Curi Hp di Jok Motor, Warga GAS Diamankan Polisi

curi HPTembilahan (detikriau.org) – De (37), warga Kecamatan Gaung Anak Serka (GAS) terpaksa diamankan pihak kepolisian. Pekerja swasta ini ditangkap akibat terbukti mencuri 1 unit Handphone dan dompet milik tenaga guru honorer, Marni.

Berdasarkan keterangan Kapolres Inhil, AKBP Suwoyo Sik Msi melalui PAUR Humas, Iptu Warno Akman, kronologis kejadian berawal saat korban sedang memarkirkan sepeda motor miliknya di Jalan Swarna Bumi Tembilahan dan ditinggalkan jogging di seputaran jalan tersebut bersama temannya sekitar pukul 16.30 Wib, kamis (6/3) kemaren

Usai jogging, korban hendak mengambil Hp miliknya di jok motor, namun Hp tersebut sudah raib. Selain Hp, sebuah dompet miliknya berisikan uang tunai Rp 19 ribu juga lenyap.

“Mengetahui harta bendanya raib, korban mencoba bertanya dengan orang disekitar TKP. Kemudian secara bersama-sama mereka melakukan pencarian dan akhirnya pelakupun ditemukan,” kata Warno.

Setelah menemukan pelaku pencurian, tersangka langsung digiring ke Mapolres Inhil bersamaan dengan barang buktinya. Akibat kejadian ini, korban mengalami kerugian kurang lebih Rp 300 ribu.

“Pelaku sudah kita amankan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.”Akhiri Paur Humas. (mirwan)




Gunakan Sandal, Guru SD Tabok Jidat Rekan Sejawat Hingga Memar

duelTEMBILAHAN (detikriau.org) – SK (46) seorang guru sekolah dasar (SD) warga jalan Pekan Arba Tembilahan, mengadu ke polisi setelah mendapat perlakukan kasar oleh teman sejawatnya, SI, Rabu (1/10) sekitar pukul 7.30 WIB.

Menurut Kapolres Inhil, AKBP Suwoyo SIK Msi, melalui Paur Humas Ipda Warno Akman, sebelum kejadian itu pelaku yang juga sebagai seorang guru mendatangi korban. Pelaku sempat menanyakan siapa yang bernama SK.

“Mana yang naman Ibu SK,”kata Paur Humas, menirukan perkataan pelaku.

Nada pertanyaan pelaku jelas menimbulkan kecurigaan dikalangan guru yang siap akan mengajar itu. Sebagian saksi disana terlihat ketakutan, apalagi pelaku diduga membawa benda yang menyerupai senjata tajam yang dibungkus dengan karung

Tanpa banyak tanya lagi, pelaku langsung mengejar korban. Hal itu terhenti, karena sebagai guru disana sempat menghadang pelaku yang terlihat emosi.

“Sebagian guru lainnya langsung mengambil benda yang menyerupai senjata tajam itu. Tak hilang akal, pelaku membuka sandalnya dan melemparkanya ke bagian tubuh korban. Sandal itu mengenai bagian kening korban sehingga memar,” sebutnya.

Takut terjadi sesuatu yang lebih parah, saksi-saksi yang ada disana berusaha menenangkan pelaku. Pelaku dibawa ke kantin disamping rumah penjaga sekolah. Beruntung pelaku menuruti ajakan para saksi.

“Atas kejadian tersebut pelaku mengalami luka lebam dibagian kening atas sebelah kanan,” cetunya.

Tak terima atas perbuatan itu korban langsung melaporkan kejadian diatas kepada petugas yang berwajib. Laporan itu ditindak lanjuti petugas dengan melakukan pemeriksaan terhadap korban dan sejumlah saksi mata.

“Untuk mengetahui motif dari kejadian ini kami sedang melakukan pemeriksaan terhadap korban, pelaku dan saksi-saksi mata yang ada disana,”imbuh Paur Humas.(dro/*1)