Gangguan Jiwa, Pria Ini Bakar Rumah Ayahnya

TEMBILAHAN (detikriau.org) – 1 unit rumah ludes terbakar di Parit Lajer RW 01 RW 01 Kelurahan Tembilahan Selatan Kecamatan Tembilahan, Selasa (14/6/2016) sekitar pukul 15.30 WIB.

Pemilik rumah adalah Ridwan (55), ia tinggal di rumah bersama istri dan beberapa anaknya. Kebakaran itu bukan sebatas musibah biasa, melainkan dibakar oleh anak korban sendiri, Beki (29).

Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Hadi Wicaksono Sik melalui PAUR Humas, Ipda Herimain Putra membenarkan bahwa anak korbanlah pelakunya.

“Kebakaran itu dibakar oleh anak korban itu sendiri. Pelakunya itu merupakan pasien tetap RSUD Puri Husada Tembilahan karena sedang menderita gangguan jiwa,” kata Putra, Rabu (15/6/2016).

Dijelaskan, Beki membakar menggunakan kompor gas. Saat itu, pelaku sedang memasak air panas untuk membuat kopi.

Tiba-tiba pria malang ini langsung mengamuk dan memukul ibundanya menggunakan sebatang kayu. Kemudian adik pelaku, Zuhriani (21) mencoba melerai tetapi malah ia turut dipukul.

Merasa khawatir, ibu dan adiknya langsung melarikan diri keluar dari rumah. Saat itulah pelaku membakar rumah.

“Tak lama kemudian petugas kepolisian setempat tiba di TKP dan langsung mengamankan pelaku serta membawa kembali ke RSUD Puri Husada Tembilahan untuk mendapat perawatan,” tutupnya./Mirwan




Wakil Ketua DPRD Inhil Dampingi Kunker Dinkes Inhil Ke Aceh Pidie

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Wakil Ketua DPRD Inhil, DR H Feriyandi ikut menghadiri kunjungan kerja yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Inhil ke Kabupaten Aceh Pidie Provinsi Aceh. Kegiatan yang juga diikuti oleh rombongan Komisi IV DPRD Inhil ini dalam rangka study banding program kesehatan jiwa.

Menurut Feryandi, program kesehatan jiwa pada Diskes Inhil perlu terus didukung agar manfaatnya bisa dirasakan masyarakat secara luas. Dinilainya, program tersebut sudah sangat banyak membantu masyarakat khususnya bagi mereka yang kurang mampu untuk melakukan pengobatan bagi keluarga mereka yang mengalami gangguan jiwa.

lanjut politisi Partai Golkar Inhil ini, pihaknya telah melihat hasil dari pelaksanaan program kesehatan jiwa tersebut. Dimana, sudah bisa membantu mengobati sekitar 84 dari 141 orang pasien sakit jiwa, bahkan sudah ada dari mereka yang sembuh itu melangsungkan pernikahan.

“Semenjak adanya program ini, sudah ada pasien sakit jiwa yang sembuh dan akhirnya menikah, berarti program ini kita nilai sangat baik dan memang dibutuhkan masyarakat, sehingga cita-cita agar Inhil Bebas Pasung bisa diwujudkan,” imbuhnya.

Sementara itu menurut Kepala Seksi (Kasi) Kesehatan Khusus Diskes Inhil Devi Natalia, dipilihnya Dinas Kesehatan Aceh Pidie didasarkan atas prestasi dan rekomendasi yang telah diperoleh Dinas Kesehatan Aceh Pidie oleh Kementerian Kesehatan RI dalam pelaksanaan program kesehatan jiwa.

“Kita ingin program kesehatan jiwa di Inhil berjalan semakin baik dan sukses. Karena itu, kita lakukan study banding ke Diskes Aceh Pidie, sebagai salah satu daerah yang telah berhasil menjalankan program ini,” tutur, Devi Natalia, Rabu (16/3/2016).

Dijelaskan Devi, program kesehatan jiwa Diskes Inhil yang telah memasuki tahun kedua dan dinilai cukup berhasil membantu masyarakat mewujudkan Inhil bebas pasung.

“Sejauh ini program berjalan baik, namun kita ingin lebih baik lagi, sehingga dengan study banding ini, harapan kita untuk membantu masyarakat yang terganggu kejiwaannya bisa lebih maksimal dan mencapai tujuan yang ditetapkan, yakni Inhil Bebas Pasung Tahun 2017,” pungkasnya. / Adi