Soal Kehalalan, Kemenkes akan Menyurati Produsen Vaksin MR

Menteri Kesehatan, Nila Djuwita F Moeloek usai bertemu PT Biofarma dan MUI di Kantor MUI Pusat, Jumat (3/8).
Foto: Fuji E Permana

JAKARTA — Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes RI) melakukan pertemuan dengan PT Bio Farma dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Kantor MUI pusat pada Jumat (3/8). Mereka membicarakan vaksin Measles Rubella (MR) yang status halal dan tidaknya belum jelas.

Pembicaraan antara Kemenkes, PT Bio Farma dan MUI dalam rangka mencari solusi terkait polemik vaksin MR. Sebab sebagian masyarakat yang sangat memperhatikan kehalalan sangat menantikan status kehalalan vaksin MR.

“Kami juga dari Kemenkes akan menyurati Serum Institute of India (SII) untuk menanyakan sekali lagi bahan-bahan (vaksin MR),” kata Menteri Kesehatan, Nila Djuwita F Moeloek kepada Republika.co.id usai melakukan pertemuan di Kantor MUI pusat, Jumat (3/8).

Nila mengatakan, sebenarnya sudah dilakukan sejak tahun lalu upaya mendorong pihak SII sebagai produsen vaksin MR agar mensertifikasi halal produknya, tetapi masih dalam proses. Maka Kemenkes tetap melakukan imunisasi terhadap masyarakat yang tidak mempermasalahkan halal dan haramnya vaksin MR.

Kemenkes tetap melakukan imunisasi ke masyarakat menggunakan vaksin MR, Nila mengatakan, sebab Kemenkes harus tetap melindungi masyarakat dari penyakit. Terkait adanya masyarakat yang menolak vaksin MR karena vaksin tersebut belum tersertifikasi halal, menurut dia, masyarakat yang menolak boleh menunggu fatwa dari MUI.

sumber: republika.co.id




Dinilai Bebas dari Penyakit Malaria, Menkes RI Berikan Sertifikat Eliminasi Malaria untuk Kab Inhil

Banten, detikriau.org –  Bupati Inhil menerima sertifikat eliminasi malaria dari Menteri Kesehatan Nila Farid Moeloek. Penghargaan ini diberikan karena Kab Inhil dinilai telah terbebas dari penyakit malaria, Minggu (29/4/2018).

Penyerahan Sertifikat dilakukan oleh Menkes kepada sejumlah kepala daerah pada peringatan Hari Malaria Sedunia & Pekan Imunisasi Dunia di Gedung Shohibul Barokah,Kecamatan Kaduhejo Pandeglang-Banten.

Usai acara, Pjs Bupati Inhil yang diwakili Asisten I Drs. Darussalam,MM mengaku senang dan bangga, karena prestasi yang diterima ini adalah bentuk kepedulian masyarakat Inhil dalam mengantisipasi penyakit malaria.

“Alhamddulilah, sertifikat ini milik masyarakat yang begitu peduli dengan kesehatan lingkungan, sehingga Kabupaten Inhil bebas dari penyakit malaria,” Ucap Syukur Darussalam

Sementara itu, Kadinkes Inhil Zainal Arifin,  SKM, M. Kes menyebutkan bahwa eliminasi malaria merupakan program pemerintah pusat, dimana Indonesia ditargetkan bebas malaria di tahun 2020 mendatang.

Selama ini, lanjut Zainal Arifin, Kabupaten Inhil selalu rutin melakukan pendataan terhadap warga yang menderita penyakit malaria.

“Apabila ditemukan warga yang positif terjangkit penyakit malaria, langsung kita obati sampai sembuh. Semua obat dan laboratorium sudah kita siapkan di Puskesmas – Puskesmas yang ada di Inhil,” ujarnya.

Ternyata, upaya yang rutin dilakukan selama ini mampu mengantisipasi menyebarnya penyakit malaria di Inhil.

Zainal berharap masyarakat bersama tenaga kesehatan tetap berkoordinasi dalam upaya pencegahan timbulnya kembali penyakit malaria, serta menjaga lingkungan tetap bersih

“Kita mengusulkan agar Kab Inhil dinilai pada tahun 2017 yang lalu. Dan sekitar bulan Februari 2018 lalu, tim dari Kemenkes datang ke Inhil, hasilnya memang Inhil dinyatakan bebas dari malaria,” Akhiri Zainal./rul/adv