Seluruh Fraksi di DPRD Nilai Kinerja Pemkab Inhil Lemah

“Bupati kita minta dengan tegas berbuat dan  menjelaskan kepada seluruh masyarakat Inhil”

“Pemkab selalu berteriak soal adanya pengurangan dana dari Pemerintah Pusat dan Propinsi, tapi kenyataannya justru dana yang ada Pemkab Inhil tidak bisa secara maksimal merealisasikannya”

imageTEMBILAHAN (detikriau.org) – Untuk kesekian kalinya, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) menyoroti lemahnya kinerja semua aparatur di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil).

Hal tersebut diketahui dari penyampaian  fraksi DPRD Inhil dalam Rapat Paripurna, dengan agenda Penyampaian Pemandangan Fraksi terhadap Nota Keuangan APBD-P 2015 yang disampaikan Bupati Inhil, HM Wardan, kemarin.

“Terlalu banyak permasalahan terkait lambannya realisasi pembangunan, namun inti dari semua itu adalah lemahnya kinerja aparatur Pemkab Inhil. Sebagai pimpinan, bupati kita minta dengan tegas berbuat dan  menjelaskan kepada seluruh masyarakat Inhil, ” tutur Asnawi, juru bicara Fraksi Gerakan Bintang Amanat Keadilan (GBAK), Rabu (16/9/2015).

Dari pantauan pada Rapat Paripurna tersebut, seluruh fraksi yang ada, dengan bahasa yang sangat gamblang, masing – masing juru bicara menyampaikan poin-poin pekerjaan pembangunan yang terbengkalai dan yang tidak dikerjakan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemkab Inhil selama dua tahun kepemimpinan HM Wardan.

“Kami dari Fraksi Golkar meminta saudara Bupati dan Wakil Bupati untuk menindak tegas banyak pimpinan SKPD yang kinerjanya lamban dan tidak serius, kapan perlu copot dari jabatannya, ” kata Edy Harianto Sindrang, juru bicara Fraksi Golkar.

Dengan kondisi seperti saat ini, lanjut Edy, yang menjadi penilaian utama masyarakat adalah kepemimpinan bupati, sehingga jika tidak ingin jelek dimata masyarakat, bupati sudah waktunya bertindak tegas.

“Pemkab selalu berteriak soal adanya pengurangan dana dari Pemerintah Pusat dan Propinsi, tapi kenyataannya justru dana yang ada Pemkab Inhil tidak bisa secara maksimal merealisasikannya, dengan adanya SILVA yang besar setiap tahunnya,”tambah juru bicara Fraksi Demokrat, M Sabit. (adi)




Dewan Ingatkan Bupati Inhil Tepati Janji Prioritaskan Sektor Perkebunan

kondisi perkebunan kelapa rakyat yang rusak akibat intrusi air laut. perlu perhatian dan keseriusan pemerintah untuk menyelamatkan sumber pendapatan terbesar masyarakat Inhil ini
kondisi perkebunan kelapa rakyat yang rusak akibat intrusi air laut. perlu perhatian dan keseriusan pemerintah untuk menyelamatkan sumber pendapatan terbesar masyarakat Inhil ini

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Indragiri Hilir berharap adanya pengurangan DBH tidak akan berdampak pada sektor perkebunan dan pertanian. Terhambatnya penyelamatan sumber mata pencaharian terbesar masyarakat Inhil ini akan memberikan dampak sangat signifikan pada kesejahteraan masyarakat secara umum

Menurut Ketua Komisi II DPRD Inhil, Junaidi, apapun alasannya, ia berharap Bupati Inhil tetap berkomitmen menepati janji yang telah disampaikannya kepada masyarakat Inhil khususnya dalam upaya memperbaiki sektor pertanian secara luas.

“Tidak ada bahasa lain, komitmen Bupati sebagai pemimpin tertinggi di Kabupaten ini untuk perbaikan sektor pertanian harus ditepati kalau ingin meningkatkan kesejahteraan masyarakat.” Tegas Junaidi

Wakil Ketua Komisi III DPRD Inhil, Edy Harianto Sindrang-pun berpendapat senada. Menurut pria kelahiran enok 45 tahun silam ini, program penyelamatan sektor perkebunan seperti pembuatan tanggul dan normalisasi parit merupakan program yang sudah tertunda pada tahun anggaran sebelumnya. Ia berharap tahun anggaran 2015 ini kejadian serupa tidak sampai berulang kembali.

“Kalau memang harus ada penundaan beberapa program disebabkan adanya pengurangan DBH, jangan sentuh sektor pertanian. Sektor ini berpengaruh besar pada kesejahteraan masyarakat, khususnya petani dan harus kita prioritaskan,” Pinta Sindrang

Untuk penundaan beberapa program lainnya akibat pengurangan DBH ini ia berharap agar dapat diakomodir pada anggaran perubahan.

“Kita sebagai DPRD pastinya akan berdiri tegak dibelakang pemerintah selama perjuangan kita senada untuk kepentingan masyarakat. Tapi kita akan berdiri berlawanan jika kondisi itu terjadi sebaliknya.” Ingatkan Sindrang. (dro)




Wabup Pinta Warga Inhil Tidak Langgar Norma Hukum dan Agama

Kapolres Inhil AKBP Suwoyo SIK Msi bersama Wakil Bupati H Rosman MalomoTEMBILAHAN (derikriau.org) – Wakil Bupati Inhil, H Rosman Malomo meminta kepada seluruh masyarakat Inhil untuk dapat menjaga diri agar tidak terseret untuk melakukan berbagai hal yang bertentangan dengan norma hukum dan agama.

“kemauan untuk mentaati aturan itu haruslah dimulai dari diri sendiri,” kata Wabup kepada sejumlah awak media usai mengikuti pemusnahan Miras di Polres Inhil jalan Gajah Mada Tembiahan, Selasa (30/12/2014).

Dengan berhasilnya disita sebanyak 5.908 Botol Miras dan 331 Liter Tuak ini, Wabup menyampaikan apresiasi tinggi atas kerja keras jajaran polres inhil dalam meminimalisir penyebaran miras.

“Ini merupakan sebuah langkah yang sangat positif terutama untuk mengurangi peredaran minuman keras ditengah-tengah masyarakat. Dengan semakin minimnya peredaran miras, lambat laun kita berharap dapat meminimalisir pengkonsumsi barang haram ini,” tuturnya.

Diakhir kalimatnya Wabup juga berharap kepada seluruh pihak terkait, khususnya kepada pihak kepolisian agar dapat terus melakukan pengawasan dan penindakan untuk menekan angka pengkonsumsi miras di Inhil. (mirwan/adv pemkab inhil)




Dewan Desak Pemkab Inhil Segera Dapatkan dan Publikasikan Hasil Uji Labor Sample Air Sungai Indragiri

ikanmatiTembilahan (detikriau.org) – Dewan mendesak Pemerintah Kabupaten melalui instansi terkait untuk segera mempublikasikan hasil uji labor sample air sungai Indragiri. Ia menilai hal ini sangat penting untuk dilakukan agar dapat diketahui masyarakat secara luas. Apapun alasannya, pasokan air sungai Indragiri menjadi sumber air bersih bagi ratusan ribu masyarakat Inhil.

“Artinya pemkab Inhil melalui instansi terkait harus segera mendapatkan hasil labor itu dan mempublikasikannya. Harus ada kepastian apakah air baku itu aman atau tidak untuk dimanfaatkan masyarakat,” Sampaikan Dewan melalui Wakil Ketua Komisi III DPRD Inhil, H Edy Harianto Sindrang kepada detikriau.org di Tembilahan, Kamis (11/12/2014)

Setakat ini polisitisi partai Golkar itu menangkap kesan ketidakseriusan instansi terkait menyikapi persoalan dugaan tercemarinya sungai Indragiri dengan bahan berbahaya itu. Iapun menyampaikan pembenaran dugaan masyarakat akan tercemarinya sungai indragiri. Buktinya jika air sungai itu tidak ada masalah, kenapa ikan-ikan dan hewan air lainnya sampai terganggu.

Ditambahkan Edy, persoalan pencemaran lingkungan bukanlah baru pertama kali ini terjadi di Inhil. Untuk hal itu, kedepannya ia berharap agar pemerintah daerah dapat menyisihkan dana untuk membuat labor uji di Inhil. “jadi kalau ada apa-apa kita bisa cepat dapat mengetahui. Jangan lamban dan menimbulkan dampak yang tidak baik bagi masyarakat.” Tuntas Edy

Berdasarkan keterangan masyarakat, khususnya nelayan yang selama ini menggantungkan penghidupan dari sungai Indragiri, sejak kejadian matinya ikan baru-baru ini, kini penghasilan mereka jauh merosot. Sebelumnya, dalam satu kali turun ke sungai, setidaknya mereka masih bisa mendapatkan belasan kilo hasil tangkapan.

“Sekarang kita tak dapat apa-apa bang. Kemaren saya dapatkan ikan dan udang tidak lebih dari satu gayung kecil. secara pribadi saya tidak megetahui apa penyebabnya,” sampaikan Atan, salah seorang Nelayan di Kecamatan Tembilahan hulu.

Tidak hanya atan, penggemar pancing di kota Tembilahan juga mengakui minimnya hasil tangkapan ini. Menurutnya, setiap kali memancing ikan disungai Indragiri, biasanya hanya dalam hitungan jam sedikitnya ia mampu memperoleh 2 hingga 3 ekor udang galah. Beberapa hari belakangan ini. Jangankan dalam hitungan jam, dalam hitungan haripun hasilnya sangat mengecewakan.

“beberapa kali hasil tangkapan kami Nihil. Bisa saja ini akibat cemaran limbah baru-baru ini di Kecamatan Kempas,” Duganya.

Sebelumnya, awal desember lalu, masyarakat di Kecamatan Kempas dan Tempuling banyak menemukan ikan mati di sepanjang aliran sungai. Tidak hanya itu, warga juga dikagetkan oleh temuan seekor buaya muara terapung lemas. Kematian ikan dan buaya ‘mabuk’ ini diduga masyarakat akibat pencemaran limbah pabrik di aliran sungai.

Dugaan pencemaran limbah pabrik itu, menurut masyarakat diperkuat oleh penyakit gatal-gatal yang dialami warga seusai memanfaatkan air sungai untuk kebutuhan rumah tangga. Padahal sebelumnya tidak demikian. (dro)




Peringatan Tahun Baru 1436 H, Inhil dikadoi Rekor MURI

Bupati Inhil, HM Wardan saat menyampaikan sambutan pada peringtan puncak perayaan tahun baru islam 1436 H bertempat dilapangan upcara jalan Gadjah Mada TembilahanTembilahan (detikriau.org) – Kegiatan Istighosah dan buka bersama, puncak perayaan tahun baru islam 1436 Hijriah di Kabupaten Indragiri Hilir kali ini mendapatkan kado yang teramat istimewa. Buka bersama 25 ribuan masyarakat Inhil ini tercatat dalam Museum Rekor Indonesia (MURI) TH 2014 dengan rekor; Buka Puasa Asyura dengan Bubur terbanyak.

Menurut Deputy manager MURI, Awan Raharjo, record MURI untuk Buka Puasa Asyura dengan Bubur terbanyak untuk tahun 2013 diraih oleh Kabupaten Siak dengan jumlah 1.121 termos dengan 11.210 mangkok bubur asyura. Tahaun 2014, kabupaten Inhil berhasil melampaui record MURI Siak dengan catatan sebanyak 1527 termos dengan 38.175 mangkok bubur asyura

Kegiatan puncak Gema muharam, senin sore, (10 Muharram 1436 H/ 03 November 2014 M) yang di pusatkan di lapangan Gajah Mada Tembilahan tajaan DISPORABUDPAR Inhil turut di hadiri Bupati, Wakil Bupati, Unsur Muspida, Ketua DPRD, dan Anggota DPRD Propinsi Riau, Ketua LAM Propinsi Riau serta seluruh masyarakat Inhil yang memadati lapangan. Kegiatan ini mengambil tema, Wisata Religi Gema Muharram 1436 H dengan menghadirkan Da’i kodang Al-Ustadz Soleh Muhammad (Solmet).

Bupati, di dampingi Wakil Bupati menerima Penghargaan MURI 1436 H
Bupati, di dampingi Wakil Bupati menerima Penghargaan MURI 1436 H

DSC_0430

Pergantian tahun baru Islam 1436 H di Kabupten Inhil di awali dengan pawai ta’ruf, Zikir dan do’a, menjelang hari puncaknya 10 Muharram 1436 H diisi berbagai kegiatan yang bernuansa Islami, diantaranya; Perlombaan shalawat nariah, Rebana dan lain-lain yang di akhiri dengan puasa 10 Muharram 1436 H, yang di tandai buka bersama yang di hadiri 25 ribu jamaah dan makan bubur asyura dengan 1000 rasa.

Dalam sambutannya Bupati Inhil HM.Wardan atas nama PEMDA Inhil mengucakan terimakasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh Panitia dan masyarakat Kabupaten Inhil atas pertisipasinya sehingga kegiatan ini dapat terlaksanan dengan lancer. hari ini, hampir 90 % persen masyarakat Inhil yang hadir melaksanakan ibadah puasa.

“hari ini kita berhari raya dan bergembira dengan berbuka bersama.” Syukur Bupati

Ustadz Soleh Muhammad (Solmed) dalam tausiyahnya mengatakan bahwa kita harus bangga dalan memperingati Tahun baru Islam. Adapun hikmah atau hadiah dari Allah apabila kita berpuasa pada 10 muharram seperti sekarang ini, akan di hapuskan dosa-doasanya 1 tahun yang lalu. Terakhir beliau berpesan agar selalu bertaubat. “semoga kita mati dalam husnul khatimah” do’anya.

Acara ini di akhiri dengan Buka bersama dan di laksanakan Shalat Magrib secara berjamaah di lapangan upcara gadjah mada di lanjutkan dengan pemberian piagam penghargaan dari MURI yang di terima langsung Bupati Inhil HM.Wardan di dampingi Wakil Bupati, H Rosman Malomo. (dro/adv pemkab inhil)

 

dua komunitas seni kesukuan juga tampak berpartisipasi ramaikan iven wisata religi Gema Muharam 1436 H
dua komunitas seni kesukuan juga tampak berpartisipasi ramaikan iven wisata religi Gema Muharam 1436 H

DSC_0417