Bupati Inhil Nyatakan Komit Majukan Desa

Bupati saat disambut warga Sungai Buluh. Foto: Mirwan
Bupati saat disambut warga Sungai Buluh. Foto: Mirwan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan nyatakan berkomitmen untuk memajukan pembangunan ditingkat perdesaan, terutama jalan penghubung antar desa.

Penyataan ini dilontarkannya di sela kunjungannya di Desa Sungai Buluh Kecamatan Concong, akhir pekan kemaren. Dimana, ketika itu dilihatnya kondisi desa tersebut masih perlu pembangunan yang lebih maksimal, terutama pada jalan penghubung.

Diketahuinya, desa Sungai Buluh itu sampai saat ini belum memiliki akses untuk ke luar desa melainkan hanya melalui kendaraan laut, dan ini menjadi PR bagi Pemkab Inhil kedepan.

”Sebenarnya APBD kita cukup besar. Untuk diketahui, program DMIJ itu hanya sebagian kecil saja, namun masih bisa kita gunakan dari APBD Provinsi bahkan APBN melaui dinas terkait,” kata Wardan.

Kedepan, ditegaskan Bupati, ia akan mengerahkan pemerintah kecamatan hingga pemerintah desa baik itu lurah maupun kepala desa untuk memprioritaskan pada tujuan tercapainya jalan penghubung antar desa ini.

Tidak hanya pada jalan penghubung, orang nomor satu di Negeri Sri Gemilang ini juga menyebutkan juga pada penerangan serta air bersih yang ada di desa, pada intinya keterkaitan kemajuan serta kemakmuran desa yang ada di Kabupaten Inhil ini.(mirwan/adv)




DP Korpri Taja MTQ Perdana

Foto: Mirwan
Foto: Mirwan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dewan Pengurus Korps Pegawai Negeri Republik Indonesia (DP Korpri) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menggelar Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tahun 2015 di Mesjid Yayasan Amal Pancasila Jalan Baharuddin Yusuf Tembilahan, Selasa (28/4/2015).

MTQ Korpri ini berlangsung selama dua hari dari tanggal 28 sampai 30 April mendatang. Kegiatan ini dibuka resmi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Inhil H Alimuddin RM dan dihadiri sejumlah pejabat eselon di lingkungan Pemkab Inhil serta anggota Korpri Kabupaten Inhil.

Sekda Inhil mengatakan dalam sambutannya bahwa MTQ Korpri ini perdana dilakukan di Kabupaten Inhil. Sebelumnya, jika ingin mengirimkan peserta MTQ dari Korpri ini langsung menunjuk siapa yang akan mewakili Korpri Inhil. Dari penyelenggaraan Musabaqah itu diakui Sekda kalau Korpri Inhil saat ini telah melangkah satu langkah kedepan.

Menurutnya, dari MTQ perdana tersebut sangat luar biasa. Kenapa tidak, ternyata antusias anggota Korpri yang ingin bersaing cukup banyak. MTQ kali ini tercatat sebanyak 37 peserta terdiri dari dinas dan instansi sebanyak 13 orang, unit Korpri Kecamatan sebanyak 16 orang dan dari instansi vertikal sebanyak 8 orang.

“Setelah dibukanya MTQ, ternyata banyak yang siap bersaing dan ini membuktikan Korpri kita juga berkompoten terhadap baca al-Qur’an,” kata Alimuddin yang juga menjabat sebagai ketua DP Korpri Kabuputen Inhil.

Ia mengharapkan dari MTQ itu bisa menumbuhkan bibit-bibit Qori’ dan Qori’ah Korpri yang handal, kalau perlu katanya Kori’ dari Korpri ini bisa menular ke anak-anak Inhil. Pada intinya, ia sangat menginginkan yang terbaik untuk daerah Inhil kedepannya.(mirwan/adv pemkab inhil)




Kepala Kantor Pos Doakan Realilasi Dana PSKS Tepat Sasaran

foto: mirwan
foto: mirwan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kepala Kantor Pos Cabang Tembilahan Ryan Lenova doakan realisasi dana Program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS) tidak salah sasaran keseluruh warga yang menerima.

“Tercatat sebanyak 25,750 warga se-Kabupaten Inhil yang menerima PSKS ini, perorang menerima Rp 600 ribu. data ini kami terima bersih dan kami juga tidak tau apakah data ini berdasarkan data BPS baru atau yang lama,” ungkapnya kepada awak media di ruang kerjanya, Kamis (16/4/2015).

Yang jelas lanjutnya, pihak kantor Pos hanya merealisasikan sesuai dengan data yang telah tersedia. Ia mengatakan untuk pelaksanaan pembagian dana ini dilakukannya di seluruh kecamatan selama seminggu mulai tanggal 13 sampai 18 April mendatang.

Diakuinya, dari pantauannya di lapangan dalam beberapa hari belakang ini terbilang tertip pada pelaksanaan perealisasi, tidak hanya di kota Tembilahan, kecamatan lain juga terbilang lancar.

Sebab katanya, selain dibagikan secara teratur, pihaknya juga berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk meminta bantuan. “Sebenarnya, dana sebesar Rp 600 ribu tersebut tidak mesti diambil si penerima keseluruhan, bisa hanya mengambil setengah terlebih dahulu dan diambil dibulan berikutnya,” teranganya.

Dijelaskannya, hal itu disebabkan berupa program simpanan dan sangat dianjurkan pihak terkait untuk menabung saja. Namun untuk warga kabupaten Inhil ini, belum ditemukan warga yang ingin menyimpan sebagian dari total dana PSKS.

“Mungkin saja mereka memang sangat membutuhkan dana ini, jadi kita juga tidak memaksakan mereka untuk menabung,” tutupnya.(mirwan)




Pelaksanaan UN SLTA di Inhil Sukses

Bupati Inhil, HM Wardan saat memantau pelaksanaan UN di salah satu sekolah di Kec Tembilahan Hulu kemaren. foto: mirwan
Bupati Inhil, HM Wardan saat memantau pelaksanaan UN di salah satu sekolah di Kec Tembilahan Hulu kemaren. foto: mirwan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Ujian Nasional (UN) tingkat Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) tahun 2015 di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) terbilang sukses, bahkan lebih sukses dari tahun lalu.

Pernyataan ini disampaikan Kepala Dinas Pendisikan (Disdik) Kabupaten Inhil Helmi D melalui Kabid Dikmen, Suwardi kepada awak media, Kamis (16/4/2015) sore.

“Kalau tahun lalu masih terdapat kendala, namun untuk tahun ini lancar, baik berupa pendistribusian pasilitas ujian, jadwal pelaksanaan maupun proses pengawasan selama menjalani UN,” katanya.

Namun demikian, ia menyampaikan sedikit kendala yang didapat hanya pada mata UN Bahasa Inggris, sebab dalam ujian itu terdapat ujian listening yang memfungsikan alat untuk mendengarkan. Waktu itu, ada beberapa sekolah terhambat karena listrik sedang mati.

Secara cepat pihak panitia katanya langsung mengatasi dan tetap berjalan lancar. Sampai akhir UN, diakuinya juga tidak terdapat kebocoran soal UN di seluruh SMA sederajat di Kabupaten Inhil.

Untuk pengumpulan Eljun ke kantor Disdik Inhil, untuk SMA katanya sudah 80 persen yang telah mengumpulkan. Namun untuk SMK, Negeri maupun Swasta se-Inhil, hingga sore itu baru 1 SMK yang datang membawa Eljun, yakni SMK Kateman.

“Yang jelas kami tegaskan, seluruhnya baik SMK maupun SMA harus sudah mengumpulkan Eljun kesini pada sore (17 April, red), jika ada yang terlambat jangan salahkan kami jika dapat sanksi dari pimpinan Dinas,” tegasnya.

Meski demikian, Suwardi yakin kalau di Inhil ini akan mengumpulkan Eljun tidak ada yang terlambat, hal ini berdasarkan pengalaman pada tahun-tahun sebelumnya yang belum pernah ditemukan sekolah terlambat.(mirwan)




Pemkab Inhil Gelar Rapat Perdana Persiapan MTQ Ke-45 Tingkat Kabupaten 2015

foto: Mirwan
foto: Mirwan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) gelar rapat perdana persiapan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-45 tingkat Kabupaten tahun 2015 di Balai Kantor Bupati Inhil Jalan Akasia Tembilahan, Rabu (15/4/2015) sore.

Rapat ini dipimpin Asisten II Setda Kabupaten Inhil, H Fauzar didampingi Asisten III Setda Kabupaten Inhil H Afrizal dan dihadiri sejumlah unsur Forkopimda Kabupaten Inhil.

Dalam rapat ini, Asisten II Setdakab Inhil menyampaikan struktur panitia pelaksana yang telah disahkan oleh Bupati Inhil HM Wardan beberapa waktu lalu. Dimana, disampaikankan Fauzar MTQ tahun ini Bupati menunjuk Mukhtar (Kepala Disbun Inhil) sebagai ketua panitia pelaksana, begitu juga sejumlah panitia jajarannya.

“Jika ada yang merasa kurang sesuai dengan bidangnya distruktur kepanitiaan ini masih bisa mengajukan perubahan jabatan yang lebih sesuai dengan bidangnya, sebab pelaksanaannya masih ada jeda waktu kita,” katanya.

Sebab katanya, MTQ ke-45 tingkat Kabupaten Inhil yang akan dilaksankan di Kecamatan Sungai Batang ini penyelenggaraannya masih cukup lama yakni pada tanggal 20 Mei mendatang, dan ini merupakan hasil kesepakatan rapat sore itu dan disesuaikan dengar berbagai pertimbanangan seperti kondisi fisik alam serta lainnya, terlebih pada kegiatan Pemda yang lain.

“Jika sempat tertunda sampai bulan Juni maka akan terbentur dengan kegiatan Milad Kabupaten Inhil, oleh sebab itu saya tegaskan MTQ ini ditargetkan paling lambat pelaksanaannya akhir bulan Mei 2015,” tukasnya.

Artinya, dalam rapat itu banyak pertimbangan dalam menetapkan tanggal. Seperti kondisi fisik alam, ada juga terbentur jadwal kegiatan Pemkab yang lain serta persoalan lainnya. Meski begitu, Asisten II menegaskan pelaksanaan ini tidak bisa ditunda terlalu lama karena, ketika memasuki awal bulan Juni mendatang, maka jajaran Pemkab akan disibukkan dengan persiapan kegiatan Milad Kabupaten Inhil.

“Target kita paling lambat akhir dibulan Mei, jika tertunda lagi maka lebih jauh tertunda pelaksanaannya, oleh sebab itu kita maksimalkan tenaga dalam bulan Mei ini agar terlaksanan dengan sukses,” katanya lagi.

Ia berpesan, panitia yang ada ini untuk dapat bekerja maksimal. Dan diberinya target persiapan pembangunan fisik harus sudah rampung seminggu sebelum hari H pelaksanaan MTQ ini.(mirwan/adv pemkab)




Kadisdik Inhil Tegaskan Tidak Ada Pungli Ijazah. Nasir, Boleh Sebatas Tranportasi

Kadisdik Inhil, Helmi D (tengah) saat pantau pelaksanaan UN hari pertama bersama Bupati Inhil, HM Wardan. Foto: Mirwan
Kadisdik Inhil, Helmi D (tengah) saat pantau pelaksanaan UN hari pertama bersama Bupati Inhil, HM Wardan. Foto: Mirwan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Helmi D tegaskan tidak ada Pungutan Liar (Pungli) Ijajah pada Sekolah Menengah Pertama (SMP).

“Sekolah wajib 9 tahun, artinya ditingkat SMP juga tidak dibenarkan adanya biaya Ijazah. Jikapun ada kedapatan nanti, kami suruh kembalikan saja,” ungkap Helmi kepada awak media disela pantauan pelaksanaan UN disejumlah sekolah, Senin (13/4) sambil menerangkan bahwa larangan itu berdasarkan Permendikbud RI.

sementara itu, Kasi SMP Disdik Inhil, M Nasir menerangkan, setelah usai pelaksanaan UN SMA tahun ini, diwacanakannya Disdik akan mengumpulkan kepala SMP se-Kabupaten Inhil. Tujuannya, memberi arahan apa saja yang mesti dilakukan pihak sekolah.

“Termasuk juga memberi penegasan tidak dibenarkan adanya biaya Ijazah. Selama ini, kami hanya menyampaikan semacam himbauan saja, namun pada rapat nanti akan kami sampaikan larangan keras sesuai prosedur,” kata Nasir.

Untuk sementara, ia sedikit memberi keringanan terhadap ada pungutan tersebut hanya berupa uang transportasi semata. Dicontohkannya seperti sekolah yang jauh dari kota Kabupaten, tentu butuh biaya transportasi untuk mengambil Ijazah di kantor Disdik.

“Hanya sebatas itu, tidak boleh lebih. Dan iurannya pun secukupnya saja sesuai dengan biaya jarak tempuh yang dibutuhkan sekolah,” pungkasnya. (mirwan)