Pemkab Inhil Tetapkan Pasar Wadai di Jalan Gadjah Mada Tembilahan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) telah menetapkan lokasi pasar wadai bulan Ramadhan tahun 1437 H.

Adapun lokasinya, Pemkab tempatkan di jalan Gadjah Mada Tembilahan dari simpang 4 jalan M Boya sampai jalan Malagas.

“Penetapan tersebut berdasarkan keputusan Bupati Inhil kemarin,” kata Kabid Pasar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Inhil, Ahmad Fitri kepada detikriau.org, Kamis (26/5/2016).

Meski belum dibangun, namun jumlah rencana bangunan stand sudah dapat diprediksi antara 100 sampai 150 lapak.

“Stand itu disewakan, bagi yang mau silahkan daftar di sini (kantor Disperindag Inhil, red). Sekarang sudah buka pendaftaran,” bebernya.

Disamping itu, ada hal terpenting yang harus diketahui yakni Pemkab melarang keras adanya parkir liar di sepanjang jalan Gadjah Mada sesuai SK Bupati Inhil nomor: KPTS.126/I/HK-2016 tentang penetapan lokasi parkir di tepi jalan umum dan tempat khusus dalam kota Tembilahan.

Artinya, lokasi pasar wadai tersebut menurutnya akan lebih kondusif jika tidak ada lahan parkir.

“Jalan Gadjah Mada itu zona parkir bebas rekontruksi parkir,” tegasnya./Mirwan




Jelang Ramadan, Lokasi Pasar Wadai Masih Dalam Perundingan

foto pasar wadai net
foto pasar wadai net

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) belum menentukan dimana lokasi pasar wadai dibulan Ramadhan mendatang.

Belum ditentukannya pasar tersebut disebabkan keinginan pedagang dengan pemerintah belum singkron. Pemerintah berencana menentukan di arena pasar Pagi jalan Baharuddin Yusuf dan di sekitar Stadion Beringin, namun para pedagang wadai memilih di taman kota jalan Gadjah Mada Tembilahan.

“Taman kota itu area penghijauan, tidak boleh ada aktivitas di sana,” kata Kepala Disperindag Kabupaten Inhil Edwan Shahsby melalui Kabid Pasar, Ahmad Fitri kepada detikriau.org, kemarin.

Dengan begitu, untuk sementara waktu Pemkab mengaku masih bingung meletakkan sesuai keinginan masyarakat pada umumnya.

“Kalau kita tegas menempatkan sesuai keinginan kita, nanti para pedagang tetap keras tidak mau dan memilih jualan di depan rumah masing-masing, kan percuma juga,” tambahnya.

Yang jelas, menjelang bulan Ramadhan tahun ini, dinasnya tetap akan menentukan pasar wadai tersebut dengan berbagai koordinasi dan negosiasi dengan para pedagang./ Mirwan