Sempena Bulan Bhakti IBI KB Kes, Masyarakat di Kateman Ikuti Pemasangan Implan Gratis

image-4TEMBILAHAN (detikriau.org) – Puluhan masyarakat di Kecamatan Kateman mengikuti proses pemasangan implan gratis yang dilaksanakan oleh tenaga kesehatan dari UPT Puskesmas setempat, akhir pekan kemarin.

Kegiatan yang dipusatkan di Kelurahan Bandar Sri Gemilang, Sungai Guntung ini sempena dengan peringatan Bulan Bhakti IBI KB Kes tahun 2015.

Turut hadir saat itu, perwakilan Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB) Inhil, pengurus IBI Ranting Kecamatan Kateman, jajaran Puskesmas, TP PKK, serta Lurah dan Kepala Desa se-Kecamatan Kateman.

image-3Kepala UPT Puskesmas Kateman, Zainuddin SKM mengatakan, pemasangan implan atau yang dikenal juga dengan sebutan alat kontrasepsi bawah kulit ini dimaksudkan untuk menekan angka kelahiran guna mensukseskan program Keluarga Berencana (KB) yakni cukup dengan dua anak saja.

“Dengan kegiatan ini kita harapkan masyarakat dapat ikut bersama-sama mendukung dan mensukseskan program pemerintah dalam upaya mewujudkan keluarga yang sejahtera,” kata Zainuddin.

Selain menggelar pemasangan implan gratis, pada kesempatan itu juga dilakukan penyuluhan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) dan pembukaan kelas ibu hamil. (adi/adv)




HUT, Bank Rohil Taja Gerak Jalan Sehat

23Bagansiapiapi (detikriau.org) – Rayakan Hari Ulang Tahun yang ke-17, Bank Rokan Hilir mengadakan acara gerak jalan sehat bersama nasabah dan masyarakat di sekitar Bagansiapiapi, Sabtu (23/05/15)

Selain nasabah dan masyarakat umum, acara gerak jalan Sehat juga diikuti Plt.Sekda Drs.H.Surya Arfan.Msi, Asisten III, H.Ali Aspar.S.Sos.Msi, Kepala Bappeda H.M.Job Kurniawan.Ap.Msi serta seluruh Kepala SKPD di lingkungan Pemkab Rohil dan jajaran Kepolisian Sektor Bangko.

Gerak Jalan Sehat dimulai pukul.07.00 WIB yang mengambol rute peserta jalan sehat, Start di depan Bank Rohil Jalan Perniagaan, Jalan Pahlawan, Jalan Tugu dan Finish di depan Bank Rohil.

Pihak penyelenggara Bank Rohil, dalan kegiatan ini menyediakan hadiah antara lain hadiah pertama, khusus untuk para nasabah yaitu kendaraan roda dua 1 unit, kulkas, mesin cuci dan TV LCD. Sedangkan untuk masyarakat umum, yang bukan nasabah Bank Rohil mendapatkan kesempatan hadiah pertama sepeda, dispenser, kipas angin dan sejumlah hadiah lainya yang dapat diperoleh dengan mengocok tanda peserta gerak jalan sehat.

Hadiah pertama berupa kendaraan roda dua yang kocok oleh Plt.Sekda Surya Arfan, sebagai pemenang yang berutung adalah seorang perempuan yang juga Nasabah Bank Rohil dengan nomor undian 1025, warga Jalan Siak. Selanjutnya nomor undian 1149, warga Kecamatan Sinaboi yang dikocok Direktur Bank Rohil, mendapatkan kulkas dan nomor undian 1413, warga Sungai Manasib, kecamatan Bangko yang beruntung mendapatkan 1 buah mesin cuci. [tris]




Iwan : Managemen PLN Jangan Suka PHP Masyarakat

Pemberi Harapan PalsuTEMBILAHAN (detikriau.org) – Hingga saat ini, pemadaman listrik bergilir masih terus diberlakukan di sejumlah daerah di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), termasuk Kota Tembilahan dan sekitarnya.

Kondisi tersebut tentunya sangat meresahkan masyarakat, karena sudah berlangsung cukup lama dan belum ada tanda-tanda akan segera berakhir.

Padahal, sesuai dengan janji managemen PLN beberapa waktu lalu, persoalan pemadaman listrik bergilir untuk Kota Tembilahan dan sekitarnya ini akan tuntas pada akhir Bulan April 2015

Namun, sampai kini apa yang dijanjikan oleh managemen PLN itu tidak kunjung terbukti dan hanya terkesan sebagai Pemberi Harapan Palsu (PHP).

“Kita minta pihak PLN jangan hanya bisa memberikan janji-janji saja, tanpa ada bukti nyata. Kemarin bilangnya pertengahan April, kemudian akhir april, tapi sampai sekarang belum juga normal lampu kita. Jadi, jangan suka PHP-in masyarakat lah,” tutur Ketua Komisi III, Iwan Taruna saat hearing bersama PLN Area Rengat dan PLN Rayon Tembilahan, di Gedung DPRD Inhil, beberapa waktu lalu.

Senada dengan itu, Anggota Komisi III DPRD Inhil, Zulbahri menyatakan bahwa permasalahan krisis listrik yang melanda Kota Tembilahan dan sekitarnya ini merupakan kesalahan dari managemen PLN. Apalagi, kondisi seperti ini bukan pertama kali terjadi.

“Sejak saya kecil sampai sekarang, masalah PLN ya itu-itu saja. Jadi, seharusnya ini bisa segera diselesaikan, bukan malah menimpakan kesalahan kepada pihak lain,” Sindirnya.(adi/adv)




Tembilahan Giliran Pemadaman 2:1, Pelangiran, Sudah 2 Pekan Bergelap Gulita

phpThumb_generated_thumbnailTEMBILAHAN (detikriau.org) – Jika di kota Tembilahan durasi pemadaman bergilir PLN diberlakukan 2 : 1, di Kecamatan kondisinya jauh lebih memprihatinkan. seperti di Kecamatan Pelangiran. Masyarakat di Kecamatan Inhil bagian Utara ini bahkan sudah bergelap-gulita selama dua pekan.

“Iya, sekitar 2 minggu belakang ini kota kami gelap gulita,” sampaikan Camat Pelangiran Sutarno Wandoyo kepada detikriau.org, Rabu (13/5/2015).

Disampaikannya juga, kondisi penerangan seperti ini pastinya akan sangat mengganggu aktivitas masyarakat setempat, terlebih bagi pengusaha yang membutuhkan aliran listrik.

“Memang ada juga masyarakat yang memiliki mesin genset tapi tentunya hanya sebagian kecil, itupun mereka sudah kesulitan karena biasanya bergantung pada tenaga mesin PLN. apalagi bagi warga yang murni bergantung dengan PLN,” katanya lagi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhi) H Tengku Eddy Efrizal saat dikonfirmasi mengaku belum menerima laporan secara tertulis adanya gangguan pembangkit listrik PLN di Pelangiran.

Seharusnya katanya, pihak PLN ini jika ada persoalan mensegerakan melakukan koordinasi kepada pemerintah daerah melalui dinas terkait, dalam hal ini adalah Distamben.

“Saya memang ada dengar info secara lisan, tapi saya belum menerima laporan secara tertulis. Kalau begini akan saya hubungi secepatnya pihak PLN,” Ujar Tengku Eddy.

Dikarenakan PLN Kecamatan Pelangiran masih dibawah naungan PLN Rayon Tembilahan, maka katanya, Distamben akan melakukan titik koordinasi dengan Manajer PLN Rayon Tembilahan, dan ini akan dilakukannya dalam waktu dekat.

Terkait hal ini, Manajer PLN Rayon Tembilahan Budi Warman saat dihubungi awak media membenarkan kalau PLN di Pelangiran itu masih dibawah naungannya. Untuk kondisi mesin saat ini, ia telah mengirimkan para pekerja yang akan memperbaiki gangguan mesin tersebut.

“Kita sedang mengupayakan dan sekarang sudah satu mesin kita sediakan untuk di sana, tinggal satu mesin lagi. Karena di Pelangiran itu membutuhkan dua mesin untuk normal kembali,” jelasnya.

Untuk target penormalan pembangkit listrik, Budi belum bisa memastikan kasih masih menunggu selesainya pekerjaan perbaikan. “ Kita akan upayakan secepatnya.” Pungkas Budi. (mirwan)




Junaidi : Siapa Yang Berniat Menjual Inhil, Saya Berada Paling Depan Menentangnya

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Guna memberikan perlindungan kepada masyarakat terutama para petani di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), maka pola kerjasama atau kemitraan yang diterapkan oleh pihak perusahaan sebaiknya dengan pola jual beli hasil perkebunan, bukan dengan pola jual beli lahan.

Hal itu disampaikan Ketua Komisi II DPRD Inhil, Ahmad Junaidi saat hering bersama dengan Komisi I DPRD serta Badan Perizinan, Penanaman Modal dan Promosi Daerah (BP2MPD) Inhil, di Gedung DPRD, Jalan HR Soebrantas Tembilahan, beberapa waktu lalu.

Ditegaskan Junaidi, para investor atau perusahaan yang sudah dan akan beroperasi di Negeri Seribu Parit ini, jangan hanya bertujuan untuk mencari keuntungan pribadi semata, tanpa memikirkan kondisi masyarakat sekitar.

“Jadi, khusus untuk pola kerjasama yang ditawarkan dalam bidang perkebunan ini, kita harapkan perusahaan tidak melakukan pembohongan dan penipuan terhadap masyarakat,” tutur Junaidi.

Selain itu, lanjut politisi dari Partai Golongan Karya (Golkar) Inhil ini, Pemda selaku pihak yang bertanggung jawab terhadap masyarakat, hendaknya juga lebih selektif dalam memberikan izin kepada perusahaan, harus dilihat dan diteliti dengan baik apakah kehadiran perusahaan ini akan memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Seperti dengan menilai pola kerjasama atau kemitraan yang ditawarkan oleh pihak perusahaan terlebih dahulu, karena ini akan sangat berpengaruh terhadap kondisi dan kesejahteraan masyarakat setempat.

“Pemkab Inhil dan pihak terkait lainnya, jangan sembarangan dan asal saja dalam memberikan serta mengeluarkan izin perusahaan, apalagi dengan iming-iming tertentu. Karena siapa saja yang berniat menjual Inhil, maka saya berada paling depan untuk menentangnya,” pungkasnya.(adi/adv)




Muslim : Penyelamatan Kebun Kelapa Adalah Harga Mati

IMG-20150430-08098TEMBILAHAN (detikriau.org) – Sebagian besar masyarakat Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) terutama di daerah pemilihan (dapil) 1, yang meliputi Kecamatan Tembilahan, Tembilahan Hulu, Tempuling dan Kecamatan Kempas meminta agar Pemerintah Daerah (Pemda) segera melakukan berbagai upaya penyelamatan terhadap kondisi perkebunan kelapa yang semakin kritis.

“Langkah ini sangat diperlukan mengingat mayoritas masyarakat Inhil menggantungkan hidupnya dari hasil perkebunan kelapa,” tutur Juri Bicara (Jubir) Anggota DPRD dari Dapil 1, Muslim saat membacakan laporan hasil reses pada rapat Paripurna di aula Gedung DPRD, Jalan HR Soebrantas Tembilahan, kemarin.

Dijelaskan Muslim, selain menurunnya harga jual, para petani di Negeri Seribu Parit ini juga dihadapkan pada masalah rendahnya hasil produksi, lahan kritis karena intrusi air laut dan ketiadaan drainase, serta peremajaan lahan perkebunan yang tidak bisa dilakukan para petani, dikarenakan ketiadaan biaya.

Hal itulah yang harus menjadi prioritas utama dan perhatian serius Pemkab Inhil. Apalagi, sudah 2 kali pergantian Pemda dan 2 kali pula pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu), permasalahan di bidang perkebunan ini belum mampu teratasi secara baik dan maksimal, bahkan hanya terkesan omong kosong belaka.

“Apakah perlu interplasi DPRD terhadap Bupati untuk menyelesaikan permasalahan ini, karena bagi kami penyelamatan perkebunan kelapa adalah harga mati,” tegasnya.

Oleh karema itu, lanjut Muslim, Pemkab Inhil melalui Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait, hendaknya dapat memilih dan memilah program apa saja yang benar-benar urgen serta sangat dibutuhkan oleh masyarakat setempat.

“Jadi, kami harapkan program-program yang disusun itu bukanlah semata-mata untuk pemenuhan selera pimpinan atau sebgian kelompok tertentu saja,” pungkasnya.(adi/advertorial)