah pesisir. Nantinya apa yang kita dapatkan di sini bisa kita terapkan di tempat kami,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Inhil, Iwan Taruna mengaku menyambut baik kedatangan tamu dari Provinsi tetangga. Dan pihaknya juga menginginkan kerjasama yang baik untuk saling memberi masukan demi kemajuan daerah.

“Sebenarnya kondisi kita sama saja, yakni masalah pelayanan. Namun dikarenakan lokasi sama-sama pesisir maka kita saling tukar fikiran,” kata Iwan./Mirwan/detik riau




Janji Lunasi Tunggakan Dalam Sepekan, PLN Alirkan Kembali Pasokan Listrik PDAM TI

TEMBILAHAN (detikriau.org) – PLN Rayon Tembilahan telah menyambungkan aliran listrik ke Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Indragiri.

Sambungan tersebut dilakukan pada hari Rabu (30/3/2016) kemarin, tepat setelah melakukan pertemuan antara PLN Tembilahan dan Sekdakab Inhil H Said Syarifuddin.

Dalam pertemuan itu, Sekda menjanjikan akan melunasi seluruh tunggakan PDAM dalam jangka waktu sepekan.

“Pak sekda sudah menjanjikan dan menetapkan waktu pelunasan, kita pun menerima dan langsung menyambungkan pasokan listrik,” kata Supervisor ADM PLN Rayon Tembilahan, Anton Ardhianto kepada detikriau.org, Sabtu (2/4/2016).

Jika janji tidak ditepati, lanjutnya, maka tindakan tegas kembali dilakukan dengan cara serupa sebelumnya.

Sekedar mengingatkan, PDAM Tirta Indragiri menunggak hutang kepada PLN tercatat sebesar Rp 731 juta yang terhitung sejak bulan Oktober 2015 sampai Maret 2016. Akibatnya, pihak PLN terpaksa memutuskan aliran listrik selama sepekan dari tanggal 24 sampai 30 Maret.

Bahkan sebelumnya, pemutusan serupa juga sempat dilakuakan pada bulan November 2015 karena tunggakan Rp 290 juta dari PDAM tidak dibayarkan./ Mirwan




Air Macet, PDAM TI Jangan Kambingkan PLN

imagesTEMBILAHAN (detikriau.org) – Manager PLN Rayon Tembilahan, Budi Warman meminta agar pihak Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Indragiri tidak mengkambinghitamkan   pihaknya atas macetnya pasokan air bersih kerumah-rumah pelanggan beberapa waktu yang lalu.
“Jangan kami yang dikambing hitamkan oleh PDAM, seharusnya mereka punya mesin genset sendiri untuk persiapan jika ada pemadaman listrik,” kata Budi, Jumat (14/8/2015).

Meski begitu, ia tetap mengakui PLN pernah memutuskan aliran listrik di kawasan perusahaan air bersih dengan durasi sekitar 2 jam. Alasannya, kala itu ada gangguan mesin dan terpaksa harus memutuskan pasokan listrik guna melakukan perbaikan hingga normal.

Berdasarkan data dari PLN, beban puncak yang harus dipenuhi pihaknya sebesar 13 Mega Watt (MW) dan daya yang bisa didapat dari mesin sewa juga 13 MW. Daya tersebut bisa terbilang sangat pas-pasan, sebab jika ada ada gangguan 1 mesin saja pastinya akan terjadi defisit daya.

Sekedar mengingatkan, sebelumnya pihak PDAM Tirta Indragiri memang menyebutkan, bahwa yang mengakibatkan rendahnya kualitas dan terputusnya pasokan air kerumah pelanggan waktu itu disebabkan keterlambatan datangnya pasokan bahan kimia dari Jakarta dan terputusnya pasokan listrik bersumber dari PLN hingga 3 jam sekali.

“Kami dari PDAM selalu dapat giliran mati bergilir, dan proses produksipun jadi terganggu,” ucap  Kabag Produksi dan Distribusi PDAM Tirta Indragiri, Kamusni kepada awak media akhir bulan kemaren. (mirwan)




Dirut PDAM TI Pinta Pemkab Anggarkan Pengajuan Belanja Subsidi

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) diminta menganggarkan pengajuan belanja subsidi, yang telah diajukan oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Indragiri pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Kabupaten Inhil.

Hal itu disampaikan Direktur PDAM Tirta Indragiri, Agustian Rasmanto. Menurutnya hal ini dilakukan terkait dengan upaya pemulihan kondisi PDAM TI, yang saat ini sedang mengalami sakit kritis.

“Permohonannya sudah dimasukan, kita harapkan mudah-mudahan Pemda dan DPRD tetap komitmen membantu kita, dengan menganggarkannya di APBD-P,” tutur Agustian di ruang kerjanya, Jumat (7/8/2015).

Dijelaskan Agustian, pengajuan belanja subsidi ini dasarnya sangat kuat, yaitu dari Kepmendagri dan usulan dari Badan Pendukung Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (BPPSPAM), serta dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

“Nilai yang kami ajukan untuk belanja subsidi ini sebesar Rp 3,8 M, yang diperuntukan bagi belanja pembayaran listrik, belanja bahan kimia dan belanja bahan bakar minyak,” terang Agustian.

Selain itu, apabila belanja subsidi ini bisa direalisasikan oleh Pemkab Inhil, maka Agustian optimis pihaknya akan mampu memulihkan kembali kondisi PDAM TI.

“Nantinya, pembayaran rekening dari para pelanggan dapat digunakan untuk pembayaran hutang-hutang perusahaan yang jumlahnya sekitar Rp 7 M dan gaji-gaji karyawan, yang sudah sekitar 5 bulan belum dibayarkan,” tambahnya.

Adapun yang menjadi penyebab PDAM TI selalu mengalami kerugian, kata Agustian lagi, adalah dikarenakan biaya produksi yang lebih tinggi dari pada harga jual air.

Dimana, harga produksi air rata-rata Rp 6 ribu, sedangkan harga jual air Rp 4 ribu. Jadi, ada kerugian Rp 2 ribu perkubik air, belum lagi jika ada kebocoran dan pencurian air.

Oleh karena itu, Agustian sangat berharap Pemkab Inhil dapat membantu pemulihan PDAM dengan belanja subsidi ini, karena jika tidak dapat dipastikan akan ada penutupan unit PDAM di beberapa daerah di Kabupaten Inhil.

“Saat ini, kami sudah bekerja sangat maksimal, dan kami menemukan satu-satunya solusi untuk memulihkan PDAM ini, hanya dengan belanja subsidi,” imbuhnya. (adi)




Direktur Baru, Kualitas Pelayanan PDAM TI Masih Mengecewakan

airTEMBILAHAN (detikriau.org) – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Indragiri saat ini kembali menjadi sorotan semua kalangan. Bagaimana tidak, layanan yang diberikannya kini dinilai berada dibawah standar. Air yang bersumber dari perusahaan plat merah tersebut keruh dan berlumpur.

Bahkan menurut salah seorang pelanggan di Kecamatan Tembilahan Hulu, Agus, tidak hanya kualitas air yang keruh, pasokanpun kerap macet.

“sudah dua hari pasokan air terputus. Jangankan berharap kualitas air yang bagus, yang warnanya keruh saja sulit kita dapatkan,” Kritiknya.

Ibu rumah tangga warga jalan kayu jati kecamatan tembilahan hulu ini berharap pemerintah tidak hanya tutup mata dengan persoalan ini. Bukan hanya satu dua hari, pelayanan perusahaan daerah milik Pemkab Inhil ini juga dinilainya semakin hari semakin mengecewakan.

“Awalnya kita berharap banyak dengan pergantian pucuk pimpinan PDAM TI, tapi hari ini, kita nilai belum ada perubahan.” Kritiknya lagi

Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Inhil, Malian Ghazali juga menyesalkan pelayanan yang diberikan PDAM TI. Menurutnya, sebagai perusahaan layanan publik sudah seharusnya mengutamakan kepentingan publik.

“Kami tidak menuntut apa-apa yang penting layanan kepada masyarakat bagus,” ungkap Malian kepada sejumlah awak media digedung DPRD Inhil, Senin (27/7/2015).

Dikomfirmasi diruang kerjanya, Direktur PDAM Tirta Indragiri, Agustian Rasmanto melalui Kabag Produksi dan Distribusi, Kamusni kepada detikriau.org, Senin (27/7), rendahnya kualitas air ini menurutnya disebabkan keterlambatan datangnya pasokan bahan kimia

“Sebab air keruh ini hanya karena keterlambatan datangnya bahan kimia yang dikirim dari Jakarta. Selain itu, musim kemarau juga berpengaruh,” Dalih Kamusni

Ia menjelaskan, pada hari Sabtu (25/7) kemaren produksi PDAM ini sempat mati selama 6 jam. Ini dikarenakan bahan kimia belum datang, biasanya kata Kamusni, pesan bahan kimia itu selalu tiba dengan jarak waktu 24 jam.

Mungkin karena suasa lebaran, bahan kimia yang dibutuhkan itu terkendala dalam perjalanan dari Pekanbaru ke Inhil. “Bahan kimia ini prosesnya secala langsung, tidak boleh mati. Dikarenakan kemaren itu mati lamanya 6 jam, maka air pun tak mengalir,” paparnya.

Saat ini, katanya lagi, air PDAM belum mengalir secara maksimal sehingga masih ditemukan beberapa titik yang mampet karena pemulihan pengaliran air masih dalam proses dan hanya menunggu waktu. Sedangkan persoalan air keruh, itu juga masih disebabkan efek dari matinya proses produksi tersebut. Sebab jika mati katanya lumpur-lumpur itu akan menumpuk.

“Yang menjadi persoalan juga, sejak akhir pekan kemaren di Pulau Palas itu listrik mati bergilir hingga 3 jam sekali, dan kami dari PDAM selalu dapat giliran, proses produksipun jadi terganggu,” Tandasnya. (mirwan/dro)