Alhamdulillah…Yuddy Putuskan Angkat 440 Ribu Honorer K2 jadi CPNS

JAKARTA – Kabar gembira bagi seluruh honorer kategori dua (K2). Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Yuddy Chrisnandi memutuskan mengangkat seluruh honorer K2 sebanyak 439.965 orang.

“Setelah kami berhitung dan mempertimbangkan dampak positif dan negatifnya, kami putuskan untuk mengangkat ‎seluruh honorer K2 secara bertahap. Kuotanya kami bulatkan menjadi 440 ribu orang,” kata MenPAN-RB Yuddy Chrisnandi dalam rapat kerja dengan Komisi II DPR RI, Selasa (15/9).

Dia menyebutkan, penyelesaian K2 akan dilakukan secara bertahap mulai tahun depan hingga 2019.

Keputusan ini menurut Yuddy, karena banyak honorer K2 berusia di atas 35 tahun sehingga tidak bisa diberlakukan mekanisme UU ASN.

‎”Kami sudah memikirkan matang-matang dan berhitung, untuk mengangkat 440 ribu honorer K2. Tidak ada lagi yang menjadi PPPK, tapi seluruhnya CPNS,” tandasnya. (*)

sumber: http://www.jpnn.com/read/2015/09/15/326729/Alhamdulillah…Yuddy-Putuskan-Angkat-440-Ribu-Honorer-K2-jadi-CPNS-




Bakar Tongkang, 4 Mentri Akan di Undang

29Bagansiapiapi (detikriau.org) – Sebanyak empat Menteri akan diundang pada event Ritual Bakar Tongkang yang akan digelar Juli mendatang di Bagansiapiapi. Event wisata Nasional yang diselenggarakan setiap tahunnya ini memberikan daya tarik tersendiri bagi masyarakat Riau, khususnya masyarakat Rohil. Dijadwalkan Ritual Bakar Tongkang ini akan dimulai pada 1-7 Juli mendatang. 

“Kita undang 4 Menteri, kita yakin acara ini lebih meriah. Sementara sudah kita surati 4 Menteri tersebut, diantaranya Menko Kemaritiman Dr. Ir. Dwisurya Indroyono dan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti,” kata Plt Sekdakab Rohil Surya Arfan usai memimpin rapat persiapan acara Bakar Tongkan, Kamis (28/5) malam di Lantai IV Kantor Bupati Rohil.

Sedangkan untuk undangan yang akan menyusul adalah Menteri Pariwisata (Menpar) Ir. Arief Yahya, M.Sc dan Menteri Perhubungan Ignasius Djohan. “Kalau bisa keempat-empatnya lebih bagus lagi untuk hadir pada acara puncak nanti,” Harap Surya.

Kata Sekda lagi, telah menjadi event wisata yang memang sudah mendunia. Bahkan puluhan ribu orang akan datang untuk menyaksikan. “Bukan membesar-besarkan, hanya saja ini tradisi masyarakat Tionghoa yang merupakan sejarah leluhur pada zaman dahulu,” terang Surya. Karena, Ritual ini memiliki sejarah penting adanya Bagansiapiapi, dimana dahulunya masyarakat Tionghoa datang ke Bagansiapiapi dan memutuskan tidak lagi kembali ke daerah asal dan melakukan pembakaran kapal yang ditumpangi.

Berhubung sekarang orang Tionghoa Bagansiapiapi banyak yang merantau seperti Hongkong, Tiongkok, Singapura, Thailand, Taiwan dan Malaysia. Serta juga didalam negeri seperti Medan, Jakarta, Surabaya, Semarang dan Makassar. “Jadi, dengan adanya Bakar Tongkang ini Bagansiapiapi akan ramai karena banyak yang pulang,” Sebut Sekda.

Dengan begitu, tambah Surya, Pemkab Rohil mengambil momen ini untuk dijadikan objek wisata dengan harapan semakin ramai dan jelas akan menjadi perputaran perekonomian di Bagansiapiapi. “Semua bisa laku, mulai dari tukang ojek, rumah makan, penginapan dan jualan lainnya dan ini sebuah peluang bagi kita,” bebernya. Bahkan, inilah salah satu bentuk kepedulian masyarakat untuk masyarakat kecil mengais rezeki pada momen ini. Jadi jangan salah pengertian acara ini kita besar-besarkan, karena kegiatan ini dana murni orang Tionghoa dan kita pemerintah hanya menambah untuk mengundang Menteri dan Pejabat Propinsi saha,” terang Surya Arfan.

Sementara itu, Asisten III Setdakab Rohil H Ali Asfar S.Sos M.Si menambahkan, Menteri Perikanan memang ada keinginan untuk datang ke Bagansiapiapi. Karena sebelumnya dia hanya tahu dari buku, bahwa Bagansiapiapi adalah salah satu penghasil ikan terbesar di dunia. “Meksipun dia tahu dari buku,Bu Menteri akan memperhatikan Bagansiapiapi dan sudah lama beliau ingin kemari,” Ujar Ali Asfar.

Demikian halnya dengan Menteri Perhubungan. Saat ini Rohil sedang membangun bandara dan pelabuhan internasional. Dengan kehadiran mereka, setidaknya akan mempercepat proses pekerjaan yang sedang berjalan. Dengan kehadiran 4 menteri, pemerintah berencana akan melakukan seminar sehari untuk membahas potensi yang ada di Rohil.

“Kita akan mulai persiapkan sejak sekarang ini, kita inginkan acara meriah dan selanjutnya opsi teknisi acara akan diserahkan dengan pak Bupati,” tegasnya.

Acara rapat persiapan dihadiri tokoh-tokoh masyarakat Tionghua seperti Oliong serta Kadisbudparpora H Zulkarnaen, Kabag Kesara HM Nurhidayat dan perwakilan Kapolres Rohil yang diwakilkan oleh Waka Polsek Bangko AKP Dodi. [tris/adv]




Ngotot Naikan Harga BBM, JK dikecam PDIP

“Tiga menteri di sektor ekonomi kabinet Jokowi disebut bermashab neo liberal”

bbmJAKARTA – Rencana pemerintah menaikkan harga BBM paling lambat akhir tahun ini mulai menuai berbagai kritikan. Menariknya kritik paling pedas justru dilontarkan PDIP yang merupakan pengusung utama pasangan Jokowi-Jusuf Kalla dalam Pilpres lalu.

 

Ketua DPP PDIP Effendi Sombolon menegaskan rencana menaikkan harga BBM hanya keinginan wapres Jusuf Kalla (JK). Ia pun mengecam JK yang dinilainya sangat getol mau menaikkan harga BBM bersubsidi jenis premium dari Rp 6.500 menjadi Rp 9.500 alias dinaikkan Rp 3 ribu. ”Nafsu” menaikkan harga BBM itu dinilai Effendi berbeda dengan sikap Presiden Joko Widodo yang terkesan lebih kalem terhadap rencana itu.

 

”Kenapa sih nafsu bangat mau naikkan harga BBM – Kok begitu semangatnya menaikan harga komoditas sih? Gak melihat sikon (situasi dan kondisi), kan’baru seminggu dilantik, kenapa (JK) sudah bikin heboh. Saya gak tahu ada apa di balik ini, yang saya pertanyakan kenapa JK bernafsu sekali,” lontar Effendi di gedung DPR Jakarta, Selasa (4/11).

 

Devisit anggaran karena sebagian besar APBN dialihkan untuk subsidi BBM,menurut Effendi, akibat selama ini lalai dalam pengelolaan energi di negara ini. Akibatnya, pembenahan tata niaga tidak berjalan dengan baik.

 

”Jadi seharusnya dibenahi dulu tata kelola energi, lantas tata niaga dan distribusinya. Bukannya yang ditangani justru masalah program jaring pengaman sosialnya. Lebih baik gak usah ada saja pemerintahan Jokowi ini, mendingan lanjutkan saja SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) lagi,” papar Effendi gemas.

 

Ia pun mendukung penuh usulan ekonom Rizal Ramli yang menyarankan agar pemerintah tak perlu menaikkan harga BBM, naun cukup mengatur kadar oktan di setiap jenis BBM.

 

”Sudah betul itu Rizal Ramli, oktannya saja yang disesuaikan. Oktan yang murah diberikan kepada yang murah, seperti bajaj, motor, angkot,” jelas Effendi yang juga Wakil Ketua DPR versi Koalisi Indonesia Hebat ini.

 

Effendi juga mengaku khawatir kalau rencana kenaikan harga BBM sedang ditunggangi kepentingan kaum neoliberal yang menyusup ke dalam Kabinet Kerja Jokowi. ”Kami’kan ingin fokus masalah (pengelolaan) energinya dulu, tapi kok energinya belum ditangani malah akhirnya liberal,” imbuhnya sengit.

 

Terang-terangan diungkap Effendi ada beberapa menteri di sektor ekonomi di kabinet Jokowi yang bermashab neo liberal, yang artinya bertolak belakang dengan doktrin Trisakti dari Bung Karno.

 

”Sekarang saya tanya, siapa Sudirman Said (Menteri ESDM) ? Siapa Rini Soemarno (Menteri BUMN) ? Siapa itu Sofyan Djalil (Menko Ekonomi)? Jadi wajar saja kalau harga BBM katanya mau naik, karena pengambil kebijakannya bukan dari ideologi Trisakti. Saya gak tahu siapa mereka,” tutur Effendi sengit.

 

Ditegaskannya pula, para menteri tersebut diduga kuat membawa garis liberal ekonomi. Padahal sejatinya arah politik ekonomi PDIP adalah Trisakti. Jadi seharusnya komoditas yang menyangkut hajat hidup orang banyak yang salah satunya BBM itu dikuasai negara. ”Bukannya malah dilepas ke mekanisme pasar,” ujar anggota Komisi VI DPR ini.

 

Ia menambahkan, semestinya kenaikan harga BBM diikuti dengan sejumlah kebijakan strategis seperti membangun kilang minyak, memperbaiki jalur distribusi minyak, dan meningkatkan produksi minyak. ”Lah ini menterinya belum ngapa-ngapain, Petral saja belum dibubarkan, malah mau langsung naikin harga BBM,” pungkasnya.

 

Sebelumnya, Wapres JK menegaskan bahwa kenaikan harga BBM dilakukan bulan ini juga, alasannya untuk mengalihkan subsidi ke sektor yang lebih produktif. Ia menambahkan pemerintah masih akan mencari waktu yang tepat untuk menaikkan harga BBM sambil menunggu tersebarnya Kartu Indonesia Sehat dan Kartu Indonesia Pintar.(dro/jpnn)