Warga Nilai Janji PLN Sebatas “Pepesan Kosong”

foto net
foto net

Tembilahan (detikriau.org) – Warga Tembilahan menilai janji pihak PLN untuk menormalkan pasokan listrik hingga saat ini masih terkesan “pepesan kosong”. Semakin merosotnya pelayanan perusahaan pemasok tunggal kebutuhan listrik milik Negara ini kian memperburuk citranya dimata masyarakat.

Menurut warga Kecamatan Tembilahan Hulu, Nani, kerap terputusnya pasokan PLN membuat ia terpaksa harus kehilangan tambahan penghasilan keluarga. Dengan pekerjaan sampingan membuat balok es yang akan dipergunakan sebagai pendingin oleh pedagang ikan, matinya listrik artinya es tidak bisa membeku.

“kita tidak bisa memenuhi permintaan pelanggan. Kami terpaksa harus kehilangan tambahan penghasilan. Padahal saat ini biaya hidup semakin tinggi,” Ungkap kekecewaan Nani kepada detikriau, ahad (22/3)

Sebagai masyarakat, nani mengaku sangat kecewa dengan pelayanan yang diberikan pihak PLN. Ia berharap agar PLN jangan hanya berani tegas menuntut kewajiban pelanggannya sementara kewajibannya justru belum terpenuhi.

Warga Tembilahan lainnya, Andre justru menilai pihak PLN selama ini hanya banyak berjanji untuk kembali menormalkan pasokan listrik. Menurutnya, beberapa kali janji PLN masih belum ada bukti.

“dimedia kita sudah beberapa kali mendapatkan informasi akan janji-janji PLN. Beberapa hari yang lalu katanya listrik giliran 16 jam hidup dan 8 jam mati, kemudian 2 hari hidup dan 8 jam mati. Tapi sejauh ini semua itu masih sebatas omong kosong. Kita tunggu nanti tanggal 25 maret yang katanya sudah berganti giliran menjadi 4 hari hidup dan 8 jam mati. Apakah ini masih sekedar omong kosong PLN kembali, ” Kesalnya.(Aam)

 

PLN Tembilahan diperkirakan Baru Normal pada 15 April Mendatang




Masyarakat Harapkan PLN Penuhi Janji Normalkan Pasokan Listrik April Mendatang

imagesTEMBILAHAN (detikriau.org) – Masyarakat berharap janji pihak PLN untuk menormalkan pasokan listrik di Kabupaten Inhil khususnya di Kota Tembilahan dapat benar-benar dipenuhi. Dengan kondisi pasokan listrik byar pet yang sudah beberapa bulan ini dirasakan sudah sangat merugikan masyarakat.

“Kita berharap janji pihak PLN untuk menormalkan pasokan listrik bulan april mendatang benar-benar terpenuhi. Jangan nanti setelah sampai waktunya PLN kembali beralasan dengan berbagai dalih.”Pinta Ridwan, warga Tembilahan, selasa (10/3)

Ditambahkannya, dengan kondisi listrik seperti saat ini, aktifitas keshariannya sudah sangat terganggu. Bekerja dengan mempergunakan perangkat komputer, jika terputusnya pasokan listrik, seluruh pekerjaan akan menjadi tertunda. “ya kita mau bilang apa lagi. Yang jelas kami meminta agar PLN benar-benar memnuhi janji itu.” Harap Ridwan

Senada, Anto, warga Kecamatan Tembilahan Hulu juga menyampaikan permintaan demikian. Dengan usaha sampingan dengan membuat es batu, kestabilan pasokan listrik menurutnya menjadi keharusan.

“kalau listrik mati, pastinya es kita tidak akan beku dan uangpun tidak mungkin kita dapatkan. Mudah-mudahan memang april nanti PLN sudah kembali normal dan usaha kamipun dapat kembali berjalan dengan baik.” Ujar Anto.

Pantauan, saat ini terputusnya pasokan listrik tidak hanya terjadi satu atau dua kali. Padamnya lampu ini bahkan kerap terjadi hingga belasan kali dalam hitungan waktu 24 jam.

Dengannya, cukup banyak masyarakat yang sudah menyampaikan keluhan akan kerusakan perangkat elektronik akibat kondisi seperti ini. (dro)

 

April, Pasokan Listrik PLN Rayon Tembilahan diyakini Kembali Normal




Pemadaman Listrik Juga Berimbas Terjadinya Laka Lalin

HematListrikTembilahan (detikriau.org) – Semakin parahnya kondisi listrik khususnya di Kota Tembilahan, kini tidak hanya mengganggu berbagai aktifitas rutin masyarakat. Terputusnya pasokan listrik ini, kini juga berdampak terganggunya fasilitas pelayanan publik lainnya, salah satunya traffic light. Akibatnya, lalu lintas menjadi tidak teratur dan kerap menjadi penyebab terjadinya kecelakaan.

“Kondisi seperti ini sudah kita rasakan cukup lama. Kami khawatir jika persoalan ini tidak segera disikapi, bisa saja sewaktu-waktu akan menimbulkan kecelakaan bahkan lebih parahnya bukan tidak mungkin akan menelan korban jiwa,” Sampaikan salah seorang pengguna jalan warga Tembilahan, Udik, rabu (25/2)

Disampaikan Udik, akibat tidak menyalanya lampu pengatur lalu lintas dipersimpangan jalan itu, dengan mata kepala sendiri ia mengaku menyaksikan sendiri terjadinya kecelakaan. Untuk saja peristiwa itu menurutnya tidak sampai berakibat fatal.

“Karena tidak ada traffic light, lalu lintas menjadi sembraut. Pengguna kendaraan yang kurang sabar, berebut saling mendahului, akibatnya terjadi kecelakaan. Tapi untungnya belum berakibat fatal,” Ceritanya.

Tidak hanya kepada pihak PLN, Udik juga berharap pelayanan buruk pihak PLN Rayon Tembilahan ini juga disikapi oleh pemerintah setempat agar dapat dicaraikan jalan keluar. “Pemerintah daerah sebaiknya juga jangan hanya pasrah. Sikapi dan carikan solusi agar persoalan ini tidak semakin berlarut-larut,” Pintanya.

Terkait persoalan ini, Manajer PLN Rayon Tembilahan mengakui kerapnya terjadi pemutusan pasokan listrik. Kondisi ini menurutnya masih dikarenakan persoalan lama. Kerusakan mesin.

“Kondisi mesin sewa pada PLN Rayon Tembilahan hingga hari ini belum bisa diperbaiki secara menyeluruh. Sebagaimana yang telah kita sampaikan seblum-sebelumnya, beberapa alat pada mesin sewa masih terjadi gangguan.”Ujarnya melalui sambungan selular.

Kali ini ditambahkannya, gangguan terjadi kembali pada 1 unit mesin sewa milik Tiga Bintang dan 2 unit mesin sewa Bima Golden.

“Akibat adanya gangguan itu kita terpaksa memberlakukan pemadaman bergilir hingga dengan durasi 1 hari hidup dan 1 hari mati, baik siang maupun malam hari,” tambahkannya.

Dijelaskan, kebutuhan normal ketersediaan listrik khususnya untuk kota Tembilahan sebesar 13 Mw, kemampuan pembangkit kini hanya mampu memproduksi 9,5 Mw.

“Kita targetkan dalam minggu ini insyaallah semuanya mudah-mudahan sudah bisa diperbaiki,” pungkasnya.(mirwan)




PD Air Minum, Jauh. PD Air Mandi juga Emoh. Lantas Apa?

Plt Dirut PDAM TI Tuding Terputusanya Pasokan Listrik dan Proyek Pengerjaan Jalan Sebagai Penyebab.

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kualitas pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Indragiri Tembilahan lagi-lagi dikeluhkan masyarakat. Dari persoalan pasokan air yang kerap mampet hingga kualitas air yang jauh dari kata memuaskan. Mereka berharap kondisi ini segera mendapatkan perhatian pemerintah agar masyarakat tidak terus dirugikan.

“persoalan seperti ini bukan dalam hitungan satu dua kali, tetapi sudah sangat kerap terjadi. Tidak ada yang lain, pasokan air mampet atau kualitas air yang sangat mengecewakan,” Ujar seorang pelanggan PDAM TI di Kecamatan Tembilahan Hulu, Ayu, ahad (26/10/2014)

Dalam beberapa hari belakangan ini ditambahkan Ayu, kekecewaan masyarakat juga kembali terucapkan, pasokan air berwarna coklat dan berlumpur sehingga sangat tidak layak untuk dipergunakan. “sudah bosan kami mengeluh bang, harusnya ada sikap tegas dari pemerintah untuk memperbaiki kondisi perusahaan daerah ini.” Pinta Ayu.

Senada dengan Ayu, Budi, pelanggan PDAM di Kecamatan Tembilahan-pun mengeluh. Ia juga berharap ada tindakan nyata dari pemerintah untuk segera melakukan pembenahan agar perusahaan daerah ini dapat berfungsi sebagaimana mestinya.

“Kita malu mau sebut kepanjangan PDAM sebagai Perusahaan Daerah Air Minum. Hari ini, kualitas airnya jangankan layak untuk diminum, untuk mandi sajapun kita enggan.” Keluh Budi

Sementara itu, Plt Dirut PDAM Tirta Indragiri Tembilahan, Eddywan Shyasby ketika dikomfirmasi mengakui keruhnya pasokan air PDAM TI. Menurut Eddy, salah satu penyebab di akibat jadwal pemadaman jaringan listrik oleh PLN setempat.

“Kita perlu beberapa hari untuk menormalkan air agar bisa bersih kembali setelah terjadinya pemadaman. Selain itu juga diakibatkan pengerjaan proyek pembangunan jalan dalam kota,” jelasnya.

Pembangunan jalan yang berlangsung saat ini menurut Eddy, berpengaruh terhadap kondisi pipa sambungan air PDAM. Tekanan dari atas  membuat pipa rusak dan pecah. Sehingga lumpur masuk melalui jalur tersebut

“Pipa yang pecah memberi peluang masuknya lumpur. Jika demikian otomatis suplai air ke rumah-rumah pelanggan sekitar wilayah akan keruh. Fakta inilah yang sebenarnya sedang terjadi,” sebut Eddy.

Ia berharap kepada selurun pelanggan PDAM dapat bersabar dan memaklumi kondisi itu. Dengan segala kemampuan ia akan mencarikan solusi terbaik terhadap berbagai persoalan yang ada. Untuk melakukannya, lanjut Eddy tak semudah membalikan tekapak tangan. (dro/*1)