Ini Penting Diketahui Pelanggan Listrik 450 VA

JAKARTA – Kebijakan pemerintah mencabut subsidi pelanggan listrik 900 VA dipastikan mulai diterapkan Januari 2017.

Kini pemerintah mencari cara untuk memangkas subsidi listrik bagi pelanggan 450 VA.

Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Syamsir Abduh menyatakan, pelanggan listrik 450 VA yang berstatus keluarga miskin tetap akan mendapatkan subsidi dari negara.

Namun, subsidinya tidak berbentuk selisih tarif listrik yang dibayarkan negara ke PLN.

Bentuk subsidi nantinya berupa bantuan langsung.

Pola yang berlaku saat ini membuat pelanggan 450 VA hanya membayar sepertiga dari tarif listrik normal.

Untuk November, tarif rumah tangga adalah Rp 1.461 per kWh. Maka, biaya 450 VA mencapai Rp 487 per kWh.

’’Intinya, harga listrik nanti berdasar keekonomian. Masyarakat yang berhak cukup membayar sesuai kemampuan,’’ jelasnya.

Syamsir lantas membuat pengandaian kalau tarif keekonomian listrik ialah Rp 900 per kWh.

Lantas, rata-rata kemampuan daya beli masyarakat, misalnya, Rp 500 per kWh.

Kekurangan sebesar Rp 400 akan diberikan dalam bentuk subsidi yang mirip distribusi kartu Indonesia pintar.

’’Bantuan bisa sampai dengan baik. Pemerintah confidence dengan itu,” terangnya.

Selain media penyaluran subsidi, sejumlah kementerian masih membahas cara menentukan rasio kemampuan daya bayar masyarakat.

Sebab, tiap rumah tangga mempunyai kebutuhan berbeda. Pemerintah ingin subsidi listrik disalurkan kepada warga miskin seperti di negara maju, yakni diskon khusus untuk membeli barang di supermarket.

Dalam pembahasan di sidang DEN pada Senin (14/11), cara tersebut diharapkan bisa berjalan pada 2017.

Namun, dia tidak tahu pasti kapan bisa berjalan karena itu masih usulan dan perlu diperdalam.

Nanti ada tim yang membahas detil pelaksanaannya, termasuk komunikasi dengan stakeholder.

Saat pemerintah menjalankan cara tersebut, bukan tidak mungkin tarif dasar listrik 450 VA menjadi normal seperti 900 VA maupun 1.300 VA yang per 1 Januari sudah sama.

’’Mungkin nanti ada tahapan tidak lagi disubsidi. Seperti premium yang tidak lagi bersubsidi,’’ katanya./JPNN

 




Juni, Survey Penerima Meteran Listrik Gratis Diupayakan Rampung

“Syarat Utama, Kondisi Rumah Calon Penerima”

Kondisi rumah penerima  listrik gratis. Foto: bengkaliskab.go.id
Kondisi rumah penerima listrik gratis. Foto: bengkaliskab.go.id

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pelaksanaan survey warga miskin yang berhak menerima meteran gratis diwacanakan akan rampung pada bulan Juni mendatang.

Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) H Tengku Eddy Afrizal melalui Kabid Tenaga Kelistrikan, Yusnaldi saat dijumpai awak media di ruang kerjanya, Senin (25/5/2015).

“Kita upayakan bulan Juni mendatang sudah bisa diterbitkan hasilnya dan kita sampaikan secara umum. Untuk saat ini, tim masih bekerja melakukan survey di lapangan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, dari total warga yang mengajukan sekitar 430 KK, untuk sementara ada yang telah masuk ke dalam data penerima meteran gratis kurang lebih 300 KK untuk warga Kecamatan Tembilahan, Tembilahan Hulu dan Tempuling.

“Tahun ini hanya ada 3 kecamatan itu saja, dan dari hasil survey sementara iti terus dilakukan hingga rampung,” katanya lagi.

Adapun yang menentukan siapa yang layak menerima, Yusnaldi menerangkan, dikarenakan meteran gratis ini adalah program Menteri ESDM, maka katanya yang berhak menentukan layak atau tidaknya penerimapun dari tim kementrian melalui Satuan Kerja Listrik Pedesaan.

“Kita hanya menerima pengajuan masyarakat dan mengusulkan sejumlah warga miskin ini ke Pusat, namun yang menentukan langsung dari tim di lapangan,” tuturnya.

Untuk kategori miskin, disampaikannya ada beberapa yang dipandang diantaranya, kondisi rumah, pendapatan dari kerja sehari-hari dan mendapat surat keterangan miskin dari pemerintah desa setempat.

Meski begitu, tetap ditekankannya kondisi rumah yang paling diutamakan, makanya ada tim yang langsung turun ke lapangan. Jika kondisi rumah calon penerima meteran dinilai mampu, secara otomatis tim survey memberi tanda kalau warga tersebut tidak berhak menerima.(mirwan)




Jika Listrik Terus Berulah, Mahasiswa Ancam Lakukan Aksi Demo

Gamba ilustrasi. Foto, Agsapto.wordpres.com
Gamba ilustrasi. Foto, Agsapto.wordpres.com

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kalangan mahasiswa menilai janji yang diungkapkan pihak PLN dalam pertemuan di awal tahun 2015 yang lalu untuk menstabilkan pasokan listrik terkesan hanya sebatas ucapan belaka.

“Pada minggu pertama bulan Januari kemaren kami telah datang baik-baik ke kantor PLN, janjinya akan mensegerakan perbaikan mesin yang rusak, apakah pekerjaannya memakan waktu berbulan-bulan seperti ini?,” kesal Presma Unisi, Pirman saat dijumpai usai menghadiri pelantikan ketua komisariat HMI Cabang Tembilahan, Minggu (8/3/2015).

Menurutnya, selama ini PLN Rayon Tembilahan ini sudah cukup dimaklumi. Namun dengan kondisi saat ini dinilainya keresahan masyarakat yang mesti dimaklumi, khususnya para pelanggan PLN yang terus mengeluhkan kondisi listrik yang terus berulah.

Ketua HMI Cabang Tembilahan, Zulhelmi menyatakan bahwa buruknya pengelolaan PLN Rayon Tembilahan ini memang  harus segera disikapi.

“Besok (Senin 9/3/2015, red) kita memasukkan surat pemberitahuan ke PLN saja terlebih untuk kembali memintakan jadwal pertemuan dalam minggu ini. Jika juga tidak ada perobahan setelah pertemuan itu, mungkin kita akan lakukan aksi lain, ya bisa saja dengan unjuk rasa secara terbuka,” katannya.

Untuk sekedar memberitahukan, diperkirakan april 2015 mendatang diyakini pasokan listrik PLN Rayon Tembilahan sudah dapat kembali berjalan normal.

Pernyataan ini disampaikan oleh Ketua Komisi III DPRD Inhil, Iwan Taruna kepada detikriau.org melalui sambungan BlackBerry, selasa (3/3) malam yang lalu. Menurut politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Inhil ini, penegasan itu diperoleh setelah dilakukannya pertemuan antara Komisi III DPRD Inhil dengan GM PLN Wilayah Riau di Pekanbaru, Doddy B Pangaribuan, rabu (25/2) yang lalu.

Berdasarkan penjelasan pihak PLN, defisit daya yang terjadi di Tembilahan disebabkan adanya kerusakan beberapa unit mesin sewa. Untuk mengatasi defisit tersebut, pihak PLN sedang melakukan proses perbaikan yang di perkirakan akan selesai dalam 2 minggu kedepan.

Disamping melakukan perbaikan, pihak PLN juga sedang melakukan proses sewa mesin baru dengan pihak ketiga yang dalam hal ini sedang dalam pelaksanaan pekerjaan pondasi kedudukan mesin tersebut dengan kontrak daya sebesar 4 MW.

Berdasarkan perhitungan pihak PLN, beban puncak PLN Rayon Tembilahan sekitar 13 MW, sedangkan daya yang mampu diproduksi hanya sebesar 10,5 MW. artinya PLN masih mengalami defisit sekitar 2,5 MW.

Upaya perbaikan kerusakan mesin pembangkit yang di lakukan PLN saat ini yang di perkirakan akan selesai dalam 2 minggu kedepan adalah sekitar 1,8 MW. Setelah perbaikan mesin selesai, daya mampu PLN menjadi 12,3 MW. Dengannya PLN juga masih mengalami difisit daya sekitar 0.7 MW

“ namun menurut pihak PLN defisit tersebut akan teratasi dengan masuknya mesin sewa baru dengan daya mampu 4 MW, sekitar bulan april sesuai dengan kontrak pihak ketiga PLN akan memasok daya tersebut. Artinya nanti PLN rayon Tembilahan akan memiliki daya mampu sekitar 16,3 MW. ada surplus daya sekitar 3,3 MW,” Urai Iwan menerangkan penjelasan dari Pihak PLN

Dalam kesempatan pertemuan itu, Iwan juga memintakan kepada pihak PLN untuk merencanakan kontrak baru pada tahun 2016 menggantikan mesin yang sudah tua, seperti mesin yang disewa dari pihak PT. BPG, PT. MPI, dan PT. TBMA agar pasokan listrik terhadap masyarakat Inhil tidak lagi terjadi defisit di karenakan mesin sewa yang sering rusak.

“Alhamdulillah pihak PLN juga menyetujui peremajaan kontrak sewa mesin baru di tahun 2016,” Syukuri Iwan. (mirwan)




Pemadaman Listrik Juga Berimbas Terjadinya Laka Lalin

HematListrikTembilahan (detikriau.org) – Semakin parahnya kondisi listrik khususnya di Kota Tembilahan, kini tidak hanya mengganggu berbagai aktifitas rutin masyarakat. Terputusnya pasokan listrik ini, kini juga berdampak terganggunya fasilitas pelayanan publik lainnya, salah satunya traffic light. Akibatnya, lalu lintas menjadi tidak teratur dan kerap menjadi penyebab terjadinya kecelakaan.

“Kondisi seperti ini sudah kita rasakan cukup lama. Kami khawatir jika persoalan ini tidak segera disikapi, bisa saja sewaktu-waktu akan menimbulkan kecelakaan bahkan lebih parahnya bukan tidak mungkin akan menelan korban jiwa,” Sampaikan salah seorang pengguna jalan warga Tembilahan, Udik, rabu (25/2)

Disampaikan Udik, akibat tidak menyalanya lampu pengatur lalu lintas dipersimpangan jalan itu, dengan mata kepala sendiri ia mengaku menyaksikan sendiri terjadinya kecelakaan. Untuk saja peristiwa itu menurutnya tidak sampai berakibat fatal.

“Karena tidak ada traffic light, lalu lintas menjadi sembraut. Pengguna kendaraan yang kurang sabar, berebut saling mendahului, akibatnya terjadi kecelakaan. Tapi untungnya belum berakibat fatal,” Ceritanya.

Tidak hanya kepada pihak PLN, Udik juga berharap pelayanan buruk pihak PLN Rayon Tembilahan ini juga disikapi oleh pemerintah setempat agar dapat dicaraikan jalan keluar. “Pemerintah daerah sebaiknya juga jangan hanya pasrah. Sikapi dan carikan solusi agar persoalan ini tidak semakin berlarut-larut,” Pintanya.

Terkait persoalan ini, Manajer PLN Rayon Tembilahan mengakui kerapnya terjadi pemutusan pasokan listrik. Kondisi ini menurutnya masih dikarenakan persoalan lama. Kerusakan mesin.

“Kondisi mesin sewa pada PLN Rayon Tembilahan hingga hari ini belum bisa diperbaiki secara menyeluruh. Sebagaimana yang telah kita sampaikan seblum-sebelumnya, beberapa alat pada mesin sewa masih terjadi gangguan.”Ujarnya melalui sambungan selular.

Kali ini ditambahkannya, gangguan terjadi kembali pada 1 unit mesin sewa milik Tiga Bintang dan 2 unit mesin sewa Bima Golden.

“Akibat adanya gangguan itu kita terpaksa memberlakukan pemadaman bergilir hingga dengan durasi 1 hari hidup dan 1 hari mati, baik siang maupun malam hari,” tambahkannya.

Dijelaskan, kebutuhan normal ketersediaan listrik khususnya untuk kota Tembilahan sebesar 13 Mw, kemampuan pembangkit kini hanya mampu memproduksi 9,5 Mw.

“Kita targetkan dalam minggu ini insyaallah semuanya mudah-mudahan sudah bisa diperbaiki,” pungkasnya.(mirwan)




Malangnya Tembilahan, Listrik Bak Kunang-Kunang, Air PDAM-pun Ngadat

airTembilahan (detikriau.org) – Baru terhitung semingguan pasokan air PDAM Tirta Indragiri kembali mengalir setelah sempat mati total selama tiga hari, kondisi yang sama kini kembali berulang. Kali ini bukan persoalan ketiadaan tawas tetapi katanya kerusakan “breker listrik”.

Pernyataan ini disampaikan oleh salah seorang tekhnisi lapangan yang enggan menyebutkan namanya saat dikomfirmasi melalui sambungan telepon selularnya, Jum’at (6/6/2014). Dikatakannya, akibat kerusakan peralatan ini, pasokan listrik untuk mesin pompa terputus, imbasnya distribusi air kepelanggan juga terhenti.

“Saya tidak bisa memprediksi sampai kapan kondisi ini akan berlangsung. Suku cadang kita tidak ada dan harus didatangakan dari luar,” Ujarnya memberikan komfirmasi.

Terkait persoalan ketiadaan tawas yang menjadi penyebab terhentinya pasokan air bersih kerumah-rumah pelanggan beberapa waktu lalu, hari ini diakuinya sudah bisa diatasi. Meskipun pengadaan dalam jumlah besar harus dilakukan melalui proses lelang, namun untuk kebutuhan mendesak PDAM TI mengambil inisitif membeli enceran sesuai kebutuhan. “Tawas tidak ada masalah. Masalah kali ini, ya kerusakan breker listrik,” Tandasnya.

Kembali terputusnya pasokan air bersih kerumah-rumah pelanggan ini juga kembali menuai keluhan masyarakat. Sejak pagi, pasokan air terhenti secara total. Untuk mendapatkan kebutuhan air bersih, mereka dengan terpaksa harus memasok dari sumber-sumber air bersih disekitar lingkungan tempat tinggal mereka.

“Entah apa yang terjadi dengan pelayanan public di Tembilahan dalam beberapa waktu belakangan ini, sudahlah pasokan air mati total, listrik PLN-pun senin-kamis. Kita minta pemerintah setempat kiranya dapat segera mengambil kebijakan terbaik agar masyarakat tidak terus dirugikan,” Sampaikan Herman, warga Jalan Batang Tuaka kepada detikriau.org. (dro)