Dewan Desak Pemkab Inhil Segera Dapatkan dan Publikasikan Hasil Uji Labor Sample Air Sungai Indragiri

ikanmatiTembilahan (detikriau.org) – Dewan mendesak Pemerintah Kabupaten melalui instansi terkait untuk segera mempublikasikan hasil uji labor sample air sungai Indragiri. Ia menilai hal ini sangat penting untuk dilakukan agar dapat diketahui masyarakat secara luas. Apapun alasannya, pasokan air sungai Indragiri menjadi sumber air bersih bagi ratusan ribu masyarakat Inhil.

“Artinya pemkab Inhil melalui instansi terkait harus segera mendapatkan hasil labor itu dan mempublikasikannya. Harus ada kepastian apakah air baku itu aman atau tidak untuk dimanfaatkan masyarakat,” Sampaikan Dewan melalui Wakil Ketua Komisi III DPRD Inhil, H Edy Harianto Sindrang kepada detikriau.org di Tembilahan, Kamis (11/12/2014)

Setakat ini polisitisi partai Golkar itu menangkap kesan ketidakseriusan instansi terkait menyikapi persoalan dugaan tercemarinya sungai Indragiri dengan bahan berbahaya itu. Iapun menyampaikan pembenaran dugaan masyarakat akan tercemarinya sungai indragiri. Buktinya jika air sungai itu tidak ada masalah, kenapa ikan-ikan dan hewan air lainnya sampai terganggu.

Ditambahkan Edy, persoalan pencemaran lingkungan bukanlah baru pertama kali ini terjadi di Inhil. Untuk hal itu, kedepannya ia berharap agar pemerintah daerah dapat menyisihkan dana untuk membuat labor uji di Inhil. “jadi kalau ada apa-apa kita bisa cepat dapat mengetahui. Jangan lamban dan menimbulkan dampak yang tidak baik bagi masyarakat.” Tuntas Edy

Berdasarkan keterangan masyarakat, khususnya nelayan yang selama ini menggantungkan penghidupan dari sungai Indragiri, sejak kejadian matinya ikan baru-baru ini, kini penghasilan mereka jauh merosot. Sebelumnya, dalam satu kali turun ke sungai, setidaknya mereka masih bisa mendapatkan belasan kilo hasil tangkapan.

“Sekarang kita tak dapat apa-apa bang. Kemaren saya dapatkan ikan dan udang tidak lebih dari satu gayung kecil. secara pribadi saya tidak megetahui apa penyebabnya,” sampaikan Atan, salah seorang Nelayan di Kecamatan Tembilahan hulu.

Tidak hanya atan, penggemar pancing di kota Tembilahan juga mengakui minimnya hasil tangkapan ini. Menurutnya, setiap kali memancing ikan disungai Indragiri, biasanya hanya dalam hitungan jam sedikitnya ia mampu memperoleh 2 hingga 3 ekor udang galah. Beberapa hari belakangan ini. Jangankan dalam hitungan jam, dalam hitungan haripun hasilnya sangat mengecewakan.

“beberapa kali hasil tangkapan kami Nihil. Bisa saja ini akibat cemaran limbah baru-baru ini di Kecamatan Kempas,” Duganya.

Sebelumnya, awal desember lalu, masyarakat di Kecamatan Kempas dan Tempuling banyak menemukan ikan mati di sepanjang aliran sungai. Tidak hanya itu, warga juga dikagetkan oleh temuan seekor buaya muara terapung lemas. Kematian ikan dan buaya ‘mabuk’ ini diduga masyarakat akibat pencemaran limbah pabrik di aliran sungai.

Dugaan pencemaran limbah pabrik itu, menurut masyarakat diperkuat oleh penyakit gatal-gatal yang dialami warga seusai memanfaatkan air sungai untuk kebutuhan rumah tangga. Padahal sebelumnya tidak demikian. (dro)




Sukses Tidaknya Sebagai Tuan Rumah Pelaksanaan MTQ, Taruhannya adalah Marwah Daerah

mtqTembilahan (detikriau) – Belum dimulai pelaksanaan iven religi MTQ tingkat Provinsi Riau ke 33 di Kabupaten Indragiri Hilir, berbagai masukan cukup banyak disampaikan oleh masyarakat. Baik itu masukan yang bersipat kritikan, saran maupun dukungan.

Salah seorang anggota Dewan Presidium Fokus Ornop Kabupaten Indragiri Hilir, Zulkifli menyampaikan sambutan baik dan syukurnya dengan dijadikannya Inhil khususnya kota Tembilahan sebagai tuan rumah helat religi tingkat provinsi riau ini. Keberhasilan Inhil sebagai tuan rumah menurutnya akan menentukan berhasil atau tidaknya panitia mempertahankan marwah daerah.

Sejauh ini ia menilai berbagai persiapan yang sudah dijalankan panitia berjalan cukup baik dan iapun berharap semua usaha dan upaya ini dapat berjalan lancar. Hanya saja dalam kesempatan perbincangan dengan detikriau.org ia juga menyampaikan kritikan dengan tidak dimanfaatkannya fasilitas Islamic Centre.

“Untuk kepentingan masyarakat banyak kenapa fasilitas ini tidak kita manfaatkan? Jika hanya persoalan serah terima pekerjaan yang menjadi halangan, bukankah itu hanya masalah administrasi? Intinya tidak ada salahnya bangunan yang sudah susah payah didirikan itu dimanfaatkan,” Ujar Zulkifli.

Ditambahkan Pili panggilan Akrab laki-laki bertubuh kecil ini, Islamic Centre merupakan fasilas agama khususnya agama islam dan pastinya sejalan dengan helat MTQ. Jika sebelumnya panitia memanfaatkan Islamic centre, ia berkeyakinan tidak sedikit penghematan biaya bisa dilakukan.

“Penghematan itu bisa dimanfaatkan untuk melaksanakan berbagai kegiatan lainnya yang sejalan dengan kegiatan MTQ.” Nilai Pili

Warga Tembilahan Hulu, Ridwan dalam perbincangannya dengan detikriau.org juga menyatakan rasa syukurnya dengan ditunjuknya Inhil sebagaituan rumah. Ia berharap seluruh panitia bekerja maksimal agar iven ini dapat berjalan dengan sukses.

“Saya setuju bahwa keberhasilan Inhil sebagai tuan rumah adalah pertaruhan marwah daerah. Jangan sampai gagal,” Pesannya

Jika gagal, ditambahkannya, bukan hanya pihak panitia tetapi nama daerah dan nama masyarakat Inhil juga pastinya akan tercoreng. (dro)




Wabup Inhil Buka Pendidikan Politik Tajaan Kesbangpolinmas

Wakil Bupati Membuka Pendidikan Budaya Politik Bagi elemen Masyarakat dan Partai politikTembilahan (detikriau.org) – Wakil Bupati Inhil, H Rosman Malomo membuka secara resmi kegiatan pendidikan budaya politik bagi elemen masyarakat dan partai politik tajaan Badan Kesatuan Bangsa Politik Provinsi Riau bertempat di Aula Kantor Bupati Inhil lantai 5, selasa (9/12).

Turut hadir dalam kesempatan itu unsur Forkopimda Inhil, Kepala Badan Kesbangpolinmas Propinsi Riau, Kepala Badan Kesbangpol Inhil, beberapa Pejabat eselon di lingkungan Pemkab Inhil serta Peserta Pelatihan.

Dalam sambutannya, Wabup menyatakan bahwa Pendidikan Politik adalah proses pembelajaran dan pemahaman tentang hak, kewajiban dan tanggungjawab setiap Warga Negara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pendidikan politik memiliki arti penting dan strategis agar dapat diketahui bagaimana sesungguhnya sistem politik Indonesia itu berjalan sesuai dengan mekanisme dan norma yang berlaku di negeri ini.

Oleh karena itu pemahaman tentang empat konsesus kebangsaan yakni Pancasila, UUD Negara RI Tahun 1945, Bhineka Tunggal Ika serta Konsepsi NKRI merupakan hal yang mutlak untuk terus kita kembangkan. NKRI adalan sebuah Negara Demokrasi. Sesuai dengan amanat UUD RI Tahun 1945 bahwa kedaulatan berada ditangan rakyat dan dilaksanakan menurut UUD. Hakekat demokrasi adalah penghormatan terhadap Hak Azazi Manusia.

“Kendati demikian, hak azazi ini tidaklah bersifat mutlak karena ia akan berhenti manakala implementasi hak azazi kita telah menabrak hak azazi orang lain” Ujar Wabup.

Dalam kehidupan politik ditambahkan Wabup disadari bahwa politik itu identik dengan kepentingan-kepentingan, baik itu kepentingan yang bersifat pribadi, kelompok atau masyarakat secara luas yang pada gilirannya bermuara pada kepentingan nasional.

Namun sebagai warga Negara yang baik maka harusnya menempatkan kepentingan nasional diatas kepentingan pribadi atau golongan. Dengan pendidikan politik ini diharapkan upaya pencapaian kepentingan itu dapat dilakukan dengan cara-cara yang elegan dan beradab.

Pendidikan politik tentunya merupakan bagian integral dari pembangunan politik yang meliputi struktur dan kultur politik. Oleh karena itu dalam pengembangan kehidupan politik nasional sebaiknya tidak melupakan sejarah dengan melihat dan menelaah nilai-nilai luhur budaya bangsa yang dianut, diyakini dan dikembangkan oleh nenek moyang kita.

“dengan demikian diharapkan dinamika kehidupan politik nasional dapat berjalan dalam suasana yang aman, damai dan harmonis dengan tetap mengedepankan tatacara yang sopan, santun dan beretika, yang menjunjung tinggi semangat kekeluargaan dan kesamaan, sesuai dengan nilai-nilai luhur budaya bangsa.”Pesan Wabup

Dipenghujung sambutannya Wabup menegaskan bahwa jika pendidikan politik mapan, diharapkan akan mampu memberikan kontribusi positif dalam upaya menciptakan stabilitas politik ditengah dinamika politik yang cenderung mengalami pasang surut. Stabilitas politik akan berpengaruh besar terhadap lancarnya penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan yang tentunya ditujukan untuk kesjahteraan masyarakat sebagimana yang dicita-citakan.

Kegiatan Pendidikan Politik yang di laksanakan selama 1 hari ini menghadirkan narasumber dari Kesbangpol linmas Propinsi Riau, Drs.Tyas Tinov, M.Si dan Prof.Sudjianto, M.Si dengan diikuti 80 orang peserta berasal dari Tokoh Masyarakat, Organisasi pemuda, Organisasi Wanita, Fungsionaris Parpol yang ada di Kabupaten Inhil. (dro/adv pemkab inhil)




Wakili BUpati Inhil, Drs Sar’i Buka Kegiatan Penyuluhan Tajaan Kesbangpol Inhil

Pembukaan Kegiatan Sosialisasi Penyuluhan Peningkatan Kesadaran Masyarakat akan nilai-nilai luhur budaya bangsa oleh Staf Ahli BupatTembilahan (detikriau.org) – Di era demokrasi dewasa ini, sangat dibutuhkan komitmen dan konsistensi yang tinggi dari seluruh masyarakat untuk memahami akan rasa kebangsaan yang benar, serta menjaga nilai-nilai budaya bangsa yang menjadi identitas diri sebagai warga negara Indonesia.

Peningkatan kesadaran masyarakat akan nilai-nilai luhur budaya bangsa adalah sarana untuk membangkitkan semangat nasionalisme, yang dapat dilakukan dengan senantiasa memupuk rasa persatuan dan kesatuan bangsa dan negara dalam kehidupan bermasyarakat.

Kehendak bangsa untuk bersatu dalam wadah Negara Kesatuan Repulik Indonesia merupakan syarat utama dalam mewujudkan Nasionalisme.

“Dengan demikian, tidak pada tempatnya lagi untuk mempersoalkan perbedaan suku, agama, ras, budaya dan golongan.” Sampaikan Bupati dalam sambutan tertulisnya yang dibcakan staf ahli Bupati, Drs Sar’i saat membuka kegiatan sosialisasi penyuluhan peningkatan kesadaran masyarakat akan nilai-nilai luhur budaya bangsa tajaan Badan Kesbangpol Kabupaten Inhil yang turut dihadiri Unsur Muspida, beberapa Pejabat eselon di lingkungan Pemkab Inhil dan peserta sosialisasi, Selasa (9/12/2014).

Krisis yang dialami Bangsa Indonesia saat ini menurut Bupati kian menjadi sangat multi dimensional yang saling kait-mengait. Krisis ekonomi yang tidak kunjung henti berdampak pada krisis sosial dan politik, yang pada perkembangannya justru menyulitkan upaya pemulihan ekonomi.

Konflik horizontal dan vertikal Yang terjadi dalam kehidupan sosial merupakan salah satu akibat dari semua krisis yang ada, yang tentu akan melahirkan ancaman dis-integrasi bangsa. Apalagi bila melihat bahwa bangsa Indonesia merupakan bangsa yang plural, seperti beragamnya suku, budaya daerah, agama, dan berbagai aspek politik lainnya, serta kondisi Geofrafis negara kepulauan yang terbesar.

Mungkin saja persoalan-persoalan yang kini dihadapi Bangsa ini berawal dari kesalahan dalam menghayati dan menerapkan konsep awal “Kebangsaan dan Pancasila“ yang menjadi pondasi ke Indonesia-Indonesia-an. Kesalahan inilah yang dapat menjerumuskan Indonesia, seperti yang ditakutkan presiden pertama RI, soekarno adalah Indonesia “Menjadi bangsa kuli dan kuli di antara bangsa bangsa“ bahkan yang lebih buruk lagi adalah “Menjadi bangsa pengemis dan pengemis diantara bangsa-bangsa”.

“Saya menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada Kesbangpol Kabupaten Indragiri Hilir yang menjembatani acara ini, sehinga dapat terlaksana dengan baik dan kepada para peserta agar dapat mengikuti kegiatan ini dengan bersungguh-sungguh.”Pesan Bupati

Kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan selama 1 hari dengan bertemakan “Kita Jadikan empat pilar Kebangsaan sebagai Sarana memperkokoh kehidupan Berbangsa dan Bernegara” ini menghadirkan narasumber Dandim 0314 Inhil, Kaban Kesbangpol Linmas Propinsi Riau dengan diikuti 40 orang peserta yang terdiri dari utusan Organisasi masyarakat, LSM dan Pelajar. (dro/adv pemkab inhil)




Hindrai Korban Jiwa, Masyarakat Dihimbau Tingkatkan Kewaspadaan

6TEMBILAHAN (detikriau.org) – Masyarakat dihimbau untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dini dalam mengantisipasi adanya musibah maupun bencana alam.

Himbauan ini disampaikan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Indragiri Hilir, H Yusfik. Selama ini menurutnya ada beberapa musibah yang kerap melanda daerah itu, seperti kebakaran, tanah longsor dan angin puting beliung.

“Kalau musim penghujan seperti saat ini yang perlu kita waspadai adalah angin puting beliung,”ujar Kepala BPBD Yusfik, kemarin.

Di Kabupaten Indragiri Hilir lanjut Yusfik ada beberapa titik daerah rawan longsor. Antara lain Kecamatan Tanah Merah, Enok, Mandah dan Kecamatan Kuala Indragiri (Kuindra) serta beberapa kecamatan lainya. Sedangkan musibah kebakaran selama ini masih tercatat sebagai angka tertinggi.

“Kewaspadaan salah satu cara mengurangi resiko terjadinya korban jiwa,”tutur mantan Kepala Badan Penanaman Modan Inhil ini.(dro/*1)




Musim Penghujan, Masyarakat Dihimbau Waspadai DBD

16-POSTER-ANAK-02-DBDTembilahan (detikriau.org) – Memasuki musim penghujan, Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir menghimbau masyarakat untuk mewaspadai timbulnya penyakit Demam Berdarah Dangue (DBD). Sebagaimana biasanya, dimusim penghujan berpotensi mengingkatkan populasi nyamuk.

‘’DBD memang mudah datang saat musim penghujan. Karena itu seluruh warga kita himbau untuk mewaspadainya,’’ Ujar Kadiskes Inhil, Dr Alvi Furwanti Alwie melalui sambungan selularnya, Kamis (4/12)

Untuk mengantisipasi berkembangnya nyamuk, ia juga menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk terus melakukan gerakan menjaga kebersihan lingkungan. Dengan menjaga lingkungan tetap bersih, akan meminimalisir berkembangnya jentik nyamuk dan penyebab imbulnya penyakit lainnya.

Lebih jauh diterangkannya beberapa kondisi yang sering menjadi tempat tumbuh dan berkembangnya jentik nyamuk seperti penampungan air, halaman tergenang dalam jangka waktu lama, talang air, vas bunga dan bak mandi. ‘’Jika malas membersihkan tempat-tempat timbulnya jentik maka nyamuk akan berkembang biak dengan cepat,’’ terang Alvi.

Karena itu ia mantan Kepala Bappeda Inhil ini menyarankan seluruh warga seharusnya lebih giat melakukan gerakan kebersihan lingkungan terutama membersihkan selokan dan tempat-tempat tergenangnya air.

Tindakan penting dilakukan, katanya adalah memutuskan mata rantai tumbuh-kembang nyamuk. ‘’Kalau tempat bertelur sudah kita bersihkan, berarti memutus mata rantai agar tidak ada jentik nyamuk yang tumbuh menjadi nyamuk dewasa,’’ terangnya.

Untuk pencegahan timbul DBD pada tahun ini Diskes menurut Alvi tetap memberikan himbauan dan sosialisasi tentang bahaya dan pencegahan DBD ini terutama dengan sasaran di Posyandu, sekolah, dan tempat-tempat umum lainnya.(dro/adv pemkab inhil)