Warga Temukan Mayat Tanpa Identitas di Desa Sanglar

RETEH (detikriau.org) – Sesosok mayat berkelamin laki-laki di Perairan parit Cahaya Baru atau Parit Buntal desa Sanglar Kecamatan Reteh, Senin (15/2/2016) sekitar pukul 07.00 WIB.

Mayat tanpa identitas ini pertama kali ditemukan oleh masyarakat setempat dan dilaporkanlangsung kepada petugas kepolisian Polsek Reteh. Mendapat laporan, petugas langsung menuju ke TKP bersama Kepala Puskesmas Pulau Kijang, Babinsa Sanglar dan sejumlah masyarakat.

Ciri-ciri mayat itu usianya diperkirakan mencapai 25 tahun, saat ditemukan sedang mengenakan celana pendek merk adidas warna coklat dan baju kemeja motif garis-garis warna biru dongker.

“Saat itu juga petugas melakukan olah TKP sekaligus memeriksa kondisi mayat,” sampaikan Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Hadi Wicaksono Sik melalui PAUR Humas, Iptu Warno Akman.

Hasil pemeriksaan lanjut Warno, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada mayat dan diperkirakan mayat tersebut meninggal dunia selama kurang lebih 3 hari yang lalu.

Setelah diperiksa, petugas kepolisian menyerahkan mayat itu kepada pihak desa untuk dimakamkan. Namun dihimbaunya, jika ada pihak keluarga yang mengaku kehilangan anggota keluarga maka segera melaporkan kepada petugas kepolisian terdekat. Mirwan




Empat Nelayan Sungai Bela Temukan Mayat Tanpa Identitas di Perairan Sungai Buluh

Gambar ilustrasi
Gambar ilustrasi

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Empat orang Nelayan Desa Sungai Bela Kecamatan Kuindra menemukan mayat bocah laki-laki dalam sebuah speedboat diperairan sungai Buluh. Saat ditemukan, bocah laki-laki yang belum diketahui identitasnya ini dalam kondisi sebahagian tubuhnya sudah dimakan hewan laut, Selasa (21/7/2015) sekitar pukul 14.00 WIB.

Ke empat nelayan tersebut yakni Tugiman (35), Andika (20), Saini (35) dan Supir (25). Keempatnya itu merupakan warga desa Sungai Bela kecamatan Kuindra.

Kapolres Inhil AKBP Hadi Wicaksono Sik melalui PAUR Humas Polres, Iptu Warno Akman mengatakan, berdasarkan keterangan sejumlah saksi bahwa saat itu saksi-saksi itu sedang dalam perjalanan sepulang melaut.

Ditengah perjalanan, semua saksi itu melihat speedboat warna hijau stabilo di sap 8 dalam posisi tertelungkup. selanjutnya saksi mendekati speedboat dan membalikkannya. Saat itulah terlihatlah ada sesosok mayat anak laki-laki dengan kondisi terikat oleh tali speedboat di bagian pinggangnya.

“Setelah menguras air, speedboat itu dibawa ke desa Sungai Bela. Sekira jam 17.00 WIB petugas Polsek Kuindra beserta petugas Puskesmas setempat datang memeriksa mayat itu, dan hasilnya, kondisi mayat dalam keadaan bengkak di sekujur tubuhnya. Bagian telinga mayat terlihat sudah dimakan oleh ikan ataupun binatang laut, sedangkan perutnya ada bekas ikatan tali tepatnya di sekeliling perutnya di posisi lubang pusat,” ungkap Warno.

Dari hasil pemeriksaan itu juga, dikatakan PAUR Humas bahwa sosok mayat dapat diperkirakan berussia sekitaar 8 tahun. Saat ditemukan, mayat bocah itu ini memakai baju warna merah lengan pendek dan cincin batu putih di jari tangan sebelah kanan. (mirwan)