Selfi di Hutan Mangrove Pantai Solop, Pengguna Medsos Ini dikagetkan Penampakan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Salah seorang pengguna Medsos di Inhil, Mel Mel memposting foto hasil selfi di akun facebooknya pada hari Kamis (19/5/2016) pukul 19.52 WIB. Namun postingan kali ini sedikit berbeda. Pasalnya, Mel Mel menuliskan keterangan kekagetannya atas hasil selfi di kawasan Mangrove Pantai Solop Pulau Cawan Kecamatan Mandah itu.

“Kalian lihatkh, itu apa baru sadar,” tulisnya dalam foto serta menunjukkan penampakan sesuatu kejanggalan berwarna hitam dalam lingkaran warna merah.

Sontak saja foto tersebut  dikomentari sejumlah pengguna medsos lainnya. Keterangan dalam komentarnya, wanita berusia remaja ini mengaku tidak ada sesuatu apapun ketika berada di lokasi.

Meski foto terlihat agak buram, namun didalam lingkaran memang tampak sesuatu berwarna hitam gelap menyerupai bayangan tubuh manusia. Sebagian netizen ada yang berangapan hal itu hanya dahan pohon yang terhalang dari sinar matahari saat objek diabadikan melalui kamera ponsel.

Wallahu A’lam Bishawab/ Mirwan




Pemkab Inhil Kembangkan Ekowisata Mangrove di Reteh

DSC_0060TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir  (Inhil) lakukan pengembangan kawasan hutan konservasi alam mangrove yang berpotensi mejadi ekowisata Alam. Konservasi ini dilakukan di Desa Sungai Asam Kecamatan Reteh.

Hal Ini disampaikan Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Encik Kamal Syahendra melalui Kasubbid Kerusakan Pesisir dan laut, Riduan. Kamis (26/2/2015).

Ia menjelaskan dari konservasi alam mangrove yang ada di Desa Sungai Asam Kecamatan Reteh dilakukan secara swadaya masyarakat dan sekarang menjadi Ekowisata Alam yang telah ditetapkan oleh Provinsi Riau pada tahun 2013 lalu.

“Bermula dari swadaya masyarakat yang di motori seorang warga bernama Abas, hingga keberhasilannya mendapatkan penghargaan dari Presiden SBY beberapa tahun lalu, karena keberhasilannya dalam memulihkan ekosistem mangrove yang rusak pada saat itu,” jelas Riduan.

Ia menerangkan, sekarang ekowisata yang ada sudah di fasilitasi oleh Pemerintah Provinsi Riau berupa jalan dan pemondokan, lanjutnya dari pemerintah kabupaten terus melakukan bimbingan kepada masyarakat.

“BLH terus melakukan bimbingan bagi warga pesisir tentang manfaat tanaman mangrove dan pelestariannya,” pungkasnya.(mirwan/adv pemkab inhil)




Kepala DKP Inhil Ajak Masyarakat Jaga Kelestarian Kawasan Hutan Rawa

Tanaman Mangrove seperti ini tumbuh subur disepanjang pesisir pantai Inhil. diharapkan kepada semua pihak untuk bersama-sama menjaga kelestariannya
Tanaman Mangrove seperti ini tumbuh subur disepanjang pesisir pantai Inhil. diharapkan kepada semua pihak untuk bersama-sama menjaga kelestariannya

Tembilahan (detikriau.org) – Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) kabupaten Indragiri Hilir, H Wiryadi Umar mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian hutan rawa, seperti mangrove dan nipah yang tumbuh subur disepanjang bibir pantai Inhil. Keberadaan tanaman yang sekaligus menjadi penahan terjadinya abrasi itu menjadi tempat hidup dan berkembangbiaknya hewan-hewan laut yang menjadi sumber penghasilan nelayan.

Ajakan ini disampaikan saat pertemuan di ruang kerjanya, senin (19/1) kemaren. Pada akar-akar tanaman Mangrove dan Nipah itu menurut Wiryadi menjadi tempat meletak telur hewan-hewan laut seperti kepiting, udang dan lainnya. Kelestarian tanaman rawa pastinya akan memberi jaminan pula terhadap kelestarian hewan laut.

“artinya jika tanaman rawa itu bisa kita jaga kelestariannya maka kelangsungan hidup hewan laut yang menjadi sumber penghidupan nelayan akan dapat terjamin pula,” Ujar Wiryadi.

Ditambahkan Wiryadi, menjaga kelestarian alam tidak bisa dilakukan hanya satu pihak tetapi perlu kerjasama dari seluruh stackholder terkait lainnya. Memberi jaminan kelestarian lingkungan tidak hanya memberikan jaminan penghasilan bagi masyarakat saat ini tetapi akan memberi dampak panjang hingga keanak cucu nantinya.

“Oleh karenanya saya mengajak agar kita semua dapat menjaga kelstarian alam agar kelestarian hidup kita dapat pula terjaga dengan baik,” Himbaunya. (dro/adv pemkab inhl)