Setelah Crane Jatuh, Musibah di Tanah Suci Kembali Terjadi , Lebih dari 200 JCH Tewas terinjak-Injak

detikriau.org – Musibah kembali terjadi di tanah suci. Lebih dari 200 jamaah haji meninggal dunia dan ratusan lainnya mengalami luka-luka. Peristiwa ini terjadi saat jamaah haji sedang melakukan ibadah wajib melempar jumrah di Mina dipinggiran kota Mekkah. Kamis (24/9/2015)

“sementara 450an jamaah haji lainnya mengalami luka-luka,” disampaikan direktorat pertahanan sipil Arab Saudi dilansir melalui aljazeera.com

Diterangkan, prosesi melempar jumrah jamaah haji tahun ini diikuti sekitar dua juta orang.
menurut laoran reporter Al Jazeera, Basma Atassi dari Mina, insiden itu terjadi di jalan antara kamp haji yang bernama jalan 204.

Sementara itu juga dilaporkan hingga saat ini jumlah JCH yang meninggal mungkin akan terus bertambah.

“Ini hanya jumlah awal … Awal musim haji sudah dibayangi oleh kecelakaan derek yang menewaskan 107 orang dan melukai lebih dari 200,” kata reporter Aljazeera, Alsaleh. (*/dro)




Diterjang Longsor, 3 Rumah Warga di Tanah Merah Rusak

Gbr Ilustrasi
Gbr Ilustrasi

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Bencana alam tanah longsor kembali menerjang wilayah Kabupaten Indragiri Hilir, Jum’at (20/2/2015) malam.

Pada musibah yang terjadi sekitar pukul 22.30 WIB ini, setidaknya 3 unit rumah warga yang terletak di RT 02 RW 02 Lorong Perigi, Kelurahan Kuala Enok, Kecamatan Tanah Merah mengalami kerusakan.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari pihak kepolisian, kronologis terjadinya musibah yang cukup sering melanda daerah tersebut, berawal saat para korban yang rumahnya mengalami kerusakan sedang terlelap dalam tidurnya.

“Tidak berapa lama kemudian, korban terbangun karena mendengar teriakan dari warga, yang menyuruh korban keluar dari rumah,” tutur Kapolres Inhil, AKBP Suwoyo melalui Kapolsek Tanah Merah, AKP Bahtiar.

Sesampainya di luar rumah, lanjut Bahtiar, korban baru mengetahui bahwa rumahnya sedang dalam keadaan longsor, sehingga ia pun bergegas meninggalkan rumah tersebut untuk menyelamatkan diri.

“Akibat bencana ini, para korban mengalami kerugian sekitar Rp 200 juta,” terangnya.

Sementara itu, untuk seluruh korban yang rumahnya mengalami kerusakan, saat ini harus diungsikan ke tempat yang lebih aman, yakni di rumah tetangga dan keluarga dekat korban.

“Kita imbau kepada seluruh masyarakat sekitar, untuk lebih meningkatkan kewaspadaannya, guna mengantisipasi terjadinya longsor susulan,” imbuhnya.

Adapun 3 untir rumah warga yang rusak diterjang bencana alam tanah langsor ini, diantaranya rumah milik Samsudin (44) sebanyak dan rumah milik Nurdin (50) 1 unit. (adi)




Hindrai Korban Jiwa, Masyarakat Dihimbau Tingkatkan Kewaspadaan

6TEMBILAHAN (detikriau.org) – Masyarakat dihimbau untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dini dalam mengantisipasi adanya musibah maupun bencana alam.

Himbauan ini disampaikan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Indragiri Hilir, H Yusfik. Selama ini menurutnya ada beberapa musibah yang kerap melanda daerah itu, seperti kebakaran, tanah longsor dan angin puting beliung.

“Kalau musim penghujan seperti saat ini yang perlu kita waspadai adalah angin puting beliung,”ujar Kepala BPBD Yusfik, kemarin.

Di Kabupaten Indragiri Hilir lanjut Yusfik ada beberapa titik daerah rawan longsor. Antara lain Kecamatan Tanah Merah, Enok, Mandah dan Kecamatan Kuala Indragiri (Kuindra) serta beberapa kecamatan lainya. Sedangkan musibah kebakaran selama ini masih tercatat sebagai angka tertinggi.

“Kewaspadaan salah satu cara mengurangi resiko terjadinya korban jiwa,”tutur mantan Kepala Badan Penanaman Modan Inhil ini.(dro/*1)




Baca Surah Yasin, Warga Inhil Sambut Arba Musytamir

imagesTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Rabu, (9/1), warga diberbagai pelosok Kabupaten Inhil menyambut hari Arba Musytamir (Rabu Musytamir_red) dalam rangka menolak bala dan musibah yang kemungkinan akan menimpa. Kegiatan ini dilakukan dengan melaksanan pembacaan surah Yasin di mesjid dan surau.

Pantaun dibanyak mesjid dan surau, pelaksanaan pembacaan Surah Yasin dilaksanakan sebelum pelaksanaan Shalat Dzuhur. Acara ini juga biasanya diringi dengan berbagai makanan yang akan diserahkan kepanitian mesjid dan surau untuk dimakan usai pelaksanaan pembacaan surah Yasin.

“Kegiatan semacam ini memang sudah rutin diadakan di Inhil. Salah satu permohonan yang kita panjatkan kepada Allah adalah agar kita terhindar dari musibah yang akan menimpa kita ditahun ini,” ujar Izal salah seorang warga Gunung Daek, (9/1).

Masih menurut yang bersangkutan kegiatan semacam ini rutin dilaksanakan pada setiap Rabu terahir dibulan Syafar (kelender Hijriah _red). Konon katanya, Rabu terahir di bulan itu adalah bulan panas dimana banyak musibah dan bala diturunkan Allah kepada umat manusia yang tidak mengindahkan seruan dan ajaranNya.

“Agar kita terhindar dari musibah seacam itu, makanya kita isi dengan pembacaan Alquran, terutama Surah Yasin. Harapan kita selaku orang yang beriman, agar kita terhindar dari bala,” katanya.

Ungkapan senada juga diucapkan Ana warga Concong Tengah Kecamatan Concong. Pada Rabu terahir di bulan Syafar masyarakat di kampungnya memang selalu menyelenggarakan kegiatan semacam ini. Pada tahun ini, dirinya membuat beraneka kue untuk dimakan bersama warga yang melaksanakan peringatan Arba Musytamir.

“Bukan hanya saya, asih banyak kaum ibu yang membuat berbagai kue untuk dimakan bersama-sama usai pembacaan Surah Yasin di mesjid dan surau,” ujarnya.

Tradisi semacam ini memang terus berkembang dan dipertahankan oleh masyarakat Inhil. Dalam setiap tahunnya bukan hanya Arba Musytamir yang diperingati, tapi juga ada tradisi bubur Asyura yang biasanya jatuh dan diperingati pada 10 Muharram. (dro/*2)




ANTISPASI BENCANA, BPBD INHIL SIAGA 24 JAM PENUH

BPBDTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Guna mengantisipasi timbulnya berbagai bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indragiri Hilir menyiagakan personil dan peralatan 24 jam penuh.

Pernyataan ini disampaikan oleh Kepala BPBD Kab Inhil, Anwar Nawang kepada detikriau.org melalui sambungan telepon selular, rabu (26/12). Menurut Anwar, kesiapsiagaan personil dan peralatan selam 24 jam penuh ini untuk mengantisipasi kerawanan timbulnya bencana akibat situasi cuaca yang tidak menentu termasuk antisipasi dalam menghadapi tibanya malam pergantian tahun.

“Kita akui sehubungan dengan kondisi cuaca yang tidak menentu, bisa saja akan cendrung meningkatkan kerawanan terjadinya bencana baik itu di darat, laut maupun udara. Untuk mengantisipasi terutama dalam hal memberikan bantuan kepada korban, kita sudah mensiagakan petugas dan peralatan kita selama 24 jam penuh. Insyaallah kita siap kapan saja dibutuhkan.” Jawab Anwar Nawang.

Terkaitnya tingginya pasang akibat intensitas curah hujan yang juga relatif tinggi disetiap penghujung tahun disebut Anwar sebagai kejadian yang cukup lumrah khususnya untuk Kab Inhil. Namun Anwar nyatakan untuk mengantisipasi kejadian terburuk, Badan yang berada dibawah pimpinannya juga terus melakukan pantauan dan mempersiapakan seluruh sumberdaya jika memang nantinya diperlukan.

“menghadapai malam pergantian tahun, kini kita juga sudah menyiagakan satu unit mobil damkar yang kita poskan di lokasi pasar Jalan Jendral Sudirman. Sekali lagi saya nyatakan kita siap namun tentunya kita berharap dan sama-sama berdo’a semoga musibah itu tidak menimpa kita,” Harap Mantan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Inhil ini mengakhiri. (dro/*0)




BPBD Usulkan Pembangunan Sumur BOR di Pemukiman Padat

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab. Inhil canangkan pembangunan sumur bor disetiap pemukiman padat penduduk. Hal ini dinilai wajar sebagai langkah antisipasi karena seringnya kesulitan mendapatkan sumber air saat penanganan peristiwa  kebakaran.

“Usulannya sudah kita ajukan kepada Sekda. Jika keinginan ini bisa terpenuhi tentunya akan mempermudah proses penanganan saat terjadinya peristiwa kebakaran,”Ujar Kepala BPBD Inhil Anwar Nawang belum lama ini.

Disamping kendala air, ditambahkan Mantan Kadisdik Inhil ini, sempitnya ruas jalan, ramainya masyarakat yang memadati lokasi kebakaran serta kondisi kebanyakan bahan bangunan perumahan rakyat berbahan kayu juga dinilai menjadi beberapa faktor penghambat penanganan dalam musibah kebakaran.

“dalam waktu dekat ini kita akan adakan rapat koordinasi dengan beberapa pihak terkait seperti Kepolisian, Dishub dan satpol PP untuk membicarakan terkait persoalan penanganan bencana kebakaran ini,” Tutup Anwar Nawang. (Am)