Gubri Suport Pengembangan Ekowisata Pantai Solop

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Gubernur Riau (Gubri) H Arsyadjuliandi Rachman memuji keindahan ekowisata Pantai Solop di Pulau Cawan Kecamatan Mandah, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).

Ungkapan tersebut disampaikan setelah berkunjung ke kawasan Pantai Solop, Minggu (30/4/2017) kemarin. Saat itu, Gubri diikuti Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Riau Sisilita, Sekdaprov Riau Ahmad Hijazi serta beberapa instansi terkait lainnya.

Dan mereka ini didampingi langsung oleh Bupati Inhil HM Wardan, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Inhil Hj Zulaikhah, Kepala Disporabudpar Inhil Junaidi serta Camat Mandah Umar Hamdy.

Selama di sana, orang nomor satu di Provinsi Riau ini menyempatkan menyusuri pantai berhampar serpihan karang putih hingga menikmati ekowisata Hutan Mangrove di sekitarnya.

“Sungguh mempesona dan cukup menjanjikan potensi wisatanya. Saya yakin, potensi serupa juga banyak ditemukan di daerah lainnya di Riau,” kata Andi.

Atas nama pemerintah, Gubri menyatakan dukungan dan suportnya terhadap pengembangan wisata andalan Kabupaten Inhil tersebut.

Sebab katanya, pengembang itu memang sejalan dengan program prioritas Pemprov saat ini tentang pengembangan sektor pariwisata./Mirwan




Warga Temukan Seekor Lumba-lumba Terdampar di Pantai Solop

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Seekor Lumba-lumba dengan ukuran kurang lebih 2 meter ditemukan warga terdampar di Ekowisata Pantai Solop, Desa Pulau Cawan Kecamatan Mandah Kabupaten Indragiri Hilir – Riau, Minggu (22/1/2017) lalu.

Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Junaidi Ismail mengatakan, bahwa kondisi hewan laut itu ditemukan dalam kondisi telah mati.

“Yang ditemukan itu Lumba-lumba, warga setempat yang menemukannya,” katanya kepada detikriau.org, Rabu (25/1/2017) malam.

Selain warga lanjutnya, penemuan bangkai lumba-lumba tersebut juga disaksikan oleh mahasiswa Universitas Riau yang sedang melakukan penelitian di lokasi.

“Waktu ditemukan bangkai lumba-lumba itu belum membusuk,” terangnya.

Saat ini, bangkai hewan yang tidak diperoleh informasi penyebab terdamparnya di pantai solop itu  masih berada di sekitar lokasi dan kondisinya telah bengkak membusuk./Mirwan




Selfi di Hutan Mangrove Pantai Solop, Pengguna Medsos Ini dikagetkan Penampakan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Salah seorang pengguna Medsos di Inhil, Mel Mel memposting foto hasil selfi di akun facebooknya pada hari Kamis (19/5/2016) pukul 19.52 WIB. Namun postingan kali ini sedikit berbeda. Pasalnya, Mel Mel menuliskan keterangan kekagetannya atas hasil selfi di kawasan Mangrove Pantai Solop Pulau Cawan Kecamatan Mandah itu.

“Kalian lihatkh, itu apa baru sadar,” tulisnya dalam foto serta menunjukkan penampakan sesuatu kejanggalan berwarna hitam dalam lingkaran warna merah.

Sontak saja foto tersebut  dikomentari sejumlah pengguna medsos lainnya. Keterangan dalam komentarnya, wanita berusia remaja ini mengaku tidak ada sesuatu apapun ketika berada di lokasi.

Meski foto terlihat agak buram, namun didalam lingkaran memang tampak sesuatu berwarna hitam gelap menyerupai bayangan tubuh manusia. Sebagian netizen ada yang berangapan hal itu hanya dahan pohon yang terhalang dari sinar matahari saat objek diabadikan melalui kamera ponsel.

Wallahu A’lam Bishawab/ Mirwan




Kembangkan pariwisata, Pemkab Diminta Lengkapi Sarana dan Prasarana

Anggota DPRD Inhil Herwanissitas
Anggota DPRD Inhil Herwanissitas, Pantai

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) diminta, untuk segera menyiapkan berbagai sarana dan prasarana pendukung guna menunjang pengoperasionalan Pantai Solop yang terletak di Desa Pulau Cawan, Kecamatan Mandah.

Permintaan tersebut disampaikan Sekretaris Komisi IV DPRD Inhil, Herwanissitas saat berbincang dengan awak media di Gedung DPRD, Jalan HR Soebrantas Tembilahan, beberapa waktu lalu.

Dikatakan pria yang akrab disapa Sitas ini, Pemkab Inhil melalui Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait harus menyiapkan berbagai hal yang diperlukan, dalam upaya mengembangkan dunia pariwisata di Negeri Seribu Parit, khususnya Pantai Solop yang akhir-akhir ini ramai diperbincangkan.

“Kalau untuk Pantai Solop, kita sudah ke provinsi. Alhamdulillah responnya sudah bagus, tinggal ke Kementerian saja lagi,” tutur Sitas.

Di Kementerian sendiri, lanjut politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Inhil ini, sudah menyatakan siap membantu dan mendukung upaya Pemerintah Daerah (Pemda) dalam mengembangkan objek wisata Pantai Solop.

“Jadi, tinggal kita lagi yang harus menyiapkan sarana dan prasarana pendukung lainnya,” tambah Sitas.

Sebelumnya, Sitas juga pernah mengungkapkan bahwa dalam mengembangkan dunia kepariwisataan, Pemkab Inhil tidak boleh setengah-setengah dan harus memilih mana yang akan diprioritaskan pengembangannya terlebih dahulu.

“Dari seluruh objek wisata yang ada, pilih mana yang fokus untuk dikembangkan terlebih dahulu,” katanya waktu itu.

Setelah objek wisata tersebut berhasil dikembangkan dengan baik, jelas Sitas, barulah dijadikan sebagai pilot project untuk pengembangan objek wisata lainnya yang ada di Kabupaten Inhil.

“Jadi, jangan semua mau dikerjakan, sehingga akhirnya tak ada satupun yang berhasil,” imbuhnya./ Adi




Kata Hasmawi, Meski Seperti Mengangkat Batang Terendam, Pengembangan Pantai Solop Mulai Buahkan Hasil

Anggota DPRD Inhil dari Partai Demokrat, Hasmawi
Anggota DPRD Inhil dari Partai Demokrat, Hasmawi (kanan)

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) untuk mengembangkan objek wisata alam Pantai Solop yang terletak di Desa Pulau Cawan, Kecamatan Mandah saat ini, diibaratkan seperti membangkit batang yang terendam.

Hal itu diungkapkan Anggota Komisi IV DPRD Inhil, Hasmawi saat hearing bersama Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar) serta pihak terkait lainnya, di ruang rapat Komisi IV Gedung DPRD, Jalan HR Soebrantas Tembilahan, belum lama ini.

Dikatakan Hasmawi, pengembangan objek wisata alam Pantai Solop tersebut telah dimulai beberapa tahun yang lalu, dimasa kepemimpinan HM Rusli Zainal di Negeri Seribu Parit.

“Hanya saja, upaya itu tidak dipertahankan dan dimaksimalkan. Makanya, sekarang kita sebut seperti membangkit batang terendam,” tutur Hasmawi.

Namun dalam beberapa bulan terakhir ini, lanjut Hasmawi, upaya Pemkab Inhil melalui Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait dalam mengembangkan objek wisata alam Pantai Solop sudah luar biasa. Itu terbukti dari mulai ramainya pengunjung yang berdatangan ke pantai yang terbentuk dari pecahan kulit satwa laut tersebut, seperti kerang, siput dan lain-lain.

“Kalau melihat kondisi terkini di Pantai Solop, diharapkan adanya inovasi baru dan upaya terus-menerus yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) dalam mengembangkan kepariwisataan di Inhil,” terangnya.

Salah satu upaya tersebut, kata Hasmawi lagi, dapat dilakukan dengan meningkatkan sarana dan prasarana penunjang, seperti yang layaknya terdapat dan bisa ditemui di tempat-tempat objek wisata alam yang ada di daerah lain.

“Yang juga tak kalah pentingnya adalah dengan memprioritaskan pengembangan 1 atau 2 tempat objek wisata saja terlebih dahulu sebagai pilot project, sehingga Pemda bisa lebih fokus,” imbuhnya./ Adi




Jadikan Objek Wisata, Pantai Solop Perlu dilengkapi Sarana dan Prasarana Penunjang

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Meskipun Pantai Solop memiliki keunikan dan keindahan tersendiri, namun untuk membuatnya menjadi lebih molek dan menarik para wisatawan, haruslah didukung dengan sarana dan prasarana penunjang layaknya tempat atau objek wisata yang ada di daerah lainnya.

Seperti yang disampaikan Anggota DPRD Inhil, Wisnaria. Menurutnya, harus dilakukan beberapa polesan lagi agar Pantai Solop menjadi lebih indah, bisa berkembang dengan pesat dan menjadi ikon serta tujuan wisata di Negeri Seribu Parit.

“Salah satu upaya tersebut, dapat dilakukan oleh Pemkab Inhil dengan menyediaan dan mensupport anggaran untuk pembangunan dan pengembangan Pantai Solop,” tutur Wisnaria,  Anggota Komisi IV DPRD Inhil ini kepada awak media, kemarin.

Konon Raja Bujang Masih Berkuasa di Pantai Solop

Apalagi, lanjut politisi PDIP Inhil ini, masih banyak fasilitas yang harus dilengkapi di pantai yang terbentuk dari hamparan kulit satwa laut tersebut, seperti rumah singgah, mushalla, toilet yang layak dan kamar mandi untuk pengunjung yang ingin mandi setelah bermain di air.

“Itu harus dibenahi, supaya Pantai Solop bisa menarik perhatian wisatawan di masa yang akan datang. Ini tentunya harus menjadi perhatian serius Pemkab Inhil ke depan,” tambahnya.

Untuk diketahui, saat ini Pantai Solop yang terletak di Desa Pulau Cawan, Kecamatan Mandah itu sudah mulai ramai dikunjungi oleh masyarakat, khususnya pada hari Sabtu dan Minggu. Karena memang, jalur transportasi dari Kota Tembilahan menuju daerah tersebut baru dibuka oleh Pemkab Inhil melalui Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar) pada akhir pekan. Adi/adv

Baca juga: Raja Bujang Benarkah Ada?