Saling Senggol, Pemicu Peristiwa Berdarah di Lorong Bengkel

“Paeng Membantah Lakukan Perencanaan Habisi Nyawa Adi”

“Hasil visum, ditubuh korban ditemukan beberapa luka tusukan dibagian belakang dan satu tusukan dibagian tengah dada”

PEtugas saat mengevakuasi jenajah korban ke RSUD PH untuk dilakukan visum
PEtugas saat mengevakuasi jenajah korban ke RSUD PH untuk dilakukan visum

Tembilahan (detikriau.org) – Fakta dibalik rubuhnya Agus diujung belati teman sekerjanya, Paeng dalam peristiwa berdarah di Lorong Bengkel Jalan Jendral Sudirman Tembilahan, awal pekan ini ternyata hanya dilatarbelakangi persoalan sepele, saling senggol.

“Tidak ada persoalan lain, hanya diawali dari ketidaksengajaan saling bersenggolan,” Ujar Kapolres Inhil, AKBP Hadi Wicaksono Sik melalui Paur Humas, Iptu Warno Akman, rabu (30/9)

Berdasarkan keterangan tersangka, diterangkan Paur Humas, pemicu peristiwa naas tersebut terjadi beberapa jam sebelum ia nekad menancapkan belati dihulu hati teman sekerjanya Adi.

“pengakuannya, motif awalnya hanya itu. tidak ada yang sengaja. Namun waktu itu korban sempat marah-marah hingga mengeluarkan perkataan yang tidak wajar, karena itu pelaku ini geram dan saat itu sempat melawan tetapi dilerai bos tempat mereka bekerja,” terang Warno.

Beberapa jam berselang, lanjut Warno, perkelahian kembali terjadi hingga Adi rubuh bersimbah darah. Hasil visum, ditubuh korban ditemukan beberapa luka tusukan dibagian belakang dan satu tusukan dibagian tengah dada.

“Pisau itu bukan senjata bekas, tetapi baru dibeli pelaku. Namun sampai saat ini pelaku tidak mengaku kalau ia merencanakan pembunuhan, hanya membeli pisau saja, kilah pelaku”Tandas Warno. (mirwan)




Dua Orang Pemabuk Hujam Juru Parkir Plaza Tembilahan Dengan Pisau Dapur

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Yandi (35) warga jalan SKB Tembilahan ini terpaksa dilarikan ke rumah sakit, karena ia mengalami luka robek dibagian mata sebelah kiri dan jempol tangan sebelah kiri akibat dikeroyok 2 orang pemabuk dengan menggunakan pisau dapur di parkiran atas plaza jalan Jendral Sudirman, Minggu (14/6/2015) sekitar pukul 05.15 WIB.

Diketahui, keseharian korban pengeroyokan ini bekerja sebagai tukang parkir. Menurut keterangan dari pihak kepolisian, waktu itu ada selisih paham antara tukang parkir dengan kedua pelaku.

“Namun kami belum tahu persis apa motif dari tindak pidana ini. masih menunggu keterangan kedua belah pihak, terutama korban yang saat ini masih dirawat di RSUD Puri Husada Tembilahan,” kata Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Hadi Wicaksono Sik melalui PAUR Humas, Iptu Warno Akman kepada awak media melalui telpon selularnya.

Saat ini ditambahkan Warno, petugas kepolisian sudah mengantongi identitas kedua pelaku yang berinisial Ac dan Ed yang telah disesuaikan dengan keterangan beberapa saksi saat kejadian peristiwa tersebut. Saat ini keberadaan kedua pelaku masih dalam penyelidikan serta barang bukti berupa pisau dapur telah di tangan petugas.

“Yang jelas usai mengeroyok, pelaku langsung kabur dan korban dibawa oleh beberapa saksi ke Rumah sakit. Salah seorang saksi menghubungi abang kandung korban dan mengabarkan kalau adiknya sedang mengalami luka-luka,” tutup Warno. (mirwan)




Pegawai Honorer ditemukan Tak Lagi Bernyawa, Dikabarkan Korban Istri Siri Mantan Anggota DPRD Inhil

disekujur Tubuh ditemukan beberapa Bekas Luka

korban saat berada di kamar mayat RSUD PH copyTEMBILAHAN (detikriau.org) – Warga Jalan Pembangunan RT 04 RW 06 Kelurahan Sungai Beringin kecamatan Tembilahan heboh, Minah (33), salah saeorang pegawai honor dilingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Inhil ditemukan sudah dalam keadaan tidak bernyawa sekitar pukul 19.20 WIB, Rabu (10/6/2015) kemaren dengan beberapa luka disekujur bagian tubuhnya.

Dikabarkan bahwa korban merupakan istri siri salah seorang mantan anggota DPRD Inhil berinisial AM.

Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, sekitar pukul 19.00 WIB kemaren, suami korban (Pelapor, red) pulang dari Kuala Lahang, Kecamatan Gaung. Pelapor terkejut begitu melihat kerumunan warga di depan rumahnya.

Tiba-tiba salah seorang warga menyampaikan bahwa istrinya didapati sedang terbaring dalam keadaan wajah pucat. Merasa penasaran pelapor masuk dan melihat istrinya dalam posisi tertelentang di kasur ruang tamu dengan kondisi beberapa luka disekujur tubuhnya.

Selanjutnya pelapor memberithukan persoalan itu kepada pihak keluarga dan polisi. Saat dievakuasi ditemukan ada luka gores pada bagian pipi dan siku sebelah kiri, keluar cairan dari hidung dan mulut korban serta terdapat luka memar pada punggung sebelah atas.

“Korban kemudian kami bawa dan dilakukan visum di RSUD Puri Husada Tembilahan,”ungkap Kapolres Inhil AKBP Hadi Wicaksono Sik, melalui PAUR Humas Iptu Warno Akman, Kamis (11/6/2015).

Sampai saat ini petugas masih belum bisa menyimpulkan apa penyebab kematian korban. Pasalnya petugas tengah melakukan pemeriksaan terhadap beberapa orang saksi baik suami korban maupun warga yang pertama kali mengetahui permasalahan itu.

Sementara itu, menurut informasi dari tetangga korban, Adly, perkara ini sedikit misterius. Kenapa tidak, sejak beberapa hari sebelumnya si korban memang sering menerima tamu yang merupakan rekannya sendiri.

Saat itu, sejak hari Senin (8/6/2015) sampai diakhir hayatnya, si korban ini sendiri di rumah. Suami dan anak-anaknya sedang berada di Lahang.

“Waktu kejadian kami juga sedang di luar. Tapi infonya sore kemaren (Rabu, red) anaknya datang dan mengetuk pintu, tapi tak dibuka-buka, padahal anaknya meyakini di dalam ada orang karena saat menjenguk dari jendela terlihat masih ada kendaraan roda dua,” kata Adly.

Tak berapa lama, lanjutnya, berdatangan beberapa tetangga lainnya dan memeriksa dari jendela. Dan malamnya sekitar pukul 19.00 baru suami siri korban datang. Pintupun dibuka. Saat itulah baru diketahui bahwa korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa. (mirwan)