Bupati Harapkan Warga Inhil di Luar Daerah Bantu Promosikan Potensi Wisata

Bupati HM.Wardan berbincang akrab dengan GUBRI dan Wakil Bupati ROHUL saat menghadiri Workshop Tuntas dan Sistem Integritas Hari Ke-3 tajaan KPK RI
Bupati HM.Wardan berbincang akrab dengan GUBRI dan Wakil Bupati ROHUL saat menghadiri Workshop Tuntas dan Sistem Integritas Hari Ke-3 tajaan KPK RI

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan mengharapkan kepada warga asal Kabupaten Inhil yang sedanh berdomisili di luar daerah untuk membantu mempromosikan objek-objek wisata.

Pernyataan tersebut disampaikannya pada saat menghadiri kegiatan buka bersama KKIH Jakarta, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, berkembang dan tidaknya wisata tersebut tergantung pada tingkat promosi, baik melalui media sosial maupun dalam bentuk lainnya.

“Kita dari Pemkab sendiri terus mempromosikan melalui media-media yang ada, baik media online, cetak maupun elektronik,” kata Wardan.

Ditambahkan, promosi melalui berbagai media itu bukan sebatas kebijakan Pemkab sendiri, namun merupakan salah satu arahan dari Menteri Pariwisata Arief Yahya, karena katanya diera digital ini memanh semestinya melibatkan berbagai media.

“Itu adalah upaya pemerintah, tidak cukup sebatas itu yakni upaya masyarakat asala Inhil juga harus berupaya membantu menyukseskan peningkatan perkembangan daerah,” tandasnya./Mirwan/Adv




Pelabuhan Parit 21 Bukan Objek Wisata Inhil

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pelabuhan parit 21 Tembilahan bukanlah objek wisata Indragiri Hilir (Inhil).

Pernyataan tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Inhil Rudiansyah melalui Sekretaris Dinas, Parisman kepada awak media di ruang kerjanya, Rabu (29/7/2015).

“Pelabuhan itu bukan tempat wisata, yang namanya tempat wisata alam di Inhil ini seperti pantai solop di kecamatan Mandah, air terjun 86 di kecamatan Kemuning dan beberapa wisata lainnya,” kata Parisman.

Mungkin katanya, tempat-tempat wisata di Inhil ini jauh dari pusat pemukiman dan akses menuju ke lokasipun masih kurang mendukung sehingga pengunjung pun terbilang minim. Akibatnya, titik-titik rekreasi biasa yang dikunjungi para wisatawan, seperti dermaga parit 21.

Bahkan diakuinya, mayoritas masyarakat Inhil kini memang sedang haus dengan tempat hiburan. Namun katanya harus disadari bersama, Inhil ini memang sulit untuk mengembangkan wisata-wisata yang ada. Pantai solop contohnya, akses menuju ke lokasi harus membutuhkan biaya yang cukup besar sehingga menjadi hambatan bagi masyarakat untuk berwisata, begitu juga air terjun 86 dan lainnya.

“Itulah permasalahannya, tapi kedepan Pemkab telah menganggarkan infrastruktur menuju air terjun 86 dengan jalan sepanjang 800 meter, ini salah satu upaya untuk menghidupkan objek wisata Inhil, khususnya objek wisata alam,” tuturnya.

Diketahui, berdasarkan pantauan lapangan, dermaga ataupun pelabuhan parit 21 Tembilahan itu kini ramai disinggahi masyarakat Inhil, apalagi pada moment-moment tertentu seperti lebaran dan haari-hari libur lainnya. Dengan ramainya pengunjung, pelabuhan tersebut nyaris dianggap tempat wisata oleh masyarakat Inhil, karena keramaiannya hampir melebihi objek wisata alam Inhil yang ada. (mirwan)




Pemkab Wacanakan Danau Air Gatal Sebagai Objek Wisata

21Bagansiapiapi (detikriau.org) – Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir akan mengembangkan dan mengangkat Danau Air Gatal untuk dijadikan objek pariwisata di wilayah Bagansiapiapi, Rohil, Riau.

Selain Jembatan Pedamaran I,II dan Kawasan Batu Enam Pinggir Sungai Rokan, objek wisata tersebut dinilai akan menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan meningkatkan pendapatan masyarakat daerah.

Hal tersebut disampaikan Bupati Rohil H.Suyatno kepada wartawan, Sabtu (21/03/15) yang lalu saat ditemui di lokasi peninjauan Danau Air Gatal di Kepenghuluan Parit Aman. Pada peninjauan bupati didampingi Sekretaris Dispora, Kakansatpol PP, Kabag Humas dan Kabag Protokol serta beberapa orang Konsultan Perencana.

“Saya bersama Ketua DPRD meninjau satu lokasi yang sangat potensi untuk objek pariwisata. Di lokasi ini akan kita kembangkan dan kita akan angkat menjadi objek wisata unggulan di Bagansiapiapi,” ujar Suyatno.

Dijelaskannya, memang saat Ini Bagansiapiapi telah memiliki objek wisata Lain, seperti Jembatan Pedamaran I ,II dan Kawasan Batu Enam Pinggir Sungai Rokan yang sering di kunjungi masyarakat Rohil.

“Jadi kalau Danau Air Gatal ini sangat luar biasa karena masyarkat bisa terhibur dan tentunya masyarakat juga mendapatkan penghasilan tambahan seperti berjualan makanan dan minuman sambil berekreasi,” imbuhnya.

Untuk anggaran pembersihan, lanjut Suyatno, Pemkab Rohil akan menganggarkan dana sebesar 3 milyar pada APBD-P 2015 nanti yang akan di poskan melalui Dinas Pariwisata Seni Budaya dan Olahraga (Disparbudpora ).

Bupati yakin, dengan kerjasama yang bagus dan dengan etikad yang baik, potensi objek wisata yang ada di Danau Air Gatal itu pasti berjalan dengan baik.

“Untuk tahap permulaan akan dilakukan pembersihan di sekitar lokasi Danau Air Gatal. Saya sangat yakin, kalau kerjasama kita bagus, kita punya etikad baik, ini pasti jadi,” tambahnya.

Menurutnya, jika objek pariwisata di Danau Air Gatal jadi di kembangkan, tidak dari daerah Ini saja yang akan datang, namun orang luar daerah juga akan berkunjung.

“Tapi dengan komitmen kita lah, bayangkan saja anak kita yang tinggal di kota Bagansiapiapi dan sekitarnya itu mau kemana dia pada hari liburm jika kita tidak punya objek pariwisata. Jangankan orang Bagan, orang luar pasti akan kesini tentunya,”  pungkasnya.

Ia Juga mengakui sudah meminta kepada pihak konsultan perencana untuk dapat mendesain danau Air Gatal seindah mungkin agar memiliki daya tarik. [tris/adv]




15 KOMUNITAS AGENDAKAN KAMPAYE PEMULIHAN FUNGSI EKOSISTEM RIAU.

PEKANBARU (www.detikriau.org) – Sebanyak 15 komunitas di Pekanbaru berkeinginan untuk mengkampanyekan Pemulihan Fungsi Ekosistem Riau dalam kegiatan di dalam komunitas mereka. Ini terlihat dari diskusi saat Lokakarya Lintas Komunitas untuk Mendorong Partisipasi Kampanye Pemulihan Fungsi Ekosistem Riau.

“Kami dari Sindikasi Karikatur Riau (Sikari), tetap akan membantu menyuarakan, mengkampanyekan pemulihan fungsi ekosistem Riau. Caranya dengan mengkampanyekan dalam bentuk karikatur. Demikian juga dengan teman-teman komunitas dan hobbies lainnya,” kata Ketua Sikari, Furqan LW, Minggu (15/7/2013), di sela-sela Lokakarya Lintas Komunitas untuk Mendorong Partisipasi Kampanye Pemulihan Fungsi Ekosistem Riau, Home Café, Jalan Soetomo, Pekanbaru.

Sementara itu, Ketua Komunitas WarGa Kota Pekanbaru, Iwan Virgin, mengatakan sebagai sebuah komunitas, mereka bisa bertindak untuk lebih lagi, tidak hanya seperti selama ini beraktivitas. Iwan menjelaska, selama ini sudah menjalankan kampanye lingkungan

“Contohnya, penanaman pohon di acara HIV/AIDS setiap 1 Desember. Jadi kita tidak bergerak hanya di kesehatan saja, juga kampanye lingkungan hidup,” kata Iwan Virgin.

Komunitas ini memiliki 80 anggota aktif dari 200 jumlah keseluruhan yang terdaftar. “Kita senang ikut acara ini dan saya akan coba tawarkan ke kawan-kawan, apa bisa kita lakukan untuk kampanye lingkungan hidup dalam waktu dekat ini,” kata Iwan.

Ketua Asosiasi Klub dan Komunitas Pekanbaru (Asccop), Alfius Zachawerus, mengatakan, lokakarya yang digagas Jikalahari, AJI dan Fopersma sangat bermanfaat, tidak muluk-muluk, dan bisa diaplikasikan.  Mereka berencana menggelat touring keliling kabupaten/kota di Riau sambil mencari objek wisata yang hutannya masih asri, belum dirusak.

“Selama ini kita harus ke Sumatera Barat untuk berwisata, kenapa tidak kita berwisata di daerah di Riau, masih ada objek wisata hutan yang asri,” jelasnya.

Asscop memiliki 12 klub motor dengan 1.800 anggota. “Kita setiap kegiatan tanam pohon dengan Satlantas, di Sungai Siak, rutin dalam sebulan, awal dan pertengahan,” kata Alfius.

Sementara itu, pemateri Fahrurrazi Rajid Malley mengatakan, para peserta usai diberikan materi dan bimbingan saat lokakarya, dilanjutkan dengan membuat apa yang bisa lakukan dalam kampanye lingkungan mereka.

“Para peserta usai diberikan materi dan bimbingan, dilanjutkan dengan membuat apa yang bisa dilakukan dalam kampanye lingkungan hidup disesuaikan dengan komunitas dan hobi mereka,” kata Fachrurrazi saat memberikan materi Merajut Lintas Komunitas untuk Mendorong Partisipasi Kampanye Pemulihan Fungsi Ekosistem Riau.

Sementara itu, Wakil  Koordinator Jikalahari, Fadil Nandila mengatakan, Jikalahari akan melakukan bimbingan selama dua tahun terhadap komunitas dalam menjalankan aksi kampanye lingkungan hidup.

“Kita akan selalu membimbing teman-teman komunitas untuk selalu mengkampanyekan pemulihan fungsi ekosistem Riau,” jelas Fadil.

Tujuan tersebut jadi target utama lokakarya ini. “Biasanya yang berjuang menyelamatkan lingkungan hanya para aktivis yang bergerak di bidang lingkungan saja. Sekarang ini kita coba rangkul komunitas lainnya juga,” sambung Fadil.  (rls)