Rebut Simpati Masyarakat, pasangan Warohmah Turun dari Masjid Agung Al-Huda
Tembilahan (www.detikriau.org) – Masjid adalah tempat ibadah, kami tidak ingin ada bahasa diluaran bahwa tempat ini digunakan untuk kepentingan dunia selain tempat bermunajad kepada Allah. Namun uniknya, di dada kiri jubah putih sang ustad tangan kanan salah seorang Balon Bupati Inhil periode 2013-2018 ini saat menyampaikan himbauan tersebut tersulam tulisan BMW yang merupakan singkatan “ Bersama Muhammad Wardan”.
Pantauan langsung lapangan, sejak pagi harinya, ahad (26/5), ratusan massa pendukung pasangan Balon Bupati/Wakil Bupati, HM Wardan dan H Rosman Malomo dengan jorgan “Warohman” sudah meramaikan halaman Masjid Agung Al Huda, Jalan Jendral Sudirman Tembilahan Juga terlihat beberapa pendukung dengan atribut lengkap partai.
Usai melaksanakan sholat Dhuha, arak-arakan masa diringi tabuhan kompang dan nyanyian syair puji-pujian mengagungkan Allah dan Rasulnya Muhammad terus berkumandang mengiringi rombongan berjalan kaki menuju kantor KPUD Inhil yang berjarak kurang lebih 1 Kilo Meter.
Pasangan “Warohmah” diusung Partai Golkar, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dengan jumlah kekuatan 19 Kursi Legislatif.(dro)
Hasil Rapat 3 Fraksi DPRD Inhil Dukung Hasil Kajian
Terkait Penetapan Kemuning Sebagai Ibukota Insel——
Tembilahan (www.detikriau.org) — 3 fraksi DPRD Inhil (Fraksi Golkar, Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Fraksi Amanat Bangsa. Red) Pastikan Dukung Hasil kajian Pemkab Inhil melalui Universitas Islam Indragiri (UNISI) dengan menetapkan Kecamatan Kemuning sebagai Ibukota Kabupaten Indragiri Selatan (Insel).
Berdasarkan penjelasan Ketua Fraksi PPP DPRD Inhil, M Arfah, pertimbangan untuk mendukung hasil kajian didasarkan kepada PP 78 Tahun 2007, dimana dibunyikan bahwa penetapan ibukota harus didasarkan kepada hasil kajian.” Hasil kajian menyimpulkan Kemuning layak sebagai Ibukota Insel dan amanat perundang-undangan itu tentunya harus kita patuhi,” Tegas M Arfah, Jum’at (22/2)
Sekretaris Fraksi Golkar Inhil, Ilyas nyatakan bahwa rapat fraksinya mendukung hasil kajian. Menjelang semua infrastruktur Kecamatan Kemuning terpenuhi, Kota Baru Kecamatan Keritang diusulkan sebagai Ibukota Insel sementara.
Fraksi Amanat Bangsan (PAN dan PKPB.red), melalui Surya Lesmana juga menyatakan tanggapan senada. FAB menilai rekomendasi Ibukota Insel sudah memenuhi persyaratan untuk didukung.
Sementara 5 Fraksi lainnya yakni Fraksi Bintang Reformasi, Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (FPDIP), Fraksi Partai Demokrat (FPD) dan Fraksi Gerakan Bintang Nurani Pancasila (FGBNP) hingga hari ini belum melakukan rapat fraksi
“Belum, rencananya kita baru akan melaksanakan rapat pada hari minggu mendatang,” Jawab Ketua FBR, H Bakri melalui sambungan telepon selular, Jum’at (22/2).
FGBNP melalui Ketua Partai Gerindra, Baharuddin LA juga menyatakan fraksinya belum melaksanakan rapat. “Belum ada informasi, mungkin dalam waktu dekat,” Kata Baharuddin.
Sementara FPDIP, belum berhasil dilakukan komfirmasi. Berdasarkan keterangan dari sumber di Gedung DPRD Inhil, Fraksi Banteng moncung putih ini juga belum melaksanakan rapat. (dro/*0)
Indra Bantah Ungkap Kekecewaan atas Koalisi Usulan DPD PDIP dan DPW PKB Riau
Kandidat Bakal Calon (Balon) Gubernur Riau, H Indra Muchlis Adnan
TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Kandidat Bakal Calon (balon) Gubernur Riau, H Indra Muchlis Adnan mengaku heran dengan beredarnya pemberitaan akan kekecewaan dirinya atas keputusan koalisi Lukman Edi (LE) dan Suryadi Khusaini oleh DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan DPW PKB Riau. Indra mengaku dirinya merasa tidak pernah memberikan komfirmasi terkait pernyataan itu.
“Pengusulan koalisi itu diluar wewenang saya untuk berkomentar. Saya dan beberapa bakal calon lainnya mengikuti fit and profer test DPP PDIP di Jakarta, keputusannya tentunya DPP PDIP yang berhak menentukan. Lagipula hasilnya, hingga hari ini belum ada keputusan,” Tegas Indra M Adnan kepada detikriau.org melalui sambungan telepon selularnya, senin (11/2) malam.
Ditambahkan indra, dalam satu kalimat dituliskan “Indra Muchlis sendiri merasa belum yakin akan keputusan DPP PDIP dan DPW PKB Riau tersebut”. Konotasi kalimat ini menurutnya mengandung pengertian bahwa sudah ada keputusan tetap dari DPP PDIP.
“Harusnya dalam pemberitaan ada pembedaan yang jelas antara koalisi LE dan Suryadi Khusaini dengan fit and profer test yang dilaksanakan DPP PDIP. Urusan ditingkat Provinsi itu sah-sah saja dan tentunya tidak ada kaitan dengan diri saya. Kaitan dengan saya adalah hasil dari fit and profer test yang saya ikuti di DPP PDIP yang hingga saat ini masih menunggu keputusan.” Pungkas Indra.(dro/*0)
DPC PKB dan PDIP Inhil Nyatakan Kesiapan Berkoalisi. Deklarasi Dalam Waktu Dekat.
Ketua DPC PDIP Inhil, Maryanto (baju putih) berjabat tangan dengan Ketua Dewan Tanfizs PKB Inhil, Dani M Nursalam.
TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Ketua Dewan Tanfizs DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Inhil dan Ketua DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) nyatakan kesiapan untuk berkoalisi menghadapi Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Indragiri Hilir Tahun 2013 mendatang.
Saat itu, Kedua Ketua Partai besar ini juga sempat melontarkan bahasa bahwa sejauh ini mereka juga sudah melakukan penjajakan untuk berkoalisi dengan Partai berlambang Pohon Beringin.
Pernyataan ini disampaikan secara langsung oleh Ketua DPC PDIP Kab Inhil, H Maryanto yang saat itu berdampingan dengan Ketua Dewan Tanfizs DPC PKB Inhil, Dani M Nursalam kepada detikriau.org di Gedung DPRD Inhil, Jl. HR Subrantas, Tembilahan, Kamis (10/1).”Secara tegas saya nyatakan bahwa kita siap untuk berkoalisi dengan PKB menghadapi Pilkada 2013 mendatang. Sehubungan dengan hal ini, kita juga sudah beberapa kali melakukan pembicaraan secara internal. Dalam waktu dekat kita mungkin akan lakukan deklarasi.” Ujar H Maryanto.
Ditambahkannya, untuk lebih menggalang kekuatan, PDIP dan PKB juga sudah jajaki kemungkinan untuk melakukan koalisi dengan Partai Golkar.”
Ketua Dewan Tanfizs DPC PKB Inhil, Dani M Nursalam dalam kesempatan yang sama juga membenarkan kemungkinan koalisi PKB Inhil dengan PDI-P dalam memberikan dukungan pada Pilkada Inhil 2013 mendatang. Ia men-isyaratan, koalisi yang akan terbangun pada agenda Pilbup Inhil ini akan selaras dengan koalisi Pilkada Gubernur Riau yang sudah terjalin di tingkat Provinsi.”Insyallah saya juga nyatakan kesiapan.” Jawab Dani.
Ketika disinggung, apakah dalam koalisi ini sudah bisa dipastikan kemana dan siapa Balon Bupati yang akan diberikan dukungan, Sambil tersenyum, Dani dan Maryanto nyatakan bahwa itu masih dalam proses.” Nantilah. Yang jelas, kepada siapa dukungan akan diberikan, baik PKB sendiri maupun PDI-P proses itu saat ini masih berjalan.”Elak Dani.(dro/*0)
Pilgubri: PKB dan PDIP Sepakat Berkoalisi
PEKANBARU (www.detikriau.org) – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sepakat berjalan seiring mengusung Lukman Edy dan Suryadi Khusaini dalam Pemilihan Gubernur Riau 2013 mendatang. Memorandum of Understanding (MoU) dilakukan kedua partai di RM Sri Mersing di Pekanbaru, senin (17/12).
“Kemaren siang kita sudah sepakati untuk berkoalisi dengan PDIP menghadapi Pilgubri. Kita akan mengusung kader masing-masing untuk maju dan menyiapkan strategi pemenangan.”Ungkap Ketua DPW PKB, Abul Wahid melalui sambungan telepon selular kepada detikriau.org, Selasa (18/12)
DPW PKB Riau dengan kepemilikan 3 kursi parlemen plus 7 kursi PDIP sudah dapat mengajukan satu paket calon. Koalisi yang diagendakan untuk mengusung program pro rakyat, pro desa dan pro petani ini diharapkan Abdul Wahid akan mendapatkan restu rakyat Riau dan Ridho Allah SWT.”Setelah koalisi dengan PDIP tidak menutup kemungkinan kita akan melakukan koalisi dengan Partai lainnya yang sama-sama mengusung program Pro Rakyat,”Tambah Abdul Wahid.
Ketika disinggung siapa yang akan menduduki posisi Gubernur dan Wakil Gubernur, Abdul Wahid mengatakan untuk hal ini masih menunggu pembicaraan ditingkat pusat.
“Salah satu kesepakatannya, masing-masing partai mengajukan satu kadernya. Namun memang untuk tahap posisi gubernur dan wakil gubernur, ini masih akan dibicarakan tingkat pusat. Perlu ada komunikasi politik lanjutan,” Pungkas Abdul Wahid.(dro/*0)
Kebanggan Dewan Akan Tepat Waktunya Pembahasan APBD Dinodai dengan Ketidakseriusan Satker
Ketua DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Indragiri Hilir, H Maryanto
TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Minimnya kehadiran Kepala Dinas, Badan dan Kantor pada Rapat Paripurna Penyampaian Pidato Bupati tentang RAPBD Kabupaten Indragiri Hilir tahun anggaran 2013 membuat dewan merasa prihatin.
Pernyataan keprihatinan ini disampaikan oleh Anggota DPRD Inhil dari Dapil I, H Maryanto kepada detikriau.org usai rapat paripurna di Gedung DPRD Inhil, Jalan HR Subrantas, Tembilahan. Selasa (11/12). Penyampaian sikap keprihatinan ini menurut Ketua Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kab Inhil adalah hal yang wajar karena Agenda Paripurna yang dilakukan hari ini bisa dinilai sebuah kemajuan yang patut dibanggakan dan seharusnya juga ditunjukkan dengan keseriusan seluruh satker di lingkungan Pemkab Inhil.
“Apa yang kita bahas hari ini merupakan sesuatu yang sudah cukup lama kita idam-idamkan dan ini bisa kita nilai sebuah prestasi yang cukup membanggakan. Yang saya sayangkan, prestasi baik ini tidak diiringi dengan sikap keseriusan Satker di Pemkab Inhil. Hari ini, kehadiran pejabat setingkat Kadis, Kaban dan Kakan bisa dihitung dengan jari.” Kritis H Maryanto dengan nada suara kesal.
Politisi dari Partai Bintang Reformasi (PBR) Kab. Inhil, H Adriyanto
Ditambahkan Anggota DPRD Inhil yang sudah menjabat di Tahun ke-13 dibangku Legislatif ini, pembahasan APBD beberapa tahun belakangan selalu terjadi kemoloran waktu. Pembahasan bahkan baru dilaksanakan pada bulan maret dan akibatnya seluruh pelaksanaan pembangunan menjadi terlambat.
“Untuk APBD 2013 pembahasan bisa dilakukan pada bulan Desember tahun 2012 dan Insyaallah kita akan mampu merampungkan tepat waktu sesuai surat edaran Mendagri.”Ungkap Syukur politisi yang dinilai cukup kritis ini.
Angota DPRD Inhil dari Dapil I lainnya, H Ardiyanto dalam kesempatan berbeda bahkan malah menyampaikan kritikan langsung kepada Bupati Inhil, H Indra M Adnan. Politisi dari Partai Bintang Reformasi (PBR) ini menyayangkan ketidakhadiran Bupati. Menurutnya, seharusnya diakhir masa jabatannya, kesempatan pembahasan APBD terakhir ini Bupati selayaknya bersedia meluangkan waktu.
“Secara pribadi saya kecewa. Saya akan coba sampaikan dalam rapat fraksi nantinya terkait rasa kekecewaan ini. Saya akan usulkan untuk melakukan boikot dalam penyampaian pandangan umum fraksi nantinya jika Bupati juga tidak bersedia hadir secara langsung. Mudah-mudahan usulan saya disetujui oleh fraksi,”Warning H Ardiyanto.
Pantauan, beberapa Pejabat yang tampak hadir diantaranya Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kab Inhil, Hj Alvi Furwanti, Kabag Keuangan Setdakab Inhil, Hj Jahrona, Kepala RSUD Puri Husada, Dr. Irianto. Sedangkan Dinas, Badan dan Kantor lainnya hanya diwakili oleh sekretaris maupun kepala bagian.(dro/*0)