Inhil Belum Siap Berlakukan Sistem UN CBT

Jangankan kondisi di Kecamatan, kota Tembilahan saja listriknya macam minum obat, bagaimana kita mau lakukan sistem UN CBT

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Helmi D menilai sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Inhil ini belum siap untuk memberlakukan sistem UN Computer Basset Test (CBT).

Ketidaksiapan ini disebabkan belum memadainya fasilitas pendukung. Bahkan ia menyebutkan, mayoritas sekolah di Kabupaten Inhil ini belum pantas menerapkan sistem tersebut.

“Meski belum ada intruksi dari Disdik Provinsi Riau, kita sudah mengakui kalau kita belum siap. Bagaimana untuk melakukannya, fasilitas kita untuk itu masih minim,” sampaikannya usai mengikuti Musrenbang RKPD Kabupaten Inhil tahun 2015, Selasa (10/3/2015).

Selain itu, kondisi belum maksimalnya pembangkit listrik juga sempat disinggungnya sebagai salah satu hambatan. Apalagi katanya, sekolah-sekolah yang berada di Kecamatan mayoritas terkendala pasokan listrik.

“Jangankan kondisi di Kecamatan-kecamatan, kota Tembilahan saja listriknya macam minum obat, bagaimana kita mau lakukan sistem UN CBT,” pungkasnya.(mirwan)




Kembalikan Kejayaan Pertanian, Wabup Inhil Pinta Generasi Muda Ikut Berperan Aktif

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Wakil Bupati (Wabup) Indragiri Hilir (Inhil), H Rosman Malomo menyatakan bahwa Negeri Seribu Parit ini bisa kembali meraih kejayaannya di bidang pertanian seperti dahulu kala apabila generasi muda mau ikut bertani.

“Kejayaan masa lalu bisa terulang kembali, asal generasi muda mau turut serta untuk bercocok tanam,” tutur Wabup Rosman, beberapa waktu lalu.

Dijelaskan Wabup, generasi muda Inhil seharusnya tidak melulu ingin menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), apalagi meninggalkan kampung halaman untuk mencari peruntungan di Negeri orang. Pasalnya, jika  mau bercocok tanam, pasti juga kelak akan menjadi orang sukses.

“Inhil telah dianugrahi lahan yang bagus untuk bercocok tanam, seharusnya ini dimanfaatkan dengan baik oleh generasi muda. Karena sampai kapanpun juga, selama masih ada manusia, selama itu pula dibutuhkan padi yang merupakan hasil dari bercocok tanam,” terangnya.

Sementara itu, Pemkab Inhil telah berusaha semaksimal mungkin untuk menghidupkan kembali sektor pertanian ini, seperti memberikan bantuan alat dan mesin pertanian, mengaktifkan peran kelompok tani dan mempermudah akses permodalan Bank dengan sistem pengembalian uang dan bunga perperiode.

“Kita harapkan apa yang kita bantu dapat memudahkan petani dalam bercocok tanam, dan yang paling penting peran aktif generasi muda juga sangat dibutuhkan,” imbuhnya(adi/adv pemkab inhil)