Agustian Rasmanto: Pekerjaan Penggalian Drainase, Pipa Distribusi PDAM Banyak yang Terputus

Direktur PDAM TI, Agustian Rasmanto
Direktur PDAM TI, Agustian Rasmanto

Tembilahan, detikriau.org – Direktur PDAM Tirta Indragiri Agustian Rasmanto membenarkan terputusnya pasokan air bersih kesejumlah rumah pelanggan khususnya yang berada di dalam kota Tembilahan disebabkan kerusakan jaringan distribusi yang terjadi akibat penggalian tanah pekerjaan perbaikan saluran drainase.

“Benar kita sudah menerima keluhan dari pelanggan terkait hal ini. Terputusnya pasokan air bersih dikarenakan pipa PDAM banyak yang terputus/rusak akibat pekerjaan galian drainase,” Jawab Agus melalui pesan singkat dari no telepon selularnya, sabtu (21/10/2016) malam

Sampai saat ini ditambahkan Agus, pihaknya terus mengupayakan perbaikan terhadap kerusakan tersebut.

“Kita menyampaikan permintaan maaf kepada pelangan,” Ujar Agus sembari mengatakan bahwa ia sedang berada di Jakarta dan memintakan untuk klarifikasi lengkap dengan menghubungi Bagian Produksi dan Distribusi PDAM Tirta Indragiri.

Sebelumnya, sejumlah pelanggan PDAM Tirta Indragiri khususnya yang berada di Jalan M Boya dan Jalan Baharuddin Jusuf mengeluhkan terputusnya pasokan air bersih kerumah tempat tinggal mereka.

Terhentinya pasokan air PDAM TI ini menurut warga sudah terjadi sejak seminggu terakhir.

Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, pelanggan terpaksa harus memanfatkan air tanah dengan kualitas seadanya.

Mereka berharap kondisi seperti ini dapat segera teratasi./Am/dro




Sepekan Air PDAM Tirta Indragiri Mampet, Pelanggan Sampaikan Keluhan

Tembilahan, detikriau.org – Masyarakat pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Indragiri mengeluh. Sudah sepekan pasokan air bersih kerumah mereka terhenti. Mencukupi kebutuhan, mereka terpaksa memanfaatkan air tanah.

“mau gimana lagi, air PDAM sudah satu minggu ini tidak mengalir. Kita terpaksa memanfaatkan air sumur meski kualitasnya kurang baik.” Sampaikan salah seorang pelanggan PDAM TI di jalan M Boya Tembilahan, Acak. Jum’at (21/10/2016)

Menurut Acak, tidak hanya dirumahnya, seluruh pelanggan PDAM disekitar tempat tinggalnya juga mengalami nasib yang serupa. Sejauh ini ia mengaku sama sekali tidak mengetahui secara pasti apa yang menjadi penyebab terhentinya pasokan air bersih.

“Kita juga belum mendapatkan penjelasan dari pihak PDAM TI,” Katanya

Ridwan, pelanggan PDAM TI jalan Baharuddin Jusuf-pun mengalami hal serupa. Sejak terputusnya pasokan air bersih, ia mengaku terpaksa harus mengeluarkan tambahan tenaga untuk memenuhi kebutuhan air bersih.

“Tiap hari kita harus pikul sendiri air dari sumur tetangga. Capek. Kita berharap persoalan ini segera bisa teratasi,” Pintanya.

Dikatakan Ridwan, menurut informasi yang didengarnya , terputusnya pasokan air PDAM disebabkan pekerjaan proyek drainase milik pemerintah.

“Penggalian tanah untuk pekerjaan drainase itu menyebabkan banyak pipa air milik pelanggan PDAM terputus. Tapi itu cerita tetangga. Pastinya saya juga kurang tau,” Pungkasnya.

Sementara itu Direktur PDAM TI, Agustian Rasmanto dikomfirmasi melalui pesan singkat mengaku sedang berada di Jakarta. Sayangnya hingga berita ini dirilis dirinya belum memberikan penjelasan terkait keluhan pelanggan ini./Am/*




Pelanggan Keluhkan Kualitas Air PDAM TI. Ini Penjelasan Direktur

Direktur PDAM TI, Agustian Rasmanto
Direktur PDAM TI, Agustian Rasmanto

Tembilahan, detikriau.org – Manajer PDAM Tirta Indragiri Tembilahan, Agustian Rasmanto mengakui kualitas air yang dihasilkan perusahaan daerah milik Pemkab Inhil ini dalam beberapa hari belakangan kurang memuaskan. Menurutnya persoalan ini disebabkan kerusakan beberapa unit mesin pompa bahan kimia sehingga menyebabkan pengolahan air baku tidak maksimal.

“Sekarang saya sedang dilokasi pengolahan, Pulau Palas. Beberapa mesin pompa bahan kimia kita rusak,” Jawab Agus melalui sambungan selularnya, rabu (13/7/2016)

Mengatasi persoalan ini diperjelasnya, untuk sementara pihak PDAM terpaksa mengupayakan melalui sistem Grafitasi, meskipun tidak maksimal, setidaknya akan memperbaiki sedikit kualitas air yang dihasilkan dan disuplay kepada pelanggan.

Lagi menurutnya, mesin-mesin pompa bahan kimia milik PDAM TI saat ini rata-sara sudah berusia tua. Bahkan ada yang dibeli tahun 2002 yang terakhir diganti tahun 2010 sedangkan mesin-mesin ini harus beroperasional selama 24 jam. Dengan kondisi keuangan PDAM TI saat ini, penggantian peralatan milik PDAM menurutnya masih belum memungkinkan.

“tapi tidak semua mesin pompa bahan kimia rusak. Namun saat dialirkan melalui reservoir, air yang dihasilkan melalui bak pengolahan air baku yang pompanya rusak tercampur dengan air baku yang kualitas baik. Makanya kualitas air yang sampai ke konsumen juga pastinya berpengaruh.” Pungkas Agus sambil menegaskan pihaknya akan berupaya maksimal untuk segera mengatasi persoalan ini untuk emmenuhi kepuasan pelanggan./ dro




Pelanggan Mengeluh. Air PDAM Atau Limbah?

Tembilahan, detikriau.org – pelayanan PDAM Tirta Indragiri Tembilahan kembali dipertanyakan. Bukan persoalan suplay air yang juga kerap tersendat, kali ini buruknya kualitas air juga menuai keluhan. Jangankan untuk dikonsumsi, sekedar untuk keperluan mandipun masyarakat merasa enggan mempergunakan.

“Ini Air PDAM atau Limbah? Satu minggu belakangan ini kualitas air keruh. Ber-Merk PDAM, semestinya layak diminum. Tapi jangankan diminum, untuk mandi saja tak layak. Badan terasa gatal,” Keluh salah seorang pelanggan PDAM TI, Iwan melalui sambungan BB-nya sembari melampirkan sebuah gambar air yang tampak berwarna coklat yang dialirkan kedalam sebuah wadah penampungan, rabu (13/7/2016)

Sebagai pelanggan menurut PNS dilingkungan Pemkab Inhil ini, rasanya wajar dirinya melayangkan protes. Setiap tetes air yang mengalir kerumah tinggalnya tercatat dan harus dibayar dengan besaran nilai rupiah tertentu.

“yang dibayar itu harusnya kualitas yang baik. Masak iya air limbah juga berbayar?” Kesalnya.

Tidak hanya Iwan, pelanggan PDAM lainnya Rudi juga mengungkap kekecewaan. Ia berharap agar kondisi seperti ini dapat segera ditangani dan masyarakat setidaknya dapat meninkmati air bersih walaupun hanya sekedar untuk keperluan mandi.

“tak usahlah untuk diminum, sekedar bisa memenuhi keperluan air bersih saja sudah lumayan.”Ungkapnya. (dro)




Eddywan Syasby : PDAM TI Dalam Kondisi Kronis

Kantor-PDAM-Tirta-Indragiri-680x365Tembilahan (detikriau.org) – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Indragiri Kab Inhil yang menjadi tambatan sebagian besar masyarakat untuk memenuhi kebutuhan air bersih kini berada dalam kondisi kronis. Hal ini diungkapkan oleh Plt Dirut PDAM TI, Eddywan Syasby, Selasa (10/6/2014).

“Jika diistilahkan, PDAM TI saat ini sudah kronis. Tahun 2012 lalu hasil temuan BPK, PDAM ini sudah sakit, sekarang sakitnya makin parah,” ujarnya

Menurut Eddywan, ada 4 aspek persoalan yang sedang terjadi di PDAM, yaitu aspek teknis, keuangan, manajemen dan Sumber Daya Manusia (SDM).

“Seperti aspek teknis, banyak peralatan kita yang rusak dan tidak lagi bisa diperbaiki sama sekali,” ujarnya.

Sementara itu, dari aspek keuangan, biaya operasional PDAM dibandingkan dengan pendapatan hasilnya minus sehingga perusahaan daerah ini terus menerus merugi.

“Kita memiliki 15 ribu sambungan ke rumah-rumah penduduk, termasuk yang di kecamatan, seharusnya pendapatan kita pertahun tidak kurang dari 11 Milyar (M), namun nyatanya pada tahun 2013 lalu pendapatan hanya sekitar 8,5 M,” tambah Eddywan.

Jika dibagi perbulan dari 8,5 M itu maka pendapatan PDAM hanya sekitar 700 juta sedangkan sedangkan biaya operasional diatas 900 juta.

“Ini bukan persoalan saya menjabat terus terjadi masalah. Saya baru 1 bulan disini jadi sifatnya masih melakukan konsilidasi internal termasuk mencoba mempelajari persoalan-persoalan mendasar yang saat ini ada pada PDAM,” jelas Staff Ahli Bupati ini.(Ahmad Tarmizi)




Malangnya Tembilahan, Listrik Bak Kunang-Kunang, Air PDAM-pun Ngadat

airTembilahan (detikriau.org) – Baru terhitung semingguan pasokan air PDAM Tirta Indragiri kembali mengalir setelah sempat mati total selama tiga hari, kondisi yang sama kini kembali berulang. Kali ini bukan persoalan ketiadaan tawas tetapi katanya kerusakan “breker listrik”.

Pernyataan ini disampaikan oleh salah seorang tekhnisi lapangan yang enggan menyebutkan namanya saat dikomfirmasi melalui sambungan telepon selularnya, Jum’at (6/6/2014). Dikatakannya, akibat kerusakan peralatan ini, pasokan listrik untuk mesin pompa terputus, imbasnya distribusi air kepelanggan juga terhenti.

“Saya tidak bisa memprediksi sampai kapan kondisi ini akan berlangsung. Suku cadang kita tidak ada dan harus didatangakan dari luar,” Ujarnya memberikan komfirmasi.

Terkait persoalan ketiadaan tawas yang menjadi penyebab terhentinya pasokan air bersih kerumah-rumah pelanggan beberapa waktu lalu, hari ini diakuinya sudah bisa diatasi. Meskipun pengadaan dalam jumlah besar harus dilakukan melalui proses lelang, namun untuk kebutuhan mendesak PDAM TI mengambil inisitif membeli enceran sesuai kebutuhan. “Tawas tidak ada masalah. Masalah kali ini, ya kerusakan breker listrik,” Tandasnya.

Kembali terputusnya pasokan air bersih kerumah-rumah pelanggan ini juga kembali menuai keluhan masyarakat. Sejak pagi, pasokan air terhenti secara total. Untuk mendapatkan kebutuhan air bersih, mereka dengan terpaksa harus memasok dari sumber-sumber air bersih disekitar lingkungan tempat tinggal mereka.

“Entah apa yang terjadi dengan pelayanan public di Tembilahan dalam beberapa waktu belakangan ini, sudahlah pasokan air mati total, listrik PLN-pun senin-kamis. Kita minta pemerintah setempat kiranya dapat segera mengambil kebijakan terbaik agar masyarakat tidak terus dirugikan,” Sampaikan Herman, warga Jalan Batang Tuaka kepada detikriau.org. (dro)