Lampu Pelita Terbalik, Satu Keluarga Terpanggang

ilustrasiRETEH (detikriau.org) – Nasib malang dialami keluarga Marzuki (33) warga Desa Pulau Ruku, Kecamatan Reteh. Korban, istri dan anaknya mengalami luka bakar sehingga harus dilarikan ke Kuala Tungkal, Provinsi Jambi, Selasa (11/11) sekitar pukul 22.00 malam.

Keterangan keluarga korban Sahlan (35), saat kejadian, korban bersama istri dan anaknya sedang tidur di dalam kamar rumahnya. Entah apa penyebabnya, lampu pelita penerang rumah mereka  tiba-tiba terbalik dan membakar kelambu sehingga mengenai diri korban dan keluarganya.

“Korban, Marzuki, istrinya Aminah (35) serta anaknya Hamidah (4) langsung kami larikan ke rumah sakit di Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar), Provinsi Jambi Karena daerah kami ini memang lebih berdekatan dengan Kuala Tungkal. Ke tiga korban mengalami luka bakar yang cukup serius disekujur tubuh.” kata Sahlan, Rabu (12/11).

Dalam kejadian itu rumah korban tidak sempat terbakar, karena warga yang mendengar terikan korban langsung memberikan pertolongan dan membantu memadamkan api yang sudah hampir membakar dinding kamar korban.

“Rumah disinikan terbuat dari kayu. Sehingga cukup cepat untuk menyala. Namun kami masih bersyukur api tidak sampai membakar bagian lainya,” terang Sahlan menambahkan.

Kapolres Inhil, AKBP Suwoyo SIK MSi, melalui Kapolsek Reteh AKP Dwi Wanto, membenarkan terjadi musibah ini.  Asal api diduga dari lamlpu pelita minyak tanah yang terbalik dan langsung membakar kelambu.

Dwi berharap bagi warga yang menggunakan lampu pelita dan lilin untuk mematikan penerang itu sebelum tidur. Sebab akibatnya bisa membahayakan diri sendiri dan orang lain.(dro/*1)




Menyusul, 6 Napi Pelarian LP Kuala Tungkal Berhasil di Ringkus

gbrTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Jajaran kepolisian Polsek Reteh Kabupaten Indragiri Hilir, Senin (21/1) sekira pukul 23.00 Wib kembali berhasil meringkus 6  Narapidana pelarian Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Kuala Tungkal Kabupaten Tanjung Jabung Barat Provinsi Jambi. Penangkapan ini kali kedua dihari yang sama setelah 2 Napi  sekira pukul 08.00 Wib juga berhasil diamankan.

Menurut penjelasan Kapolres Inhil, AKBP Dedi Rahman Dayan , S.Ik., M.Si dalam konfrensi Pers di ruang kerjanya, Selasa (22/1),keberhasilan penangkapan ini atas kesigapan jajaran dibawah pimpinannya serta adanya kerjasama  yang baik dengan masyarakat setempat. “Sejak mendapatkan informasi adanya puluhan napi Kuala Tungkal kabur, kita langsung memberikan perintah Polsek yang berbatasan secara langsung untuk melakukan antisipasi dan meningkatkan pengawasan. Hasilnya, semalam, Senin(21/1) sekira pukul  23.00 Wib 6 Napi yang kita duga pelarian LP Tungkal berhasil kita ringkus.”Jelas Kapolres Inhil kepada wartawan.

kapolres Inhil, AKBP Dedi Rahman Dayan, S.Ik., M.Si
kapolres Inhil, AKBP Dedi Rahman Dayan, S.Ik., M.Si

Ke delapan Napi saat digiring ke LP Kelas II A Tembilahan
Ke delapan Napi saat digiring ke LP Kelas II A Tembilahan

Ditambahkan Kapolres, saat ditangkap ke 6 Napi ini secara bersamaan ditempat yang sama dan tanpa perlawanan. Diduga dikarenakan mereka sudah dalam keadaan kelelahan selama dalam pelarian.”Ke delapan Napi untuk sementara kita titipkan di LP Kelas II A Tembilahan. Keputusan ini diambil setelah pihak lapas Tembilahan melakukan koordinasi dengan pihak Lapas Tungkal yang kini kondisinya masih belum memungkinkan.” Pungkas Kapolres.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari Kasi Kegiatan Kerja PLH Kalapas Kelas II A Tembilahan, Dolok Saribu, SH. Delapan nama Napi yang berhasil diringkus jajaran Polres Inhil adalah, Baharuddin Bin Suriansyah (33), kasus pencurian di vonis 2 tahun 5 bulan baru menjalani hukuman 1 tahun 1 bulan, kemudian  Rita Jaya Bin Marbun (23) , kasus perlindungan anak di vonis 6 tahun menjalani hukuman 2 tahun 2 bulan. Dedi Novrizal Bin Jontani (27), kasus pencurian vonis 1 tahun 5 bulan menjalani hukuman 11 bulan.  Musliadi Bin Mat Egan (23) kasus curanmor vonis 1 tahun 5 bulan sudah menjalani hukuman selama 13 bulan.

Selanjutnya, Mitra Utama Bin Umar Usman (22), kasus curanmor vonis 1 tahun 5 bulan menjalani hukuman 7 bulan. Agusrianto Bin Aras (24), kasus pemerkosaan vonis 10 tahun kasasi baru menjalani hukuman 1 tahun 5 bulan. Kemudian dua Napi yang ditangkap sebelumnya adalah, Ahmad Rahmandani Bin Ridwan (48), kasus narkoba  jenis ganja seberat 48 kilo, vonis 16 tahun menjalani hukuman 2 tahun 2 bulan dan Herman Bin Hasan Basri (25), kasus narkoba jenis ganja seberat 10 kilo, vonis 11 tahun menjalani hukuman 4 tahun 2 bulan.

“Nanti kita koordinasi dan tindak lanjut ke Kadit Pas Jambi. Sekarang 8 orang napi yang kabur dari Tungkal Provinsi Jambi di masukkan ke strap sel napi lapas tembilahan, masing-masing 2 orang  1 kamar jadi memakai 4 sel. Kemungkinan mereka akan di bawa kembali ke rutan Tungkal untuk diproses kesalahannya.” Jelas Dolok Saribu,SH. Selasa (22/1).(dro/*0)




LOMBA RANGKAI BUNGA IBU-IBU SEBERANG TEMBILAHAN

Warnai Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Mewarnai peringatan Maulid Nabi besar Muhammad SAW, kaum Ibu-ibu Kelurahan Seberang Tembilahan, Minggu (5/2) mengadakan lomba merangkai bunga. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua Muslimin NU Indragiri Hilir (Inhil), Hj Sri Mulyani beserta pengurus organisasi wanita lainya yang melakukan penilaian lomba merangkai bunga.

Pada kesempatan tersebut Ketua Muslimin NU Kab. Inhil, Sri Mulyani, mengatakan bahwa kaum wanita harus mampu memainkan peran dalam berbagai bidang pembangunan, sebagaimana yang sudah diperjuangkan oleh Rasulullah SAW, yakni memperjuangkan tingkat derajad wanita.
“Pada masa silam Rasul kita Nabi Muhammad SAW dengan penuh ke imanan dan ketaqwaanya memperjuangkan derajat kaum ibu atau perempuan,” kata Sri Mulyani, sambilmengatakan Fakta sejarah menunjukkan kelahiran Nabi Besar Muhammad SAW telah menebarkan sinar pada dunia yang telah diselimuti kabut kegelapan, Islam telah mampu bergerak membawa peradaban yang cemerlang.
Oleh sebab itu, lanjutnya, peranan wanita sangat besar dan wanita harus membekali diri dengan aneka ragam keterampilan serta turut meningkatkan kulitas diri dengan bersekolah formal maupun non formal. “ Dengan semakin ketatnya persaingan hidup dimasa sekarang dan masa mendatang, maka kita harus lebih aktif meningkatkan kemampuan diri agar tidak tergilas dengan perkembangan zaman,” tuturnya.
Sementara itu Ustad Fahrudin dari Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat Provinsi Jambi pada kesempatan yang sama meminta warga untuk menauladani prilaku Nabi besar Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-sehari. Karena menurutnya, tauladan Nabi Muhammad akan mengantarkan umat ke jalan yang di ridoi Allah SWT.
“Mari kita tingkatkan keimanan dan ketakwaan kita. Kita jadikan Muhammad suri tauladan dalam kehidupan,” ajaknya. Dalam perjalanan kehidupan, umat Islam harus memiliki tujuan kebaikan
bagi semua makhluk dengan tidak melupakan harmonisasi kehidupan antarumat beragama. Dengan peringatan Maulid Nabi bisa mengingatkan kita untuk selalu membaca shalawat ( doa keselamatan untuk Nabi ) karena membaca shalawat mengandung manfaat dan keutamaan.  Maulid ini juga merupakan langkah kita untuk membangkitkan kecintaan kepada beliau sekaligus mengenang jasa-jasa beliau sebagai suri teladan,” katanya. (dra)




Pondok Pesantren Daarul Ishlah Assalafi Undang Habid Alaydrus

Sambut Peringatan Maulid Nabi 1433 H

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Pondok Pesantren Daarul Ishlah Assalafi yang berlokasi di jalan Harapan Gang Mawar Kelurahan Tembilahan Hulu, akan mengundang dai kondang, Habib Mustapa Bin Abdullah Alaydrus, Pimpinan Majelis Syamsi Syumus Asmaul Husna (Ratib Alaydrus) Tebet Jaksel pada peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW, 1433 H Rabu malam (8/2) bertepatan dengan 16 Rabiul Awwal 1433 H usai shalat Isya. Ungkapan itu disampaikan oleh Ketua Panitia pelaksana peringatan Maulid Nabi Besar Muhamamad SAW,  Abd Rohim kepada Www.detikriau.org, Rabu, (1/2).

 

“Ulama besar yang bersangkutan dipastikan akan datang ke Tembilahan guna memberikan tausiah bagi masyarakat. Sebab sejauh ini belum ada konfirmasi dari Habib untuk membatalkan kedatangannya,” kata Abd Rohim yang juga salah seorang tenaga pengajar di pesantren tersebut.

 

Ketika disinggung dengan persiapan yang dilakukan oleh panitia menurutnya  persiapan telah berjalan dengan baik. Panitia berharap, warga Tembilahan dapat beramai-ramai datang memeriahkan peringatan Maulid Nabi tersebut.

 

“Tidak setiap waktu dalam peringatan Maulid atau Isra’ mikraj kita mampu menghadirkan dai kondang seperti Habid, makanya ketika ada kesempatan seperti ini sudah sepantasnya warga Tembilahan untuk datang mendengarkan tausiah yang ia berikan guna menambah ilmu Agama dalam rangka mengarungi kehidupan dunia saat sekarang ini,” paparnya.

 

Pengamatan Www.detikriau.org, sama seperti tahun-tahun sebelumnya setiap datang bulan Rabiul Awwal bulan ketiga dalam kelender Hijriah tersebut, kota Tembilahan selalu meriah menyambut bulan kelahiran Nabi besar ini. Hampir disetiap mesjid maupun surau ataupun perkeumpulan majelis zikir turut memperingati.

 

Selain itu, para penceramah yang diundang untuk memberikan siraman rohani datang dari berbagai kota yang ada di Indonesia. Ada yang dari Jakarta, Kalimantan Selatan, Kuala Tungkal Provinsi Jambi dan sebagainya. Biasanya mesjid maupun surau yang mengundang penceramah dari luar kota akan dipadati oleh pengunjung.

 

Dalam peringatan Maulid nabi yang dilaksanakan, selain para hadirin yang hadir dapat mendengarkan ceramah yang disampaikan oleh Ustad, selesai acara juga ada makanan yang disediakan oleh pantia dan biasanya langsung dimakan di lokasi acara. Hingga makin mempererat rasa persaudaraan sesama muslim.

 

“Rasanya rugi kalau kita tidak datang apalagi kalau memang penceramah yang didatangkan adalah da’i kondang seperti Habib Alaydrus,” kata Misran salah seorang PNS yang bertugas di kantor DPRD Inhil. (Suf)