Amankan Idul Fitri, Polres Inhil Kerahkan 200 Lebih Personil

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Polres Indragiri Hilir (Inhil) mengerahkan sebanyak 258 personil untuk mengamankan perayaan Idul Fitri 1437 H. Pengamanan itu dinamakan dengan Operasi Ramadniya yang berlangsung dari tanggal 30 Juni sampai 14 Juli mendatang.

Operasi tersebut juga sudah dilakukan gelar pasukan di halaman Mapolres Inhil jalan Gadjah Mada Tembilahan, Kamis (30/6/2016). Saat itu dihadiri oleh Bupati Inhil HM Wardan, Kapolres Inhil AKBP Hadi Wicaksono Sik beserta unsur Formopimda lainnya.

Kapolres mengatakan, pengamanan tahun ini ada beberapa bidang yang siap siaga, seperti pos pengamanan mudik baik jalur darat maupun laut dan serta didirikan juga beberapa pos pelayanan.

“Pos pengaman jalur darat ada tiga titik yakni di kota Tembilahan, Kecamatan Kempas dan Kecamatan Kemuning. Sedangkan pos layanan pelabuhan ada dua yakni di Tembilahan dan Kateman,” kata Hadi Wicaksono.

Tak hanya itu, kepolisian juga sudah menyiapkan sejumlah personil Satpol Air yang bertugas dibeberapa titik perairan Inhil, khusus titik-titik yang dinilai rawan terjadi tindak pidana maupun kecelakaan laut.

Khusus jalur-jalur perlintasan, ditegaskan Kapolres, petugasnya akan stand by di lokasi dan siap melayani masyarakat yang sedang dalam masalah bermudik.

“Kita tidak sendiri, kegiatan ini juga dibantu beberapa instansi terkait seperti TNI, Dishub, Satpol PP dan lainnya,” tutupnya./Mirwan




KPK Minta PNS Tak Gunakan Mobil Dinas Saat Mudik

Jakarta – KPK mengimbau pegawai negeri sipil dan penyelenggara negara tidak menggunakan mobil dinas untuk kepentingan pribadi termasuk saat merayakan Lebaran bila bukan untuk kepentingan pekerjaan.

“Kami imbau instansi pemerintah negara agar kendaraan operasional karena melekat terhadap individu tertentu tidak digunakan untuk sarana-sarana di luar kedinasan,” kata Direktur Gratifikasi KPK Giri Suprapdiono di gedung KPK Jakarta, Jumat (24/6/2016).

Himbauan itu timbul karena menurut Giri banyak masyarakat yang menanyakan mekanisme penggunakan mobil operasional menjelang Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1437 Hijriah.

“Kalau menemukan pejabat menggunakan mobil dinas masyarakat dapat melaporkan hal itu, kami menggunakan momen hari raya untuk menyampaikan larangan ini,” ungkap Giri.

Selain himbauan untuk tidak menggunakan mobil dinas, KPK juga menghimbau agar pegawai negeri dan penyelenggara negara agar menolak gratifikasi jelang hari raya.

Pada penjelasan Pasal 12B UU No.20 tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi disebutkan bahwa gratifikasi meliputi pemberian uang, barang, rabat (potongan harga), komisi, pinjaman tanpa bunga, tiket perjalanan, fasilitas penginapan, perjalanan wisata, pengobatan cuma-cuma dan fasilitas lainnya kepada setiap pegawai negeri dan pejabat penyelenggara negara.

Orang yang disebut sebagai pegawai negeri dan pejabat negara adalah pegawai negeri sipil, TNI/Polri, pegawai BUMN/BUMD, pegawai lembaga, Pegawai BUMN/BUMD di semua level.

Bila bingkisan tersebut berupa makanan yang mudah kedaluwarsa, mudah rusak dalam waktu singkat dan dalam jumlah wajar, KPK menganjurkan agar dapat disalurkan ke panti asuhan, panti jompo, dan pihak lain yang lebih membutuhkan.

Namun hal itu harus dilaporkan kepada masing-masing instansi disertai penjelasan taksiran harga dan dokumentasi penyerahannya.

Selanjutnya masing-masing instansi melaporkan seluruh rekapitulasi penerimaan tersebut kepada KPK.

“Pada dasarnya pengawasan diserahkan ke pengawas internal masing-masing kementerian dan lembaga karena mereka yang lebih tepat dalam menetapkan kebijakan atau sanksi,” ungkap Giri.

Namun KPK juga memberikan kontak dalam surat edaran kepada kementerian/lembaga sehingga bila ditemukan pelanggaran masyarakat dapat melaporkan.

“Hanya tindak lanjutnya tetap melibatkan pengawas internal dan pimpinan lembaga tersebut sesuai dengan peraturan yang berlaku. Tapi sudah ada yang misalnya sudah mengandangkan mobil dinas menjelang hari raya,” tambah Giri.

Sumber: inilah.com

 

 




WABUB INHIL IRUP GELAR PASUKAN OPERASI KETUPAT 2012

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) — Kepolisian Resort Inhil Jum’at (10/8) pagi menggelar upacara gelar pasukan dalam rangka operasi ketupat menyambut lebaran Idul fitri 1433 H tahun 2012.  Hadir sebagai Inspektur upacara tersebut Wakil Bupati Kabupaten Indragiri Hilir H Rosman Malomo.

Wabub, Rosman Malomo berharap kerja sama yang terkoordinasi antar seluruh pihak terkait tentunya akan dapat menekan terjadinya hal yang tidak di inginkan. Wabub juga berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut ditahun-tahun berikutnya.

“Dengan bersama-sama ikut mengambil andil dalam kegiatan Mudik tahun ini, saya yakin kita dapat menekan terjadinya hal hal yang tidak kita inginkan, dan saya rasa apa yang kita lakukan hari ini sangat penting bagi kepentingan masyarakat banyak dan dapat terus ada setiap tahunnya dengan perbaikan-perbaikan atau evaluasi dari tahun-ketahun pula,” ujarnya.

Terkait dengan buruknya kondisi jalan dan geografis wiayah Kabupaten Inhil, Wabub menghimbau seluruh masyarakat pemudik dan penggunan jalan untuk dapat berhati-hati dan saling menghormati sesama pengguna jalan guna menghindari hal hal yang merugikan keselamatan pribadi dan bersama.

“Seperti yang kita tahu perbaikan-perbaikan jalan yang tengah kita lakukan saat ini tentunya tidak dapat kita sulap untuk segera selesai, tentunya butuh waktu untuk memperbaikinya. Oleh sebab itu saya menghimbau kepada para pemudik dan pengguna jalan agar dapat berhati-hati dan saling menjaga kenyamanan bersama dalam perjalanan,” himbau Wabub.

Dalam kesempatan itu, Kapolres Inhil, AKBP Dedi Rahman Dayan SIK MSI mengatakan, untuk operasi ketupat tahun ini pihaknya melibatkan personil sebanyak 321 yang terbagai, 177 polisi dan sisanya merupakan gabungan instansi seperti Satpol PP, Dinas Perhubungan dan juga dibantu Unsur TNI.

Dalam operasi yang digelar selama 16 hari tersebut, setiap personil disebar di Tujuh posko yang terdapat untuk Kabupaten Indragiri Hilir, diantaranya, Lintas Sumatra, Kecamatan Kempas dan Dalam Kota. Berbeda dengan tahun lalu, tahun ini pihak kepolisian juga memprioritaskan jalur laut dengan membuat 4 Posko yang dipantau Polair di 3 Kecamatan seperti Kecamatan Gaung, Tanah Merah dan Kuindra.

“Dalam operasi pekat kita tahun ini kita melibatkan 321 personil yang mana dari kita sendiri ada 177 personil, sedangkan sisanya dibantu instansi terkait lainya termauk TNI. Sedangkan untuk Kabupaten Inhil tahun ini kita memiliki tujuh posko yang kita sebar di titik titik dalam kota hingga jalur lintas Sumatra dan jalur laut,” jelas Kapolres.

Kapolres juga menghimbau kepada seluruh masyarakat terutama bagi para pemudik, untuk tetap menjaga Kamtibmas dan Kamsertibcalantas, agar tetap berhati-hati dan waspada disetiap aktivitas yang dilakukan baik mudik maupun tidak mudik.

“Seluruh masyarakat kita himbau agar bersama-sama menekan terjadinya hal-hal yang tidak di inginkan seperti, kecelakaan, kebakaran, perampokan dan Pencurian. Dengan tetap berhati hati dan waspada dalam setiap melakukan aktivitas, baik bagi yang mudik maupun yang tidak mudik ,” Himbau Kapolres. (fsl)