BIPS Band. Rekam Lagu Perdana “TOELOES”

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Baru baru ini, Bips band asal Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), tepatnya dari Kecamatan Tanah Merah telah selesai menjalani syuting untuk music video terbarunya.

Toeloes, adalah judul lagu Single Pertamanya. Bips yang memiliki 5 personel ini diantaranya, Mariandi Sahil, Vava, Fandi Marlindo, Amboy dan Arev Ramadhan.

“Kita tak sama tapi kita bersama, salam bips” slogan itu yang sering mereka sebut sambil mengacukan 2 jari ke depan.

Dari keterangan kru Bips Alvin Hamdan, mereka biasanya setiap hari Rabu akan melakukan Rekaman.

“Semoga lagu-lagu bips bisa diterima di masyarakat, dan mudah-mudahan bisa tembus ke dapur rekaman (label) yang profesional,” sebutnya./ Mirwan




Ini Nama-Nama Korban Musibah Longsor di Tanah Merah

Tanah Merah, detikriau.org – Kepala BPBD Inhil Yusfik SH menjelaskan musibah longsor yang terjadi di Kelurahan Kuala Enok Kecamatan Tanah merah menyebabkan rusaknya tempat tinggal 4 Kepala Keluarga dengan 13 jiwa. Sabtu (19/11/2016)  sekira pukul 00.30 Wib dinihari.

Nama korban tersebut adalah: 1. Mujiburrahman (KK) dan Istri. 2. Yon Rafisah (KK) bersama Eli Nurlaila (istri), Hj Rosmaidar (ibu) beserta Fadlur dan Dimas (anak). 3. Bastian Basir (KK) bersama istri Eli Nurlia dan Feri, Delfianti, Dumas (anak. 4. Mulyadi (KK)

“Kita sudah salurkan kebutuhan logistik untuk membantu  korban bencana,” Sampaikan Yusfik./*/Mirwan




Pemprov Riau usulkan Kuala Enok Masuk Poros Maritim

tol-lautWEB_1Tanah Merah (detikriau.org) – Kuala Enok, Kecamatan Tanah Merah Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau direncanakan akan diusulkan masuk dalam poros maritim. Pernyataan ini disampaikan oleh Plt Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman dalam kunjungannya kelokasi Pelabuhan Samudra Kuala Enok akhir pekan kemaren.

Dihadapan Bupati Inhil, HM Wardan dan sejumlah pejabat di Provinsi Riau saat itu, Mantan Anggota DPR-RI itu mengajak pihak Pelindo serta Departemen Perhubungan Laut untuk sama-sama bekerja sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya masing-masing.

“Apa yang menjadi tanggung jawab kami terhadap pengembangan kawasan ini akan kami jalankan. Kita juga berharap demikian terhadap apa yang menjadi tanggung jawab yang ada di bawah Pelindo dan Perhubungan laut,” Pintanya.

Andi melihat cukup banyak potensi ekonomi jika kawasan itu bisa beroperasai dengan baik. Paling tidak bisa mengatasi masalah efesiensi pada logistik. Saat ini dapat dikatakan fokus pengangkutan logistik hanya berada di Dumai.

“Saat inikan semua tertumpu di Dumai, baik untuk Riau maupun Sumatra Utara (Sumut) bagian selatan. Akibatnya kerap terjadinya penumpukan. Kita harus bisa memecahkan persolan itu. Kebetulan Pelabuhan Samudra Kuala Enok ini sudah lama dipersiapkan,” paparnya.

Untuk menunjang pelabuhan samudra, persoalan infrastruktur darat harus dioptimalkan.

di sisi penganggaranya, jalan menuju Pelabuhan Samudra Kuala Enok menggunakan APBN dan APBD Riau. Sehingga perlu dilakukan loby-loby kepada pemerintah pusat.

“Untuk yang menggunakan keuangan Provinsi, kita akan coba menganggarkanya melalui APBD-P. Sedangkan dari sisi dermaga merupakan kewenangan Pelindo dan Syahbandar,” Tambakan Andi

Secara ekonomi, pelabuhan Samudra Kuala Enok sudah layak untuk dioperasionalkan jika dilihat dari hasil produksi di Riau bagian selatan yang meliputi Kabupaten Kuansing, Inhu, Inhil serta Provinsi tetangga Jambi dan perbatasan lain.

“Kita sudah sudah lihat jarak tempuhnya khusus untuk Riau bagian Selatan. Kalau dibandingkan dengan Pelabuhan Buton dan Dumai daerah ini jauh lebih dekat. Ini otomatis mampu meningkatkan daya saing,” Tandas Andi.(dro/*1)




Longsor di Kuala Enok, Dua Unit Rumah Warga Hanyut

longsorTanah Merah (detikriau.org) – Bencana alam tanah longsor lagi-lagi menimpa Kelurahan Kuala Enok, Kecamatan Tanah Merah, Rabu (12/11) sekitar pukul 00.20 WIB dinihari. Kali ini, setidaknya 2 rumah warga yang terletak di RT 02 RW 02, Lorong Perigi hanyut dan 2 lainnya rusak.  Akibatnya, enam Kepala Keluarga (KK) yang terdiri dari 23 jiwa kehilangan tempat tinggal dan harus mengungsi ke rumah kerabat atau sanak keluarganya.

“Saat itu, diketahui air sungai sedang surut. Tiba-tiba tanah dipinggiran sungai mengikis dan mengakibatkan terjadinya longsor,” tutur Kapolres Inhil, AKBP Suwoyo melalui Paur Humas, Ipda Warno saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Rabu (12/11).

Dijelaskan Warno, meskipun tidak terdapat korban jiwa dalam musibah tersebut, namun kerugian material yang diderita oleh para korban diperkirakan mencapai sekitar Rp 30 juta.

“Sekarang, seluruh korban yang rumahnya mengalami kerusakan sedang mengungsi di rumah kerabat dan sanak keluarga mereka,” terangnya.

Lurah Kuala Enok, Teuku Muhammad yang dikonfirmasi awak media juga membenarkan terjadinya musibah tersebut. Oleh karena itu, ia mengimbau kepada seluruh warganya terutama yang berada di sekitar lokasi kejadian, untuk terus meningkatkan kewaspadaan, guna mengantisipasi dan menghindari terjadinya musibah susulan.

“Kita takutnya akan terjadi longsor susulan, jadi kepada warga diminta untuk tetap waspada dan berhati-hati,” imbuhnya.(dro)