Pemadaman Listrik Juga Berimbas Terjadinya Laka Lalin

HematListrikTembilahan (detikriau.org) – Semakin parahnya kondisi listrik khususnya di Kota Tembilahan, kini tidak hanya mengganggu berbagai aktifitas rutin masyarakat. Terputusnya pasokan listrik ini, kini juga berdampak terganggunya fasilitas pelayanan publik lainnya, salah satunya traffic light. Akibatnya, lalu lintas menjadi tidak teratur dan kerap menjadi penyebab terjadinya kecelakaan.

“Kondisi seperti ini sudah kita rasakan cukup lama. Kami khawatir jika persoalan ini tidak segera disikapi, bisa saja sewaktu-waktu akan menimbulkan kecelakaan bahkan lebih parahnya bukan tidak mungkin akan menelan korban jiwa,” Sampaikan salah seorang pengguna jalan warga Tembilahan, Udik, rabu (25/2)

Disampaikan Udik, akibat tidak menyalanya lampu pengatur lalu lintas dipersimpangan jalan itu, dengan mata kepala sendiri ia mengaku menyaksikan sendiri terjadinya kecelakaan. Untuk saja peristiwa itu menurutnya tidak sampai berakibat fatal.

“Karena tidak ada traffic light, lalu lintas menjadi sembraut. Pengguna kendaraan yang kurang sabar, berebut saling mendahului, akibatnya terjadi kecelakaan. Tapi untungnya belum berakibat fatal,” Ceritanya.

Tidak hanya kepada pihak PLN, Udik juga berharap pelayanan buruk pihak PLN Rayon Tembilahan ini juga disikapi oleh pemerintah setempat agar dapat dicaraikan jalan keluar. “Pemerintah daerah sebaiknya juga jangan hanya pasrah. Sikapi dan carikan solusi agar persoalan ini tidak semakin berlarut-larut,” Pintanya.

Terkait persoalan ini, Manajer PLN Rayon Tembilahan mengakui kerapnya terjadi pemutusan pasokan listrik. Kondisi ini menurutnya masih dikarenakan persoalan lama. Kerusakan mesin.

“Kondisi mesin sewa pada PLN Rayon Tembilahan hingga hari ini belum bisa diperbaiki secara menyeluruh. Sebagaimana yang telah kita sampaikan seblum-sebelumnya, beberapa alat pada mesin sewa masih terjadi gangguan.”Ujarnya melalui sambungan selular.

Kali ini ditambahkannya, gangguan terjadi kembali pada 1 unit mesin sewa milik Tiga Bintang dan 2 unit mesin sewa Bima Golden.

“Akibat adanya gangguan itu kita terpaksa memberlakukan pemadaman bergilir hingga dengan durasi 1 hari hidup dan 1 hari mati, baik siang maupun malam hari,” tambahkannya.

Dijelaskan, kebutuhan normal ketersediaan listrik khususnya untuk kota Tembilahan sebesar 13 Mw, kemampuan pembangkit kini hanya mampu memproduksi 9,5 Mw.

“Kita targetkan dalam minggu ini insyaallah semuanya mudah-mudahan sudah bisa diperbaiki,” pungkasnya.(mirwan)




Wakapolres Inhil Pimpin Upacara Operasi Simpatik 2013

wakpolres inhilTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Jajaran Polres Indragiri Hilir menggelar apel upacara gabungan dalam rangka Operasi Simpatik 2013. Upacara dilakukan di halaman Mapolres Inhil Senin (6/5) dipimpin secara langsung oleh  Waka Polres Indragiri Hilir, Kompol Yuniar Ari Darmawan SIK.

Ikut terlibat dalam upacara gabungan tersebut antara lain, Dinas Perhubungan, Anggota TNI Kodim 0314 Inhil, Sat Pol PP Pemkab Inhil, serta ratusan personil Polres Indragiri Hilir.

Dalam sabutannya Waka Polres Indragiri Hilir Kompol Yuniar Ari SIK menyebutkan, bahwa pada Operasi Simpatik Tahun 2013 akan digelar selama 21 hari. Mulai 6 Mei dan berakhir pada 21 Mei mendatang. Hal ini dilakukan guna menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban serta kelancaran berlalu lintas.

“Dalam Operasi dengan kode Simpatik ini diawali dengan sosialisasi dan tindakan edukatif, terkait peraturan kelalulintasan bagi setiap pengguna jalan,” ujar Waka Polres

Dikatakannya, dengan adanya penyuluhan kepada masyarakat ini  diharapkan saat dilakukan penegakan hukum secara tegas, masyarakat dapat memahami dan menerimanya.  “Ini juga untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri,” lanjutnya.

Waka Polres juga berharap operasi ini bisa mendorong kesadaran masyarakat untuk disiplin dan tertib berlalu lintas semakin tinggi. “Potensi kecelakaan dan kemacetan arus lalu lintas banyak disebabkan kurang disiplinnya pengendara sepeda motor dan pengemudi angkutan umum,” pungkasnya. (dro/*5)




Antisipasi Membludaknya Penonton di Laga Final, Polres Inhil Siagakan Tambahan Personil Pengamanan

Cabang Olahraga Futsal PON XVIII Riau  —

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Kepolisian Resort Tembilahan Kabupaten Indragiri Hilir menerjunkan sebanyak 142 personil guna lakukan pengamanan PON XVIII Riau Cabang Olahraga Futsal di Tembilahan. Memasuki babak final, Sabtu (15/9), siang ini, Kepolisian kembali akan menambah jumlah personil pengamanan.

“Kita turunkan sebanyak 142 orang personil yang ditugaskan untuk pengamanan pondokan kontingen, Venue Futsal dan termasuk pengaturan lalu lintas di jalan. Mengantisipasi membludaknya jumlah penonton, kita juga sudah menyiagakan tambahan personil,” Jawab Kapolres Inhil AKBP Dedi Rahman Dayan, SIK.

Dalam laga final siang ini akan dilangsungkan dua pertandingan. Laga perebutan medali perunggu, Tim Futsal Kalimantan Selatan akan berhadapan dengan Tim Jawa barat. Kemudian di pertandingan bergengsi, perebutan medali emas, Tim unggulan Sumatra Barat akan menghadapi Tim DKI Jakarta.

Sebagaiman diketahui, sehari sebelumnya, Jum’at (14/9), DKI berhasil lolos ke babak final setelah menyingkirkan Kalsel dengan kemenangan tipis, 1-0. Sedangkan Sumatra Barat, yang tercatat sebagai Tim tanpa kekalahan melaju ke Babak Final setelah berhasil menggulung Tim Jawa Barat dalam drama adu finalty dengan skor 9-6. (dro)




2013, Pusat Perbaiki Jembatan H Lukman

JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan perbaikan Jembatan Parit H Lukman yang sudah ambruk sejak dua tahun lalu akan dilakukan melalui dana APBN 2013.
Hal ini diungkapkan Dirjen Bina Marga Kementerian PU, Djoko Murjanto saat dikonfirmasi Riau Pos di Jakarta, Rabu (4/7).

‘’Setelah saya cek ke teman-teman petugas di lapangan, rupanya jembatan tersebut memang berada di jalan nasional,’’ kata Djoko Murjanto.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Inhil H T Eddy Efrizal menyebutkan, bagian jembatan yang ambruk berada di bagian tengah jembatan yang panjangnya 60 meter.

Jembatan itu berada di jalan negara yang menghubungkan Kecamatan Keritang dan Pelabuhan Samudera Enok di Tembilahan, serta merupakan jembatan vital lalu-lintas transportasi warga.

Pembangunan jembatan itu sendiri awalnya didanai sharing APBN dan APBD Provinsi Riau 2003-2004. Namun dua tahun lalu tiba-tiba ambruk karena adanya tiang penyangga yang rusak, diduga akibat pengaruh struktur tanah, sehingga tidak lagi memiliki ketahanan.

Saat ini bagian lantai jembatan masih bisa dilalui sepeda motor, tapi kalau air pasang, bagian tengah ini terendam air, sehingga kendaraan bermotor tidak dapat melewati jembatan tersebut.

Menanggapi hal ini, Djoko Murjanto mengakui kalau Kementerian PU melalui Ditjen Bintek dan Balitbang melakukan penelitian persiapan teknis 2012 ini. ‘’Kemungkinan pelaksanaan perbaikannya akan dilakukan 2013,’’ ujar Djoko menambahkan.

Kepala Dinas PU Inhil, H Tengku Edy Efrizal saat dihubungi kembali berharap, tim dari Kementerian PU turun langsung ke Inhil dalam rangka penelitian persiapan teknis tersebut.

‘’Kita memang mengharapkan tim Kementerian PU mengkaji dan menindaklanjuti dan segera dibenahi. Karena kita tahu jembatan itu urat nadi perhubungan darat masyarakat di Inhil,’’ kata Tengku Edy.

Mantan Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Inhil ini juga meminta agar pemerintah pusat melalui Kementerian PU melakukan peningkatan jalan lintas Samudera tersebut, mulai dari Sungai Akar sampai ke Pelabuhan Samudera Kuala Enok.

Kondisi jalan saat ini, seandainya pelabuhan tersebut dioperasional oleh PT Pelindo, dikhawatirkan akan banyak kerusakan.

‘’Karena di satu sisi kita maklumi kontur tanah dasar jalan itu masih buruk. Perlu ada upaya nyata dan langsung agar peningkatan jalan lintas samudera ini segera terwujud,’’ harapanya.

Tanggung Jawab Pusat
Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Riau, SF Hariyanto menegaskan, Jembatan H Lukman di Kecamatan Enok, Indragiri Hilir masuk dalam kategori jalan nasional. Sehingga untuk penanganannya merupakannya tanggung jawab pemerintah pusat.

‘’Jembatan itu dibangun oleh pemerintah pusat melalui APBN, karena masuk jalan nasional. Jadi bagaiman mungkin kita yang memperbaikinya. Persepsi ini yang harus diluruskan,’’ ujar Hariyanto kepada kepada Riau Pos, Rabu (4/7) di Kantor Gubernur Riau.

Ia mengaku prihatin, kondisi jembatan sudah rusak sejak dua tahun silam. Bahkan, pihaknya sudah melaporkan kondisi tersebut ke Kementerian PU berdasarkan laporan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Indragiri Hilir.

‘’Sayangnya, sampai saat ini laporan kita tidak kunjung direspon. Seandainya kita yang membangun, tentunya sudah kita carikan solusi untuk perbaikan sarana infrastruktur tersebut,’’ tegas Hariyanto.

Menurutnya, kerusakan jembatan H Lukman tersebut pada dasarnya sudah diketahui oleh pemerintah pusat.

Bahkan, kondisi kerusakan sudah diteliti oleh Balitbang dan Bimtek dari Kementerian PU RI. Hanya saja, untuk tindak lanjutnya, sampai saat ini belum diperoleh perkembangan berarti.

‘’Kita dari provinsi berharap pemerintah segera melakukan perbaikan. Karena secara administrasi memang merupakan tanggung jawab pemerintah pusat,’’ imbuh Hariyanto.(rpg)